Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Tampilkan postingan dengan label Khas Solo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khas Solo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Januari 2011

RM Solo Sari: Pelopor Tengkleng Solo Asli Bekasi

Kuliner Khas Keraton Solo Hadir di Bekasi
YANG PAS DI KANTONG RAKYAT


Bekasi, kulinerkuliner.com
Pernah nggak terbayang dalam benak anda bahwa bangsa Indonesia dulu pernah dijajah oleh bangsa asing karena hal sepele, yakni bumbu dapur? Istilah kampungnya The Spices atau bahasa Inggrisnya "Rempah-rempah".


Kalau sekarang bangsa kita sedang dalam proses penjajahan karena alasan harta kekayaan minyak dan tambangnya, dulu (sesuai kemampuan teknologi dan kebutuhan dasar zaman) maka rempah-rempah lah yang jadi alasan bangsa-bangsa Eropa mau menguasai nusantara. Halah... lupakan saja masalah penjajahan, kini kita ingat saja kekayaan budaya dan sumber alam negeri kita dan bagaimana kita bisa menerima berkah dan karunia itu dan menjaganya buat anak cucu kita (buset... ternyata dalem juga yah?)

Sisa-sisa kebesaran nenek moyang kita, yakni berupa kekayaan rempah-rempah adalah satu kebanggaan yang bisa jadi akan hilang ditelan masa. Contoh kekayaan yang akan dan bisa ditelan zaman adalah kuliner nusantara kita dan keanekaragaman rempah-rempah yang sangat terkenal di dunia semenjak masa nenek moyang kita. Sebagai contoh, adalah kelana kuliner di daerah Solo, yang memang sangat terkenal sebagai gudangnya makanan khas Indonesia.

Anda tentu sudah tahu betapa Solo dikenal nusantara sebagai tempatnya makanan-makanan nikmat pembangkit selera, mulai dari Tongseng Solo, Rawon Iga Solo, Bakso Solo, Sop Buntut Solo, Sate Kambing Solo sampai yang paling mutakhir, Nasi Kucing Solo. Tapi mungkin saya termasuk yang baru pertama kali mendengar makanan khas Solo lainnya, yakni Tengkleng.

Apa seh Tengkleng itu? Adalah pengusaha RM Solo Balapan, Tatagna Budi, menjelaskan kepada dobeldobel.com tentang makanan khas dan unik dari Solo ini. "Tengkleng sesuai dengan pakemnya biasanya terbuat dari tulang-tulang kambing, mulai dari kepala, iga, buntut, punggung, sampai dengan tulang kaki. Dan dimasak seperti layaknya sop, namun dengan bumbu-bumbu rempah yang jumlahnya nyaris 28 jenis."

Mendengar penjelasan itu saja bikin saya geleng-geleng kepala. "Wah bener juga bangsa kita ini kaya akan bumbu rempah dan jago makan.... hehehehe!" Lalu saya pun menanyakan apa keunikan bumbu-bumbu masakan khas Solo, Tengkleng ini dibandingkan dengan soto buntut, soto kaki kambing atau sop kambing daerah lainnya. Suami dari Kristiari ini mengungkapkan, "Ada rempah-rempah yang tak bisa diperoleh di daerah lainnya seperti Jakarta atau Bekasi. Salah satunya misalnya kayu Temoyi!"

Dan karena sang pemilik restoran yang sangat doyan makan ini tidak tahu apa bumbu rahasia dan nama rempahnya ia memanggil istrinya, yang juga bertugas sebagai koki utama restoran Solo Balapan ini, Kistiari yang diklaim suaminya sebagai istri yang jago masak menjelaskan, "Kayu temoyi adalah sejenis rempah berbentuk kayu yang oleh orang awam dianggap seperti kayu biasa. Tapi ia mempunyai aroma khas dan mampu menghilangkan bau amisnya daging dan tulang kambing. Tentunya juga harus ada bumbu-bumbu yang lain sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang khas Tengkleng."

Tatagna juga menambahkan, bahwa banyak orang yang membuat Tengkleng serupa tapi rasanya jauh berbeda dengan Tengkleng buatannya, bahkan dengan bercanda ia bilang, "Mungkin yang mereka buat itu ya menu Tengkleng-tengklengan... Dan itu bukan kata saya saja tapi juga beberapa pelanggan yang mencobanya di luar kemudian menceritakannya kepada saya setelah mereka bandingkan dengan Tengkleng di RM Solo Balapan ini."

