Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Tampilkan postingan dengan label Eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eropa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Mei 2010

Brazillian Chuross & Coffee Bekasi Square

The One and Only in Bekasi You Can Enjoy Chuross

Bekasi Square - www.kelanakuliner.co.cc
Mencari tempat tongkrongan yang menyenangkan di wilayah Bekasi tidaklah sesulit yang dikira, namun juga tidaklah terlalu gampang untuk mendapatkan yang bisa memberikan suasana menyenangkan sekaligus berkesan. Dengan semakin banyak berdirinya pusat perbelanjaan di Bekasi yang memberikan fasilitas wisata belanja keluarga otomatis bertambah pula food court atau kafe dan kedai makan sebagai tempat tongkrongan atau meeting point.

Memang tempat makan baik itu resto besar hingga kafe atau bahkan warung kaki lima yang menyajikan nasi kucing sekalipun tetap saja bisa menjadi tempat menarik untuk rendezvous maupun sekadar nongkrong. Sekarang tinggal bagaimana kita memilih yang paling sesuai dengan seera dan gaya hidup kita.

Bila kita ingin mencoba tempat untuk hang around bersama teman atau kolega kita dan kebetulan ketebalan isi dompet bisa jadi kendala, maka penjelajahan ke pusat perbelanjaan modern di Bekasi bisa jadi alternatif. Karena memang tidak selalu kafe atau mini resto di dalam pusat wisata belanja membutuhkan kocek tebal. Contohnya adalah sebuah kafe bergaya semi modern dan minimalis dengan sajian bergaya Eropa yang bernama Brazillian Chuross & Coffee.

Meskipun pada awalnya memiliki interior desain yang sedikit "menakutkan" buat mereka yang datang berkunjung ke Bekasi Square, akhirnya sang pemilik kafe bergaya Brazil ini merubah konsep desain interiornya menjadi lebih sederhana dan membuang beberapa ornamen yang berkesan mewah. Eddy, lelaki kelahiran Jakarta, tanggal 16 Januari 1979 ini mengakui bahwa dirinya memang termotivasi oleh ide dari ayahnya untuk membuka kafe yang bernuansakan makanan dari negeri pemenang 5 kali piala dunia sepakbola ini.

Begitu ayahnya memintanya untuk membuat kafe yang menyajikan makanan khas Brazil, Eddy langsung menerimanya. Kebetulan sekali ide ayahnya itu belum banyak cafe yang serupa. Dia pun melakukan survey melalui internet, dan ternyata didapatinya hanya ada satu dua cafe makanan khas Brazil. Itupun adanya di Jakarta, belum ada sama sekali di wilayah Kota Bekasi.

Eddy pun akhirnya membulatkan tekad untuk mempelajari menu-menu makanan dari Brazil. Chuross pun sebagai pilihan. Eddy beranggapan bahwa menu pastry chuross bisa disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Dia pun segera mempelajari secara total melalui internet tentang sajian lezat chuross. Demi melengkapi penelitiannya, lelaki lajang dengan tinggi 180 cm ini rela mencari beberapa tempat yang menyajikan makanan khas Brazil. "Hanya ada satu tempat di Jakarta yang menyajikan chuross. Namun saat sudah mencobanya, sepertinya saya harus memodifikasinya agar pas dengan lidah orang kita," papar lelaki berkulit bersih ini.

"Kebetulan minuman seperti kopi Brazil dikenal banyak para penggemarnya. Bila kopi Brazil yang asli lumayan pahit rasanya. Maka saya harus mencoba membuat minuman kopi di kafe saya dengan rasa yang lebih tawar dan pas dengan selera kita," imbuh lelaki yang pernah buka beragam usaha mulai dari warnet, konsultan pendidikan ke laur negeri hingga bisnis sepatu sisa ekspor.

Hasil jerih payah penelitiannya ternyata tak sia-sia. Eddy akhirnya berhasil mendapatkan cara membuat sajian khas Chuross dan olahan beberapa sajian kopi. "Sampai saya harus belajar bagaimana menyajikan aneka olahan kopi, dan hampir saja jadi barrista," ungkapnya tertawa.

