Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Tampilkan postingan dengan label Burger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burger. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Januari 2010

Burger Mania Bekasi, Waralaba Pertama Orang Bekasi Asli Gorontalo

Burger Lezat Mayo Nikmat Makan Sehat Asli Orang Bekasi


Bekasi, kelanakuliner.com
Setelah muter-muter berkelana mengelilingi (hiperbolis sangat neh kalimat) Bekasi, akhirnya ada juga makanan orang Bekasi yang kelasnya bisa mengglobal... walaupun belum seh... tapi nantinya pasti... Setidaknya makana dengan menu internasional yang dibuat asli oleh tangan warga bekasi kelahiran Gorontalo ini bisa mewakili kebanggaan orang Bekasi di mata dunia persepakbolaan kita yang terpuruk! Hah? Apa hubungannya? Sabodo ah!


Bila makanan lokal mungkin sedang merangkak untuk bersaing dengan makanan import yang kini kian marak dikelola oleh para pengusaha lokal, maka bersamaan dengan itu, Burger Mania melakukan terobosan untuk membuat waralaba yang pas dan trend bisa dinikmati oleh siapa saja dengan rasa lokal namun tetap disuka. Sebagai FOOD TASTER dan FOOD TESTERnya sendiri, Rosa meminta sang suami, Dede untuk menguji menu buatannya apakah layak jual dan layak saji. What a clever try!


Setelah sang suami, Dede memberi sinyal rasa dan teksturnya ok mulai dari Mayonaise hingga jenis roti serta beef daging sapinya, maka Rosa semakin yakin untuk meluncurkan produknya di lingkungan rumahnya sebagai langkah awal. Dan dari situlah usahanya sedikit demi sedikit meningkat dan mulai menjadi salah satu usaha kuliner yang ia waralabakan. Hmm very promising deh buat usaha cari kemitraan waralaba... gimana coy? Tertarik... Mendingan lu nyobain dulu aja Burgernya yang lumayan OK itu....


Rasanya ternyata secantik karyawannya yang bernama Dessy (halah.... pa hubungannya?) ngaco deh! Kebetulan gue pas mau wawancara dan menemui sang pemilik mini resto BurgerMania ketemunya si karyawan ahli masak burger itu... Tapi gue gak mau kan jadi badass! (kalo bahasa jawatimurannya Bedess!) Gue coba bersabar menunggu sang boss pulang dari tempat kerjanya. Maklum sang pemilik ibu Rosa masih bekerja sebagai marketing officer di sebuah perusahaan besar. Hmmm this is a chance to get more acquainted neh... hehehe!


Gue pun coba nanya-nanya banyak hal sambil sesekali ngambil fotonya Dessi... gimana lagi boss... gue kalo ngelihat cewek cakep bawaannya gatel aja mau ..... MOTRET... ya iya lah... masak another thing seh!!! Sialannya sampe gue nyaris mau pergi, gak disajiin makanan atau minuman sedikitpun... Busyet neh cewek, mentang-mentang gue wartawan dan gue gak minta masak gak ditawarin sedikit acan... Tapi at last dia nawarin gue minum Es Cappuccinonya yang manis dan nikmat.... hhhhhmmmm lega deh! tenggorokan gue langsung sukses nyaman!


By the way bus way anyway... gue coba asking more question but... Desi cuma bisa menjawab, "Kalau urusan rinciannya seh mending tanya sama Ibu aja Mas...!" katanya menjelaskan tentang rahasia bumbu dan waralaba serta nomor teleponnya.... heheheh nice try kan?

Dan nggak terlalu lama gue langsung pergi dulu mau ngambil tagihan bayaran iklan. Gue sambil basa-basi nyeruput minuman Es Cappuccino terakhir gue dan pamitan sama si cantik Dessi... bikin janjian nanti ketemuan sama sang boss.

Setelah segala urusan beres, baru deh ketemuan sama ibu Rosa, si bos wanita kelahiran Gorontalo; Hmmm kayaknya pas banget ya sama daerah asal Walikota Bekasi, si Mochtar Mohamad. Tapi nggak ada hubungannya lah sama isi tulisan gue ini kalo gue ceritain... iya dong!


