Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Tampilkan postingan dengan label Chinese. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chinese. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Januari 2011

Fitri Seafood Mekarsari Bekasi

Ramai, Cepat Saji, Harga Murah, Pelanggan Puas
Sedikitnya 750 pengunjung per hari - Wow!

Mekarsari Bekasi - webrizal.com
Orang lapar biasanya gampang emosi alias mudah sekali marah. Sehingga apapun yang bisa dijumpai untuk dimakan, maka itulah yang jadi solusi penghilang rasa laparnya. Artinya orang susah (baca: tak punya banyak uang) yang lapar saja, berusaha untuk melakukan apa saja agar bisa makan mau yang gak enak sampai yang lezat.

Apalagi bagi mereka yang tak punya masalah dengan uang. Jika saat mereka lapar dan datang ke sebuah rumah makan kemudian pelayanan sajiannya tidak segera membuatnya bisa makan kenyang maka bisa dibayangkan seperti apa marahnya, karena mereka merasa punya uang. Nah, yang jadi masalah, adakah rumah makan yang mendahulukan kepentingan mereka yang sudah lapar dan mau makan enak tanpa harus menunggu waktu lama hingga berpuluh-puluh menit?


Kenyataannya ada sebuah restoran unik yang selalu ramai setiap harinya, sehingga bukanlah pemandangan yang aneh bisa setiap harinya bisa hingga ratusan pengunjung yang makan di resto seafood serba instant yang benar-benar sangat cepat dalam penyajian ini. Anda akan terkejut melihat bagaimana semua pelayan berteriak menyebutkan menu pesanan para pelanggan termasuk Anda dengan kerasnya sehingga terdengar sampai ke dapur koki. Otomatis sang koki yang sedang memasak menu tertentu maka dengan mudahnya menambahkan porsi pesanan seketika saat bersamaan pesanan terdengar diteriakkan.

"Kerang dara asam manis 5 porsi!" demikian terdengar seorang pelayan meneriakkan menu pesanan, dan sejurus kemudian terdengar lagi, "Bawal Bakar 7 porsi!". Semuanya dikerjakan oleh 7 orang koki secara simultan. Sehingga tak jarang, baru dipesan, sajian sudah datang di meja pengunjung.

Wow benar-benar sebuah layanan super cepat yang bisa Anda dapatkan. Tapi biar begitu tak sedikit ada saja pelanggan yang memesan sajian makanan berbeda dari sekian puluh pengunjung, dan hal inilah yang terkadang saat ke semua koki sedang memasak menu-menu pesanan tertentu, tak bisa melayani dengan cepat. Untungnya setelah lebih dari 25 tahun pengalaman buka warung makan makanan laut khas Lamongan ini, mebuat pelayanan semakin ringkas dalam menyajikan menu pesanan setiap pelanggan dalam hitungan waktu tak lebih dari 10 menit.

Karena banyaknya pengunjung, Fitri Seafood yang berkapasitas 19 meja dengan jumlah kursi penuh sekitar 250an pengunjung ini maka perputaran pengunjung (okupansi) adalah satu jam maksimal datang 250 orang. Karena resto sederhana yang buka dari jam 5.00 sore dan tutup jam 12.00 malam ini mempunyai jam ramai antara jam 6.00 sampai dengan jam 09.00 malam. Jadi pada saat 3 jam tersebut, semua meja dan kursi penuh ditempati oleh pengunjung. BisaAnda bayangkan bukan?

Kulinerkuliner mendapat informasi dari sumber terpercaya bahwa sedikitnya per malam Fitri Seafood mendapat omzet belasan juta. Weleh-weleh dengan omzet sebesar itu pasti ada yang luar biasa. Ini menandakan ramainya warung makan makanan laut sederhana ini memang sudah kondang karena cepat layanannya. (Kalau Anda mau pengunjungnya tak terlalu ramai, datang saja pada saat setelah jam 21.00 hingga jam 24.00, biasanya sudah mulai berkurang).

