Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Jumat, 30 Oktober 2009

CANGKRU'AN VW Jembatan Empat, Rawalumbu Bekasi

SegO RAKyat, Vokoke Wareg
Berdiri sejak 1828 (ba'da Maghrib) sampe Secapeknya



Bekasi, kelanakuliner.com
Sukakah Anda bila saya beritahu dimana tempat cangkru'an (red: nongkrong dalam bahasa Betawi dan angkring dalam bahasa Jawa Tengah atau nangkring dalam bahasa Sunda) yang paling nyeleneh dan mungkin satu-satunya di dunia yang adanya bukan di Jawa Timur? Ya adanya cuma di Bekasi, tepatnya Jembatan Empat Perumahan Rawalumbu Bekasi. Tepat di depat sebuah distro bergaya konspirasi. Lah?

Kok disebut conspiracy distro and cafe? Kalau distronya yang dikenal bernama Verbad, sedangkan cafenya yang diberi nama Cangkru'an VW maka keduanya mempunyai konsep life style yang sangat bertolak belakang. Coba saja Anda bayangkan, kalau distronya yang juga sebagai salah satu distro yang menjual merk asli Bekasi "Why Not" ini sebenarnya lebih menjuju high profile customer (ngerti kan artinya?)


Distro Verbad Conspiracy memang dijuju untuk target pasar mereka yang suka sekali bergaya unik dan beda dari yang lain namun dengan citra selangit (nggak berlebihan lah kalau saya bilang begitu... memang umunya pelanggannya pada selangit gayanya atau "borjuis" namun masih terjangkau), sementara persis di depannya ada warung makan sederhana yang begitu "low profile" dan "egaliter" (begitu istilah Cak Gogon, sang pemilik distro sekaligus kafe nyeleneh ini menyebutnya) maka untuk mempertemukan keduanya disebutlah istilah Konspirasi (taelah gayanya si Cak Gogon memang benar-benar bikin saya tertawa terbahak-bahak tersenyum geli!)

Tapi ada hal lebih membuat saya betah dan selalu tersenyum di tempat cangkru'an ini, yakni menu masakannya yang bener-bener konyol lucu menurut saya. Mulai dari nama Sego Rakyat plus Sambel Bledheg-nya yang luar biasa ganas pedasnya (ampun mak nyak!) sebagai merk utamanya. Sego Rakyat sendiri sejatinya mirip dengan Sego Kucing khas Semarang atau Solo maupun Jogjakarta, tapi kayaknya porsi ikan asinya lebih gedem (tau kan artinya?) dan bikin kita merem marem! Belum lagi lauk lainnya yang bukan saja bikin kita tersnyum geli tapi juga mau memborong semua (emang boleh apa?) karena saking murah dan nyamlengnya di lidah kita.


Yang lucu banget adalah Jajanan Antikapitalis (busyet deh provokatif banget neh namanya... tapi...  yah tauk sendiri lah, eman g bener kan?) seperti, Risoles atau Sosis Oslo, Saya jadi ingat sama Burger Bathok nya mas Agung. Tapi sepertinya ada perbedaan mendasar dari keduanya, yakni konsep idealismenya, bila yang satu mengangkat makanan barat burger yang dibuat jadi khas Indonesia, sedangkan satunya lagi Cangkru'an khas Jawa Timuran ini mengangkat makanan kahas masakan ibu kita yang mungkin sudah jarang bisa kita temui di resto manapun, demikian bongkar Cak Gogon kepada kelanakuliner.com. Hmmmmm saya pikir bener juga seh!


Terus bagaimana dengan harganya? Huwaduh... setelah saya periksa (dan ini memang tipikalnya saya sebagai orang Indonesia asli kalau membaca menu kayak orang Arab, dari kanan ke kiri.... hehehehehe tau kan artinya?) Ternyata nggak ada satupun sajian khas di tempatnya Cak Gogon dan istrinya mbak Endang ini yang harga sajian makanannya lebih dari selembar uang biru! bener-bener antikapitalis sejati, Rek!

Kalau nggak percaya mendingan langsung aja menggelinding ke lokasi buat Anda yang masih gendut atau meluncur buat Anda yang sudah ramping ke sana (maskudnya apa thoh?). Tepatnya ke Jembatan Empat, dan lihat distro Verbad Conspiracy, Cangkru'an VW.... Hmmm saya pasti berani menjamin Anda akan tersenyum dan kenyang pada saat yang sama, tanpa harus merogoh dan membuka dompet dengan senyum kecut....! Plis deh ah!

Banyak hal unik dan menarik yang bisa mengendorkan syaraf kita bisa kita dapati di tempat ini, tengok pengumuman berikut ini.


tempat ini choesoes oentoek tjangkroe’an
toean poean njang siboek bekerdja
zonder waktoe oentoek memasak
agar soepaja toean poean tida’ spanneng
bergaboenglah oentoek tjangkroek jang bermakna
toen poean pasti akan soeka
sehat djiwa raganja,
pandjang oemoernja
serta moelia
menoeai pahala
menoeai pahala
bergegaslah sebelum kaseb !







Sidik Rizal

Kamis, 29 Oktober 2009

SOTO KUDUS SIMPANG 7 Rawalumbu Bekasi

SEHATNYA SOTO KUDUS ASLI MENYEGARKAN


Bekasi, kelanakuliner.com
Berjalan bersama beberapa teman ke satu sudut di jalan raya Pramuka Rawalumbu Bekasi, kami saya pilih satu tempat makan yang sebelumnya memang sudah lama saya incar karena alasan ciri khas etnisnya. Soto Kudus Simpang Tujuh di pojokan Ruko Kawu Jaya, Jl. Pramuka Raya Rawalumbu seolah mengundang kami untuk mampir menuju ke dalamnya dan menikmati suasana klasik sekaligus etnis jawa tengahan yang begitu kental.


Kudus sebagai kota kretek alias rokok juga dikenal dengan penganan khasnya berupa soto ayam yang biasanya disajikan dalam mangkuk kecil bercampur dengan nasi. Hmmmm, baru melihatnya saja selera dan air liur  membanjir sudah mau menetes.

Usaha yang dikelola oleh pasangan suami istri Hanes Hendri dan Ana Noor W ini baru dibuka sejak tahun 11.00 wib dan tutup hingga jam 19.00. Sajian utama yang diunggulkan di Soto Kudus Simpang Tujuh lebih ditujukan buat mereka yang memang memperhatikan kesehatan. Hal ini bisa dibuktikan setelah saya mencoba seporsi Soto Kudusnya, langsung berkeringat. Tak sulit menggambarkan Soto Kudus dalam tiga kata, "Luar Biasa Segar!". Halah!! biasanya juga setiap orang berkeringat setelah makan... hehehe kenyataanya adalah saya berkeringat sekaligus kenyang!

