Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Jumat, 18 Desember 2009

Pecel Madiun BP, Rujak Cingur Khas Jatim di Kota Bekasi

Menu Serba Hitam Khas Jawa Timur yang Menggugah Selera


Bekasi, kelanakuliner.com
Tak sengaja saya menyambangi sebuah warung makan Pecel Madiun yang ada di Alun-alun Kota Bekasi, samping Bakso Malang Cak Tio. Ternyata Warung Pecel Madiun BP ini pernah ditulis oleh sahabat saya Dian PP, langsung dari sang narasumbernya Budi Purwanto di warung utamanya di dekat exit Pintu Tol Bekasi Timur.

Saya sendiri memang kesulitan mendapatkan makanan khas Jawa Timuran yang selalu berwarna hitam ini. Mulai dari Rawonnya atau yang sering saya sebut sebagai Black Soup ala Eastern Java. Bila pembuatan Rawon (ada yang iga, jeroan, atau daging sapi) biasanya menggunakan kluwek (pucung dalam bahasa Betawi) atau Keluak/Keluwak, atau Buah Kepayang dan dalam bahasa asingnya dikenal dengan nama Indonesian Black Nut, atau Pangium Edule Nut memang memberikan aroma khas dan rasa tersendiri bagi masakan berbahan daging sapi ini. Kemudian sajian lainnya yang juga berwarna hitam namun lezat dan nikmat, yakni Rujak Cingur. Kala yang pertama tadi, si sop hitam diwarnai dengan kluwek, maka, Rujak Cingur berwarna hitam karena bahan bumbu petis udangnya yang tak bisa digantikan dengan Petis udang dari daerah lainnya, demikian ungkap Ibu Diah, istri sang pemilik Pecel madiun "BP", Budi Purnomo kepada kelanakuliner.com


"Entah mengapa makanan khas Jawa Timur banyak sekali yang bernuansa warna hitam, ucap wanita yang berprofesi sebagai pengamat ekonomi dan sering bepergian ke luar negeri ini. Saya sendiri sebenarnya juga heran dengan masakan khas Jawa Timur. Mengapa selalu berwarna gelap dan hitam pekat? APakah mungkin karena ciri khas daerah Jawa Timuran yang identik dengan pakaiannya yang berwarna hitam? Ingat kan pakaian para penari dan seniman Reog Ponorogo? Atau para warok-warok (para jagoan jaman dulu) yang suka sekali berpakaian hitam dengan kaos dalaman belang-belang merah-putih. (Hualah! Apa masalahnya?)

Terlepas dari nuansa kegelapan (baca: hitam) pada setiap makanan khas Jawa Timuran, tapi tak ada satupun yang tidak lezat untuk dinikmati. Justru itu, Rujak Cingur yang berbumbu petis hitam nan pekat adalah kombinasi antara rasa klenyir-klenyir moncong (congor atau cingur atau hidung dan mulut sapi) ini dengan gurihnya Petis udang Surabaya, dan asamnya buah-buahan campuran (itulah sebabnya disebut rujak) dan ditambah bumbu-bumbu lainnya. Hmmm pasti lebih nikmat bila dinikmati pada siang hari bersama minuman dingin khas Jawa Timuran (apaan tuh minuman khasnya?).

Yang jelas bila Anda tertarik menikmati Rujak Cingur dan Pecel Madiun Portable (saya lebih suka menyebut Bumbu Pecel Madiun Portable, karena kemudahannya untuk dibawa kemana-mana dalam sebuah kemasan kotak yang kompak ini). Perlu juga Anda ketahui Paket Kotak Bumbu Pecel madiun merk "BP" ini telah melanglang buana ke manca negara hingga Amerika dan Eropa. (kadang saya berfikir, alangkah baiknya kalau saya adalah sebuah bumbu pecel paket.... sudah bisa ke luar negeri dalam sekejap.... hehehehe, saya sendiri belum pernah ke laur negeri, kecuali keliling Indonesia). Oh iya hampir lupa. bila Anda benar-benar tertarik mencoba Rujak Cingur khas Jawa Timuran, silahkan reservasi di nomor berikut ini 0812.803.6117 atau (021) 703.29.768 dengan Ibu Diah. Atau kunjungi Warung Pecel Madiun dekat Pintu Tol Bekasi Timur sambil belokan ke arah kanan. Dijamin Anda tak kan kecewa dan tak perlu harus memesan ke Jawa Timur, karena semuanya asli Jawa Timuran di warung ini.