Jangan heran kalau pengunjung RM Solo Balapan ini adalah memang orang-orang yang sudah tahu apa itu Tengkleng, dan Tatagna, yang kerap dipanggil mas Tatag ini, mengungkapkan bahwa kebanyakan para pengunjungnya adalah orang-orang jauh yang datangnya bukan dari Bekasi saja, bahkan sampai orang Tangerang di ujung Jawa Barat pernah datang dan begitu lewat rumah makan Solo Balapan miliknya mengkhususkan diri untuk mencicipi Tengkleng.

Ada kisah menarik tentang Tengkleng yang kini jadi makanan rakyat ini. Dulunya memang Tengkleng adalah makanan sop khas para bangsawan Keraton Solo, hingga pernah satu ketika, di tahun 1980-an saat itu Mas Tatag masih SMA. Di masa itu Presiden Soeharto masih berkuasa, pernah menjamu tamu-tamu penting dan pejabat negara untuk menikmati Tengkleng di Anyer. Dan secara khusus, Tengkleng dimasak di Solo kemudian diterbangkan dengan pesawat khusus untuk bisa disajikan panas-panas buat para tamu-tamunya pak Harto. Huaduh dari sini saja saya sudah bisa ambil kesimpulan.

Ya, bahwa Tengkleng memang ternyata adalah makanan para bangsawan dan pejabat tinggi yang hanya bisa dibuat dengan bumbu rempah-rempah yang adanya di Solo saja. Jadi jelas berbeda dan tak akan sama masalah rasanya dibandingkan dengan sop kambing, soto kaki ataupun masakan sop tulang dari daerah lain. Campuran rasanya yang khas antara, gurih, asam, sedikit manis, bau amis yang hilang dan tenggelam dalam wanginya rempah serta butiran-butiran cabe rawit pastinya akan membuat anda berkeringat dan berdecak nikmat karena begitu lezat dan empuknya daging kambing yang berasal dari tulang-tulang itu.

Ada istilah makan yang aneh dari menu Tengkleng ini adalah "menggeragoti" daging-daging yang ada di tulang-tulang kambing ini. Di Solo sendiri dobeldobel.com mendapati bahwa makanan khas Solo ini bisa jadi rebutan di dagangan kaki lima daerah wisata Solo. Tulang-tulangnya pun mulai dari tulang tengkorak kambing, iga, tulang punggung, tulang buntut, tulang kaki. Huffff, pastinya anda akan ketagihan. Karena begitu saya menikmati bersama anak saya, Lulu Ammantsura, kami sampai berkeringat dan mengeluarkan nafas berat karena saking pedas dan lezatnya masakan ini. Jangan kuatir kalo daging-daging di sela-sela tulang ini keras atau alot, karena sebelum disajikan, mas Tatag ceritakan bahwa potongan-potongan tulang daging ini dipresto dulu, sehingga sudah bisa diketahui betapa empuknya saat dikunyahnya.

Walaupun Tengkleng dikenal sebagai makanan untuk kalangan atas, tapi masalah harga per porsinya yang bisa dinikmati untuk dua orang ini bisa didapat dengan harga relatif tidak mahal, hanya Rp. 18.000,- Dan anda tidak saja bisa menikmati Tengkleng Solo ini, ada makanan khas lainnya seperti, Tongseng, Rawon Iga, Sate Kambing dan Sup Buntut. Dan luarbiasanya di depan restoran ini ada penganan ringan Nasi Kucing Solo, walaupun bukan miliknya, namun menambah khazanah keanekaragaman makanan khas dari Solo. Satu strategi marketing yang cukup efektif.

Bila anda mau dan timbul selera untuk menikmati makanan khas Solo, Tengkleng yang tak akan anda jumpai di Jabodetabek, kecuali di Bekasi ini, anda bisa:

reservasi di no. 021.9664.3471 atau 0811136395

Atau datang langsung ke alamat ini, RM Solo Sari Jl. Bintara Raya No. 1 K, Bekasi Barat.

Sidik Kelana Rizal

Selasa, 27 Juli 2010

WARUNG BEJO - TAHU KUPAT SOLO PAK HARMIN JL. RATNA

Ada Bakso Bejo
(Bener-bener Enak Khas Jowo)

Tahu Kupat dengan Kuah Bakso
Jl. Ratna Jatikramat - wisatakulinerbekasi.blogspot.com
Mencoba menu makanan unik dari daerah Solo satu ini, sepertinya menarik dan tampaknya lezat juga. Warung Tahu Kupat Khas Solo Pak harmin ini bisa Anda dapatkan di Jl Ratna Jatikramat, tak jauh dari SPBU.


