Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Selasa, 11 Mei 2010

AYAM BAKAR TUSUK PATUNG KUDA 1 & 2 GALAXI BEKASI

LIPUTAN KASUS PENUSUKAN AYAM BAKAR SOLO

Galaxi Bekasi - www.kelanakuliner.co.cc
Mencari ayam bakar khas Solo di kawasan ruko Galaxi baik Patung Kuda 1 dan Patung Kuda 2 Anda tak akan kesulitan menemukan gerobak Soto khas Jawa Timur. Tapi jangan salah gerobak itu justru menyajikan makanan asli khas Solo yang tidak bisa Anda jumpai di lain tempat di Bekasi kecuali di tempat ini. Ayam Bakar Tusuk khas Solo.

Seorang karyawannya yang menjaga gerai di dekat Patung Kuda 2, mas Dedi mengatakan bahwa gerai ini sudah ada semenjak 6 bulan lalu. Semula ia bertugas di dekat Patung Kuda 1, dan untuk pengembangan berikutnya Dedi dipercayakan sang pemilik, Ibu Yuli dan Ibu Nuroh untuk membuka dan mengelola gerai kedua. Lelaki lajang kelahiran Tegal, 21 Desember 1983 ini mengaku belajar membuat bumbu bersama sang pemilik bersama-sama mulai dari mengolah ayam potong menjadi ayam bakar siap saji. Jadi setelah setengah matang diungkeb 2 jam setengah, ayam bakar siap dibakar untuk disajikan.

"Sebenarnya setiap pelanggan bisa makan di sini Mas," kata mas Dedi, "berhubung sedang direnovasi maka sementara ini yah pesan untuk dibawa pergi," imbuhnya. Sambil menunggu bakaran ayam, kelanakuliner melihat cara penyajian ayam bakar yang siap santap itu dibuat. Ada olesan kecap dan madu sebeblum diletakkan di atas pemanggangan. Yang membedakan dengan aya bakar lainnya sepertinya tusuk bambu yang menancap di potongan ayam. Seekor ayam bisa jadi empat potong.

Melihat bentukn ya saja sudah terbayang kenikmatan ayam bakar tusuk ini. Belum lagi wangi harumnya yang begitu mengundang selera. Jangan tanya tentang nikmatnya. Yang jelas, belum sejam kelanakuliner berada di tempat sederhana kakilima itu, sudah antri beberapa pelanggan yang memesan ayam bakar tusuk. Tampaknya para pelanggan memang sudah terbiasa menunggu saat bakaran pesanan mereka sedang dibuat dan wanginya tercium harum menggiurkan.

Anda tertarik memesan Ayam Bakar Tusuk hubungi saja ibu Yuli (021)913.9727 atau ibu Nuroh (021) 3295.4172, 0813.10800.208 dan bisa juga datang ke Patung Kuda 1 dan Patung Kuda 2 depan Nurul Fikri

Minggu, 09 Mei 2010

Le Zatte Jatiwaringin Memang Tak Ada Duanya

Tak Peduli Harganya Yang Penting Cuma Rasanya

Jatiwaringin, www.kelanakuliner.co.cc
Di antara sekian banyak usaha roti yang ada di jalur Jatiwaringin, ada beberapa yang menawarkan roti dan cake tanpa memperhitungkan faktor harga. Toko roti satu ini milik wanita pengusaha yang dipercayakan kepada sang koki, Mohamad Amien Hartono. Lelaki yang telah lebih dari 20 tahun bergelut di dunia bakery ini memang hanyalah seorang koki sederhana dan tak termasuk ahli masak yang banyak menemukan inovasi produk dalam hal ini usaha roti di tempat kerjanya.

Namun begitu, salah satu jenis rotinya yang sudah tak jadi tren di beberapa usaha roti lainnya. Amien masih mengeluarkan Roti Sisirnya karena ia menjadi salah satu favorit pelanggan di Le Zatte Bakery and Cake. "Ada juga roti lainnya seperti Roti isi Sosis ini, yang termasuk paling laku di sini," ungkap Amien.

Untuk rotinya seperti Le Zatte Cake & Baker mempunyai harga yang tak terlalu beda jauh dengan tempat lainnya. Bahkan roti-rotinya cenderung sama saja baik itu dalam rasa maupun harga. Lain roti lain pula cake di Le Zatte. Yang membedakan Le Zatte dengan tempat lain adalah cakenya. Untuk sepotong cak coklat berukuran kecil kita harus merogoh kocek Rp 20.000,- dan cake paling kecil berukuran bundar 20cm memiliki harga Rp 225.000,- per buahnya. Harganya memang sedikit lebih mahal dibandingkan pesaing.