Sidik Rizal - kelanakuliner.com




Dan berikut ini kutipan tulisan sobat saya mas Dian PP yang pernah diterbitkan pada edisi sebelumnya:

Ada Kulit Jeruk di Pecel Madiun

Bekasi, Tol Timur Bekasi, kelanakuliner.com.
Eksplorasi pedas kelanakuliner kali ini mencoba menjamah sisi tradisional negeri seribu pulau ini. Beberapa tulisan tentang menu sarapan pilihan sebagian besar warga Jawa Timur, pecel, akan coba diulas dalam melalui blog ini. Penjelajahan dimulai dari satu tempat yang yang dikenal sebagai asal muasalnya makanan ini, walaupun dalam prakteknya, sudah banyak "penyimpangan" yang terjadi (makanya baca sampai tuntas dulu agar tahu). Pecel, rasanya tidak akan mudah dilepaskan dari kata Madiun. Maka penjelajahan kali ini menuju langsung ke orang Madiun yang tinggal di Bekasi untuk mencari jawaban pasti atas keberadaan pecel Madiun ini.

Pecel Madiun, menurut Budi Purwanto, memiliki ciri khas penggunaan turi, kecambah pendek, dan sambel pecel. Selain itu, ciri khas visual yang bisa ditemukan adalah pada cara penyajian yang selalu menggunakan daun pisang, dan cara menuangkan sambel pada racikan nasi dan kulupan. Nasi pecel Madiun, mengutamakan kulupan, dan hanya mensyaratkan nasi. "Jadi, pecel Madiun akan mudah dikenali dari penyajiannya yang menggunakan daun pisang secara berlebih, nasi yang hanya secukupnya, kulupan lebih banyak, serundeng, kering tempe, cacahan mentimun, sambel pecel, dengan lauk peyek, krupuk puli (cap walet), tempe dan tahu. Adapun kulupannya juga menyisakan hal yang khas, yakni dengan kehadiran daun kemangi. Sementara untuk materi kulupannya, menggunakan kacang panjang, daun singkong, daun pepaya, yang diolah dengan teknik tertentu. Daun singkong dan pepaya direbus secara bersamaan sampai matang, ditiriskan sebentar, kemudian langsung disiram dengan air es, agar warnanya menjadi hijau segar. Untuk menjaga kualitasnya, pak Budi bahkan sampai rela membuat kecambah sendiri, dan juga menyediakan ladang pisang, untuk mengoptimalkan pasokan daun untuk pecelnya.

Sementara pengolahan sambel BP juga menarik untuk disimak. Rupanya dari pemilihan bahan, pak Budi mengutamakan kwalitas. Sehingga tak mengherankan jika kacang harus didatangkan dari Tuban, asem jawa dan daun jeruk dikirim dari Madiun, sementara gula merah nya dibeli langsung ke tasikmalaya. Kacang diolah dengan metode sangrai, setelah sebelumnya dipilih kualitas yag terbaiknya. Selanjutnya setelah matang, kacang diuyek agar kulit terpisah dari biji kacang dan terbelah, lantas ditapeni, agar kulit tidak bercampur dengan biji. Selanjutnya, biji kecil yang ada di dalam kacang, dibuang. "Ini bisa membuat rasa sambel menjadi sedikit pait" terang pak budi sambil menunjukkan bagian kacang tersebut kepada kelanakuliner. Kacang selanjutnya ditumbuk, dicampur dengan bumbu2, dan ditambah dengan kulit jeruk yang ditumbuk. Yang disebut terakhir inilah yang menjadi ciri khas pembeda sambel pecel Madiun dari sambel pecel di daerah lain. Pengusaha pecel tiga generasi ini, mengaku jikalau pasokan kacang tubannya mandheg, dia memilih untuk menghentikan dagangan untuk sementara, sampai pasokan kacang pulih kembali. "Kacang Tuban itu, kecil, tapi menthes mas" jelas pak Budi. Tanpa kacang tuban, hasil sambelnya pasti terasa lain. Berkat kontrol kualitas yang ketat, sambel pecel besutan pak Budi telah merambah benua kangguru, dan beberapa negara di Asia.