Suatu angka yang fantastis bukan. Padahal tak jarang yang memesan satu keluarga yang sedikitnya berempat memesan lebih dari seratus ribu rupiah. Artinya setiap pengunjung bisa memesan Rp 25.000,- Dan ini terjadi setiap harinya, tak mengenal hari libur maupun hari biasa. Karena Fitri Seafood hanya buka pada petang hingga malam hari.

Memang yang datang kebanyakan adalah keluarga dan rombongan untuk makan malam yang praktis dan cepat dengan sajian makanan laut panas-panas. Mungkin karena sajian laut dikenal luas menyehatkan dan jarang orang yang berpantang, kemudian harganya pun relatif sangat terjangkau pas dengan kantong siapapun.

Bagi mereka yang berkendaraan roda empat pun tak sungkan untuk datang ke Fitri Seafood yang memang berkesan kumuh. Para pengunjung bermobil itu memarkir kendaraannya di rumah sakit (system secure parking) atau kantor kelurahan Mekarsari. Sedangkan mereka yang bermotor, cukup memarkirkan kendaraan roda duanya di lahan parkir depan resto yang mampu menampung hingga 30-an motor lebih.

Seperti yang pernah kulinerkuliner sampaikan dalam beberapa liputan, omzet parkir dari kendaraan roda dua saja per harinya bisa menembus ratusan ribu rupiah. Hal ini menunjukkan betapa ramainya rumah makan seafood ini saat beroperasi.

Mas Uda yang kerap dipanggil Kokoh oleh beberapa pelanggannya yang juga kebanyakan adalah etnis Cina ini, pun tak menampik ketika ditanya apa rahasia ramainya rumah makan berluas tak kurang dari 150 meter per segi ini. "Setiap pengunjung yang datang ke rumah makan adalah orang yang lapar dan ingin makan sesuatu. Biasanya orang lapar akan merasa nikmat jika makan apa saja. Dan sering sekali orang lapar itu mudah emosi. Jadi rahasianya mudah sekali buat kami, mereka datang, mereka makan dan mereka kenyang, baru mereka bayar." ungkap mas Uda, eh salah Koh Uda. Nama yang aneh bukan. Uda kan panggilan untuk orang Minang, sementara Koh adalah sebutan untuk orang Cina. Tapi begitulah, saya sendiri lebih sreg memanggilnya Mas Uda, meski melihat penampilannya yang bermata sipit oriental.

"Bila orang lapar datang dan mereka puas karena kenyang dengan sajian kami, maka mereka bukan saja bayar dengan puas tapi juga akan menceritakan kepada orang lain." ujar seorang pelanggan, mas Gatot saat merekomendasikan RM Fitri Seafood kepada kulinerkuliner.com untuk bisa diliput kami. Nah kecepatan pelayanan inilah yang membuat pelanggannya datang kembali dan merasa puas. Meskipun begitu, masalah rasa bukan dilupakan, seperti pengakuan mas Uda, sang keponakan pemilik dari Fitri Seafood yang telah ikut mengelola resto lebih dari 10 tahun ini.

"Masalah rasa kami standarnya menu sajian seafood ala Lamongan atau tepatnya seperti kebanyakan masakan cepat saji di restoran Chinese Food," paparnya terbuka, "Namun yang lebih penting dari itu adalah kecepatan pelayanan pemesanan mulai dari mereka duduk dan memesan sehingga tak jarang, mereka baru memesan, sajian sudah didatangkan ke meja mereka. Ini saja kuncinya Mas," tambahnya.

Jadi bila Anda sedang lapar dan Anda sekeluarga ingin menikmati sajian nikmat cepat sekejap di tempat yang selalu ramai, seperti Fitri Seafood sebagai pilihan. Menu makanan lautkhas Lamongan yang paling laku dan selalu ramai ini akan membuat Anda terkagumkagum dengan teriakan banyak menu pesanan di samping Anda.

