Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Tampilkan postingan dengan label Sop Iga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sop Iga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2011

IGA BAKAR OENGKEB MBAH LAMIN

Gerogoti Santapan Mewah Nan Lezat Terjangkau
DENGAN SUASANA ZAMAN PURBA

Bekasi - wisatakulinerbekasi.com
cak Wawan manajer IBO Mbah Lamin
Begitu banyaknya pilihan sajian makanan yang diolah dari daging sapi khususnya iga sapi, mulai dari yang paling populer bakso rusuk sapi hingga yang paling mewah sop iga sapi atau soto iga bakar dan tentunya iga penyet. Semua itu kini menjadi hal yang biasa bagi masyarakat kita. Jadi tentulah sulit bagi pengusaha kuliner yang mau membuka rumah makan baru dengan mengandalkan sekadar makanan istimewa dari iga atau rusuk sapi.


Kekhasan iga sapi yang mempunyai tulang rusuknya yang berukuran besar, membuat sajian ini menjadi unik dan membutuhkan cara khusus agar bisa dinikmati para pencinta kuliner sajian dari daging sapi.

Bahkan istilah menggerogot daging tulang rusuk menjadi naik level artinya, dimana dulu gaya makan yang sangat purba ini bisa masuk ke gaya makan orang modern yang lebih sering menggunakan sendok garpu dan pisau.


makan di atas piring batu yang terbuat dari fiberglass
Memang beda cara menikmati makanan seperti steak sapi yang biasanya menggunakan garpu sendok dan pisau potong plus gaya borjuisnya saat menikmati setiap potongan daging steak, jika dibandingkan menikmati sajian iga bakar atau bahkan sop iga sekalipun. Karena dari sinilah gaya makan yang paling purba, yakni 'menggerogoti" menjadi selevel dengan gaya makan mewah menggunakan sendok garpu pisau.

keluarga pun jadi bagian merk Iga Bakar bah Lamin
Nah jika mau menikmati gaya makan purba "menggerogoti" iga yang disajikan dengan cara dibakar namun tetap terasa lezat dan tentunya terjangkau kantong di tengah suasana zaman batu meskipun masih bernuansa komik "Flinstone" ya coba saja Anda meluncur ke Sentra Niaga Kalimalang belakang Bekasi Cyber Park (BCP) di Rumah Makan Iga Bakar Oengkeb Mbah Lamin. Hmmmm kelezatan bakaran iga yang diungkeb begitu terasa juicy-nya.

Interior unik nyaman nyaman di IBO Mbah Lamin
RM Iga Bakar Oengkeb Mbah Lamin yang berinterior berukuran 5 x 8 meter persegi di deretan ruko berlantai dua ini tepat di tengah komplek Sentra Niaga Kalimalang jadi sangat gampang dicari, buat para karyawan yang bekerja di kawasan jantung kota Bekasi seperti Metmall, BCP atau Giant dan perkantoran di sekitar Islamic Center Bekasi, jika ingin menikmati makan siang dengan iga bakar ala Mbah Lamin yang sudah diungkeb selama beberapa jam sehingga begitu terasa lezat gurihnya yang begitu empuk, tentunya dengan tangan saja sambil menggerogotinya.... Hmmmm mantabs abis!

saat bersama keluarga pun jadi tambah asyik
Jika Anda mau tahu seberapa populernya Rumah Makan Iga Bakar Oengkeb Mbah Lamin, bisa dilihat kok dari pampangan foto dari beberapa tokoh yang pernah makan dan menikmati iga bakar oengkeb ala Mbah Lamin.

Mulai dari Adi Bing Slamet, artis yang memang sangat menyukai wisata kuliner dan tinggal di Bekasi, dan juga artis seperti Dea Mirella.

Dea Mirella Melody pun suka Iga Bakar Oengkeb
Tak ketinggalan tokoh pemuda dari Banser Nahdhatul Ulama, Cak Nur juga pernah makan di resto yang bergaya zaman batu neolithikum ini.

