Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Rabu, 14 Oktober 2009

BAKSO MAS KARYO MEDAN JOHOR hadir perdana di Bekasi Timur


Bakso Daging Sapi
Tanpa Lemak dan Tanpa Vetsin



Bekasi Timur, kelanakuliner.com
Setelah sukses di Sumatera Utara, gerai bakso Mas Karyo mulai memperluas pasar di wilayah Jabodetabek, dan dimulai dengan wilayah pendukung ibukota, yakni Bekasi Timur. Demi mengetahui lebih jauh gerai terwaralaba Bakso Asli Mas Karyo ini, saya berkunjung langsung ke bilangan Bekasi Timur dekat perumahan Taman Juanda dari jalan raya menuju Perumnas III, saya mengunjungi sebuah ruko berukuran sedang berlantai dua, dimana Bakso Mas Karyo ada, dan saya berhasil menemui dengan sang penanggung jawab untuk wilayah Bekasi dan sekitarnya, mas Judi, yang bernama lengkap Sujudi ini..


Lelaki kelahiran 17 Agustus, 1984 ini memang masih muda, tapi pengalamannya di bidang kuliner. Sebelum bergabung dengan Bakso Mas Karyo, dia lebih dahulu bekerja dengan Bakso Kepala Sapi. Belajar dari pengalaman selama bekerja dan juga dirinya belajar banyak dari kesuksesan usaha Bakso Kepala Sapi, akhirnya dia bergabung dengan Bakso Mas Karyo dari Medan Johor. Mungkin sudah jodoh, akhirnya manajemen Bakso Mas Karyo yang berlokasi di Medan ini, mempercayakan dirinya untuk mengelola cabang-cabang yang ada di wilayah Bekasi.


Mas Judi pun mau tak mau harus memulai dari nol usaha gerai bakso Mas Karyo di wilayah yang jauh dari manajemen, dan karena itu pulalah terkadang dia harus terbang pulang pergi ke Medan untuk memberikan laporan mutakhir dengan manajemen. Bakso Mas karyo sendiri di Medan sudah begitu terkenal, namun yang jadi masalah, apakah Bakso Mas Karyo akan sebegitu diterimanya seperti para pelanggan di Medan Johor sana?

Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini memang sudah bersikukuh untuk memajukan dan mengembangkan usaha Bakso Mas Karyo ini, karena itulah dia sangat memperhatikan kualitas dan pelayanan. Sementara sambil berjalan, Judi pun sedang membuka terobosan agar bisa mendapatkan investor baru, dengan memfokuskan diri mengembangkan cabang utama yang ada di Bekasi Timur ini agar bisa jadi percontohan bagi investor bila ingin membuka waralaba cabang Bakso Mas Karyo di lain tempat.


Ciri khas dari Basko Mas Karyo adalah baksonya berbahan daging sapi murni, dimana lemak-lemaknya dibuang terlebih dahulu kemudian baru diolah menjadi bulatan bakso yang tentunya rasanya akan lebih nikmat dan tidak meninggalkan bekas lemak di lidah. Bila dibandingkan dengan olahan lainnya, maka bakso Mas Karyo memang lebih terasa daging sapinya dan sedikit sekali terasa lemaknya. Apalagi saat disajikan, tak pernah Bakso Mas Karyo menyajikannya dengan vetsin (mecin = bumbu penyedap rasa), cukup dengan kaldu dari sapi dan bumbu kaldu ayam. Olahan baksonya sendiri tidak dibuat dengan bahan-bahan kimiawi dan pengawet sama sekali, karena setiap proses olahan produksi, maka akan di simpan dalam lemari pendingin. Bila sudah di letakkan dekat gerobak saji, maka dapat dipastikan harus habis, dan jarang sekali bakso-bakso siap saji ini terpajang tidak laku.