Rasakan sensasi hiruk pikuk khas ala Fitri Seafood dan nikmati kejutan lezatnya makanan laut yang tak lebih dari sepuluh menit tersaji di meja Anda seketika. Mau coba? Hubungi telpon berikut ini (021)932.74925 atau datang langsung untuk membuktikan tanpa reservasi ke Jalan Mekarsari Bekasi, tepatnya di samping RS Mekarsari Kota Bekasi. Selamat menikmati hebohnya kelezatan seafood Lamongan khas Bekasi

Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Kamis, 01 Juli 2010

Bagan Seafood Kalimalang Pindah 50 m ke Timur

BIAR TEMPATNYA BARU, HARGANYA TETAP YANG LAMA

Kalimalang Pondok Bambu - kulinerkuliner.com
Pelanggan Bagan Seafood sepertinya tak perlu kuatir kehilangan tempat favorit makan seafood mereka, yang kini pindah sejauh 50 meter dari tempat semula. Satu kebetulan yang menyenangkan. Karena kini Bagan Seafood jauh lebih asri dan tempat lebih rapih dan berada dalam ruangan yang dulunya adalah restoran Padang Udaya.


Bagan Seafood yang dimiliki oleh Andi, lelaki yang akrab dipanggil Koh Andi ini memang terbilang sangat ramai bila malam menjelang. Meski dulunya hanya berada di tempat terbuka dengan konstruksi rangka besi semi permanen, namun pelanggannya begitu setia dan selalu meramaikan malam-malam resto sederhana ini bukan saja di hari libur tapi juga hari biasa.

Ada satu menu baru yang dikeluarkan oleh Bagan Seafood, dan kulinerkuliner.com pernah mendapatkan kesempatan untuk  mencicipinya (sekali lagi tanpa bayar Gan!).

Sang asisten kepercayaannya yang akrab disapa si Moncrot (Hah??? ehh...hehehehe, nama aslinya Awi, entah kenapa dipanggil si Moncrot... kok kayak Bakso Moncrotnya Mas Mono seh???) itu memberikan lumpia daging kepiting.

Awi yang juga ahli bartending dalam membuat mocktail dari sirup mahal Puree ini sengaja memberi saya lumpia kepiting pada saat produk ini tak lama diluncurkan. Wah kesempatan istimewa neh.

Lumpia daging kepiting memang terasa lebih lembut, namun teksturnya yang kenyal tak kehilangan aroma amis daging kepiting yang tak kalah gurihnya dengan otak-otak ikan tenggiri.

Namun rasanya sedikit lebih manis. Mungkin karena daging kepiting kali yah? Hehehehe, jadi inget Mr. Crab, si bossnya Sponge Bob the Squarepant. Yang penting rasanya MANTAB!

Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com

Rabu, 20 Januari 2010

BAKMI MIE-KITA UTAN KAYU, WARALABA NAN BERSAHABAT

Menu Masakan si Ahli Teknik yang 
Sekali Dicoba Langsung Disuka

Utankayu, kelanakuliner.com
Perjalananku kali ini sedikit diganggu dengan rusaknya si jago ngebut motor biruku, Honda CB 1972 125 cc yang kain hari kian cantik saja kendaraan antik itu... Setelah masuk bengkel yang profesional dan pelayanannya sangat menjanjikan, kelanakuliner berjalan dan mencari kendaraan umum, bis Metromini jurusan pramuka, menuju kantor Is Plaza RM Gurih.
Sambel Sambil jepret sana, jepret sini dengan kamera digitalku, tahu-tahu seorang pemuda memberikan salam tersenyum sayapun membalas senyumnya dan memutar memori otakku mencoba mengingat dimana saya mengenalnya. Teman kampuskah? Teman sekolahkah atau orang yang berkunjung ke rumahku untuk survey kredit bank, atau orang asuransi pendidikan yang sering mengontakku?