Tertarik? Silakan saja kunjungi facebooknya Iga Bakar Oengkeb Mbah Lamin, atau bisa juga menghubungi nomor (021)606.36.235 untuk reservasi tempat buat acara meeting kantor, presentasi atau sekadar office gathering.

hingga jam 10:00 malam pun ada saja pengunjung
Kayak pas banget buat menambah suasana keakraban pertemuan dan presentasi Anda, dengan gaya dan suasana unik yang jarang ada di restoran manapun. Apalagi di tempat ini Anda bisa mendapatkan fasilitas lengkap buat presentasi dan tentunya interior yang luar biasa heboh.

tak heran kalau pengunjungnya seramai ini
Tak usah kuatir, RM Iga Bakar Oengkeb Mbah Lamin buka dari jam 10:00 pagi hingga pukul 10:00 malam jadi pas buat sekadar makan siang hingga meeting point dengan kolega Anda hingga malam. Pastinya nggak perlu menguras kantong. Hehehehe... yang kurang hanya satu dari resto ini.... meskiun sambalnya muantabbss buanget, tapi daging iga bakarnya kurang GEDE.... hahahahaha!

Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com

Rabu, 28 April 2010

Kantin TENDA THE-5 Dirjen LPE & Kantin BPLHD

eKANTIN KEJUJURAN ala KANTORAN Favorit Expatriat

Cassablanca, Kuningan - kelanakuliner.co.cc
Bagaimana menurut Anda bila belanja di satu tempat dan pembayarannya Anda tidak mendapatkan slip pembayaran atau nota bon? Sepertinya kita teringat kembali dengan masa-masa sekolah dulu, dimana kita makan dengan ambil sana comot sini, pembayaran tinggal nyebut bakwan makan 5, es teh manis 1. Biasanya sang pemilik kantin, umumnya ibu-ibu akan menghitung dengan cepat tanpa curiga dan bilang "Lima ribu...!" Padahal mungkin saja kita makannya bakwan lebih dari lima... Hehehehe, itulah masa di sekolah dulu. Kini hal itu masih ada di beberapa sekolah terutama SD dan SMP dan biasa disebut dengan Kantin Kejujuran, seperti yang sedang marak ada di Kota Bekasi.

Tapi bagaimana kalau kantin kejujuran itu adanya di tengah kota metropolitan seperti Jakarta. Apalagi di sebuah perkantoran yang terletak di lingkungan gedung perkantoran cukup mewah. Sekalipun di sebuah perkantoran pemerintahan, namun biasanya sistem belanja atau makan dengan cara alacarte maupun prasmanan pasti menggunakan sistem pembayaran di kasir yang harus dibayar di muka sebelum menikmati hidangan. Ada satu kantin yang bukan saja menerapkan sistem makan bebas dan bayar dengan jujur berapa semua yang dimakan tanpa nota atau slip pemesanan. Kantin itu adalah Kantin The-5 di gedung Dirjen LPE dan Kantin BPLHD.

Kelanakuliner berhasil menemui sang pemilik, Elly, wanita kelahiran Jakarta, 17 Juli ini menuturkan bahwa semenjak dia membuka usaha kantin di gedung Dirjen LPE (Listrik dan Pemberdayaan Energi) bersama suaminya sesaat setelah dia mencoba membuka warung makan di dekat rumahnya. Setelah seorang koleganya mencicipi menu masakannya, sang teman itu menawarkannya untuk membuka kantin di kantornya. Kebetulan sekali kantin di kantornya sudah aktif lagi.

Siapa sangka bila ternyata yang dimaksud dengan kantin di kantor instansi pemerintah tersebut ternyata adalah gudang sekaligus ruang parkir kendaraan kantor. Elly dan suaminya, Suyanto akhirnya membabat alas bekas gudang dan parkir itu menjadi ruang kantin yang layak pakai. Mulai dengan modal duapuluh lima juta untuk membeli peralatan dapur dan kantin, mereka pun memulai usaha kantin ala kadarnya dengan menu nasi rames dan lain-lain di tahun 2005.