"Kami memang tidak menurunkan harganya agar sama dengan harga cake di lain tempat. Sebagai satu-satunya Le-Zatte di Jatiwaringin, harga bukanlah masalah. Para pelanggan kami memang hanya memilih karena rasa dan kualitas cake kami, bukan karena harga murah," papar Amien. Sepertinya kebanyakan para pelanggan Le Zatte tidak mempertimbangkan mahal atau tidaknya cake maupun roti. Le Zatte sepertinya sudah memiliki pelanggan setia.

Menurut lelaki kelahiran Jakarta, 1 Januari 1968 ini, roti black forest di Le Zatte merupakan salah satu favorit pelanggan. "Di samping black forest ada juga bolu roll yang harganya lumayan murah," ungkap sang ahli roti ini yang telah bekerja dengan Ibu Ismi sang pemilik Le Zatte cake & bakery, lebih dari 6 tahun. 

Anda tertarik untuk membuka usaha atau kerjasama dengan Le Zatte Cake & Bakery? Sila kan hubungi (021) 9346.1965 atau kunjungi saja Le Zatte di jalan Jaiwaringin Raya No. 7 Jakarta 13620 dan hubungi pak Amien.

Sidik Rizal - www.kulinerkulinerkuliner.blogspot.com

Sabtu, 08 Mei 2010

Brazillian Chuross & Coffee Bekasi Square

The One and Only in Bekasi You Can Enjoy Chuross

Bekasi Square - www.kelanakuliner.co.cc
Mencari tempat tongkrongan yang menyenangkan di wilayah Bekasi tidaklah sesulit yang dikira, namun juga tidaklah terlalu gampang untuk mendapatkan yang bisa memberikan suasana menyenangkan sekaligus berkesan. Dengan semakin banyak berdirinya pusat perbelanjaan di Bekasi yang memberikan fasilitas wisata belanja keluarga otomatis bertambah pula food court atau kafe dan kedai makan sebagai tempat tongkrongan atau meeting point.

Memang tempat makan baik itu resto besar hingga kafe atau bahkan warung kaki lima yang menyajikan nasi kucing sekalipun tetap saja bisa menjadi tempat menarik untuk rendezvous maupun sekadar nongkrong. Sekarang tinggal bagaimana kita memilih yang paling sesuai dengan seera dan gaya hidup kita.

Bila kita ingin mencoba tempat untuk hang around bersama teman atau kolega kita dan kebetulan ketebalan isi dompet bisa jadi kendala, maka penjelajahan ke pusat perbelanjaan modern di Bekasi bisa jadi alternatif. Karena memang tidak selalu kafe atau mini resto di dalam pusat wisata belanja membutuhkan kocek tebal. Contohnya adalah sebuah kafe bergaya semi modern dan minimalis dengan sajian bergaya Eropa yang bernama Brazillian Chuross & Coffee.

Meskipun pada awalnya memiliki interior desain yang sedikit "menakutkan" buat mereka yang datang berkunjung ke Bekasi Square, akhirnya sang pemilik kafe bergaya Brazil ini merubah konsep desain interiornya menjadi lebih sederhana dan membuang beberapa ornamen yang berkesan mewah. Eddy, lelaki kelahiran Jakarta, tanggal 16 Januari 1979 ini mengakui bahwa dirinya memang termotivasi oleh ide dari ayahnya untuk membuka kafe yang bernuansakan makanan dari negeri pemenang 5 kali piala dunia sepakbola ini.

Begitu ayahnya memintanya untuk membuat kafe yang menyajikan makanan khas Brazil, Eddy langsung menerimanya. Kebetulan sekali ide ayahnya itu belum banyak cafe yang serupa. Dia pun melakukan survey melalui internet, dan ternyata didapatinya hanya ada satu dua cafe makanan khas Brazil. Itupun adanya di Jakarta, belum ada sama sekali di wilayah Kota Bekasi.