Alhamdulillah, dengan sikap sesopan mungkin akhirnya saya teringat kembali, rupanya dia teman adik kandungku. Aahhh... forget it lah, yang penting sekarang ada teman dan dengan baik hatinya dia tawarkan  mengantarku ke kantor Is Plaza. Namun aku akhirnya minta diturunkan di perapatan Utankayu, dan meneruskan berjalan kaki dengan niat canvasing (susur jejak kuliner baik berjalan kaki maupun berkendaraan, yah ini kan kelana kuliner yang sebenarnya, kan?) Perjalanan meniti pinggiran jalan Utankayu menuju tembusan jalan ke Pramuka Raya itulah, aku melihat satu ruko yang tampak masih baru. Bakmi Mie-Kita. Sepertinya asyik juga dan lumayan akrab di telinga nama resto ini.

Waktu menunjukkan pukul 14.17 WIB dan langsung saja masuk setelah melewati interior ruangan yang dominan kuning muda dan hijau itu yang juga berhiaskan lukisan neo-klasik karya seniman Jogja. Di ujung meja dapur, saya mencoba mencari informasi tentang sang pemilik dan tepat di bagian bawah meja kasir sekaligus loket layanan pesan, sebuah poster informasi waralaba Bakmi Mie-Kita terpampang manis (satu trik pemasaran yang cukup cerdik, untuk menangkap peluang pasar baru - setidaknya itulah yang dikatakan sang pemilik waralaba Petrus). Tertulis di poster itu "Peluang Usaha (Busines Opportunity) Waralaba Bakmi Mie-Kita, yang ditawarkan ke seluruh wilayah Indonesia. Makanan Sehat, Enak dan Murah. Tipe waralaba, kelas "Food Court - Modal hanya 77jt", "Mini Resto - Modal hanya 160jt", "Resto - modal cuma 175jt", BEP (Titik Balik Impas) 12 s/d 16 bulan. Hubungi Petrus/Nadir No. Telp 08588.3262.658 atau 0856.9292.5050."

Setelah beberapa waktu, kontak pertama saya justru langsung dengan sang pemilik waralaba pak Petrus, tapi belakang waktu saya tahu bahwa ternyata saya berhubungan dengan Nadir, sang penerima waralaba dan pemilik ruko di Utankayu. Kami pun membuat janji bertemu dan saya masih beranggapan akan bertemu dengan pemilik waralaba, Petrus Puspo Sutopo.

Kurang dari satu jam, dan nyaris saja saya tenggelam dalam tidur di kursi makan yang berbentuk sofa tinggi RM Bakmi Mie-Kita, saat bertelepon ria dengan kolega, akhirnya datang juga, Nadir. Walaupun saya sudah tahu, lelaki Arab (ganteng eh... jangan ah nanti GR dan salah tafsir lagi) ini, tapi saya mencoba "melucu" menanyakan nama dirinya, "Dengan pak Petrus?"  (emang ada yah orang Arab yang namanya Petrus? Kalo di "sana" ya pastinya ada lah!...Sayangnya saya lupa mematikan HP saya yang masih OL dengan kolega... ih nggak etis buanget deh gue!), "Saya Nadir, pak," jawabnya menerima jabatan tangan perkenalan diri saya. (by the way... aku jadi ingat satu istilah... sampai ke titik nadir... titik terendah di horizon langit... so what's the meaning of Nadir?)


Setelah berkenalan dan berbincang dengan Nadir, lelaki keturunan Arab kelahiran Jeddah 28 tahun lalu ini, ternyata menyenangkan diajak berdiskusi. Menurutnya, dengan berwaralaba Bakmi Mie-Kita setidaknya keinginannya untuk berwiraswasta dan asyik duduk manis di rumah bisa dilakukan. "Tapi biarpun begitu seperti yang ditawarkan oleh franchisor, saya masih kepingin ikut nimbrung sibuk terjun ke bisnis usaha resto bakmi ini," ujarnya serius. Bujangan yang akan merencanakan menikah  dengan adik sahabat lamanya pada tahun depan ini menegaskan, justru dirinya memang mau bersibuk-sibuk ria untuk jadi pengusaha yang tahu banyak hal tentang bagaimana  memproduksi usaha resto bakmi.