Oleh Bu Rosa gue ditawari menikmati menu Burgernya yang lumayan enak itu (gue seh nggak begitu suka burger, tapi kali itu gue nyoba ternyata sama enaknya sama BigMac nya McD tuh.. Cuma ada sedikit perbedaan, yakni mayonaisenya yang sedikit lebih gurih dan tidak seasam mayonaise yang umumnya pernah gue rasain di burger lain... hmmmm bentaran gue mau thinking it over again.... TERNYATA.... otak kanan
gue bilang rasanya Ok bangets men!




Mau nyoba? Come to visit to Perumahan Kayuringin atau lewat GOR dan tembus ke belakang nya, bisa lewat SMA 2 Bekasi atau bisa juga dari RS Mitra Keluarga... terserah enaknya lo aja. Atau bisa juga menghubungi nomor telepon berikut ini untur pesan antar BurgerMania di
(021)9461.8664 atau 0813.1774.5158 atau 08119.48136 langsung dengan Dede atau Rosa.


Sidik Rizal - dobeldobel.com

Rabu, 19 Agustus 2009

Burger & Grill: The Smart Choice for Rendezvous


Mau Ngeburger atau Nyetik,
Ya Cuma Burger & Grill lah Tongkrongannya!


Jakarta, kelanakuliner.com
I have wandered for several place in Kalimalang, and I found the nice and cozy place to visit. Yes, I saw it was used to be the Wong Solo the Ayam Bakar restaurant. I knew from the internet that the place of Ayam Bakar Wong Solo did not run well for some reason. And for subtitution, we can find the new resto and cafe for youngster. Burger & Grill Kalimalang, I call it, located in the corner of T-junction of Kalimalang and Durensawit. The same as the other Burger & Grill outlet, hte main menu is burger and steak (ya iya lah burger dan steak masak singkong dan keju?)

But the most interesting I found in this resto cafe was the hospitality and service for customer. I thought it was deserved the highest score for them. After they knew I was a blogger journalist, they still treated me like the customer, and they recommended the Marketing and Promo, Mr. Dwi to me. Well, as a journalist, I thought it was interesting for being served like other used to be.

From Dwi, I knew that this cafe resto has 9 outlets (branches). Four of them have other brand, Hot Planet, and the rest still have the Burger & Grill brand.
And for other place of Burger & Grill I try to collect some info and writes from other blogger. It's a piece of cake. Here we are the other story of this western cute resto.

Burger & Grill Gandaria Branch located in the corner in intersection between Jl. Gandaria Tengah III and Jl. Ahmad Dahlan. Main menu is burger and steak. But they have a slogan, We Grill Everything. So they don’t just sell burger and steak, but everything. From grilled soto (Indonesian style soup), grilled spaghetti, to grilled rib soup. But relax, you won’t find charcoaled soto because they only grill the meat, not entire soto.

I’ve tried their burger, steak, grilled soto, and rib soup. The burger is average, taste and price is considerable. The steak is fairly delicious too. But the special ones is their other grilled thing. Their rib soup is very delicious, with 2 big ribs, and only priced Rp. 34,500. If you don’t eat much, maybe it’s enough for 2 people.

Maybe the reason a lot of people come here every day is the atmosphere. Burger & Grill’s location in the corner of intersection make it cozy for hangout. There’s big screen facing street. In soccer event time, this place is always full of people watching soccer. Too bad I don’t like soccer.

Jl. Raya Kalimalang,
pertigaan Durensawit
Jakarta Timur

Jl. Gandaria Tengah III No.1.
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telepon, : 021-68679194

Selasa, 18 Agustus 2009

Gandaria Steak: Tempatnya yang Berjiwa Muda Bertemu

Where the Good Taste Begins
Pelopor Makanan Enak Dimulai di Tempat Ini


Jakarta, kelanakuliner.com
Pada mulanya saat saya bertemu dengan sang General Manager, Deddy Ardianto adalah saat saya berkunjung ke BCP (Bekasi Cyber Park). Kebetulan setelah saya diperkenalkan dengan seorang kolega, maka Deddy Ardianto, yang kebetulan juga mempunyai outlet New Sunda Gandaria ada di sana.

Dari rencana awal mengangkat makanan lokal di BCP, milik New Sunda Fandaria, akhirnya saya diminta oleh sang manajer yang sudah bertahun-tahun bekerja di bidang usaha resto ini, meminta saya untuk berkunjung ke Gandaria Steak.

Kedengarannya suatu hal yang menyenangkan, kenapa nggak. Saya pun segera mengatur janji dan sudah nggak sabar meluncur ke tempat makanan ala western ini di bilangan Kebayoran Baru. Semua orang sudah mahfum lah, kalau Blok M dan sekitarnya itu memang gudangnya resto keren dan factory outlet serta pusat perbelanjaan modern. Ohhhooooiiii, jadi kepengen aja ke sono.