Menariknya lagi, untuk menyediakan lauk peyek kacang yang benar-benar khas Madiun, didatangkanlah langsung dari Madiun, pembuat asli peyek kacang Madiun. Kacang yang dipakai masih tetap kacang tuban, namun bedanya, tidak ada perlakuan khas, dimana kacang cukup dibelah menjadi dua, dan dicampurkan ke adonan tepung dan tak lupa, rajangan daun jeruk. Peyek hasil gorengan pun juga tak lepas dari qualiti kontrol. "Dua blek besar peyek pernah saya suruh bagi-bagikan saja, karena rasanya yang tidak pas menurut saya" kenang pak Budi.

Penyaji pecel Madiun ternyata tidak selamanya adalah orang Madiun. "Orang jogja bisa saja jual pecel" Mana ada pecel jogja, adanya ya pecelMadiun. Tapi gestuur dan cara penyajian, sudah membuat kita bisa membedakan ini pecel Madiun asli, dan yang itu pecel Madiun made ini semarang. Sambel pecel semarang memiliki citarasa kencur yang cukup kuat. Sementara Sambel pecel Jawa Timur, cenderung menguatkan daun jeruk nipis. Di sinilah "penyimpangan" itu terjadi, ketika tagline yang diusung adalah pecel Madiun, tapi karena yang menjualnya bukanlah orang Madiun, maka terjadilah. Pecel Madiun disajikan dengan daun pisang yang berlimpah, sementara nasinya hanya nyempil di pojok, dengan kulupan yang lebih banyak, kemudian disiram dengan sambel kacang secara nyepret.



Disarikan dari hasil perbincangan dengan Pak Budi Purwanto, pemilik Pecel Madiun "BP" (021)7032.9768. Ditulis oleh Dian Purnama Putra, untuk kelanakuliner.co.cc

Kamis, 17 Desember 2009

RM Ibu Yanti: Nostalgia Makanan Rumahan Ala Kampung

 NASI TIMBEL VS AYAM GORENG KAMPUNG 
Buka Sejak 20 Juli 2009


Bekasi, kelanakuliner.com
Berkunjung ke satu rumah makan yang baru berdiri setelah sebelumnya rumah makan terkenal pindah dari lokasi tersebut ke lokasi lain, maka yang tersisa adalah sebuah tempat makan yang ada dalam bayang-bayang besar nama besarnya. Demikian pula dengan RM Ibu Yanti, yang baru saja berdiri pertengahan Juli 2009 ini. Namun pada kenyataannya bayang-bayang itu hanyalah fenomena yang menguntungkan dan tidak merugikan sama sekali buat sang pemilik rumah yang lokasi terletak di jalan Veteran No. 28 Margajaya - Bekasi depan Alun-alun Kota Bekasi ini.

Ibu Yanti, sang pemilik rupanya tak mau ketinggalan peluang yang ada. Berkonsep sedikit berbeda dan mencoba menemukan ciri khas baru dari pencitraan rumah makan sebelumnya, maka lahirlah sebuah konsep rumah makan sederhana dengan menu-menu tradisional yang lebih beraneka. Taruhlah sebuah contoh menu masakan baru yang hendak dijadikan sebagai unggulannya, yakni Nasi Ayam Goreng Kampung. Menu tradisional khas Jawa Tengah ini bisa dinikmati dalam dua jenis varian masakan ayam, yakni Ayam Bakar dan Ayam Goreng. Menurut sang kokinya menu unggulan yang lebih disarankan bagi pelanggan kali ini adalah Nasi Ayam Goreng atau Bakar. Berbeda dengan menu pada umumnya di tempat lain, konsep sajian menu Nasi Ayam Bakar atau Goreng Kampungnya benar-benar diolah dengan menu bumbu asli dari kampung dimana tak ada bumbu-bumbu yang bercitarasa ataupun bermerk modern apalagi import. Semuanya asli rempah-rempah nusantara.