Kekenyalan daging yang didapat dari urat sengkel (sendi kaki sapi) membuat bakso lebih kenyal, sehingga kadang untuk memotongnya saja bila tanpa hati-hati, bakso bisa loncat. Nah, bila Anda tak mau kehilangan nikmatnya bakso daging asli Mas Karyo, harap menikmatinya dengan perlahan dan santai. Tak perlu terburu-buru, karena masih banyak waktu tersedia dan persediaan buat Anda untuk menikmati bakso daging sapi asli ini. Tertarik? Kunjungi saja Bakso Sapi Asli Mas Karyo, yang selalu buka dari jam 10.00 pagi hingga 11 malam ini di Bekasi Timur, jalan menuju Perumnas III bila dari Bulak Kapal. Dijamin Anda tidak akan merasa rugi setelah mencicipi bakso berkonsep makanan sehat ini. Anda bisa pula menghubungi di nomor telepon
 (021) 3705.2627  atau langsung dengan mas Judi
 0813.7666.3036 


Sidik Rizal - dobeldobel.com

Selasa, 13 Oktober 2009

PONDOK SERABI HIJAU khas Bekasi sejak 2001

Banyak Yang Ajaib dengan Serabi Hijaunya

Bekasi, kelanakuliner.com
Perjalanan kali ini menemui seorang pengusaha kelahiran Bekasi asli, yang bernama Toto Subiakto karena kecintaannya di bidang kuliner dan pencariannya terhadap jenis usaha apa yang cocok dengan dirinya dan keluarganya yang suka dengan makanan serabi, maka bersama sang istri, Melani dan keluarganya tentukan pilihan jatuh kepada serabi, yang kebetulan pada awal tahun 2000-an di Bekasi belum ada yang berdagang penganan ringan ini secara khusus dan besar.

Lelaki kelahiran Bekasi 22 Mei 1967 yang akrab dipanggil pak Toto ini akhirnya membulatkan tekat untuk penuh berdagang serabi, khususnya serabi hijau yang dibuat dengan daun suji dan pandan. Belajar dari proses mencoba-coba mengolah serabi dengan alat masak anglo tanah dan berbahan bakar kayu demi menjaga kualitas rasa yang lebih baik bila dibandingkan bila dimasak dengan kompor minyak atau gas. Justru dengan alat masak tungku tanah dan wajan tanah ukuran mini pas untuk serabi ciptaannya, yang lebih berongga dan lebih lembut di lidah.
Serabi Hijau Kinca Nangka
Perlu Anda ketahui, bahan dasar serabinya Toto perbandingan antara tepung beras dan terigu nyaris sama, sehingga tekstur serabinya lebih kenyal dan lembut serta berongga seperti kue bika ambon. Karena menggunakan pembakaran dengan tungku tanah bahan bakar kayu, maka hasilnya tidaklah terlalu gosong dan jauh lebih nikmat. Silakan Anda periksa sendiri di Pondok Serabi Hijau yang tepat di pinggir jalan raya Baru Perjuangan, Teluk Buyung, Bekasi ini.

Serabi Hijau Strawberry
Sang pengusaha lulusan S1 Manajemen Unkris tahun 1992 ini juga tak mempunyai resep khusus dalam manajemen usahanya sehari-hari. Namun ia sangat antusias dengan keajaiban yang sering dia dapatkan selama berdagang serabi hijau. Pernah satu ketika ada seorang suami yang mencari serabinya, ujarnya mengenang, "Tolong saya Pak, istri saya ngidam minta dibelikan serabi hijau. Saya sudah berkeliling kemana-mana, hanya di sini tempatnya yang menjual serabi hijau." cerita Toto, padahal saat itu sudah menunjukkan pukul 10 malam menjelang tutup warung serabinya. Demi pelanggannya itu ia terpaksa membuatkan dengan kalem dia berkomentar, "Anggap saja ini permintaan khusus dari pelanggan khusus juga...!"

Serabi Hijau Kinca Duren
Pengalaman lainnya yang menarik, adalah saat satu keluarga berkendaraan mobil memesan serabi hijaunya atas pesanan nenek mereka yang sedang sakit. Itupun datangnya menjelang tutup warung serabi kami, ujarnya tersenyum menyikapi keanehan dan keajaiban yang sering terjadi. Semenjak dia memenuhi permintaan pelanggannya pada saat-saat tak tepat, ia pun mendapatkan balasan setimpal yang juga aneh. Sering sekali terjadi dimana saat dia kehabisan bahan kayu bakar, ada saja yang menawarkan kayu bakar tepat di saat persediaan nyaris habis.