Sepertinya akan lebih fair, bila kelanakuliner mencicipi keunggulan sajian dari Brazillian Chuross & Coffee. "Anda mau coba chuross yang manis atau gurih sebagai toppingnya?", tanya Eddy memberikan pilihan. Sepertinya Chuross yang gurih atau asin sangat mengundang selera, sedangkan minuman Coffee Latte dengan biji kopi Brazil sebagai pendampingnya.

Chuross yang ada di Jakarta kebanyakan adalah chuross yang didatangkan dari California atau chuross khas Mexico. "Chuross-nya kebanyakan lebih keras disajikan dengan sedikit pilihan topping dan cenderung terasa gurih asin," ungkap anak bungsu dari 3 bersaudara ini. Sajian Chuross di tempat yang berlokasi di lantai 1 Bekasi Square ini memang lebih lunak dan rasanya biasanya lebih manis seperti kue lidah kucing dengan lunaknya nyaris mirip cakwe. "Tapi nggak selunak itu lah!" jelas seorang pelanggan pada lain kesempatan.

Biar sedikit berbeda dengan coffee shop di manapun, Eddy mencoba membeli alat press kopi tradisional dari Jerman. "Sebenarnya sudah banyak kafe yang menggunakan frenchpress. Alat ini memang memberikan hasil sensasi rasa kopi yang agak kental tapi tidak terlalu pahit. Tidak seperti alat modern penggiling kopi listrik yang terkadang membuat kopi jadi terasa terlalu hambar," ungkap Eddy. Dengan peralatan penggiling kopi klasik yang kurang efektif atau peralatan modern yang terlalu mahal baginya dirasa belum pas dengan usahanya yang baru.

Biarpun begitu, secangkir kopi yang disajikan oleh Eddy memang terasa pas nikmatnya dan mantap sehabis menyantap Chuross dengan topping salad jagung dan daging cincang. Rasa pahit kopinya begitu pas dan tidak terlalu. Sedangkan churossnya lebih manis dan empuk. Pokoknya mantap buanget. Semua kenikmatan rasa di lidah itu semakin lengkap dengan interior desain yang cozy dan nyaman buat berlama-lama nongkrong di cafe Brazillian Chuross & Coffee . Ada beberapa pasangan yang sedang menikmati menu sajian serupa di sore itu. Sepertinya mereka memang benar-benar menikmati semua yang ada.

Bila Anda tertarik bukan saja menikmati lezatnya chuross dengan berbagai pilihan rasa, di Brazillian Chuross & Coffee tapi juga minum kopi bersama kolega atau pasangan Anda, silakan kunjungi Bekasi Square Lt UG No 181. Tak perlu kuatir kehabisan tempat, di Brazillian Chuross & Coffee yang buka setiap hari ini mempunyai daya tampung sedikitnya 80 pengunjung dan buka dari jam 10.00 sampai dengan jam 23.00 wib. Brazillian Chuross & Coffee juga membuka cafe serupa di kantin kampus Universitas Tarumanegara.

Sidik Rizal - www.dobeldobel.co.cc

Jumat, 02 April 2010

ZUPPA MANINI Cyber Food Bekasi

Hangatnya Zuppa Soup Memanjakan dan Menyehatkan

Bekasi - BCP - kelanakuliner.com
Sudah ratusan kali kunjungan kelanakuliner ke Bekasi Cyber Park, khususnya Cyber Food Court yang penuh jajanan variatif kaya rasa dan gizi. Tinggal mau dipilih yang mana yang paling enak sajiannya. Untuk makanan dari manca negara, maka saya memilih Zuppa Manini yang memiliki gerai mini outlet berlabelkan Manini Pasta. Kebetulan sekali kelanakuliner sedang sedikit influenza, jadi saat melihat aneka zuppa (bahasa asli Itali untuk sup dengan topping roti renyah nan empuk).