"Rasa gurihnya itu diambil dari kaldu ayam, dan kami menggunakan Masako," ujar ibu Ana tanpa bermaksud promosi.Wah kalau saya jadi dia, mungkin saya sudah menghubungi perusahaan penyedap masakan itu sebagai sponsor utama rumah makan sederhana ini. Rumah makan yang didesain dengan gaya klasik dan kental kesan etnisnya ini, mempunyai sedikitnya 6 meja dengan 4 kursi masing-masing. Lahan parkir di halaman ruko yang lumayan, membuatnya jadi tempat makan siang dan malam yang pas buat mereka yang tinggal di wilayah Rawalumbu. Namun sepertinya, Ana dan suaminya, Hendri sedang persiapkan strategi meraih mereka yang tinggal di luar wilayah perumahan sekitar Rawalumbu, sekaligus mereka yang sering lalu lalang di depan warung makan mereka itu.

Hanes Hendri, yang masih bekerja di sebuah perusahaan operator telepon selular besar ini,  sepertinya memang sedang persiapkan diri untuk berwirausaha bila kelak pensiun nanti. Lelaki murah senyum dan berpenampilan menarik ini juga menginginkan usaha Warung Soto Kudus Simpang Tujuh ini bisa dijadikan sebagai tempat menikmati kuliner asli khas daerah, dan ini sangat bisa dikembangkan di wilayah Kota Bekasi, ungkap ayah dari 2 anak ini kepada kelanakuliner.com. Dia pun menambahkan bahwa bila jajanan khas daerah Kudus ini bisa berkembang nanti tak mustahil dirinya akan mempersiapkan konsep waralaba untuk pengembangannya, ujarnya berharap.

Bila Anda memang benar berkeinginan dengan selera asli Kudus dan mau menikmati jajanan seperti sate kerang serta jajajan khas Kudus lainnya yang asli adanya di Simpang Tujuh Alun-Alun Kudus, tentunya akan tahu betul, bahwa ikon umum untuk kotanya Sunan Kudus dan Sunan Bonang ini mempunyai makanan khas Soto Kudus Asli seperti yang disajikan di warung yang asri dan resik ini.





Tertarik? Hubungi saja nomor telepon berikut ini
0811.888.199 atau (021) 8243.1188

Bisa langsung berkunjung ke ujung barat Ruko Kawu, jalan Pramuka, Rawalumbu dan perhatikan nama logo jaminan aslinya SOTO KUDUS SIMPANG TUJUH. Selamat berkunjung dan menikmati kesegaran yang menyehatkan dari Kudus.
SidikRizal - dobeldobel.com 

Soto Kudus Simpang 7

Bahan:
1 ekor ayam
1500 ml air
3 lbr daun salam

Bumbu halus:
8 bawang merah
4 bawang putih
4 kemiri, disangan
1 cm kunyit
1 cm jahe
1/2 sdt merica bulat
garam
gula pasir

Pelengkap:
bawang merah goreng
bawang putih goreng
seledri
toge

Sambal, haluskan:
10 cabe rawit
50 ml kecap manis
1 sdt air jeruk nipis
1 sdm bawang putih goreng

Cara membuat:
Rendam ayam dengan air jeruk nipis terlebih dahulu, kurleb 15 mnt. Cuci, tiriskan. Rebus ayam bersama garam hingga empuk, angkat. Kemudian goreng, suwir2. Tumis bumbu halus bersama daun salam hingga harum, kemudian masukkan kedalam kaldu. Cicipi rasanya. Susun pelengkap didalam mangkuk saji, kemudian tuangi kaldu yang telah mendidih. Hidangkan.(dari berbagai sumber)

Rabu, 28 Oktober 2009

IN RACHSY, Nabila Cafe & Resto dibuka di Rawalumbu Bekasi

Selama masa promo soft opening
Bawalah printout tulisan webblogs ini dan
dapatkan diskon hingga 20% dan gratis 1 scoop Ice Cream



Bekasi, kelanakuliner.com
Kini jalan Pramuka semakin ramai saja dengan wisata kuliner. Banyaknya tempat jajanan di sepanjang jalan Pramuka hingga Jembatan Kosong terus ke perumahan Rawalumbu sampai Jembatan 14 mempunyai nuansa tersendiri bagi warga Bekasi yang selalu melewati jalan tersebut.

Mulai dari makanan ala tradisional nusantara hingga ala luar negeri ada di sepanjang jalan Pramuka ini. Sebutlah sebuah tempat baru seperti cafe dan resto yang menyajikan makanan ala Eropa atau western kini hadir dengan konsep minimalis dan dikombinasikan dengan salon kecantikan dan klinik spa yang berlabel iNrachsy, Nabila Cafe & Resto. Di tempat yang bernuansa warna merah ini juga menyajikan menu Japanese, Chinese dan Indonesian Cuisine pastinya.

iNrachsym Nabila Cafe and Resto sendiri didirikan setelah usaha salon dan klinik kecantikannya sukses lebih dahulu ujar pasangan suami istri H. Heru Syam dan Hj. Nani. H. Heru sendiri membeberkan bahwa usahanya ini memang ditujukan buat anak-anak mereka kelak, "Bagi anak-anak saya, mereka bisa memulai hidup ini dari angka enam. Kalau kami memulai usaha ini dari nol, maka biarlah mereka nantinya mulai dari enam," jelasnya berfilosofi. Saya pun sangat menyetujui filosofinya yang dalam dan penuh hikmah itu, seperti kisahnya kepada saya tentang betapa banyaknya hikmah pelajaran dari perjalanan hidupnya terutama sekali baru dia mengerti maksud dan alasannya mengapa Tuhan memberikan kepada dirinya dan keluarganya saat dia pergi haji ke tanah suci. Karena perjalanan agung ke Mekkah itulah, akhirnya dia berkongsi dengan teman-temannya membuka usaha perjalanan ibadah umroh dan haji plus.

"Sedikitnya ada 4 peristiwa yang menurut saya penuh dengan keajaiban yang saya alami ketika di Masjidil haram dan Masjid Nabawi," ungkapnya mengenang perjalanan ibadah yang akhirnya mengubah perjalanan hidup dan pandangannya kepada kehidupan. Mulai dari menolong seorang perempuan tua dengan membawakan tas berat yang tak dirasakannya. Kemudian pada saat boarding pass barang-barang cargo bawaannya di bandara King Abdul Aziz saat pulang, dirinya mendapatkan kemudahan dan tak ada hambatan, sekalipun bawaannya itu masuk kategori "over weight", sementara teman-teman jama'ah haji lainnya yang tidak terlalu berlebihan bawaannya malah mendapat kesulitan untuk bisa lolos seklipun mereka mau membayar biaya kelebihan barang bawaan itu. Dan banyak lagi peristiwa aneh penuh hikmah ketika thowaf mengitari Ka'bah dimana dia bertemu lelaki tua yang membantunya membimbing do'a setelah itu dia memberikan shodaqoh kepadanya, entah bagaimana lelaki itu hilang  entah kemana dalam sekejap walaupun ia sudah cari tengok kemana-mana. "Masih banyak lagi peristiwa aneh yang sangat berbekas," ujarnya dan kemudian dia menceritakan semua peristiwa itu kepada saya sambil tak lupa memesankan karyawannya untuk membungkus pesanan Chicken Cordon Bleu untuk saya bawa pulang. (Hmmm yummmy!)


iNrachsy, NABILA CAFE & RESTO
Tempat yang nyaman dan representatif buat bersantai dengan teman atau keluarga ini terletak tepat di depan sebuah rumah sakit keluarga. Di cafe yang dikelola Hj. Nani yang juga pengusaha salon dan klinik kecantikan Nabila Beauty Care Clinic di daerah Narogong ini, sebenarnya sudah lama hendak dibangun di pinggir jalan raya depan RS Hosana Medika, ungkap H. Heru Syam kepada kelanakuliner.com. Lelaki  berusia 47 tahun berwajah tampan ini juga penyelenggara perjalanan Umrah dan Haji Plus dengan nama PT. Arminareka Perdana.