Serabi Hijau Coklat

Melihat bisnis sederhana ini, jangan salah bila ternyata pasar pelanggannya lumayan banyak terutama saat pagi hari dan sore hari saat jam pulang kantor, maka wajarlah bila omzet per hari saat ramai bisa seratus kotak (isi 5 tangkup = 10 potong). Sedikitnya 1000 potong serabi laku terjual dan itu membutuhkan 3 karung lebih tepung terigu dan tepung beras.
Dengan konsep "back to nature" Toto berkeinginan agar serabi hijaunya ini mempunyai tekstur unik dibandingkan serabi pada umumnya. Proses pembakarannya pun hanya 1 menit saja, namun anehnya serabi olahan pak Toto ini seperti punya jiwa, dimana saat ditunggu proses pembuatannya, sepertinya matangnya jauh lebih lama. "Giliran gak gitunggu, kayaknya cepet aja bikinnnya," ungkap Toto dengan logat Bekasi yang begitu kental.


Serabi Hijau Keju
Anda tertarik mau mencoba?
Silakan berkunjung ke Pondok Serabi Hijau di Jl. Baru Perjuangan, Teluk Buyung, Bekasi Telepon
HP:
- 0812.872.4076
- 0813.1103.1022
atau esia:
- (021) 9357.0048
- (021) 9800.2001
(021).9346.1965

Sajian utama Pondok Serabi Hijau
- Paket kinca (5 tangkup - 10 potong)
- dan Serabi Hijau Variasi dengan Topping (5 tangkup - 10 potong)


Serabi Hijau Kinca Pandan
Untuk kincanya (kuah manis) adalah:
- Kinca Gula Pandan
- Kinca Gula Durian
- Kinca Gula Nangka

Sedangkan variasi topping di atas serabinya adalah:
- Serabi Coklat
- Serabi Pisang
- Serabi Nanas
- Serabi Keju
- Serabi Nangka
- Serabi Pisang Keju
- Serabi Pisang Coklat
- Serabi Strawberry

Pada saat bulan puasa lalu, banyak sekali orang yang membeli serabinya untuk dibawa pulang sebagai penganan berbuka puasa. Itulah sebabnya Toto menuturkan bahwa pada saat bulan puasa lalu, dia mendapatkan untung yang lumayan dibandingkan hari-hari biasanya.

Saat mewawancarai Toto, saya melihat seorang pelanggan dengan motor besar yang membeli sedikitnya 3 kotak serabi hijau. Saya pun mengejarnya sebelum dia pergi meninggalkan Pondok Serabi Hijau, dan menanyakan sudah berapa lama ia menjadi pelanggan. Lelaki yang berperawakan tinggi besar bernama Chandra itu menjawab, "Kira-kira saya sudah satu tahun berlangganan serabi hijau di sini," katanya sambil merapihkan oleh-oleh yang dibelinya untuk keluarganya di rumah.

"Ya seminggu 2 kali saya beli buat ibu dan bapak saya dan biasanya saat saya pulang dari kerja saja." tutupnya. Rupanya karyawan itu sudah cocok selera dengan serabi hijaunya pak Toto, terutama keluarganya yang akan kecewa bila ia tidak membawa oleh-oleh penganan lembut dan manis ini. Bagaimana dengan Anda? Mau mencari oleh-oleh buat keluarga yang sehat dan murah?
SidikRizal - dobeldobel.com

Senin, 12 Oktober 2009

RM Khas Jawa Tengah: Tongseng Kambing Kurma


Mulai dari Tongseng Kambing Kurma, Tengkleng Kambing, Gudeg Jogja hingga Nasi Liwet, semuanya Memang Beda



Bekasi, kelanakuliner.com
Inovasi rasa dan bumbu dalam dunia kuliner tak selamanya baru sama sekali. Salah satu kelana kuliner yang pernah temukan adalah masakan olahan dari daging kambing. Di samping masjid raya Al-Barokah Alun-Alun Kota Bekasi, ada Rumah Makan yang menyajikan menu makanan yang sedikit berbeda dengan sekitarnya, tapi mungkin tidaklah unik buat budaya orang Timur Tengah. Menu unik tersebut adalah Tongseng Kambing Kurma.