Di hari yang telah dijanjikan kami saling bertemu, dan setelah muter-muter seputar Gandaria serta Radio Dalam, saya cari tempat Gandaria Steak nggak terlalu njelimet, karena di samping hampir semua orang tahu tempat itu, mulai dari tukang parkir, polisi dan pedagang gerobak di pinggir jalan kayaknya lokasi Gandaria Steak memang lumayan strategis dan mudah aksesnya dari semua arah.

Mau dari arah Kebayoran Lama, atau Pondok Indah atau dari arah Blok M? Semuanya gampang menuju tempat yang lumayan etnis dan modern di bagian dalamnya ini. Setelah memarkir kendaraan motor saya, saya pun segera masuk dan menemui waiter yang sedang bertugas dan bilang ke dia mau bertemu dengan Mr. Deddy Ardianto. And well, I've got to take a seat. And I got a lemon tea for a start.

Good news for me.... Ya emang seh kebetulan aja gue udah bikin janjian. Padahal sewaktu gue temuin si Deddy, dia sedang berbincang dengan staffnya. Gak pake lama, begitu ngelihat gue, sang general manager ini meminta saya untuk duduk di tempat bagian yang paling nyaman dekat saung Gandaria Steak. Saya pun melihat ada beberapa brand lain yang bekerja sama dengan Gandaria Steak. For a good sake, I asked him did I have to write down that brand... He just said no, I didn't have to.

Sebentar kemudian, akhirnya saya pun ditawari makan menu andalannya yakni Sirloin Steak dengan bumbu barbeque dan siraman mayonaise. Sebotol sambal pedas menemani piring Sirloin Steak Gandaria. Hmmmmm dari tampilannya saya nggak jadi berniat bawa pulang dan minta steak ini dibungkus. Nggak tahan euy, lihat bentuknya. Mending gue nikmati sendiri, kali aja memang pantas untuk dinikmati sendiri. Dasar rakus beutz...

But what a heck... sehabis gue menyantap habis itu steak, badan gue terasa panas mulai dari perjalanan pulang hingga tiba di rumah. Sialan! ternyata steak Gandaria memang luar biasa panasnya. Mungkin karena efek mayonaise yang menghiasi steak lezat ini. Gila aja, masa rasa panasnya turun ke bawah. Padahal gue nggak yakin, kalo steak ini bakalan sepanas ini. Apa bisa gue masukin kategori aphrozidiaks kali yah. Libido (maaf... mungkin lebih tepat "hasrat" kali yah?) gue kayaknya seh nggak terlalu tinggi, tapi rasa panas di dada dan perut yang lumayan bikin gue berkeringat habis, mau nggak mau ya gue mandi berlama-lama di kamar mandi. Tadinya gue mau berendam di bak mandi. Tapi.... ah lupakan... nanti bisa-bisa gue berbuat yang nggak-nggak di dalam bak.

Pada intinya, Sirloin Steak dari Gandaria Steak memang Ruaarrrrr Biasssah... bukan hanya lezat, tapi bisa bikin badan kita hangat sekaligus.... hmmmm (gue nggak yakin akan sama efek buat setiap orang) libido kita naik... (mudah-mudahan gue bohong neh... hehehe... karena bisa-bisa kalo bener begitu yang bakalan jadi sponsor neh restoran cuma Kratingdaeng, Hemaviton, Hormoviton... atau lebih parah lagi DUREX atau FIESTA... huhuhu :P)

Mau coba Gandaria Steak yang berlokasi di Gandaria Tengah II no. 7, Jakarta Selatan ini?
Gue jamin romantisme antara Anda dan pasangan naik seratus delapan puluh derajat! (Huwaduh apa iya yah?)

Sidik Rizal - dobeldobel.com
Tulisan lain yang berkaitan dengan Gandaria Steak adalah berikut ini:

Di Kebayoran, nama Gandaria Steak tak asing lagi di telinga. Salah satu resto steak yang hadir dikawasan gandaria tahun 2002 silam ini telah mengalami peningkatan omzet per harinya yang mencapai 300 orang dalam satu hari.Semenjak berdiri, tempat makan yang menghadirkan steak sebagai menu favorit ini tidak pernah mengalami penurunan pelanggan.