Sebagai gambaran betapa rumit dan sibuknya usaha Bakmi Mie-Kita, jumlah sajian menunya saja hingga seratus lebih. Bisa dibayangkan, bukan bagaimana banyaknya SOP (bukan semacam sop buntut, coy... tapi Standard Operation Procedure - alias Prosedur Operasi Baku) dan beragamnya suplay bahan baku menu masakan. "Wajar saja Mas, kalau masalah product knowledge, sebaiknya ditanyakan langsung kepada pak Petrus... Dia yang lebih paham dengan segala macam menu itu," ujarnya merendah.

Bagi saya bukan itu saja masalahnya, namun yang paling penting adalah bagaimana seh sebenarnya rasa dari bakminya itu sendiri. Apa sama hebat dan lezatnya dengan sang legendaris Bakmi GM? Ah nggak usah kelamaan cerita... Kelanakuliner pun akhirnya mencoba semangkuk porsi Bakmi Komplet yang berisi PG (bukan Partai Golkar, tapi Pangsit Goreng), PR (juga bukan PuRel yang cantik tapi Pangsit Rebus, hehehe), ETM (yang ini juga bukan Etometic Teller Machine - maksa banget kan?- tapi Es Teh Manis). Dan sebagai hasilnya adalah ......................................... (bentar lagi asyik mengingat kenikmatan sensasi makan bakmi..... hmmmm) rasanya tak kalah dengan Bakmi GM (kenapa seh disebut Bakmi Gajah Mada? Emang bakminya segede-gede Gajah Mada... atau emang jaman dulu Gajah Mada doyan bakmi ya? Ahh gak jelas... Tapi konon menurut buku sejarah Indonesia, Bakmi GM dikasih nama seperti itu karena si pedagang bakmi dulu sekali awalnya dagang bareng Gajah Mada.... eh bukan maksudnya dagang di Jalan Gajah Mada... dasar beg*!)

Memang ada idiom di dunia "perbakmian" bahwa jadulbang (jaman dulu banget) patokan makanan bakmi yang enak adalah Bakmi GM, setelah beberapa tahun, muncul lah nama-nama mirip yang juga dikelola oleh warga Cina lainnya seperti Bakmi GK (lagi-lagi bukan Golongan Karya tapi Gang Kelinci). Bakmi GK ini pun juga begitu populer di kalangan masyarakat Jakarta, namun sedikit sekali yang tahu persis, bahwa Bakmi GK menggunakan B2 (alias bukan BlueBand tapi BaBi). lihat tulisan saya yang pertama kali di link kelanakuliner ini.

Kembali ke laptop, eh salah kembali ke pokok bahasan Bakmi Mie-Kita Utan Kayu. Resto Bakmi yang masih dalam pengawasan langsung Petrus (bukan Petrik dan juga bukan Petruk, apalagi Patrick Starfish temannya Spongebob Squarepants). Menurut pengakuan Petrus, usaha waralaba Bakmi Mie-Kita yang dikelolanya ini jelas berbeda dengan usaha waralaba lainnya yang sejenisnya. "Kebanyakan para pemilik waralaba bakmi lainnya itu, setelah mendapatkan uang investasi, maka mereka tidak memberikan yang intens dan berkelanjutan". Itulah sebabnya saya lebih mengutamakan para pelanggan, tambahnya, karena pada akhirnya yang menentukan adalah pasar.

Lelaki humoris yang penuh pengalaman pahit selama hidupnya di masa kecilnya ini menegaskan, bahwa tanggung jawab dirinya tidak berhenti setelah si pemilik modal menyerahkan uangnya membeli merk Bakmi Mie-Kita. "Seumur hidup saya membuka komunikasi, kapanpun mereka butuh saya untuk konsultasi usaha yang telah belasan tahun saya tekuni ini," ungkapnya sambil berpromosi. Kelanakuliner sendiri mengakui bahasa tubuh dan caranya berkomunikasi yang mampu meyakinkan orang lain untuk mau bekerjasama waralaba. Saya jadi ingat film klasik The God Father, dimana ada satu quote populer Marlon Brando dalam film itu, "I'm going to make him an offer he can't refuse."