Kelanakuliner mencoba juga menu Nasi Timbel Komplit Ayam Goreng. Menu lainnya untuk paket Nasi Timbel Komplit seperti Empal Gepuk dan Ikan Mas sebenarnya tidak kalah mengundang selera. Namun karena waktu, maka menu favorit pelanggan Nasi Timbel Ayam Goreng yang dijadikan food tester. keunikan dari menu Nasi Timbel Komplit Ayam Goreng sebenarnya ada pada kekuatan rempah pada bumbu ayam gorengnya sedangkan nasi timbel yang dibungkus daun pisang ini sepertinya sama dengan nasi pada umumnya, namun taburan bawang goreng dan wanginya nasi yang masih panas menambah selera ditambah lagi sayur asem yang sangat gurih dan tentunya sedikit asam. Khusus untuk bumbu sambel Ayam Gorengnya, kelanakuliner menilai lumayan pedas dan manis. Namun melihat warnanya saja yang merah menggairahkan, sepertinya semakin menambah nikmat gurih dan empuknya ayam goreng kampung ini. Anda tertarik dan mau mencobanya untuk dibawa pulang buat keluarga Anda?


Kunjungi saja RM Ibu Yanti yang terletak di jalan Veteran No.28, Margajaya - Bekasi (depan Alun-alun Bekasi), jangan kuatir dengan lahan parkir, karena rumah makan ini tepat di jalan protokol pusat kota, maka lahan parkir yang tersedia adalah sepanjang jalan. Sistem pelayanan adalah Dine In dan Take Away dengan kapasitas maksimum daya tampung rumah makan bernuansa saung khas Jawa Tengah ini adalah 44 kursi. Buka dari jam 10.00 s/d 22.00 wib. Biar pun begitu untuk sistem pesan antar, Septi (waiter) menjelaskan bahwa ada karyawan yang khusus memberikan layanan pesan antar yakni Mulyani, namun baru bisa hanya di sekitaran lokasi Alun-alun, mulai dari Polres, Kehakiman, Kejaksaan, RSUD hingga kantor PMI dan perkantoran serta percetakan yang ada di sekitar daerah itu saja., ujarnya tersenyum.

Untuk Reservasi Anda bisa menghubungi di nomor telepon
(021) 2888.8439
sedangkan untuk pemesanan skala besar ataupun catering langsung dengan ibu Yanti sendiri di nomor 0815.1121.7092

Menu Utama
RM Ibu Yanti

Paket Spesial 1
* Nasi Timbel Komplit Ayam Bakar/Goreng
* Nasi Timbel Komplit Empal Gepuk
* Nasi Timbel Komplit Ikan Mas
Paket Spesial 2
* Nasi Ikan Gurame Bakar/Goreng
* Nasi Gurame Cobek
* Sop Buntut Goreng/Bakar
* Sop Buntut
* Soto Ayam/ Soto Daging
* Nasi Soto

Paket Spesial 3
* Nasi Ayam Bakar/Goreng Kampung
* Nasi Empal Gepuk/Ikan Mas
* Nasi Goreng Ayam Bakar/Goreng
* Mie Goreng Spesial
* Nasi Goreng Spesial
* Nasi Goreng Seafood
* Mie Goreng Seafood
* Cah kangkung Seafood

PAKET HEMAT
* Nasi Ayam bakar/Goreng Kampung
* Nasi Daging + Tempe + Tahu
* Cah kangkung Polos
* Nasi Capcay
* Nasi Goreng Biasa
* Mie Goreng Biasa
* Nasi Putih
* Telur Ceplok
* Nasi Cah Daging Lada Hitam
* Nasi Cah Ayam Lada Hitam
* Nasi Sapo Tahu



ANEKA MINUMAN RINGAN DINGIN DAN ANEKA JUS


Rabu, 16 Desember 2009

RAJA SOP BETAWI: Unggul dalam Rasa

Pertarungan RASA  Sop Iga Sapi VS Sop Kepala Ikan Kakap
Membuka Frenchise Kantin Outlet di Mall