Pelanggannya berasal dari anak muda dan eksekutif muda. Tempat ini juga dapat dijadikan ajang arisan oleh para ibu-ibu karena tempatnya yang nyaman. Selain itu acara meeting dan gathering sering diadakan di sini.
Dibukanya Gandaria Steak ini tentu saja didasari atas potensi pasar yang besar dan terus meningkat di kawasan Jakarta Selatan khususnya di daerah Kebayoran yang mayoritas masyarakatnya berada digolongan menengah ke atas. Meningkatnya kebutuhan kaum urban akan makanan dan suasana yang nyaman itulah yang kemudian ditangkap oleh Gandaria Steak.
Gandaria Steak menawarkan aneka menu lokal dan impor. Menu favoritnya antara lain tenderloin setak import maupun sirloin steak lokal. Untuk menu Indonesianya bisa dipilih masakan seperti Timbel Komplit dan Sop Buntut Goreng yang segar.
Kapasitas tempat duduknya mencapai 134 orang dengan perincian dua VIP Room yang dapat menampung 24 orang, dua buah saung yang masing-masing dapat mempung 10 orang, teras 60 orang dan Dining Room 30 orang. Gandaria Steak buka dari pukul 10 pagi hingga tengah malam.

Gandaria Steak ini menawarkan berbagai macam menu internasional dan lokal. Menu favoritnya antara lain tenderloin setak import maupun sirloin steak lokal. Untuk menu Indonesianya bisa dipilih masakan seperti Timbel Komplit dan Sop Buntut Goreng yang segar. Sedangkan untuk menu chinese food banyak diminati menu masakan ayam seperti Ayam Goreng Rica-Rica, Nasi Goreng Seafood, Gurame Asam Manis dan Gurame Goreng. Selain itu Gandaria Steak juga ber-partner dengan Ayam Bakar Ghantari di pojokkan bulungan yang sudah terkenal kelezatannya untuk mengisi menu di sana.

Berdasarkan nostalgia dua tahun lalu, malam itu kami memesan dua porsi steak Gandaria yaitu steak potongan has dalam (tenderloin) dengan sedikit lemak. Saus black pepper untuk istri ku dan mushroom untuk ku. Sedangkan minumnya adalah ice lemon tea.

Steak hadir di atas hot plate dengan asap yang mengepul. Aroma yang keluar benar-benar menggoda hati ingin segera menyantapnya. Irisan dan suapan pertama segera kulakukan. Wah kok alot dan kering begini ? Ini tanda-tanda steak yang terlalu matang. Setelah kuingat-ingat ternyata aku yang lupa untuk meng-order yang "medium rare".

Menurut teori, steak yang dimasak dengan tingkat kematangan medium akan jauh lebih empuk dan nikmat dibandingkan dengan yang "well done".

Sausnya lumayan lah namun sepertinya restoran ini menggunakan saus instan dan bukan yang home made langsung. Saus jamur yang kurasakan di warung pinggir jalan ala hawkerant Mak Place di Singapore jauh lebih nikmat dan makyus. Porsi kentang goreng dan sayurannya jauh menurun dibanding dua tahun lalu, padahal untuk harga telah terjadi penyesuaian yang tadinya hanya Rp25rb menjadi Rp35rb seporsinya.

Ya sudahlah mungkin malam itu cuma kami saja yang sial karena kokinya baru :) Lain kali aku akan pesan ayam bakarnya saja yang rasanya lebih stabil enaknya.
-----------------------------------------------------------------------

Kebayoran baru surganya makanan dan FO. Salah satu yang cukup tersohor dan masyhur di kawasan ini adalah Ayam Bakar Ganthari cabang dari Kebon Jeruk yang berlokasi di Gandaria Steak House dan Burger Cooker (mungkin akibat dari menjamurnya burger blenger dan sandwich bakar di seantero Jakarta).

Tujuan pertama, adalah Steak House Gandaria. rumah makan dengan banyak cermin di dalamnya. sayangnya, mungkin gue perginya pas waktu berbuka jadi terlalu banyak orang di dalam situ sehingga para pegawainya terkesan menyuekin gerombolan kita. Bad impression dech. makanannya sendiri gak begitu mahal hingga yang mahal juga ada.