Lelaki Petrus Puspo Sutopo memang jago bisa meyakinkan para mitra dan koleganya dengan prinsip belajar dari pengalaman, dan yang penting pertama kali adalah skill, kemudian kejujuran, keuletan, baru modal, demikian ungkapnya. Makanya tak heran jika akhirnya ia memilih untuk berwirausaha. dan mengembangkan usahanya dengan konsep waralaba dan kemitraan seperti BO (Business Opportunity). Seiring  itu ia juga mempunyai filosofi hidup yang ingin menolong orang. "Dari kecil Saya hidup banyak ditolong orang, maka Saya bercita-cita ingin menolong orang. Baik itu karyawan maupun para pemilik modal," tandas Petrus.

Pada kenyataannya, Petrus membuktikan hal itu dengan seringnya ia meningkatkan pembinaan  kinerja kepada para karyawannya yang sering dirolling ke setiap cabang yang berbeda maupun cabang baru. "Saya hanya mau memberikan bantuan tenaga kerja ahli (karyawan) saya yang telah lebih dari 6 bulan pengalamannya bekerja dengan saya, demi mempertahankan kualitas SDM di tiap cabang waralaba lain yang baru dibuka," pungkasnya.

Sekarang ini di Jakarta, setidaknya ada 5 cabang waralaba, mulai dari Salemba, Tebet, Kelapa Gading, Sunrise Garden, juga termasuk Bogor.

Bila Anda tertarik ingin merasakan nikmatnya ratusan pilihan menu Bakmi Mie-Kita, maka bisa langsung kunjungi Bakmi Mie-Kita Jl. Utan Kayu No. 106, Jakarta Timur atau menghubungi telepon
(021) 9704.3*** - 9704.3***
untuk pesan antar lokasi terbatas. Sedangkan pesan antaran radius lebih jauh dikenakan ongkos kirim Rp. 2.500,-


SidikKelana Rizal - dobeldobel.com



Minggu, 19 Juli 2009

LILI DIMSUM: Lezat dan Berkhasiat

Dimsum Kilat Mengkilat Rasanya Melejit Lezat
Hakau, Pokaicau, Maulingkau, Siomay, Hakkau Brokoli,

Bekasi  - kelanakuliner.com
Menanti suasana petang berlalu dan memasuki malam yang indah di jantung kota Bekasi, mungkin hanya di beberpa tempat istimewa yang berdekatan dengan perempatan pintu gerbang Tol Bekasi Barat. Ada Giant, Metropolitan Mall, Bekasi Cyber Park, Ramayana Dept Store dan Bekasi Square. Sepertinya hanya Bekasi Cyber Park yang cukup dikenal sebagai tempat jajanan kuliner dengan failitas hotspot dan live music.

Di lantai dua, saya coba ruang terbuka di sana dulunya ada band live music, namun beberapa perubahan temporer, terkadang pertunjukan diadakan di dalam secara bergiliran. Untuk makanan kelas ringan dan tak perlu repot serta saji cepat, sepertinya dialokasikan di bagian ruang terbuka.

Sedangkan makanan yang masuk kategori dinner dan meal ada di bagian area dalam. Namun begitu keduanya sama-sama memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing. Salah satunya adalah Lili Dimsum, yang berada di luar dan di barisan tengah.

Lili Dimsum yang dimiliki oleh Merry ini, memang hanya menyajikan makanan sehat khas Asia (berasal dari Korea). Rebusan aneka ikan atau udang yang dicacah kemudian dibungkus adonan tepung sagu campur terigu dan dikukus hingga tampak mengkilat dan kelihatan menarik, segar sertamengundang selera. Wangi bahan-bahan sayur dan bumbunya harum dan tak ada amis ikan sama sekali, di samping itu makanan ini sangat direkomendasikan karena proses pemasakannya yang tidak digoreng dengan minyak namun dikukus matang.