Kalau mau mencoba jajanan gaya Solo, sepertinya memang bisa kita temui di tempat ini. Seperti yang telah kita tahu semua, bila Solo terkenal dengan jajanan Baksonya, baik itu yang menggunakan nama Bakso Solo maupun Bakso Asli Wonogiri (satu daerah lah).

Tahu Kupat dengan Tahu Pong
Bila di Jogja kita bisa memesan menu Kupat Tahu Magelang, maka di Solo kita juga bisa mencoba Kupat Tahu Pak Harmin. Berbeda dengan Kupat Tahu Magelang, yang biasanya menggunakan bumbu kacang, maka Kupat Tahu Khas Solo ini adalah campuran yang terdiri dari ketupat tahu komplit seperti bakso, tahu, timun, kol, taoge, bakwan dan telor ceplok dan biasanya dituang dengan kuah bakso serta kacang goreng. Hmmm... enak banget kan? Oh ya biasanya baksonya disajikan dengan digoreng. Wah jadi tambah lezat saja bukan? (Gak bisa dibayangin deh, mendingan coba aja langsung!)

Tahu kupat komplit ini cuman dipatok Rp 11.000,- per porsinya. Bahkan untuk mencoba Tahu Kupat Pak Harmin, kita cuma merogoh kocek Rp 9.000,- Mau tahu arti Pak Harmin? Ternyata Pak Harmin bisa diartikan Paket Harga Minimum.

Ya ! dengan Tahu Kupat Pak harmin, kita bisa menikmati Tahu Kupat plus minum Tehbotol. Hmmm... dijamin buka puasa dengan Tahu Kupat Pak Harmin, pasti puas... Puas setelah Puasa!

Selain menu Tahu Kupat Komplit ada pula Tahu Kupat Bakso atau Tahu Kupat Telor Ceplok. Kedua menu tersebut cuma dihargai Rp 9.000,-

Ada juga Soto Kwali baik yang pisah maupun campur nasi yang lumayan lezat dengan harga mulai dari Rp 8.000,- hingga Rp 9.000,-

Tahu Kupat Solo
Tahu Kupat Pak Harmin ini pastinya punya menu Bakso Bejo di dalam salah satu sajiannya. Bejo mungkin artinya Bener-Bener Enak khas Jowo. Dan bila Anda hendak memesan tempat untuk berbuka puasa atau sekadar mengajak makan keluarga dan kebetulan dekat dengan Jl. Ratna Jatikramat, Anda tak perlu kuatir tak kebagian tempat. Karena Rumah Makan yang ada di ruko ini mempunyai sedikitnya 8 meja masing-masing 4 kursi. Jadi ada 32 kursi.

Masalah waktunya juga tak perlu kuatir, Anda bisa mulai berkunjung dari jam 10.00 pagi hingga pukul 10.00 malam. Untuk bulan puasa RM Kupat Tahu Khas Solo buka mulai dari jam 14.00 dan tutup jam 22.00.

Bila Anda mau mencoba sensasi dengan cara baru menikmati ketupat serta bakso, bisa berkunjung Tahu Kupat Khas Solo Pak Harmin, atau bisa juga menghubungi (021) 9346.1965 atau (021) 9130.4696.

Sayang saat wawancara kulinerkuliner.com tak bisa bertemu dengan sang pemilik, Tony Surya Putra karena kesibukannya sebagai seorang pejabat kepolisian di Polres Metro Jakarta Barat sebagai Kasat Reskrim. Padahal kulinerkuliner.com sudah menunggu berjam-jam di bulan puasa untuk bisa bertemu dengan jebolan sarjana ilmu kepolisian ini. Meski begitu masih ada lain waktu untuk bisa mengobrol panjang lebar tentang usaha yang kini sudah memiliki 3 tempat di Bekasi.

Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com

Senin, 21 Juni 2010

BAKSO SOLO PAK HARTO - Sentra Bisnis Kota Harapan Indah

BAKSO NYA DIGEMARI PEMBALAP LIAR

Tempat Nongkrong para Pembalap Motor Liar di Sentra Bisnis Kota Harapan Indah

Sentra Bisnis Kota Harapan Indah - kotabekasihotnews.blogspot.com
Adalah sebuah warung bakso yang mendapatkan berkah dari banyaknya pengunjung sentra bisnis dan komunitas balapan motor liar yang ada di Kota Harapan Indah Bekasi. Tempat itu dikenal dengan nama Bakso Solo Pak Harto.