Rupanya untung tak langsung bisa diraih. Selama setahun penuh, Ellya dan suami mengalami kerugian yang tak sedikit, Namun sang suami, yang pensiunan karyawan swasta di perusahaan Amerika pada tahun 2004 ini tetap meminta Elly bertahan dan terus mendorongnya melanjutkan usaha kantin mereka. Dan akhirnya usaha kantin ini pun mulai kelihatan buah hasilnya. Hal ini disebabkan bukan saja kerja keras dan ketekunan namun karena faktor harga yang sangat menentukan. Kini di antara beberapa kantin yang ada di dekat mereka, hanya kantin milik merekalah yang paling murah setiap harga sajiannya. Tapi yang lebih unik dari cara berdagang pasangan suami istri yang telah beranak 4 ini adalah konsep kantin kejujuran. Mulai dari pelanggan yang dibiarkan bebas mengambil makanannya sendiri dan membayar apa yang mereka makan tanpa dicatat hingga sistem pelaporan keuangan para pegawainya yang kini telah berjumlah 8 orang itu. Tidak ada satupun yang menggunakan catatan mesin hitung modern, semuanya hanya berdasarkan saling percaya dan kejujuran. Suatu model berdagang yang luar biasa di tengah budaya modern yang kadang penuh dengan intrik seperti di Jakarta sekarang ini.

Ketika ditanya tentang nama kantinnya yang unik The - 5, sang wanita berjilbab yang kini anaknya telah duduk di bangku kuliah ini menyatakan, "Nama The-5 (baca = De-Lima) datangnya dari seorang teman sekolah, Budi Setiawan, di SMA 44 yang pada saat itu sedang berkunjung ke rumah untuk mengadakan acara reunian sekolah. Budi hendak mendirikan sebuah event-organizer yang membutuhkan orang-orang yang dia kenal terutama dari teman-teman sekolahnya dan kebetulan berjumlah 5 orang."

Dari nama event organizer inilah, Elly melihat The-5 cukup bagus untuk nama kantinnya. Satu kebetulan, dirinya dengan suami tinggal di jalan Delima, Perumnas Klender. Maka jadilah The-5 sebagai nama kantinnya.

KANTIN MURAH YANG JUAL SINGKONG FLA FAVORIT PELANGGAN PEREMPUAN

Lalu apa sih sajian unik serta unggulan yang ada di kantin The-5? Kalau bisa direkomendasi sepertinya kelanakuliner memilih Sop Kimlo dan Sop Iga khas ala Kantin The-5 (semula terbaca kantin THE'S saat kelana kuliner pertama melihat tulisan di kaca etalase makanannya). Sedangkan untuk makanan ringannya salah satunya adalah Singkong Fla (ada yang menyebutnya Singkong Thailand). Sepertinya bisa direkomendasi sebagai camilan (apetizer) pilihan kelanakuliner, karena sajian ini termasuk yang paling diminati para pelanggannya terutama para wanita.

"Meskipun begitu, ada juga bapak-bapak yang memesan Singkong Fla ini," papar Elly. Dengan hanya merogoh Rp 5.000,- kita bisa menikmati dua potong singkong rebus yang disiram dengan fla susu. Hmmm masalah rasa, silakan Anda coba sendiri di kedua kantin di atas.

"Untuk Sop Iga Sapi kami, sepertinya masih yang paling murah dibandingkan dengan harga sajian sejenis yang ada di sekitar perkantoran ini," imbuh Elly dan diiyakan oleh suaminya. Hanya dengan Rp 15.000,- kita bisa mendapatkan seporsi Sop Iga dan nasi. Bila ditambah dengan es jeruk, maka paling mahal hanya Rp 20.000,- Kalau sudah begini siapa yang bisa bantah bahwa kantin ini paling murah serta paling laku dibandingkan dengan yang lainnya.