Kelezatan dimsum memang sudah dikenal di manca negara dan Dimsum Lili punya kekhasan. Seperti halnya siomay, maka salah satu menu favorit dan andalan Lili Dimsum adalah Hakau Dua Mata dan Hakau Brokoli. Dua jenis Hakau baik yang berisi Udang maupun ikan ini termasuk unik dan tak ada duanya di lain tempat. Dan perlu Anda ketahui, Dimsum Lili sudah menjadi supplier tetap dimsum beberapa hotel berbintang di Bandung, aku Merry yang menjadi wakil pemasaran & distribusi wilayah Bekasi.

Harganya pun relatif terjangkau untuk kelas BCP. Hanya dengan Rp.12.000,- satu porsi dimsum siap tersaji di meja Anda dengan jumlah 4 potong per paketnya. Mau Anda kombinasi dengan makanan lainnya? Tinggal Anda pilih sendiri, rata-ratanya harga serupa.

Rekomendasi saya adalah 3 bintang mengenai bentuk dan rasanya. Plus satu bintang perak untuk kategori makanan yang menyehatkan khususnya Anda yang menderita penyakit asam urat, kolesterol dan tekenan darah tinggi. Cepatlah Anda datang ke outlet Lili Dimsum baik yang di BCP atau yang ada di Taman Galaxy.
Dik Rizal - dobeldobel.com

Tulisan Terkait dengan Dimsum

Hasil Kursus Aneka Dimsum sama Orange Kitchen
Hari Ahad kemarin aku ikutan kursus aneka dimsum di Titan Fatmawati. Kursus ini di selenggarakan komunitas Orange Kitchen. Di komando dengan 3 orang chef dari sebuah hotel di bandung (jauh amat ya import chef-nya, jangan-jangan mau sekalian jalan-jalan “wink” ) suasama kursus dari jam 10 sampai hampir jam 4 sore jadi terasa fully loaded dengan banyak ilmu plus tips dan trik serta ada bonus resep
Sebelum aku lupa, aku buat catatan di blog ini. Semoga dengan begini makin banyak masukan dan aku tetap ingat dengan hasil kursus (dan mesti di praktekkan ya…secara makanan ini eunak).Kursus Aneka Dimsum Orange Kitchen
By chef Rudi dan Andi 9 november 2008. Titan Fatmawati.
Kulit Hakau
Bahan :
1000 gr tepung tangmien
500 gr tepung sagu
500 gr air panas

Cara membuat :

  1. Campur rata tepung tangmien dan tepung sagu. Setelah dicampur bagi menjadi 2 bagian.
  2. Tambahkan air mendidih sambil di uleni sambil ditambah campuran tepung sedikit demi sedikit sampai tercampur rata.
  3. Kalau adonan sudah jadi bungkus dengan plastik supaya adonan tidak cepat kering dan keras.
Kulit Kuotie dan shanghai shiolung pao

Bahan :

600 gr tepung terigu kunci
30 gr tepung sagu
300 gr air panas mendidih
1 sdm minyak

Cara membuat :

  1. Campur terigu dan sagu.
  2. Siram dengan air panas, aduk sampai jadi adonan.
  3. Roll bulat-bulat. Iris/potong. Kemudian giling supaya bentuknya bulat.
Mantau dan kulit shiuolung pao

Bahan :

600 gr terpung terigu kunci
150 gr gula
16 gr ragi instant (mis. Fermipan)
8 gr baking powder
5 sdm santan Kara
250 gr air



Cara membuat :

  1. Masukkan semua bahan kecuali air.
  2. Masukkan air sedikit demi sedikit, aduk adonan sampai kalis.
  3. Roll panjang dan bulat, kemudian potong-potong. Untuk mantau setelah bulat tekan sedikit di bagian atas jadi ntar bentuk adonan yg dikukus tidak bulat tapi agak oval.
  4. Semprot dengan air, diamkan 30 menit, kemudian kukus sampai matang.

    Kaki ayam.

    Bahan :
    600 gr kaki ayam
    4 gr garam
    15 gr chicken powder (misal royco, knorr)
    15 gr gula
    25 gr tepung sagu
    1 sdm saus tiram
    2 sdm saus sambal
    150 saus merah (resep ada di bawah)
    2 sdm tausi
    20 gr bawang putih goreng
    Minyak wijen secukupnya
    2-3 buah bunga lawang/star anise

    Bawang adun, bawang
    bombay, jahe, diiris.