Menu apa saja yang disajikan dalam masa promosi di iNrachsy Nabila Cafe & Resto? Pada masa promosi menu sajian western, Japanese, Chinese dan Nusantara sudah siap untuk dinikmati di cafe yang luasnya sedikitnya 400 meter persegi dengan lahan parkir sekitar 3 mobil dan memanfaatkan para pengunjung RS yang ada di depannya. Sepertinya H. Heru Syam dan sang istri, Hj Nina ingin sekali mengembangkan satu usaha yang terpadu dan berhubungan dengan keahlian mereka di bidang usaha klinik kesehatan & kecantikan dan juga bisa diwariskan kepada semua anak mereka. Mulai dari sang anak pertama, Ineke yang lebih cenderung mempunyai keahlian di bidang marketing public relation, dimana ia sering sekali mempromosikan usaha kafe dan kliniknya ke teman-teman sekolahnya. Kemudian juga anak lelaki mereka Iqbal yang mempunyai cita-cita menjadi dokter ini setelah melihat semua usaha dan kegiatan harian ayah bundanya di bidang klinik kesehatan. Dan yang terakhir adalah Nabila yang juga mempunyai hobi mirip dengan kakak perempuannya ditambah kebisaannya dan hobinya di bidang seni desain. Sepertinya keluarga Hj. Nina dan H. Heru Syam ini sudah lengkap manajemen keluarganya dan tinggal apakah bisa mereka melanjutkan usaha keluarga itu hingga ke anak cucu mereka.


Bila kita bicara manajemen usaha, maka kita juga harus memperhatikan lokasi tempat usaha sebagai bagian dari marketing mix (bauran pemasaran). Kebetulan kafe keluarga ini terletak tepat di depan rumah sakit  yang kategori kelas menengah atas, maka format dan konsep usaha kulinernya pun dibuat sedemikian rupa mampu memenuhi selera segmen pasar tersebut ditambah nilai plus lainnya. Hal ini bisa dilihat dari sajian utamanya yang bernuansa internasional tapi dengan harga sangat atraktif dan kompetitif, seperti:
- Chicken Gordon Bleu Rp. 13.000,-
- Chicken Crispy Steak Rp. 10.000,-
- Beef Burger Rp. 6.000,-
- Spaghetti Rp. 11.000,-
Buat  penggemar masakan Nusantara dan Chinese Cuisine, Anda bisa pesan Mie Ayam Jamur Rp. 10.000,- atau Nasi Goreng iNrachsy Rp. 13.000,- Untuk minuman aneka jusnya Anda bisa memesan segala jenis buah dan cukup merogoh kocek sebesar Rp. 7.000,- demikian ujar Hj. Nina, wanita yang mempunyai bakat alami mampu mencecah sebuah resep masakan hanya dengan membawa pulang makanan di resto yang dikunjunginya bersama keluarga dan mencicipinya di rumah. Wajar saja saat Hj. Nina yang bernama asli Ida ini bersama anak-anaknya dan suami berwisata kuliner di satu resto favorit mereka, maka dapat dipastikan mereka akan memesan seporsi makanan untuk dibawa pulang dan dicoba untuk bisa dibuat sendiri di rumah, "Biasanya, saya bisa membuat menu masakan tersebut setelah mencoba beberapa kali dan akhirnya dijadikan sebagai menu sajian di kafe kami," ungkapnya meyakinkan.


Itulah sebabnya saya jadi penasaran untuk membawa satu porsi masakan khas menu rahasia dari Hj. Nina dan setelah tiba di rumah saya mencoba sajian utama kegemaran keluarga H.Heru Syam, yakni Chicken Gordon Bleu, masakan khas Eropa ini memang terbilang murah bila dibandingkan masakan khas hotel-hotel yang harganya bisa 3 hingga 4 x lipat. Namun begitu, masalah rasa saya bisa memberikan acungan jempol, apalagi saus coklatnya yang pas dan begitu juicy di lidah saya. Buat Anda yang ingin merasakan olahan ayam digulung tepung dan berlapis dengan keju yang dinikmati bersama potongan kentang goreng serta waortel dan sawi hijau, wortel dan buncis lalu dituang saus coklatnya gurih lezat dan lumayan mantap, segera meluncur ke iNrachsy, Nabila Cafe & Resto, Rawalumbu. Saya jamin maknyosss! 


Tertarik mau memesan tempat minta antaran kirim atau persiapan buat paket ulang tahun, Anda bisa menghubungi nomor (021) 821.7007 atau langsung datang ke Jl. Pramuka Raya No. 113 bekasi Timur (tepat depan RS Hosana Medika).
Atau Anda bisa langsung berhubungan dengan sang pemilik H. Heru Syam / Hj. Nani di
(021) 9400.8569  
0812.8530.111 dan 0813.9803.3322

Sidik Rizal - kelanakuliner.com

Selasa, 27 Oktober 2009

SAMI'S PIZZA: FIVE STAR TASTE, STREET PRICE


NYOBA PIZZA DENGAN SELERA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA




Bekasi, kelanakuliner.com
Pernahkan Anda menikmati seloyang pizza hangat langsung dari oven dan tak perlu harus turun dari kendaraan seperti layaknya di negara-negara Eropa sana? Kini suasana bergaya luar negeri sudah bisa dinikmati di wilayah Bekasi. Menikmati Pizza di jalanan, dengan selera dunia tentunya.
Tadinya saya nggak kebayang bisa mendapatkan pizza di pinggir jalanan dan disajikan langsung dari oven (fresh from the oven). Memang ada beberapa tempat di depan mini market yang menyajikan pizza dengan konsep gerai mini, tapi mereka hanya menjual pizza dalam ukuran mini dan slice (potongan). Merekapun biasanya didisplay dalam pemanas listrik yang selalu menyala jadi tidak fresh dari pemanggang.


SAMI'S PIZZA sepertinya menjawab kebutuhan pencinta pizza yang kebanyakan menikmati makanan ini dengan keluarga mereka. Coba saja Anda kunjungi tempat-tempat berikut, Dukuh Zamrud, dari Grand Wisata setelah Patung Kodok terus menuju jalan utama ke Dukuh Zamrud atau bisa langsung telepon di (021) 975.398.06 atau (021) 3338.3887 atau 0888.849.6745.