Bagaimana dengan Sop Kimlonya (sebagian orang ada yang menyebutnya Sop Timlo). Sajian khas Jawa Tengah yang terdiri sayur-sayuran, udang dan jamur serta potongan tahu berkuah sop ini, termasuk sajian sedap dan nikmat disantap saat panas bersama nasi putih.

"Biar begitu," jelas Yanto, lelaki kelahiran 10 September ini, "Menu yang kami sajikan selalu diputar agar para pelanggan tidak bosan". Hal iini dimungkinkan karena kebanyakan dari para pelanggannya adalah karyawan di sekitar kantor. Jadi tidaklah aneh bila Anda berkunjung ke kantin ini, sering sekali dikunjungi ekspatriat atau konsultan asing yang bekerja di instansi pemerintah. Rupanya menu yang disajikan kantin ini terutama yang berlokasi di Dirjen LPE pas dengan selera barat mereka. Para ekspatriat yang biasanya datang dari Itali, Australia, Inggris bahkan dari Jepang pun sangat menyukai makan siang di kantin The-5. Beberapa dari mereka sempat kelanakuliner tanyakan tentang makan siang mereka di kantin ini. Namun karena makan siang mereka yang juga sekaligus dijadikan kesempatan sesama ekspatriat dari berbagai negara itu, mereka hanya bisa berkomentar dengan mengacungkan jempol tanda mereka sangat menikmati menu sajian dan tampaknya tak mau diganggu beragam pertanyaan sambil menolak sopan dengan senyum ramah. Sang pemilik kantin, ibu Elly pun menyempatkan diri berfoto bersama para konsultan asing ini. Cepret...! (Lumayan marketing promo dari endorser ekspatriat pencinta kuliner Indonesia) Hmmmm.... Pantas saja mereka suka, menu Sup iga dan Sup Kimlo serta Ayam Gorengnya paling sering jadi pilihan favorit mereka. Hebat juga bukan? Menu Indonesia disukai oleh orang asing dari sebuah kantin sederhana saja.

Dari semua petualangan kelanakulner kali ini, mungkin cuma di Kantin The-5 dan Kantin BPLHD yang tidak perlu melihat daftar menu dari harganya terlebih dahulu. Karena di samping semua pengunjung bebas memilih sendiri dan mengambil makannya, harga mahal tak ada kamusnya bagi kantin yang telah berusia 5 tahun lebih ini. Anda mau coba? Sila hubungi ibu Elly di nomor 08129971333. Ibu Elly juga bisa menerima pesanan resepsi sederhana, arisan, acara pengajian ibu-ibu atau pesta syukuran sederhana. Soal harga, berani diadu!

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc

Rabu, 16 Desember 2009

RAJA SOP BETAWI: Unggul dalam Rasa

Pertarungan RASA  Sop Iga Sapi VS Sop Kepala Ikan Kakap
Membuka Frenchise Kantin Outlet di Mall

Jangan tanya rasanya kayak apa...!
Bekasi Cyber Park, kelanakuliner.com
Bila Anda memasuki Kota Bekasi lewat pintu gerbang utama Pintu Tol Bekasi Barat,  maka keluar dari pintu tol dan mengambil belokan ke kiri maka Anda akan melewati beberapa mall besar. Tepat di perempatan besar jalan utama urat nadi jantung kota Bekasi, yakni persimpangan lintasan Kalimalang, antara Jalan KH. Noer Ali dan Jl. Jend. Ahmad Yani, maka di pojokan sebelah kiri perapatan lampu merah pertama yang Anda temui adalah Bekasi Cyber Park. Sebuah tempat belanja, yang kini mulai memfokuskan diri dengan wisata jajan atau kulinernya dengan konsep cyber park (taman maya, dimana pengunjung bisa berselancar internet secara bebas dan gratis sambil menikmati makan di food court dan beragam gerai outlet resto cafe lainnya di beberapa lantai.