    Cara membuat :
    1. Potong kaki ayam jadi 2 bagian.
    2. Rebus kaki ayam kemudian goreng (sebaiknya dengan minyak goreng bekas supaya hasilnya kaki ayam lebih coklat).
    3. Setelah di goreng angkat, letakkan di wadah campur dengan bawang daun, bawang bombay, jahe dan bunga lawang. Campuran ini bisa direbus selama 45 menit atau cara lain tambahkan air kemudian kukus selama kurang lebih 1 jam.
    4. setelah itu tiriskan. Campur dengan sagu.
    5. Di tempat lain campur chicken powder, garam, gula, saus merah, tausi, minyak wijen, saos sambal. Aduk sampai kalis.
    6. Setelah tercampur rata dan kalis masukkan kaki ayam.

    Saus Merah
    Bahan :
    350 gr gula
    50 gr chicken powder
    35 gr kecap asin
    70 gr saus tiram
    35 gr mushroom soy sauce
    Campur semua bahan di atas (A)
    160 gr tepung sagu
    70 gr tepung maizena
    200 gr air (kalau air kurang ambil dari 1000 gr air yg sudah ditulis di bawah)
    Campur rata jadi seperti pasta (B)
    1000 gr air
    Pewarna merah secukupnya

    Bumbu :
    ½ butir bawang bombay
    1 buah jahe
    4 tangkai bawang daun
    3 buah bawang merah
    3 buah bawang putih
    Cincang halus bahan bumbu

    Cara membuat :
    1. Tumis bumbu cincang sampai harum.
    2. Tambahkan bahan A yg sudah tercampur rata tadi. Tambah air, masak sampai mendidih. Setelah itu saring.
    3. Masukkan bahan B, aduk sampai kental dan mendidih, beri sedikit minyak supaya tidak gosong/lengket.
    4. Masukkan ke kulkas, inapkan selama semalam. Hasilnya seperti lem kanji warna merah.
    5. Saus merah siap digunakan sebagai bumbu untuk kaki ayam atau untuk campuran ayam sebagai isian bakpau.

    Isi Siomay
    Bahan :
    400 gr paha ayam filet, potong kotak
    200 gr udah, kupas, potong kotak
    20 gr tepung sagu
    5 gr garam
    10 gr chicken powder
    15 gr gula
    20 gr jamur shitake, potong kotak
    Minyak wijen sesuai selera

    Cara membuat :
    1. Campur ayam, udang, dan jamur yg suddah dicuci bersih dan di potong kotak.
    2. Masukkan potongan ayam ke dalam campuran garam, lada, sagu, aduk hingga campur rata. Kemarin pas kursus di aduk pakai mikser pakai padle atau K beater. Di aduk sampai ”benyek”.
    3. Kemudian tambahkan gula, chicken powder, dan udang. Aduk lagi sampai udang agak ”tercabik-cabik” pokoknya kondisi udang sudah tidak ”firm” seperti udang segar.
    4. kemudian masukkan jamur shitake, aduk rata lagi.
    5. Terakhir tambahkan minyak wijen sesuai selera.
    6. Setelah adonan isian siomay jadi masukkan ke dalam kulkas minimal 1 jam, supaya adonan gampang di bentuk dan tidak terlalu lembek.

    Isi Hakau
    Bahan :
    600 gr udang peci, kupas, potong kotak
    10 gr chicken powder
    5 gr garam
    15 gr gula
    15 gr sagu
    Minyak wijen sesuai selera
    Minyak bawang untuk olesan.

    Cara membuat :
    1. Aduk udang. Garam, sagu hingga ½ hancur. Kalau di kursus ya itu tadi, di aduk pakai mikser dengan pengaduk padle (bagi pemakai kitchen aid) atau K beater (bagi pengguna kenwood).
    2. Tambahkan chicken powder, gula, minyak wijen. Aduk lagi sampai rata.