Ayam bakar gantharinya memiliki sambel yang enak sekali, Patut lah buat dicoba! Dengan harga 11000 untuk nasi dan ayam, wah worthed banged tuch. Minumannya gue kebetulan bawa dari rumah. Untuk acara makannya sendiri bisa milih, bisa di bagian dalam atau di luar, di area pondokan. Cukup worthed buat dicoba, walaupun pelayannya agak agak cuek sama pengunjung yang datang. Bad impression sedikit dech, namun akhirnya tersenyum ramah juga
tujuan kedua adalah Burger Cooker.

Sidik Rizal - dobeldobel.com (disarikan dari berbagai sumber)

Rabu, 12 Agustus 2009

Joe's Steaks and Burgers - Condet: Tempatnya Steak Murah


MAU KEMANA LAGI CARI STEAK?
KALAU BUKAN KE JOE'S

Tempat Nongkrong Menikmati Steak dan Burger


Jakarta, kelanakuliner.com
Kalau kita berkendaraan melewati sepanjang Jl. Condet Raya dan melihat Alfa Midi Supermarket, maka tepat persis di depannya ada tempat tongkrongan gaul yang sajikan makanan ala barat dengan harga sangat terjangkau. Jadi kalau kamu mau ningkatin gizi, nambah gaya dan ngajak sohib, kencan atau temen di tempat yang nggak malu-maluin, ya cuma di Joe's Steak and Burgers.

Parkir motor lumayan luas, tempatnya juga lumayan cozy, dengan alam terbuka dan payung tenda bikin kita jadi akrab dengan alam lingkungan namun tetap bisa menikmati atmosfer yang menyenangkan di ramainya lalu lalang kendaraan sepnjang jalan Condet Raya. Apalagi banyak sekali fasilitas umum mulai dari warnet, laundry dan supermarket Alfa Midi yang siap untuk memenuhi segala kebutuhan kamu-kamu.


Terus apa istimewanya Joe's Steak and Burger dibandingkan tempat lain yang sejenis? Yang pasti adalah rasa dari steaknya, sergah Jodi kepada kelanakuliner.com. Karena menurut lelaki kelahiran 17 Oktober 1975 ini berdasarkan pengalamannya selama bekerja 8 tahun lebih di kapal pesiar (Cruiser atau Yacht), maka menu masakannya Steak ala dirinya dan sahabatnya Edi (yang juga lulusan perhotelan) lebih dekat dengan lidah orang kita yang kebanyakan suka dengan rasa yang cukup Spicy (tajam atau kaya bumbu).

Menurut lelaki beranak 2 ini, menu steak ala barat lebih cenderung hambar bila dibandingkan steak yang dibuatnya yang cenderung spicy dan lebih nenadang serta lebih menggigit rasanya. Bial orang barat akan menambahkan lada atau garam saat mereka menikmati steak yang dibuat, maka di Joe's Steak and Burgers, para pelanggan bisa juga melakukan hal serupa. Tapi biasanya orang Indonesia berlidah lokal, lebih menyukai masakan (apapun itu - apalagi steak) dengan rasa yang lebih kuat (bisa juga pedas) dan lebih spicy (berempah-rempah).

Kelanakuliner.com yang diwakili, Adi, Yudhi dan Sidik mendapat kesempatan untuk merasakan Menu andalan istimewa mereka, Steak Cordon Bleu. Hmmmmm, kami bertiga sepakat untuk memberikan penilaian total di atas rata-rata.

Sidik yang giginya sangat peka memberikan skor 3 untuk rasa dan 3 untuk tekstur daging sedangkan penampilan Sidik memberikan nilai 3,5 artinya nilai rata-rata di atas 3. Sedangkan Adi dan Yudhi keduanya sama-sama memberikan skor 3 sampai dengan 4 untuk rasa dan tekstur serta penampilan. Artinya secara keseluruhan menu Steak Cordon Bleu yang disajikan di Joe's Steak and Burgers memang harus kamu-kamu cobain. Uwennak tenan pokoke!

Sayang area lokasinya yang tidak terlalu luas, seandainya lahan parkir yang tidak terlalu dekat dengan meja payung tenda mungkin Joe's Steak and Burgers bisa menampung calon pelanggan yang pastinya akan membludak menjelang bulan puasa nanti.