Pesanan tiba dalam waktu kurang dari 5 menit. Relatif cukup cepat, untuk sebuah penganan ringan yang bisa dimasukkan kategori jajanan lezat dan bisa juga sebagai appetizer. Mencoba seporsi Zuppa Manini membuat badan saya jadi hangat dan seketika itu pula batuk-batuk dengan hidung tersumbat pilek hilang seketika. Hmmmm gak bo'ong... bener-bener mantabbbbssss! Rasa lezat sup yang berbahan baku susu dan keju begitu nikmat dengan renyahnya pastry khas ala Perancis (sekalipun ini makanan khas Itali) membuat sensasi tersendiri.

Bila Anda mau menghilangkan pusing dan influenza dalam waktu sekejap saat berjalan-jalan ke BCP, maka tak ada salahnya untuk mencoba menu sajian pasta ala Zuppa Manini.... Yah, saya berani menjamin 90 persen, pilek dan batuk bersin serta demam Anda hilang dalam waktu tak berapa lama. Sudah harganya yang relatif murah, kelezatannya juga bisa menyembuhkan influenza Anda... Tertarik?

Untuk reservasi pembukaan cabang atau memesan agar diantar kirim, silakan saja hubungi ZUPPA MANINI di...

dikRizal - kelanakuliner.com

Senin, 14 Desember 2009

KANTIN RATU AYAM Kampus Gunadarma

Murahnya Nasi Teroris Seleranya Roti Kingkong
Selera Eropa, Selera Oriental, Selera Tradisional


Bekasi, kulinerkuliner.com
Setelah selesai mengurus masalah administrasi dengan klien di daerah Kalimalang dekat kampus Univ Gundar,  pulangnya melewati belakang Kios Komplek Ruko Duta Permai. Di sana kelanakuliner jumpai sebuah kantin yang sepertinya selalu penuh dan gak ada matinya. Tiga kali bolak balik dalam seminggu ini belum pernah kelanakuliner lihat kantin Ratu Ayam kosong melompong. Selalu saja ada yang duduk entah berkumpul untuk sekadar bermain musik atau makan minum.

Pengunjung Kantin Ratu Ayam yang dominan mahasiswa kampus Gunadharma ini memang lumayan ramai dibandingkan kantin dan warung lainnya. Kalau dihitung luas kantin Ratu Ayam ini sekitar 6 blok dengan nilai kontrak 3 juta perak per bulan, bisa dihitung kan berapa setahunnya.


Kantin Ratu Ayu Ayam yang sudah berdiri semenjak 2004 dimulai dengan sebuah kios berukuran 3x3 meter persegi dan modal awal 3 ekor ayam serta 3 takar beras ini, kini sedikitnya membutuhkan 20 ekor ayam untuk 80 orsi sajian dengan omzet sedikitnya 2 s/d 3 juta per hari. Kantin Ratu Ayam yang dimiliki oleh Tuti Eno Simatupang ini dikelola berdua dengan anak perempuannya yang bernama Evelina Esther. Walaupun anaknya itu masih bekerja di sebuah biro travel agent, tapi hampir setiap harinya Evelin membantu mamanya di saat-saat ramai.

"Peak hour nya pas jam makan siang mulai dari jam 11 sampai dengan jam 2 siang. Sedangkan kami biasanya hanya buka pada hari Senin hingga Sabtu saja," aku Evelin kepada kelanakuliner.com Keramaian pengunjung yang begitu melelahkan memang dominan datang dari karyawan di sekitar ruko Duta Permai Kalimalang dan mahasiswa kampus Gunadharma serta orang tua murid sebuah bimbingan belajar dan sekolahan Al-Azhar.m sehingga Evelin tidak mau membiarkan mamanya sibuk dan kewalahan menangani para pelanggannya  yang membludak. Sambil membantu mamanya berdagang di pagi hari, Evelin tetap bekerja di sore harinya.  Sedangkan untuk menu yang disajikan, otomatis ada beberapa kelas, namun yang dominan adalah untuk para mahasiswa, ungkap Evelin, perempuan kelahiran Jakarta, 25 Januari 1980 ini.


Evelin dan mamanya yang berdarah Manado ini pada awalnya hanya menyajikan menu Ayam Bakar Kecap, lalu sedikit demi sedikit setelah pelanggannya mulai menyukai setiap menunya, Tuti Eno, sang mama, mulai meningkatkan jenis menu agar para pelanggannya tidak bosan dengan sajiannya yang itu-itu saja. "Karena tidak semua pelanggannya suka dan selalu senang dengan menu ayam kecap kami selama ini," alasannya mengapa ia mulai menambah menu.