Sop Buntut yang Waow!
Salah satu tempat favorit banyak pengunjung adalah food court lantai 2, yang mempunyai ruang langsung terbuka dengan perempatan jantungnya ibukota Bekasi. Di sisi bagian dalam, berjejer outlet-outlet yang sebagian besar adalah cabang waralaba. Beberapa di antaranya yang saya kunjungi adalah Raja Sop Betawi, Aneka Nasi Goreng, dan Bintan Resto Soup Seafood (Mini Steam Boat).

Kelanakuliner.com sendiri mencicipi satu paket sop iga dan sop ikan kepala ikan kakap. Keduanya memang disajikan berbeda. Bila sop iga disajikan dalam mangkuk dan sepiring nasi, maka sop kepala ikan kakap disajikan dengan pemanas spiritus, sehingga kondisi sup kepala ikan selalu panas. Yang pertama kali saya cicipi dari sup kepala ikan kakap ini adalah kaldunya.

Sop Cumi yang mantap
Hmmm, ternyata nikmatnya kombinasi rempah-rempah yang terasa asam, manis, gurih dan asin yang pas. Meski nikmat masih ada satu kekurangan, yakni bau ikannya yang masih tercium kuat. Rupanya, Raja Sop belum mampu menghilangkan bau ikan yang memang tercium anyir dan amis itu. Kombinasi rempah lainnya yang belum saya rasakan adalah jinten hitam atau kayu temoyi dan rempah lainnya yang bisa menghilangkan bau amis dan anyir dari ikan laut. Sedikit campuran buah nanas dan jeruk limau serta lemon saat merendam kepala ikan kakap sepertinya tidak sempat dilakukan oleh sang kokinya.

Biar begitu, sup kepala ikan kakap secara keseluruhan bisa dibilang nikmat dan patut untuk disantap oleh Anda. Bila Anda ingin sup kepala ikan kakap yang tidak berbau anyir dan amis, mintalah sang koki untuk menaburkan bubuk jinten hitam ditambah bubuk lada hitam, di samping mampu menghilangkan bau, jinten hitam mampu pula menghilangkan zat karsinogen (racun) dari sajian kepala ikan kakap yang sudah digoreng garing itu. Pasti sajian yang akan Anda nikmati lebih lezat dan wangi. Tak percaya? Kunjungi saja, BCP lantai 2 dan nikmati sup kepala ikan khas ala Raja Sop Betawi, pasti maknyusss!

Ini dia rajanya sop betawi di Jakarta
Di samping sajian unik sop kepala ikan kakap itu, coba pula sop iga sapinya yang disajikan dengan rasa luar biasa nikmat. Seperti yang menjadi pemeonya kelana kuliner bahwa sebuah sajian bukan hanya unggul dalam rasa, tapi unggul pula dalam bentuk dan harus unggul pula dalam tekstur. Semua kombinasi keunggulan yang diharapkan itu harus menyatu dalam sebuah sajian istimewa. Untuk Sup Iga ala Raja Sop Betawi ini, kelanakuliner memberikan nilai 7 untuk skala 0 s/d 10 baik tekstur, rasa dan tampilan. Artinya, nikmat dan memang pantas untuk disantap dengan harga terjangkau. 


Untuk Pemesanan dan Reservasi hubungi Sidik Rizal (021) 9346.1965. 9315.0159 atau dengan Doni di (021)9934.3912 (021)932.74925

RAJA SOP BETAWI: Unggul dalam Rasa

Pertarungan RASA  Sop Iga Sapi VS Sop Kepala Ikan Kakap
Membuka Frenchise Kantin Outlet di Mall