Hal ini bisa dipastikan, karena menjelang masa berbuka dan malam untuk bersahur, lokasi jalan raya Condet memang cukup strategis buat ngabuburit ataupun hang-out buat bangunin orang sahur. Tapi yang jadi masalah... apakah orang sahur memang harus dan atau perlu makan steak?
Tentunya hanya berbuka dan setelah sholat Maghrib, steak bisa jadi pilihan berbuka karena ia masuk makan berat dan cocok untuk makan malam setelah tarawih berjamaah di wilayah yang cukup apik dan asri untuk rendezvous ataupun kaum muda nongkrong. Belum lagi fasilitas warnet dan lainnya yang sangat cocok buat komunitas untuk berkumpul. Joe's memiliki segala kelebihan itu, tinggal bagaimana memenuhi selera pelanggan.

Kembali untuk memenuhi selera mereka yang akan jalan-jalan kelilin sepanjang jalan Condet Raya, ya mereka bisa memesan burger di cafe ini. Pesana burger khusus adalah Big Joe's. Masalah rasanya percayakan saja kepada duo sahabat Jodi dan Edi yang masing-masing ahli di bidangnya. MUlai dari Joe yang mengerti banyak tentang hospitality, lalu Edi yang berlatar belakang pendidikan perhotelan yang juga menyukai dunia cooking masakan al Eropa. So pastinya kamu-kamu akan dimanjain lidah dan pelayanan yang bisa didapatkan. Buruan kamu-kamu datang ke san bersama teman menghabiskan waktu bulan puasa bersama teman, sahabat ataupun pacar, kalau perlu ajak keluarga kamu menikmati suasana berbuka di bilangan Condet.

Tertarik dengan menu ala barat tapi harga terjangkau dengan kocek kita?
Hubungi no telpon berikut untuk reservasi dengan Joe's:

(021) 9888.3888
JOE'S STEAK AND BURGERS
Jl. Raya Condet, depan Alfa Midi
Fotografer : Yudhi
Reporter: Indra
Editor: Sidik Rizal - dobeldobel.com

Minggu, 21 Juni 2009

Chopper Steak: Makanan Kelas Atas Harga Kelas Bawah


Cari Steak Gak Usah Jauh
di Bekasi Juga Ada!

Pilihan Kawula Muda dan Komunitas Klub dan Semua Kalangan

Bekasi, Kelana Kuliner @ dobeldobel.com
Saat kembali dari Jakarta setelah seharian meliput di DPR RI, gue ngegeber habis motor tua gue, Honda CB, tahun 70-an. Sekalipun bunyinya nyaring tak ada orang peduli dengan salipan yang gue ambil mendahului kendaraan mereka.

Maklum motor jadul gue nggak ada menarik-menariknya sama sekali. Tapi begitu sampe Kalimalang dan menuju Kranji, gue gak sempet mikir apa gue udah di atas 80 km/jam atau sudah 100 km/jam. Tapi jalan sepanjang Kalimalang menuju Kranji lumayan padat.

Yang ada dalam pikiran gue cuma satu. Gue harus bisa sampe ke Chopper Steak sebelum maghrib. apes memang. baru nyampe pasar Kranji lama (pertigaan yang menuju Bintara) motor gue batuk-batuk. Yah memang dasar apes! Gue lihat ada bengkel terdekat. Terus terpaksa gue taruh tuh motor jadul. Sampe di bengkel, sang mekanik melihat dan memeriksa ternyata motor lupa belum diganti oli atau tepatnya olinya nyaris habis tak bersisa. Oh My God, jangan sampe mesinnya terkikis lagi kayak beberapa waktu yang lalu, karena itu gue harus turun mesin lagi. Biar begitu, karena gue buru-buru gue suruh sang mekanik untuk periksa mesin dan ganti oli. Gue ngelanjutin pergi menuju Chopper Steak, the right place for Chopper Motor Community, dengan naikin Mikrolet M-29 jurusan Kampung Melayu Kranji di pertigaan Pasar Kranji lama. Ciaooo, terus nggak lupa gue puter-puter nomor telpon sang manajer F&Bnya Chopper Steak Cafe, Bang David. Mau tahu nomornya? Neh gue kasih gratis, kali aja lu mau pesen tempat buat bikin acara di Chopper Steak Cafe. Kebetulan no telp David adalah esia, so lo gampang ngubungin dia dari mana aja. David=021.9355.1917 (eh orangnya keren dan ganteng lagi, mana kepalanya diplontos abis, pas banget sama motor jadulnya yang bergaya chopper! Pokok keren banget mamen!)