Setelah berjalan 3 tahun di awal 2007, sang anak, Evelin mencoba menciptakan nama-nama unik khusus untuk para pelanggannya yang mahasiswa. Kreativitas terlahir dibantu oleh para mahasiswa pelanggan. Evelinpun mulai menyukai dan berfikir keras untuk pemberian nama makanan yang dimasak sendiri oleh sang mama, Tuti Eno.

Taruhlah untuk makanan favorit para mahasiwa, yakni Nasi Teroris. NASI TERORIS adalah akronim sebutan untuk Nasi Putih, Telor Ceplok Hangat, Crispy (Kriuk-Kriuk) + Kecap dan Sambal, jelas Evelin. Harga dari Nasi Teroris sendiri tentunya adalah harga mahasiswa atau pelajar, hanya Rp.5.000,- per porsi. Saya pikir makanan siang ini benar-benar jadi teroris harga buat warung-warung lain karena murahnya.


Belum lagi menu minuman favorit mahasiswa, yakni PUDING. Jangan salah, yang dimaksud Puding di sini bukanlah apetizer sejenis jelly, melainkan air PUtih DINGin. "Mereka menyebutnya Puding, jadi ya kami mengikutinya saja," jelas Evelina. Banyak lagi menu-menu sederhana lainnya namun mempunyai nama-nama yang sangat kreatif.

Akan tetapi, menurut Mama Tuti Eno, wanita yang sudah mempunyai cucu ini, inovasi bukan dari nama menu saja, namun juga ada pada masakannya. Ada beberapa menu masakan asli khas Manado yang saya adopsi dan saya masukkan ke menu khas setempat di sini, ungkapnya. Misalnya yang paling digemari adalah KOBEL, yakni Nasi + Ayam Goreng bumbu Woku Belanga. Waku Belangan sendiri adalah khas masakan daerah Manado. Demikian pula KOBRA, yakni Nasi + Ayam Bakar bumbu Woku Belanga.

Untuk makanan dari roti dan favorit mahasiswa karena harganya yang sangat ekonomis adalah Roti Kingkong. ROTI KINGKONG adalah Roti lapis tiga tangkup dengan daging asap, Keju dan Telur Ceplok. Harganya hanya 10 ribu perak. Menu ini biasanya dipesan karena cepat dalam pembuatan, dan mengenyangkan serta bisa langsung mereka makan sambil langsung jalan kembali ke kampus. Untuk yang ukuran lebih sedkit maka kami sediakan Roti DORCE, yakni Roti lapis isi Daging Asap, Telor Ceplok. Hahaha, lumayan kreatif lah, paling gak sudah bisa menghibur hati sebelum mengenyangkan perut.

Atau buat Anda yang menyukai musik era 80 bisa bernostalgia memesan Nasi BEATLES, yang artinya Nasi Bakso, Telor, Sosis dan Saus Rasa khas Kantin Ratu Ayam. Buat Anda yang suka sekali ngobrol sana-sini bersama rekan, ada menu yang mungkin cocok untuk dinikmati, yakni AYAM GOSIP. Ayam Gosip adalah Nasi + Ayam Goreng Crispy dengan aneka Saus Pilihan Anda seperti Saus Asam Manis, saus Goreng Mentega, Saus Botol belibis atau Sambel Rica-rica. Harganya cuma Rp.7.500 per porsi, pas buat kantong Anda bukan?