Eddy pun akhirnya membulatkan tekad untuk mempelajari menu-menu makanan dari Brazil. Chuross pun sebagai pilihan. Eddy beranggapan bahwa menu pastry chuross bisa disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Dia pun segera mempelajari secara total melalui internet tentang sajian lezat chuross. Demi melengkapi penelitiannya, lelaki lajang dengan tinggi 180 cm ini rela mencari beberapa tempat yang menyajikan makanan khas Brazil. "Hanya ada satu tempat di Jakarta yang menyajikan chuross. Namun saat sudah mencobanya, sepertinya saya harus memodifikasinya agar pas dengan lidah orang kita," papar lelaki berkulit bersih ini.

"Kebetulan minuman seperti kopi Brazil dikenal banyak para penggemarnya. Bila kopi Brazil yang asli lumayan pahit rasanya. Maka saya harus mencoba membuat minuman kopi di kafe saya dengan rasa yang lebih tawar dan pas dengan selera kita," imbuh lelaki yang pernah buka beragam usaha mulai dari warnet, konsultan pendidikan ke laur negeri hingga bisnis sepatu sisa ekspor.

Hasil jerih payah penelitiannya ternyata tak sia-sia. Eddy akhirnya berhasil mendapatkan cara membuat sajian khas Chuross dan olahan beberapa sajian kopi. "Sampai saya harus belajar bagaimana menyajikan aneka olahan kopi, dan hampir saja jadi barrista," ungkapnya tertawa.

Sepertinya akan lebih fair, bila kelanakuliner mencicipi keunggulan sajian dari Brazillian Chuross & Coffee. "Anda mau coba chuross yang manis atau gurih sebagai toppingnya?", tanya Eddy memberikan pilihan. Sepertinya Chuross yang gurih atau asin sangat mengundang selera, sedangkan minuman Coffee Latte dengan biji kopi Brazil sebagai pendampingnya.

Chuross yang ada di Jakarta kebanyakan adalah chuross yang didatangkan dari California atau chuross khas Mexico. "Chuross-nya kebanyakan lebih keras disajikan dengan sedikit pilihan topping dan cenderung terasa gurih asin," ungkap anak bungsu dari 3 bersaudara ini. Sajian Chuross di tempat yang berlokasi di lantai 1 Bekasi Square ini memang lebih lunak dan rasanya biasanya lebih manis seperti kue lidah kucing dengan lunaknya nyaris mirip cakwe. "Tapi nggak selunak itu lah!" jelas seorang pelanggan pada lain kesempatan.

Biar sedikit berbeda dengan coffee shop di manapun, Eddy mencoba membeli alat press kopi tradisional dari Jerman. "Sebenarnya sudah banyak kafe yang menggunakan frenchpress. Alat ini memang memberikan hasil sensasi rasa kopi yang agak kental tapi tidak terlalu pahit. Tidak seperti alat modern penggiling kopi listrik yang terkadang membuat kopi jadi terasa terlalu hambar," ungkap Eddy. Dengan peralatan penggiling kopi klasik yang kurang efektif atau peralatan modern yang terlalu mahal baginya dirasa belum pas dengan usahanya yang baru.

Biarpun begitu, secangkir kopi yang disajikan oleh Eddy memang terasa pas nikmatnya dan mantap sehabis menyantap Chuross dengan topping salad jagung dan daging cincang. Rasa pahit kopinya begitu pas dan tidak terlalu. Sedangkan churossnya lebih manis dan empuk. Pokoknya mantap buanget. Semua kenikmatan rasa di lidah itu semakin lengkap dengan interior desain yang cozy dan nyaman buat berlama-lama nongkrong di cafe Brazillian Chuross & Coffee . Ada beberapa pasangan yang sedang menikmati menu sajian serupa di sore itu. Sepertinya mereka memang benar-benar menikmati semua yang ada.

Bila Anda tertarik bukan saja menikmati lezatnya chuross dengan berbagai pilihan rasa, di Brazillian Chuross & Coffee tapi juga minum kopi bersama kolega atau pasangan Anda, silakan kunjungi Bekasi Square Lt UG No 181. Tak perlu kuatir kehabisan tempat, di Brazillian Chuross & Coffee yang buka setiap hari ini mempunyai daya tampung sedikitnya 80 pengunjung dan buka dari jam 10.00 sampai dengan jam 23.00 wib. Brazillian Chuross & Coffee juga membuka cafe serupa di kantin kampus Universitas Tarumanegara.

Sidik Rizal - www.dobeldobel.co.cc