Ya Chopper Steak, selain cafe & resto dia juga tempat berkumpulnya komunitas motor dan anak-anak band. Bahkan sering gue jumpai kumpulan anak SMP dan SMA nongkrong makan di sana. Dan uniknya lo tahu nggak? Kita bisa makan sepuasnya menu-menu masakan barat dengan harga yang pas buat kantong kita. Nggak percaya? Kenapa lo nggak datang aja ke sono.

Lokasinya di Belakang Pasar Kranji baru Jl. Jenderal Sudirman. Kalo lo naik KA Bekasi Express atau KRD Ekonomi, lo bisa turun di Stasiun KA Kranji, dan lo jalan sedikit ke Pasar Kranji baru, terus lo menuju ke belakang. Di situ lo bisa dapetin Chopper Steak Cafe.

Setibanya di Chopper Steak Cafe, gue masih telpon-telponan sama sang Manajer F&B, David, dan dia celingukan nyari gue, waktu gue bilang gue ada di depan dia dari dalam mobil Mikrolet 29. jelas aja dia celingukan, karena dia pikir gue pastinya bawa motor, dan so you know lah, dia cari-cari motor jadul gue. hehehehe, Gak bakalan ketemu! Begitu gue turun dari Mikrolet baru dia sadar. Gue pun ngobrol sebentar dan dia ngajak gue masuk

Jelas ada menu Steak yang bakalan gue santap beserta pelancarnya, minuman ringan Strawberry Ice tanpa gula sama sekali. Nah ini yang gue suka. Tapi untuk steak yang bakalan gue makan, gue mah terserah sama sang bos, David untuk memilihkan menu paling istimewa buat gue. Dia bilang Beef Steak Goreng Tepung. Wah kedengarannya sih enak tuh. Gue asal ngangguk aja, yang penting gembel gue keisi, walaupun tadinya niat gue mau minta gue bungkus buat ponakan-ponakan gue di rumah.... Hahahahaha dasar melayu luh Dik!

Setelah chit-chat sana-sini ngalor ngidul datanglah sang Fried Crispy Beef Steak Black Pepper... Waw... belum apa-apa udah mengundang air liur gue ngences kemana-mana. Sedetik sebelumnya gue sempet ngelirik ke belakang takut ada yang ngelihat... Tahu nggak yah mereka gue makan-makannya orang bule dan termasuk kategori makanan mahal neh... Malu gue kalo nggak ada yang lihat... hihihihi...!

Sialan banget, baunya alias aromanya bikin gue nggak tahan. batal deh rencana gue buat bungkus dalam plastik makanan yang tampilannya aja udah lezat begitu, panas-panas ditaburi saos black pepper (lada hitam) di atas Hot Plate berbentuk sapi... (sapi bener neh! = dengan ngebentak dalam hati sementara gue menahan ngences luda tumpah dari mulut gue).

Aroma black pepper dan wanginya spice rahasia yang nggak mau dikasih tahu sama si David, udah bikin gue lupa segalanya. Langsung aja tanpa minta izin atau permisi (apalagi izin stempel pak RT segala) gue langsung potong tuh steak goreng tepung pake tangan kiri gue. Kebetulan gue bukan kidal, karena gue mau nusuk tuh daging pake tangan kanan gue saat gue masukin ke dalam mulut yang udah nggak tahan melahap daging sapi panggang itu. Dan hap... nyaem...nyaem... RUARRRRR BIASA!

MAK YOOSSSS BANGET... gue jadi langsung beriman neh (eh maksud gue percaya) sama Bondan Winarno (atau Bondan Prakoso ya?), kalo mak nyosss ityu bisa menggambarkan betapa nikmat dan lezatnya makanan kelas atas ke mulut lapar kita. Waktu gue rasain gigitan daging sapi Fried Beef Steaknya Chopper Steak cafe, buset...! bikin lumer lidah gue saking empuk dan lezat sekaligus juicy buanget!

Gue setuju banget, kalo fried beef steak di Chopper Steak Cafe memang juicy (eh bahasa Indonesianya juicy apa yah? Mak Nyoss bukan ya?) Lezatnya begitu terasa. Menurut David, bumbunya jelas rempah-rempah khusus dan sama sekali nggak pake micin (itu loh yang para ahli gizi bilang zat kimia yang bernama mono sodium glutameate... ini termasuk kategori zat yang gak aman buat kesehatan).

Gak habis cuma satu suapan, tangan kiri gue semakin semangat motong-motong tuh daging sapi panggang. walaupun dibungkus dengan tepung gorengan, tapi tangan kiri gue nggak susah seperti motong daging alot. Suweeeer, tangan kiri gue enteng banget, saking empuk dan ringannya motong tuh sapi... eh salah daging sapi panggang.