Jangan tanya rasanya kayak apa...!
Bekasi Cyber Park, kelanakuliner.com
Bila Anda memasuki Kota Bekasi lewat pintu gerbang utama Pintu Tol Bekasi Barat,  maka keluar dari pintu tol dan mengambil belokan ke kiri maka Anda akan melewati beberapa mall besar. Tepat di perempatan besar jalan utama urat nadi jantung kota Bekasi, yakni persimpangan lintasan Kalimalang, antara Jalan KH. Noer Ali dan Jl. Jend. Ahmad Yani, maka di pojokan sebelah kiri perapatan lampu merah pertama yang Anda temui adalah Bekasi Cyber Park. Sebuah tempat belanja, yang kini mulai memfokuskan diri dengan wisata jajan atau kulinernya dengan konsep cyber park (taman maya, dimana pengunjung bisa berselancar internet secara bebas dan gratis sambil menikmati makan di food court dan beragam gerai outlet resto cafe lainnya di beberapa lantai.

Sop Buntut yang Waow!
Salah satu tempat favorit banyak pengunjung adalah food court lantai 2, yang mempunyai ruang langsung terbuka dengan perempatan jantungnya ibukota Bekasi. Di sisi bagian dalam, berjejer outlet-outlet yang sebagian besar adalah cabang waralaba. Beberapa di antaranya yang saya kunjungi adalah Raja Sop Betawi, Aneka Nasi Goreng, dan Bintan Resto Soup Seafood (Mini Steam Boat).

Kelanakuliner.com sendiri mencicipi satu paket sop iga dan sop ikan kepala ikan kakap. Keduanya memang disajikan berbeda. Bila sop iga disajikan dalam mangkuk dan sepiring nasi, maka sop kepala ikan kakap disajikan dengan pemanas spiritus, sehingga kondisi sup kepala ikan selalu panas. Yang pertama kali saya cicipi dari sup kepala ikan kakap ini adalah kaldunya.

Sop Cumi yang mantap
Hmmm, ternyata nikmatnya kombinasi rempah-rempah yang terasa asam, manis, gurih dan asin yang pas. Meski nikmat masih ada satu kekurangan, yakni bau ikannya yang masih tercium kuat. Rupanya, Raja Sop belum mampu menghilangkan bau ikan yang memang tercium anyir dan amis itu. Kombinasi rempah lainnya yang belum saya rasakan adalah jinten hitam atau kayu temoyi dan rempah lainnya yang bisa menghilangkan bau amis dan anyir dari ikan laut. Sedikit campuran buah nanas dan jeruk limau serta lemon saat merendam kepala ikan kakap sepertinya tidak sempat dilakukan oleh sang kokinya.

Biar begitu, sup kepala ikan kakap secara keseluruhan bisa dibilang nikmat dan patut untuk disantap oleh Anda. Bila Anda ingin sup kepala ikan kakap yang tidak berbau anyir dan amis, mintalah sang koki untuk menaburkan bubuk jinten hitam ditambah bubuk lada hitam, di samping mampu menghilangkan bau, jinten hitam mampu pula menghilangkan zat karsinogen (racun) dari sajian kepala ikan kakap yang sudah digoreng garing itu. Pasti sajian yang akan Anda nikmati lebih lezat dan wangi. Tak percaya? Kunjungi saja, BCP lantai 2 dan nikmati sup kepala ikan khas ala Raja Sop Betawi, pasti maknyusss!

Ini dia rajanya sop betawi di Jakarta
Di samping sajian unik sop kepala ikan kakap itu, coba pula sop iga sapinya yang disajikan dengan rasa luar biasa nikmat. Seperti yang menjadi pemeonya kelana kuliner bahwa sebuah sajian bukan hanya unggul dalam rasa, tapi unggul pula dalam bentuk dan harus unggul pula dalam tekstur. Semua kombinasi keunggulan yang diharapkan itu harus menyatu dalam sebuah sajian istimewa. Untuk Sup Iga ala Raja Sop Betawi ini, kelanakuliner memberikan nilai 7 untuk skala 0 s/d 10 baik tekstur, rasa dan tampilan. Artinya, nikmat dan memang pantas untuk disantap dengan harga terjangkau. 


Untuk Pemesanan dan Reservasi hubungi Sidik Rizal (021) 9346.1965. 9315.0159 atau dengan Doni di (021)9934.3912 (021)932.74925