Atau kebetulan Anda berada di wilayah Rawalumbu, bisa langsung meluncur ke Jembatan Empat, pas di pertigaan jalan menuju ke Rawalumbu, maka akan Anda dapati gerai Mobile Pizza dengan nama merk SAMI'S PIZZA. Mobil Daihatsu Grand Max yang mudah dikenali akan menunggu para pelanggan di sana dan Anda tak akan sulit mencarinya. Pak Zaenal sang pemilik gerai mobil Sami's Pizza akan selalu setia menanti Anda, dan siap menyajikan pizza hangat langsung dimasak di depan Anda dalam waktu kurang dari 10 menit. Tepatnya proses memanggang pizza hanya membutuhkan waktu 8 menit, ungkap Zaenal, lelaki beranak 2 orang putri berusia 10 tahun dan 9 tahun ini kepada kelanakuliner.com


Bila Anda pesan beberapa menu di Sami's Pizza maka banyak pilihan yang bisa Anda dapatkan. Mulai dari ukuran yang reguler (sedang) hingga yang berukuran besar. Masalah harganya pun bisa sampai setengah dari harga outlet Pizza terbesar di Indonesia. Sebagai perbandingan saja, untuk Pizza ukuran sedang berdiameter 20cm saja harga cuma 23 ribu rupiah sedangkan di pasaran outlet bisa mencapai 45 ribu rupiah. Gimana gak diserbu oleh para pencinta pizaa the pizzamania! "Dan untuk pizza ukuran besar berdiameter 28 cm, harganya hanya 45 ribu perak, bandingkan dengan pasaran pizza di resto cepat saji yang dibandrol dengan harga Rp. 80.000,- per loyang" ungkap pak Zaenal, lelaki kelahiran Jakarta tanggal  7 Juni 1960 ini.


Demikian pula istrinya, Ana wanita kelahiran Jakarta tanggal 3 Februari 1974 ini menceritakan, bahwa hanya dengan belajar sebentar mengatur topping seperti potongan sosis sapi, keju mozarella dan beberapa rempah dan sayuran di atas roti pizza (dought) yang siap untuk dipanggang. Biasanya urusan pemanggangan dilakukan oleh suaminya di luar mobil, sementara dia akan kembali mempersiapkan order pizza lainnya dalam hitungan kurang dari 2 menit. Lalu berapa sih harga dan jenis pizza yang disajikan di sana?

Seperti yang terlihat di daftar harga samping, Pizza berukuran loyang 20cm dengan harga Rp. 23.000,- dengan topping, sosis sapi (atau sosis ayam), bawang bombay dan paprika, sedangkan jenis lainnya adalah dengan topping lebih banyak yang terdiri dari Sosis Sapi (atau Sosis Ayam), Daging Sapi Giling, Jamur dan Bawang Bombay (atau dengan Paprika) yang dibvandrol cukup terjangkau Rp. 25.000,-
Dengan manambah 3000 rupiah, kita bisa menikmati pizza ukuran sedang ini dengan topping komplit yang terdiri dari, Sosis Ayam, Sosis Sapi, Daging Sapi Giling, Jamur, Bawang Bombay dan Paprika. Jika mau ditambah cheese (keju mozarella) maka Anda bisa menambah Rp. 3.000,- lagi so semuanya inggal Anda hitung sendiri berapa.

Untuk Pizza berukuran besar loyang 28cm sebagai berikut:
- Rp. 35.000,- Topping: Sosis Ayam + Sosis Sapi + (Jamur/Bawang Bombay/Paprika)
- Rp. 40.000,- Topping: Sosis Ayam + Sosis Sapi + Daging Sapi Giling (Jamur/Bawang Bombay/Paprika)
- Rp. 45.000,- Topping: Sosis Ayam + Sosis Sapi + Daging Sapi Giling + Jamur + Bawang Bombay + Paprika.




Masalah motto Delicious and Fresh memang benar dibuktikan. Saya mendapat sekotak pizza Sami's Pizza, yang saya bawa pulang ke rumah. Walaupun sudah agak dingin, namun pizzanya tidak menjadi keras dan kehilangan rasa nikmatnya. Intinya adalah, rasa nikmatnya itu datang dari topping yang langsung disajikan dan diatur oleh sang koki wanita dan suaminya sebagai pemanggang pizza. Sungguh sebuah usaha dagang yang menyenangkan bagi suami istri dan tentunya bakal menjadi trendsetter di masa mendatang wisata kuliner yang bukan saja khusus Bekasi, tapi seluruh Indonesia. Saya melihat besar sekali peluangnya, bisnis ini berkembang pesat.


Tertarik mencoba? Silakan pesan melalui telepon atau berkunjung ke tempat yang telah saya sebutkan tadi.

(bersambung ke tulisan berikutnya)
Sidik Rizal

Minggu, 25 Oktober 2009

Angkringan Studio Musik Genada: Tempat Nongkrongnya Para Musisi


HIDUPKAN STUDIO MUSIK DAN KECINTAAN MUSIK DI BEKASI MELALUI ANGKRINGAN

Bekasi - kelanakuliner.com
Mencari tempat tongkrongan yang asyik sambil menikmati live music baik dengan organ tunggal maupun akustik di Bekasi khususnya di wilayah perumahan kayaknya baru ada di Jembatan Nol Perumahan Rawalumbu tepatnya di Studio Musik Genada. Baru saja bertandang ke angkringan khas Solo, saya nggak perlu lagi kuatir untuk bisa jajan, walau di kantong cuma sekadar limaribu perak. Coba saja Anda bayangkan, bila di kantong hanya ada sedikit uang, dan kita mau nongkrong di satu tempat untuk menghibur diri tapi tidak menghilangkan gaya, maka macam mana pilihannya? Apakah kafe atau warung kaki lima? Ya jelas mending Anda pilih Angkringan Solo dengan live music di Studio Genada.

Sesaat saya mampir ke tempat itu, saya sendiri disambut oleh sang istri pemilik, dimana kebetulan pak Hendro, pemilik Studio Musik Genada sedang asyik memainkan organ demi menghibur pelanggannya itu. Walau baru buka perdana, namun Hendro sang pensiunan Manager HRD di sebuah perusahaan swasta ini sangat antusias akan Warung Angkringan Studio Genadanya ini akan meledak dan diserbu oleh banyak pelanggannya. Setidaknya itulah harapan lelaki beranak 3 orang putra ini.

Bila sang istri mempunyai usaha di bidang rekaman video, maka sang suami, yang bernama lengkap Hendro Suranto Esha ini lebih suka bergelut di usaha yang menjadi hobinya dari kecil, yakni musik. Setelah bekerja beberapa tahun di bidang sumber daya manusia dan ketenagakerjaan, lelaki lulusan Sarjana Hukum ini ingin menjalankan usaha yang berhubungan dengan kecintaannya pada dunia musik. Dia buka studio musik Genada pada tahun 2002 lalu di wilayah Rawalumbu tepatnya jalan Dasadharma no. 12A Bumi Bekasi Baru, Rawalumbu Bekasi.

Untuk mempermudah promosi dan sosialisasi studio musiknya yang mempekerjakan seorang teknisi (sound engineer) lokal jebolan pendidikan luar negeri dan beberapa karyawan profesional lainnya, Hendro mulai mempunyai ide untuk membuka angringan nasi kucing. Bila Studi Musiknya bisa jadi tempat tongkrongan anak muda dan para musisi belia di wilayah Kota Bekasi, maka mau tak mau dia harus membuat satu lingkungan yang asyik dan nyaman buat para pelanggannya.

Dengan membangun komunitas pencinta musik dan pengguna studi musiknya, dia berharap akan mengembangkan pasar dan jangkauan studionya yang terbilang lengkap dalam hal layanan ini. Mulai dari rekaman, mastering, sound editing dan banyak lagi lainnya yang berkaitan, seperti jasa studio video editing yang dikelola istrinya.