Bagaimana rasanya masakan sarat kolesterol ini ditambahi kurma dalam bentuk sirup itu? Menurut sang pemilik rumah makan, Hj. Yusuf yang bernama asli Hj. Ummi Salamah, buah kurma sejatinya dikonsumsi biasanya oleh orang Arab (Timur Tengah) saat bersamaan mereka makan kambing. Berdasarkan pengalaman dan budaya orang timur tengah, mereka termasuk penggemar makanan kaya kolesterol seperti Kambing Panggang, Sop Kambing dan segala olahan masakan dari kambing, namun jarang sekali mereka terkena penyakit tekanan darah tinggi.
Setelah diteliti ternyata kebiasaan mereka adalah menkonsumsi kurma dan madu secara bersamaan, termasuk herbal-herbal lain.

Karena itulah, atas saran seorang teman, saya mencoba untuk membuat Tongseng Kambing Kurma, dengan sesendok sari kurma di setiap porsi tongseng yang saya sajikan buat pelanggan akan menetralisir segala racun dan sumber penyakit yang datangnya ada pada daging kambing. Jadi kini orang-orang yang takut makan kambing, tak perlu kuatir lagi. Mereka kini bisa bebas makan serta menikmati tongseng kambing kami dan silakan periksa sendiri efeknya pada kesehatan tubuh.

Hj. Yusuf, wanita kelahiran Solo, 27 Oktober 1946 yang memiliki tanah lebih dari 1800 meter per segi ini, memang sudah diajarkan dunia usaha semenjak dirinya masih kecil oleh ibundanya. Perempuan yang bersuamikan H. Yusuf Zubaidi ini, membuka warung makan khas Jawa Tengah ini setelah ia menyewakan halaman depan rumahnya untuk warung serupa. Setelah selesai masa kontraknya, maka dia berinisiatif untuk membuka usaha sendiri, di samping mengisi kesibukan di masa pensiunnya semenjak suaminya meninggal, di samping itu sangat menikmati usaha kuliner dimana saat mengawasi karyawannya langsung memasak sajian khususnya itu.

Bila pelanggannya yang menggemari masakan Gudegnya, dapat dipastikan mereka kebanyakan adalah pelanggan yang jauh-jauh datang dari wilayah perumahan di Bekasi Utara, Harapan Indah, Bekasi Selatan, ungkap Hj. Yusuf berpromosi. Ibunda dari 3 orang putra putri Ir. Ahmad Syaifuddin, Dra. Atik Solihati, SH. dan Andi Syahrul Adi ini memfokuskan diri pada makanan khas Jawa Tengah, seperti Solo, Jogja atau daerah lainnya.

Untuk Tengkleng sajian khas RM Jawa Tengah, memang mempunyai rasa agak beda lain dari biasanya. Kalau Anda ingin merasakan Tengkleng khas Solo yang dicampur Kurma atau Madu, bisa Anda pesan. Namun biasanya yang disajikan adalah Tongseng, karena Tongseng lebih berasa manis.

Tertarik mencoba Tongseng Kambing Kurmanya RM Jawa Tengah milik ibu Hj. Yusuf? Anda bisa menghubungi pesanan di no. 081389.510.263 atau 0897.1441.49 atau bisa langsung berkunjung ke Alun-Alun setelah Masjid Raya Al Barkah Kota Bekasi, bila Anda datang dari arah kantor Polres Metro kota Bekasi atau RSUD.

Menu yang disajikan adalah:
1. Soto Kwali Daging Ayam... Rp.7.000,-
2. Soto Campur Daging Ayam... Rp. 7.000,-
3. Tengkleng Kambing... Rp. 13.000,-
4. Tongseng Kambing Kurma... Rp. 17.000,-
5. Tongseng Kambing Solo... Rp. 15.000,-
6. Nasi Gudeg Komplit... Rp. 15.000,-
7. Paket Nasi Veteran A (Nasi Liwet, Ayam selembaran) Rp. 10.000,-
8. Paket Nasi Veteran B (Nasi Liwet, Paha/Dada Ayam) Rp. 12.000,-

- Nasi putih..... Rp. 2.000,-
- Tahu Bacem..... Rp. 1.000,-
- Tempe....... Rp. 1.000,-

Minuman yang disajikan adalah aneka softdrink, es jeruk, es teh manis, jeruk hangat dll.

Sidik Rizal