Bekasi Cyber Park, kelanakuliner.com
Bila Anda memasuki Kota Bekasi lewat pintu gerbang utama Pintu Tol Bekasi Barat,  maka keluar dari pintu tol dan mengambil belokan ke kiri maka Anda akan melewati beberapa mall besar. Tepat di perempatan besar jalan utama urat nadi jantung kota Bekasi, yakni persimpangan lintasan Kalimalang, antara Jalan KH. Noer Ali dan Jl. Jend. Ahmad Yani, maka di pojokan sebelah kiri perapatan lampu merah pertama yang Anda temui adalah Bekasi Cyber Park. Sebuah tempat belanja, yang kini mulai memfokuskan diri dengan wisata jajan atau kulinernya dengan konsep cyber park (taman maya, dimana pengunjung bisa berselancar internet secara bebas dan gratis sambil menikmati makan di food court dan beragam gerai outlet resto cafe lainnya di beberapa lantai.


Salah satu tempat favorit banyak pengunjung adalah food court lantai 2, yang mempunyai ruang langsung terbuka dengan perempatan jantungnya ibukota Bekasi. Di sisi bagian dalam, berjejer outlet-outlet yang sebagian besar adalah cabang waralaba. Beberapa di antaranya yang saya kunjungi adalah Raja Sop Betawi, Aneka Nasi Goreng, dan Bintan Resto Soup Seafood (Mini Steam Boat).

Kelanakuliner.com sendiri mencicipi satu paket sop iga dan sop ikan kepala ikan kakap. Keduanya memang disajikan berbeda. Bila sop iga disajikan dalam mangkuk dan sepiring nasi, maka sop kepala ikan kakap disajikan dengan pemanas spiritus, sehingga kondisi sup kepala ikan selalu panas. Yang pertama kali saya cicipi dari sup kepala ikan kakap ini adalah kaldunya. Hmmm, ternyata nikmatnya kombinasi rempah-rempah yang terasa asam, manis, gurih dan asin yang pas. Meski nikmat masih ada satu kekurangan, yakni bau ikannya yang masih tercium kuat. Rupanya, Raja Sop belum mampu menghilangkan bau ikan yang memang tercium anyir dan amis itu. Kombinasi rempah lainnya yang belum saya rasakan adalah jinten hitam atau kayu temoyi dan rempah lainnya yang bisa menghilangkan bau amis dan anyir dari ikan laut. Sedikit campuran buah nanas dan jeruk limau serta lemon saat merendam kepala ikan kakap sepertinya tidak sempat dilakukan oleh sang kokinya. Biar begitu, sup kepala ikan kakap secara keseluruhan bisa dibilang nikmat dan patut untuk disantap oleh Anda. Bila Anda ingin sup kepala ikan kakap yang tidak berbau anyir dan amis, mintalah sang koki untuk menaburkan bubuk jinten hitam ditambah bubuk lada hitam, di samping mampu menghilangkan bau, jinten hitam mampu pula menghilangkan zat karsinogen (racun) dari sajian kepala ikan kakap yang sudah digoreng garing itu. Pasti sajian yang akan Anda nikmati lebih lezat dan wangi. Tak percaya? Kunjungi saja, BCP lantai 2 dan nikmati sup kepala ikan khas ala Raja Sop Betawi, pasti maknyusss!


Di samping sajian unik sop kepala ikan kakap itu, coba pula sop iga sapinya yang disajikan dengan rasa luar biasa nikmat. Seperti yang menjadi pemeonya kelana kuliner bahwa sebuah sajian bukan hanya unggul dalam rasa, tapi unggul pula dalam bentuk dan harus unggul pula dalam tekstur. Semua kombinasi keunggulan yang diharapkan itu harus menyatu dalam sebuah sajian istimewa. Untuk Sup Iga ala Raja Sop Betawi ini, kelanakuliner memberikan nilai 7 untuk skala 0 s/d 10 baik tekstur, rasa dan tampilan. Artinya, nikmat dan memang pantas untuk disantap dengan harga terjangkau. 


Untuk Pemesanan dan Reservasi hubungi (021) – 9315.0260 atau dengan Doni di (021)9934.3023