Terlepas dari usahanya itu, kelanakuliner.com ingin mencoba hal unik yang disajikan oleh warung angkringan studio musik Genada. Saya ditawari minuman khas angkringan nasi kucing, yakni Wedang Jahe. Namun kali ini saya disuguhi Wedang jahe Coklat. Hmmm kedengaran asyik tuh!?

Wedang jahe Coklat ala Angkringan Studio Genada ternyata awalnya agak pahit, rupanya sang karyawan yang menyajikan terlupa memberikan takaran gula yang kurang, karena hanya 3 sendok teh gula pasir saja sementara menurut Hendro, ukuran yang sebenarnya adalah 5 sendok teh atau 2 sendok makan gula pasir ke dalam segelas besar wedang jahe panas dan ditambahi sesendok bubuk coklat. Hmmmm, nikmat banget bos!

Hangat dan panas yang menjelajahi dada saya, membuat aliran aneh tidak seperti bila saya minum air suplemen pasaran.

Wedang Jahe Coklat Angkringan Studio Genada tampaknya memang bisa dijadikan alternatif tongkrongan anak muda di Kota Bekasi, di samping tempat parkir motor dan mobil yang lumayan lebar, Studio Musik ini memberikan fasilitas audio system dan tempat yang pas buat para musisi yang ingin memulai kariernya.

Mau coba? Kamu-kamu orang bisa menghubungi no. telp sang pemiliknya langsung di (021) 9346.1965 (021) 824.26.540 atau 0811.874.714 dengan sang musisi yang tampil santai dan enak diajak ngobrol.
Sidik Rizal

Sabtu, 24 Oktober 2009

Bakso Slawi Ayu Bekasi


BAKSONYA TAMPAK BEGITU SEKSI MENGGAIRAHKAN NAFSU makan


 


Bekasi, kelanakuliner.com 
Bagaimana rasanya berdagang selama bertahun-tahun mulai dari orangtua hingga anak, tapi para supplier minuman dan produk pendukung lainnya tidak menawarkan promosi pendukung atau dalam bentuk endorser dan branding promo.

Inilah yang dialami oleh pedagang asli legendaris Slawi Ayumeskipun mereka telah puluhan tahun buka usaha tirin temurun (eh salah, turun temurun). Padahal masalah rasa dan ramenya bakso khas Slawi Ayu ini gak usah ditanyakan. Gak mungkin gak enak kalo ramenya nyaris ratusan pelanggan setiap harinya.

Adalah mas Agus, anak dari pendiri Bakso Asli Slawi Ayu yang kini ada banyak cabang di Bekasi dan Jabodetabek. Bayangkan saja sejenak.... Omzet sudah jutaan per hari namun entah mengapa dia tak mau dibarnding oleh produsen minuman ringan, seperti Tehbotol atau Cocacola misalnya, sang pengusaha kuliner yang masih berusia 30-an tahun ini menjawab.

"Kami kuatir nanti nggak bisa menjual minuman yang biasanya kami buat. Karena justru minuman kami jauh lebih laku dibandingkan dengan minuman botol. Taruhlah selain es teh manis, para pelanggan biasanya memesan es jeruk atau air jeruk hangat. Perbandingan bisa jauh banget mas. Paling-paling yang paling laku adalah Teh Botol, ungkapnya tanpa bermaksud berpromosi.


Mengamati letak warung bakso Slawi Ayu yang tepat di depan Sate dan Sop Kambing Tusias, yang sebelumnya pernah saya tulis, maka sebenarnya warung bakso ini sangat strategis dan mempunyai harapan besar untuk jadi tempat makan yang representatif. Seperti yang diceritakan oleh Agus, bahwa Warung Baksonya sering dikunjungi oleh tokoh-tokoh masyarakat seperti para caleg dan mereka sering sekali datang lebih dari dua atau tiga mobil sekali berkunjung. Sehingga wajar saja bila Anda bertandang ke warung Bakso Mas Agus ini, maka akan banyak Anda dapati tempelan stiker kampanye di tembok belakang ruangan.


Bagaimana dengan baksonya? Menurut hasil pengamatan dan cicipan yang saya lakukan, urat dagingnya yang begitu kuat terasa tidak terlalu keras dan alot. Secara utuh saya menilai bakso bikinan tangan keluarga Agus ini terbilang nikmat dan sesuai dengan keterangannya bahwa kadar dan kandungan lemaknya dia buang terlebih dulu.

Bakso uratnya yang lumayan kenyal dan gurih itu disajikan dengan sambal merah yang tampak bvegitu mengundang selera. Seporsinya saja cukup murah mulai dari Rp. 6.000,- sampai dengan Rp. 9.000,- Agus sendiri sudah mulai berdagang bakso semenjak kecil dimana ia sering melihat ayahnya berdagang bakso dan tak henti-hentinya mengajarkan dirinya untuk mau berwirausaha secara tekun. 

Dulu saat dia masih kecil dia masih ingat sekali harga bakso seporsinya cuma Rp 600,- (enam ratus perak) dan kini melonjak sepulu kali lipat. Dan ayahnyapun buka serta mengelola cabang di Perumnas III yang begitu terkenal di sana. Anda tertarik ingin menikmati bakso berpenampilan seksi dan menggairahkan ini? Datang saja ke Pertigaan Pengasinan Rawalumbu Narogong, sekitar 300 meter dari RS Mitra Keluarga menuju Pengasinan.
Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com

Jumat, 23 Oktober 2009

Brownies Kukus Hans 26

Si Penyimpan Misteri Angka 26

Bekasi. Narogong. kelanakuliner.com.
Makanan enak, rupa-rupanya juga senang bersembunyi dan misterius pula. Hipotesa ini tak sengaja ditemukan kelanakuliner di jalan Raya Narogong. Ada sebuah kedai kecil nan asri, dengan nama yang sekilas mengantar kita pada kenangan akan negera seberang samudra. Tapi kalau mendengar makanannya, maka asumsi kita pasti tidak akan lepas dari kota Bandung. Ya, brownies!! Tempat makanan ini bersemayam, ternyata sangat jauh dari keramaian. Rupa-rupanya, suasana ini merupakan sebuah dukungan bagi tehnik memasak brownies yang konon, cuma ada satu-satunya di Bekasi.

“Saya ingin melayani secara optimal” terang bu Ida, pemilik sekaligus penjaga gawang rasa brownies Hans 26 ini. Maka tak heran, jikalau beliau pernah menolak pesanan, karena jumlah yang sedemikian banyak, dan dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kekuatan rasa brownies produk rumahan ini. “Padahal 200 kotak lho mas!” kenang Bu ida. Maka tak heran, jikalau komitmen ini juga membawanya kepada fanatisme pelanggannya. Bu Ida menuturkan, bahwasanya Brownies Hans 26, lebih dikenal baik di lingkungan karyawan instansi pemerintahan bekasi pada khususnya, mulai dari Departemen Pendidikan, PU, Kantor Walikota.