Mau menu lainnya yang unik kedengaran namun sedap dan lezat di lidah dan bergaya selera Eropa, Oriental serta Tradisional, Anda langsung saja berkunjung ke Kantin Ratu Ayam Ayu (banyak ayam kampusnya seh), di Kios No. 25-30 Komplek Ruko Duta Permai, Jl. KH. Noer Ali, di antara kampus Gunadharma dan Sekolah Al-Azhar Kalimalang Bekasi. Buruan Anda datang sebelum habis diserbu oleh para mahasiswa. Biar begitu, kantin Ratu Ayam mampu menampung sedikitnya 100 tamu (nyaris dua kelas). Bila Anda tidak mau makan di tempat (Dine In) Anda bisa bawa pulang (Take Away). Dan untuk sementara waktu ini layanan Pesan Antar hanya untuk daerah sekitar Gunadharma dan AlAzhar saja. reservasi di No. Telp (021) 9327.4925 dengan Tuti Eno atau Evelin.

Dik Rizal (dobeldobel.com)

KANTIN RATU AYAM: Murahnya Nasi Teroris Seleranya Roti Kingkong

Selera Eropa, Selera Oriental, Selera Tradisional




Bekasi, kelanakuliner.com
Setelah selesai mengurus masalah administrasi dengan klien di daerah Kalimalang dekat kampus Univ Gundar,  pulangnya melewati belakang Kios Komplek Ruko Duta Permai. Di sana kelanakuliner jumpai sebuah kantin yang sepertinya selalu penuh dan gak ada matinya. Tiga kali bolak balik dalam seminggu ini belum pernah kelanakuliner lihat kantin Ratu Ayam kosong melompong. Selalu saja ada yang duduk entah berkumpul untuk sekadar bermain musik atau makan minum.


Pengunjung Kantin Ratu Ayam yang dominan mahasiswa kampus Gunadharma ini memang lumayan ramai dibandingkan kantin dan warung lainnya. Kalau dihitung luas kantin Ratu Ayam ini sekitar 6 blok dengan nilai kontrak 3 juta perak per bulan, bisa dihitung kan berapa setahunnya.



Kantin Ratu Ayu Ayam yang sudah berdiri semenjak 2004 dimulai dengan sebuah kios berukuran 3x3 meter persegi dan modal awal 3 ekor ayam serta 3 takar beras ini, kini sedikitnya membutuhkan 20 ekor ayam untuk 80 orsi sajian dengan omzet sedikitnya 2 s/d 3 juta per hari. Kantin Ratu Ayam yang dimiliki oleh Tuti Eno Simatupang ini dikelola berdua dengan anak perempuannya yang bernama Evelina Esther. Walaupun anaknya itu masih bekerja di sebuah biro travel agent, tapi hampir setiap harinya Evelin membantu mamanya di saat-saat ramai.


"Peak hour nya pas jam makan siang mulai dari jam 11 sampai dengan jam 2 siang. Sedangkan kami biasanya hanya buka pada hari Senin hingga Sabtu saja," aku Evelin kepada kelanakuliner.com Keramaian pengunjung yang begitu melelahkan memang dominan datang dari karyawan di sekitar ruko Duta Permai Kalimalang dan mahasiswa kampus Gunadharma serta orang tua murid sebuah bimbingan belajar dan sekolahan Al-Azhar.m sehingga Evelin tidak mau membiarkan mamanya sibuk dan kewalahan menangani para pelanggannya  yang membludak. Sambil membantu mamanya berdagang di pagi hari, Evelin tetap bekerja di sore harinya.  Sedangkan untuk menu yang disajikan, otomatis ada beberapa kelas, namun yang dominan adalah untuk para mahasiswa, ungkap Evelin, perempuan kelahiran Jakarta, 25 Januari 1980 ini.



Evelin dan mamanya yang berdarah Manado ini pada awalnya hanya menyajikan menu Ayam Bakar Kecap, lalu sedikit demi sedikit setelah pelanggannya mulai menyukai setiap menunya, Tuti Eno, sang mama, mulai meningkatkan jenis menu agar para pelanggannya tidak bosan dengan sajiannya yang itu-itu saja. "Karena tidak semua pelanggannya suka dan selalu senang dengan menu ayam kecap kami selama ini," alasannya mengapa ia mulai menambah menu.