Setelah puas ngelahap tuh daging hingga tak bersisa sedikit pun, bahkan termasuk kacang polong, potongan kentang dan tomat serta acar timunnya. Bahkan kaldu lada hitamnya aja hampir gue jilatin. Tapi nggak kan. Masalahnya bukan malu men! tapi Hot plate masih panas banget, so bisa-bisa lidah gue ledes kepanasan... hehehehe dasar maruk!

Dan habis itu gue langsung aja nyerupun Es Strawberry yang diblender alus tanpa gula. Buset seger banget, hilang sudah rasa gurih yang ada di lidah tanpa tersisa. Seger sehabis nikmat kepedasan dan kepanasan. Gue jamin kalo lu makan yang sama di Chopper Steak Cafe, lu nggak akan kecewa sekaligus gak akan baca daftar menu bolak-balik untuk cari-cari mana yang paling bisa lu beli... (heheheheh... kayak gak tahu aja gelagatnya anak muda sekarang! kalau baca daftar menu kayak orang Arab! Ngerti kan maksud gue? Apa coba?)

Bukan... bukan pelit. Mang semua orang Arab pelit apa? Mereka itu kalau baca tulisan kan di Arab dari kanan ke kiri.... so kita-kita yang biasanya anak gaul dan masih tergantung sama jatah uang jajan dari bonyok, memang kadang kalau mau jajan di kafe elit, ngelihat menu dari kanan ke kiri, alias dari harga baru ke nama makanannya... hehehehe... piss men!

Pokoknya menu masakan steak ayang ada di Chopper Steak Cafe bener-bener inovatif, lezatnya nggak kalah sama tempat bakar-bakar steak lain. Dan di sana juga lu bisa dapetin menu Spaghetty dan makanan ringan lainnya. Dijamin lidah lo bakalan joget nggak ebrhenti sebelum lu bayar.... hehehehe! Bukan saking murahnya tapi karena lu pasti terkejut, bahwa lo nggak perlu ngerogoh kocek dalem untuk menikamti makan barat yang prestisenya emang high class lah!

Oke deh ini gue buatin daftar menu bacaan orang Arab yah!
Crispy Fried Steak (Steak Goreng Tepung)
1. Chicken Steak...............................................................Rp. 8.500,-
-- Double Steak.................................................................Rp. 13.500,-
2. Beef Steak.....................................................................Rp. 9.000,-
-- Double Steak.................................................................Rp. 14.500,-
3. Tenderloin.....................................................................Rp. 10.000,-
-- Double Steak.................................................................Rp. 16.500,-
4. Sirloin.............................................................................Rp. 10.000,-
-- Double Steak.................................................................Rp. 16.500,-
5. Rock & Roll Skin Steak (Steak Kikil Sapi).................Rp. 9.000,-
6. Chicken Cordon Bleu....................................................Rp. 16.000,-
7. Beef & Chicken..............................................................Rp. 14.500,-
8. Tender & Chicken.........................................................Rp. 15.000,-
9. Chicken & Sossis............................................................Rp. 13.000,-
10. Beef & Sossis..................................................................Rp. 14.000,-
11. Tender & Sossis.............................................................Rp. 15.000,-
12. Beef & Skin Steak..........................................................Rp. 13.500,-
13. Chicken & Skin Steak....................................................Rp. 12.500,-
14. Tender & Skin Steak.....................................................Rp. 15.500,-

Original Steak (Steak Panggang tanpa tepung)
1. Original BBQ Chicken....................................................Rp. 10.000,-
2. Chicken Breast Steak.....................................................Rp. 13.000,-
3. Chicken Black Pepper....................................................Rp. 14.500,-
4. Beef Strips Black Pepper...............................................Rp. 20.000,-
5. BBQ Beef Strips.............................................................Rp. 19.000,-
6. Imported Sirloin Steak..................................................Rp. 26.000,-
7. Imported Sirloin Black Pepper.....................................Rp. 28.000,-
8. Chopped Beef Steak.......................................................Rp. 18.500,-
9. BBQ Chicken & Sossis....................................................Rp. 14.000,-
10. BBQ Chicken & Skin Steak............................................Rp. 14.500,-
11. Chicken Breast & Sossis.................................................Rp. 14.500,-

Dik Rizal - dobeldobel.com