Bu Ida yang masih mengawasi sendiri proses pembuatan brownies mengenang saat pertama kali membuat browniesnya, lebih kurang 3 tahun yang lalu. Kala itu, Suami ibu Ida, pak Hans-lah, yang bertugas mengujicobakan tester brownies kukus buatannya ke kolega dan kenalan. Walhasil, semuanya pada mau, dan langsung saja, ketika pukul 7 malam pak hans pulang ke rumah dan menyampaikan jumlah pesanan brownies untuk keesokan harinya, kontan semenjak jam 8 sampai jam 3 pagi, bu Ida harus begadang menyelesaikan pesanan. Waktu itu, bu Ida baru memiliki kukusan biasa, yang hanya mampu memuat satu kotak brownies setiap sesi nya (lebih kurang ½ jam lama memasaknya). Namun kini, masa “berat” itu sudah berlalu. Produksi hariannya, berada pada kisaran 20-25 kotak, dengan pengecualian pada hari Jum’at dan awal bulan yang bisa mencapai 60 kotak. Bu Ida sekarang, mampu mematangkan 8-10 kotak brownies, langsung setiap sesi masaknya. “Makanya, selepas shubuh, saya sudah start memasak” terang bu Ida.

Rasa usil kelanakuliner pun juga menyeruak di pilihan nama Brand Brownies kukus besutan bu Ida ini. Hasilnya, Hans diambil dari nama suami bu Ida. Padahal di awal produksinya, Bu Ida masih memanfaatkan kotak brownies dengan bandrol milik temannya. Namun banyak penikmat brownies bu Ida yang notabene rekanan Pak Hans seringkali menyebut Brownies Pak Hans, maka ditetapkanlah nama dagang Hans 26 ini. Kalau untuk angka 26-nya, bu Ida hanya tersenyum. “Biarlah itu menjadi rahasia kami” kata bu Ida. Wah, misterius nih. Bahkan Bu ida pun menolak memberikan nomor telephon yang bisa dihubungi untuk pemesanan, karena menurutnya, ini merupakan etika marketing yang dipegang Hans 26. Memang, marketing untuk Brownies ini, masih dipegang secara penuh oleh Pak Hans, yang notabene fungsionaris di PWI Bekasi. Disamping itu, lokasi toko mungilnya masih dalam status kontrak, sehingga masih kemungkinan besar untuk berpindah.

Tapi bicara fanatisme pelanggan Brownies kukus Hans 26, kiranya cukup menarik. “Mas coba deh, tanya di ke kantor walikota, atau ke depperindag”, saran bu Ida. Para pelanggan setianya bercerita, jika Brownies hasil olahan bu Ida memang berbeda dari kebanyakan. “Teksturnya lebih lembut, sedikit basah dan tahan sampai tiga hari, tanpa jamur yang tumbuh diatasnya”, tutur bu Ida menirukan pendapat pelanggannya. Bahkan pernah seorang pelanggannya dari jatibening, rela berputar-putar di malam hari, guna menemukan toko mungil miliknya ini, untuk mendapat Brownies kesayangannya untuk dibawa sebagai oleh-oleh. “Yah, orang Bandung di Bekasi yang mau pulang ya bawa brownies saya”, gelak bu Ida. Psst, brownies hans 26 ini, juga sudah teruji lho, pernah dibawa pelanggannya sampai ke medan, dan bahkan sampai ke Vietnam, dengan sukses tanpa adanya perubahan rasa, warna maupun bau.

Ternyata, meskipun tersembunyi, beberapa media ibukota bahkan sudah pernah menyambangi Brownies kukus hans 26, sehingga, cukup banyak khalayak yang tahu akan adanya Brownies Hans 26 ini. Sementara itu, pak hans juga tak segan membawa brownies nya ke tempat kerja, guna melayani pesanan. Tapi ada satu tips dari Pak Hans yang dibocorkan bu Ida kepada kelanakuliner. “Bikin pelanggan kangen sama brownies kita” kata bu Ida. Makanya, tidak setiap hari, brownies Hans 26 terantar di tempat yang sama. Padahal, kalau mau masuk ke tiap ruangan kantor pemda, pasti tidak ada yang menolak. Setiap kotak Brownies kukus Hans 26, dibandrol Rp. 25 ribu saja. Namun jikalau ada topping-nya, harganya bertambah menjadi Rp. 30.000,-. Awal November ini, rencananya Brownies kukus hans 26 akan menaikkan harga resminya. “Yah, maklum lah mas, harga bahan baku pada naik semuanya” terang bu Ida. Wah, jangan-jangan jadi Rp. 26 ribu nih bu? Serba 26? Ada apa sih dengan angka 26?


Dari perbincangan Dian Purnama Putra dengan bu Ida, Jum’at 23 November 2009, di halaman rumah beliau yang asri.

Kamis, 22 Oktober 2009

Sate dan Sop Kambing Tusias - Pertigaan Pengasinan Jln. Pramuka Rawalumbu Bekasi

Usaha Kuliner Sate Kolaborasi Usaha Bengkel Motor Tusias

Bekasi, kelanakuliner.com
Pertigaan Pengasinan Pondok Hijau dan Narogong serta Rawalumbu dulu adalah daerah sepi kini menjadi daerah macet lahan usaha para tukang parkir dadakan. Keadaan jalan yang dalam proses perbaikan dan dikerjakan oleh kontraktor dengan biaya dari pemerintah daerah Kota Bekasi ini memang masih sering macet, namun rupanya menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang di are tersebut. Sebutlah seorang pengusaha bengkel Tusias Motor yang cerdik mengamati lokasi strategis dan membawa hoki ini untuk menjadikannya sebagai tempat usaha kuliner di samping usaha bengkelnya itu. Usaha Sate dan Sop Kambing Tusias yang diserahkan ke anaknya tersebut ternyata kini memiliki banyak pelanggan dan salah satu penyebabnya adalah lokasi yang benar-benar sangat menguntungkan di pertigaan Pengasinan Pondok Hijau Rawalumbu.

Sang putri pengelola bengkel yang bernama Lusi bersuamikan Julianto ini kebetulan sekali suka pekerjaan masak memasak. Sop Kambing Tusias olahnnya memang begitu harum tercium saat saya menemuinya di gerai Sate dan Sop Kambing Tusias. Sebelum saya sadar dan tahu siapa dia, saya sempat berbincang-bincang dengan orangtuanya yang tidak saja mengelola usaha bengkel, tapi juga usaha multilevel marketing yang sedang dirintisnya baru. Setelah sedikit ngobrol dengan orangtuanya, saya agak terganggu dengan bau harum dari sop kambing Tusias.

Sambil mengamati Lusi, ibu dari Kevin usia 3 tahun ini membantu anak buahnya melayani pelanggan, saya pun berfikir mungkin inilah sebenarnya karakter wirausaha Lusi yang mau turun langsung menangani pelanggan. Kesibukannya mengipasi daging sate sepertinya menghilangkan perhatiannya sehingga tak sadar saya sudah nyaris 30 menit menunggunya untuk wawancara.