Setelah berjalan 3 tahun di awal 2007, sang anak, Evelin mencoba menciptakan nama-nama unik khusus untuk para pelanggannya yang mahasiswa. Kreativitas terlahir dibantu oleh para mahasiswa pelanggan. Evelinpun mulai menyukai dan berfikir keras untuk pemberian nama makanan yang dimasak sendiri oleh sang mama, Tuti Eno. Taruhlah untuk makanan favorit para mahasiwa, yakni Nasi Teroris. NASI TERORIS adalah akronim serbutan untuk Nasi Putih, Telor Ceplok Hangat, Crispy (Kriuk-Kriuk) + Kecap dan Sambal, demikian Evelin menjelaskan. Harga dari Nasi Teroris sendiri tentunya adalah harga mahasiswa atau pelajar, hanya Rp.5.000,- per porsi. Saya pikir makanan siang ini benar-benar jadi teroris harga buat warung-warung lain karena murahnya.


Belum lagi menu minuman favorit mahasiswa, yakni PUDING. Jangan salah, yang dimaksud Puding di sini bukanlah apetizer sejenis jelly, melainkan air PUtih DINGin. "Mereka menyebutnya Puding, jadi ya kami mengikutinya saja," jelas Evelina. Banyak lagi menu-menu sederhana lainnya namun mempunyai nama-nama yang sangat kreatif.

Akan tetapi, menurut Mama Tuti Eno, wanita yang sudah mempunyai cucu ini, inovasi bukan dari nama menu saja, namun juga ada pada masakannya. Ada beberapa menu masakan asli khas Manado yang saya adopsi dan saya masukkan ke menu khas setempat di sini, ungkapnya. Misalnya yang paling digemari adalah KOBEL, yakni Nasi + Ayam Goreng bumbu Woku Belanga. Waku Belangan sendiri adalah khas masakan daerah Manado. Demikian pula KOBRA, yakni Nasi + Ayam Bakar bumbu Woku Belanga.


Untuk makanan dari roti dan favorit mahasiswa karena harganya yang sangat ekonomis adalah Roti Kingkong. ROTI KINGKONG adalah Roti lapis tiga tangkup dengan daging asap, Keju dan Telur Ceplok. Harganya hanya 10 ribu perak. Menu ini biasanya dipesan karena cepat dalam pembuatan, dan mengenyangkan serta bisa langsung mereka makan sambil langsung jalan kembali ke kampus. Untuk yang ukuran lebih sedkit maka kami sediakan Roti DORCE, yakni Roti lapis isi Daging Asap, Telor Ceplok. Hahaha, lumayan kreatif lah, paling gak sudah bisa menghibur hati sebelum mengenyangkan perut.


Atau buat Anda yang menyukai musik era 80 bisa bernostalgia memesan Nasi BEATLES, yang artinya Nasi Bakso, Telor, Sosis dan Saus Rasa khas Kantin Ratu Ayam. Buat Anda yang suka sekali ngobrol sana-sini bersama rekan, ada menu yang mungkin cocok untuk dinikmati, yakni AYAM GOSIP. Ayam Gosip adalah Nasi + Ayam Goreng Crispy dengan aneka Saus Pilihan Anda seperti Saus Asam Manis, saus Goreng Mentega, Saus Botol belibis atau Sambel Rica-rica. Harganya cuma Rp.7.500 per porsi, pas buat kantong Anda bukan?


Mau menu lainnya yang unik kedengaran namun sedap dan lezat di lidah dan bergaya selera Eropa, Oriental serta Tradisional, Anda langsung saja berkunjung ke Kantin Ratu Ayam Ayu (banyak ayam kampusnya seh), di Kios No. 25-30 Komplek Ruko Duta Permai, Jl. KH. Noer Ali, di antara kampus Gunadharma dan Sekolah Al-Azhar Kalimalang Bekasi. Buruan Anda datang sebelum habis diserbu oleh para mahasiswa. Biar begitu, kantin Ratu Ayam mampu menampung sedikitnya 100 tamu (nyaris dua kelas). Bila Anda tidak mau makan di tempat (Dine In) Anda bisa bawa pulang (Take Away). Dan untuk sementara waktu ini layanan Pesan Antar hanya untuk daerah sekitar Gunadharma dan AlAzhar saja. reservasi di No. Telp  (021) 92692722  dengan Tuti Eno atau Evelin.

Dik Rizal (dobeldobel.com)