Setelah selesai melayani pelangganya, akhirnya dia baru bisa menerima saya, dan beberapa menit saya jelaskan niat saya untuk mempromosikan usahanya di blogs kelanakuliner.com. Tak berapa lama setelah wawancara, suaminya, Julianto datang bersama sang putra kecilnya, Kevin dan semakin yakin saya kalau saya pernah bertemu dengan keduanya di bengkel motor, karena motor tua Honda CB 125 saya direparasi di bengkelnya. Satu kebetulan yang menyenangkan, setidaknya saya bisa mendapatkan diskon untuk servis dan reparasi motornya sambil tukeran dengan iklan usaha kuliner mereka.
Kembali ke laptop.... Sate Kambing Tusias yang saya kenal betul wanginya memang agak berbeda dari sajian sate kambing lainnya. Wangi satenya begitu kuat dan sop kambingnya begitu harum, sehingga pertigaan yang sering macet itu setidaknya pastilah mencium wangi harum sop kambing Tusias (untung saja bau harum dan wangi tidak dikenakan pajak atau pungutan biaya... hehehehe!). Sepertinya pertigaan Pengasinan itu benar-benar dibikin jadi tempat macet yang menyenangkan. Setujukah Anda?

Lusi, wanita kelahiran Jakarta 1981 ini menjelaskan usaha kulinernya ini sebenarnya karena orangtuanya yang membuka usaha serupa di Cibubur, dan tampaknya dia ingin belajar dari kesuksesan mereka. Sedangkan suaminya, Julianto, lelaki kelahiran Jakarta tahun 1980 mengelola usaha bengkel mereka.Kalau di siang harinya Julianto lebih sering di bengkel, maka sang istri Lusi kerap di warung sate dan sop kambingnya pada malam hari dan tak jarang mereka makan malam bersama di sana. (Wah enak juga ya, kalau makan malam bersama keluarga nggak perlu belanja atau jajan di lain tempat, cukup berkunjung ke warung sendiri, malah dapat duit setoran lagi... Inilah untungnya orang berwirausaha).

Bila ya dan Anda tertarik ingin mencicipi gurihnya serta lunaknya sate kambing Tusias dan harumnya sop kambing Tusias langsung saja meluncur ke lokasi macetnya pertigaaan Pengasinan, Rawalumbu, Pondok Hijau atau bisa juga telpon dengan Lusi untuk reservasi di nomor esianya (021) 9194.1802
.
Sidik Rizal@kelanakuliner.blogspot.com

Rabu, 21 Oktober 2009

Berburu Pecel Madiun di Tol Timur

Ada Kulit Jeruk di Pecel Madiun

Bekasi, Tol Timur Bekasi, kelanakuliner.com.
Eksplorasi pedas kelanakuliner kali ini mencoba menjamah sisi tradisional negeri seribu pulau ini. Beberapa tulisan tentang menu sarapan pilihan sebagian besar warga Jawa Timur, pecel, akan coba diulas dalam melalui blog ini. Penjelajahan dimulai dari satu tempat yang yang dikenal sebagai asal muasalnya makanan ini, walaupun dalam prakteknya, sudah banyak "penyimpangan" yang terjadi (makanya baca sampai tuntas dulu agar tahu). Pecel, rasanya tidak akan mudah dilepaskan dari kata Madiun. Maka penjelajahan kali ini menuju langsung ke orang Madiun yang tinggal di Bekasi untuk mencari jawaban pasti atas keberadaan pecel Madiun ini.

Pecel Madiun, menurut Budi Purwanto, memiliki ciri khas penggunaan turi, kecambah pendek, dan sambel pecel. Selain itu, ciri khas visual yang bisa ditemukan adalah pada cara penyajian yang selalu menggunakan daun pisang, dan cara menuangkan sambel pada racikan nasi dan kulupan. Nasi pecel Madiun, mengutamakan kulupan, dan hanya mensyaratkan nasi. "Jadi, pecel Madiun akan mudah dikenali dari penyajiannya yang menggunakan daun pisang secara berlebih, nasi yang hanya secukupnya, kulupan lebih banyak, serundeng, kering tempe, cacahan mentimun, sambel pecel, dengan lauk peyek, krupuk puli (cap walet), tempe dan tahu. Adapun kulupannya juga menyisakan hal yang khas, yakni dengan kehadiran daun kemangi. Sementara untuk materi kulupannya, menggunakan kacang panjang, daun singkong, daun pepaya, yang diolah dengan teknik tertentu. Daun singkong dan pepaya direbus secara bersamaan sampai matang, ditiriskan sebentar, kemudian langsung disiram dengan air es, agar warnanya menjadi hijau segar. Untuk menjaga kualitasnya, pak Budi bahkan sampai rela membuat kecambah sendiri, dan juga menyediakan ladang pisang, untuk mengoptimalkan pasokan daun untuk pecelnya.

Sementara pengolahan sambel BP juga menarik untuk disimak. Rupanya dari pemilihan bahan, pak Budi mengutamakan kwalitas. Sehingga tak mengherankan jika kacang harus didatangkan dari Tuban, asem jawa dan daun jeruk dikirim dari Madiun, sementara gula merah nya dibeli langsung ke tasikmalaya. Kacang diolah dengan metode sangrai, setelah sebelumnya dipilih kualitas yag terbaiknya. Selanjutnya setelah matang, kacang diuyek agar kulit terpisah dari biji kacang dan terbelah, lantas ditapeni, agar kulit tidak bercampur dengan biji. Selanjutnya, biji kecil yang ada di dalam kacang, dibuang. "Ini bisa membuat rasa sambel menjadi sedikit pait" terang pak budi sambil menunjukkan bagian kacang tersebut kepada kelanakuliner. Kacang selanjutnya ditumbuk, dicampur dengan bumbu2, dan ditambah dengan kulit jeruk yang ditumbuk. Yang disebut terakhir inilah yang menjadi ciri khas pembeda sambel pecel Madiun dari sambel pecel di daerah lain. Pengusaha pecel tiga generasi ini, mengaku jikalau pasokan kacang tubannya mandheg, dia memilih untuk menghentikan dagangan untuk sementara, sampai pasokan kacang pulih kembali. "Kacang Tuban itu, kecil, tapi menthes mas" jelas pak Budi. Tanpa kacang tuban, hasil sambelnya pasti terasa lain. Berkat kontrol kualitas yang ketat, sambel pecel besutan pak Budi telah merambah benua kangguru, dan beberapa negara di Asia.

Menariknya lagi, untuk menyediakan lauk peyek kacang yang benar-benar khas Madiun, didatangkanlah langsung dari Madiun, pembuat asli peyek kacang Madiun. Kacang yang dipakai masih tetap kacang tuban, namun bedanya, tidak ada perlakuan khas, dimana kacang cukup dibelah menjadi dua, dan dicampurkan ke adonan tepung dan tak lupa, rajangan daun jeruk. Peyek hasil gorengan pun juga tak lepas dari qualiti kontrol. "Dua blek besar peyek pernah saya suruh bagi-bagikan saja, karena rasanya yang tidak pas menurut saya" kenang pak Budi.

Penyaji pecel Madiun ternyata tidak selamanya adalah orang Madiun. "Orang jogja bisa saja jual pecel" Mana ada pecel jogja, adanya ya pecel Madiun. Tapi gestuur dan cara penyajian, sudah membuat kita bisa membedakan ini pecel Madiun asli, dan yang itu pecel Madiun made ini semarang. Sambel pecel semarang memiliki citarasa kencur yang cukup kuat. Sementara Sambel pecel Jawa Timur, cenderung menguatkan daun jeruk nipis. Disinilah "penyimpangan" itu terjadi, ketika tagline yang diusung adalah pecel Madiun, tapi karena yang menjualnya bukanlah orang Madiun, maka terjadilah. Pecel Madiun disajikan dengan daun pisang yang berlimpah, sementara nasinya hanya nyempil di pojok, dengan kulupan yang lebih banyak, kemudian disiram dengan sambel kacang secara nyepret.

Disarikan dari hasil perbincangan dengan Pak Budi Purwanto, pemilik Pecel Madiun "BP"
021-70329768. Ditulis oleh Dian Purnama Putra, untuk kelanakuliner.co.cc

Senin, 19 Oktober 2009

Martabak Bangka FAVORIT Durenjaya Pak UDIN - Asli Gumalar

Jatuh Bangun Demi Menyekolahkan Anak Jadi Sarjana Kini Berbuah Manis
Kemitraan Waralaba Martabak Favorit Bangka klik waralabawaralaba.com


Bekasi, Durenjaya - kelanakuliner.com
Menjaga kualitas dan memperhatikan permintaan pelanggan adalah satu dari sekian kiat wajib yang diterapkan oleh pedagang martabak yang telah lebih dari 13 tahun berdagang dan mempunyai banyak anak didik yang akhirnya menjadi pengusaha serupa yang lumayan sukses. Tak peduli dengan pendapat orang, bahwa usahanya bisa lebih besar lagi bila mau bekerjasama dan membuka waralaba, pak Udin dan istrinya tetap hanya mau membuka satu gerai utamanya di dekat bilangan perumahan Durenjaya. Karena kegigihannya itulah gerai Martabak Favorit Bangkanya terkenal dan punya pelanggan setia sekalipun harga martabaknya terbilang paling mahal di wilayah Bekasi, bahkan Jakarta.

Mulai dari harga Rp.6.000,- hingga kini yang termahal Rp. 60.000,- per buahnya untuk jenis martabak telor berukuran 10 telor bebek itu. Perjalanan hidupnya yang keras dan penuh naik turunnya itulah yang membentuknya untuk tidak menjadi pengusaha yang lemah serta angin-anginan, demikian ungkap pedangan asli Tegal ini kepada kelanakuliner.com Perjuangannya yang keras terlihat dari hasilnya yang semanis dan semantap martabaknya. Dari pertemuan dan menunggunya melayani pelanggan saja, saya sudah tahu bahwa tak ada waktu luang tersisa buat dirinya kecuali melayani pelanggan. Di tempatnya itu, saya hanya bisa berbincang-bincang tak lebih dari 15 menit, selalu saja ada pelanggan yang datang dan memesan 1 atau lebih martabak olahan tangannya. Mungkin inilah yang dimaksud dengan rezeki yang barokah dari Allah tak henti-hentinya buat orang sederhana ini.



Namun bila Anda memang tak peduli dengan harga demi mementingkan kualitas dan rasa, maka pilihannya adalah Martabak Favorit Bangka.

Mulai dari yang biasa martabak manis yang ditaburi, kacang, mesis dan keju ataupun kacang hingga martabak telor yang dibuat sedikitnya 2 telor ini, akan bukan saja membayar sebuah rasa istimewa dari martabak bangka tapi juga sehatnya kandungan martabak Favorit Bangka yang hanya dibuat dengan bahan-bahan pilihan ini. tertarik? Kunjungi gerai Martabak Favorit Bangka di pintu Barat Perumahan Durenjaya, dengan gerainya yang dominan berwarna kuning itu.


Harga paling murah martabak manisnya adalah Rp. 13.000,- sedangkan harga martabak telornya yang paling murah adalah Rp. 15.000,- Bahkan ketika saya datang yang kedua kalinya untuk mengambil fotonya, pak Udin yang berputra dua ini sangat senang menyambut saya, dan dengan senangnya ia menawarkan martabak manisnya yang menggunakan menu adonan tepung paling istimewa dari sebelumnya. "Kalau kemarin, mas Dik merasakan enaknya martabak saya yang setelah didiamkan beberapa jam, semakin terasa enak, maka kini saya akan sajikan khusus buat mas Dik martabak dengan adonan yang lebih mantap, dan belum saya keluarkan sebelumnya", ujarnya berpromosi semanis martabaknya. Bagi saya, pak Udin adalah orang Banyumasan (kelahiran Tegal 45 tahun lalu) adalah orang yang polos dan selalu siap membantu siapa saja.


Coba saja Anda bayangkan, pengusaha macam mana yang mau mengajarkan sedikit rahasia ilmunya kepada anak buahnya yang dapat dipastikan dia akan mengikuti jejaknya. Bagi lelaki berperawakan tegap ini, mengajarkan sebagian ilmu sebenarnya tidaklah gampang. "Kadang sudah kita beritahu takaran dan cara memasaknya, namun karena yang saya ajarkan daya tangkapnya berbeda-beda, maka hasil akhirnya tidaklah sebaik yang diinginkan" ungkapnya meyakinkan.

Bahkan pernah ada seorang keturunan Cina yang belajar ikut membantu membuat martabak dengan saya dan ia rela membayar saya satu juta setengah. Mungkin karena dia cepat tanggap dan pintar, maka kurang dari 3 bulan dia kini sudah mahir dan malah membuka usaha martabak Bangka di Amerika Serikat, tutur mas Udin bangga dengan muridnya yang kiat sukses di luar negeri itu.


Banyak sudah binaanya yang dulu menjadi anak buahnya sekaligus muridnya, dan mereka kini menjadi pedagang martabak yang cukup sukses. Ada yang teristimewa dari seorang binaannya, sewaktu dia telah bisa membuat martabak sendiri, ada sponsor dari tepung terigu, PT Bogasari yang memberikan hadiah sepeda motor, karena mantan anak buahnya itu menang mengolah martabak dengan sajian unik dan khas. Akhirnya sang anak buah itu banyak mendapatkan uang dari sponsor dan kini kian besar. Udinpun mengatakan bahwa dirinya turut bangga dan merasa senang dengan keberhasilan anak didiknya itu, paparnya merendah.

Salah satu putra pak Udin yang bernama Abdul Aziz, kini mempunyai profesi sebagai Konsultan jasmani dan rohani setelah menamatkan studi meraih gelar Sarjana Sosial. Ini semua berkat hasil kerja keras dirinya membesarkan sang anak. Demi anaknya, mas Udin rela tidak bermewah-mewah dengan membeli mobil atau membangun rumah besar di kampungnya, bagi lelaki sederhana ini pendidikan dan masa depan anak jauh lebih penting. Dan kini ia pun memetik hasilnya.


Kembali ke masalah martabak olahan mas Udin yang memang dikenal sangat lezat, nikmat bahkan ketika sudah dingin dan disimpa dalam lemari pendingin. Untuk martabak telornya juga terkenal dengan komposisi bahan seperti daging cincang dan telor bebek serta rempah-rempak yang sangat pas dan enak di lidah siapapun. Wajar saja orang rela membayar berapapun harganya.

Biar nggak penasaran berapa sih harga martabaknya. berikut harganya di samping.
Sidik Rizal