Bukan hal yang aneh, karena setelah 8 tahun berdagang bakso dan menetap di kawasan pedagang kaki lima (lebih tepat kawasan wisata kuliner Kota Harapan Indah Bekasi) di awal tahun 2006.

Saat itu pak Harto hanya dipungut Rp 2.000,- per harinya dengan membuka lapak yang pertama kali di Sentra Bisnis berbarengan dengan pedagang pertama lainnya Pak Dedi, pedagang Ketoprak.

Sebagai pelopor dagang kaki lima di Sentra Bisnis, pak Harto dan rekan usahanya mendapatkan banyak pengalaman manis pahit yang bisa diceritakan. "Dulu para pengunjung banyak yang langsung ke warung kami dan kebanyakan dari mereka tidak nanya harga. Maklum banyak dari mereka yang jadi langganan."

Sedangkan sekarang pak Harto merasakan justru juga diuntungkan karena keamanan yang semakin hari semakin baik. "Sekarang sudah nggak ada lagi pengamen yang lalu lalang menngunjungi setiap warung dan pengunjung yang sedang makan'" ungkap pak Harto.

Uniknya menurut pengakuan pak Harto, di samping warung baksonya juga ada pedagang mie ayam yang kadang buka kadang tidak. Justru ini jadi keuntungan pak Harto, yang kemudian hari dia pun menyediakan Mie Ayam. Kebetulan saat bertemu dengan pak Harto, kelanakuliner tidak sempat mencicipi baksonya karena telah habis sebelum jam 10.00 malam. Hal ini sangat berbeda dengan saat dia berdagang di awal tahun 2006-an. Saat itu dia kerap tutup warung sebelum jam 9.00 malam, karena habis.

Dan kini semakin hari semakin banyak pelanggannya, sehingga dia harus menyediakan sedikitnya 5 kg bakso daging sapi bahkan lebih untuk hari-hari Jumat, Sabtu, Minggu malam. Anehnya lagi keramaian pelanggan justru karena adanya komunitas balapan motor liar di jalur jalan raya Harapan Indah depan Sentra Bisnis.

Di jalur yang lebarnya lebih dari 6 meter itu kini jadi tempat favorit para pembalap liar yang terkadang datang dari luar kota Bekasi. Sehingga untuk malam-malam tertentu dan liburan, tempat ini ramai dikunjungi ABG dan para pencinta balap motor. "Biasanya hari-hari itu dagangan kami justru laku besar," ungkpa pak Harto. "Dulu malah warung saya sering dijadian tempat makan para supporter balap motor. Setelah mereka menang, maka makan-makannya di warung bakso. Saya pernah dibayar uang sebesar 500 ribu untuk mentraktir semua supporter yang bertaruh."

Apakah fenomena balapan motor liar yang kebanyakan dari kalangan remaja dan ABG bisa jadi berkah tersendiri bagi para pedagang kaki lima di Sentra Bisnis? Atau malah justru menjadi gangguan keamanan serta menimbulkan keresahan warga sekitarnya?

Pada intinya bila Anda ingin menikmati mie ayam dan bakso Solo Pak Harto yang bukan saja ramai dikunjungi para remaja ini, tapi juga ramai dikunjungi ibu-ibu yang biasanya mengantarkan anaknya bermain di Istana Balon, sebuah arena bermain di kawasan Sentra Bekasi.

Sayang pak Harto tak membawa hp-nya yang kini lebih sering dipakai oleh putri-putrinya. Jadi kalau mau memesan tempat ya bertandang langsung ke depan arena bermain Sentra Bisnis, Istana Balon atau di dekat halte Bis Damri Primajasa (Terminal kecil bis kota menuju Bandara dan Feeder Busway)

Keuntungan lainnya Tenda Bakso Solo Pak Harto posisinya tepat berada di depannya Shisha Sentra Bisnis milik artis Ali Zaenal. Ya semenjak piala dunia berlangsung, sang artis penggila bola ini buka tenda shisha sambil menggelar nonton bareng piala dunia. Pihak manajemen memberikan izin kepadanya untuk membuka panggung serta layar lebar nonton bareng piala dunia di tengah Sentra Bisnis Kota Harapan Indah. Trik yang bolehlah untuk menggiring pengunjung. Namun berhasilkah?

Sidik Rizal - kelanakuliner.blogspot.com

Rabu, 05 Mei 2010

Warung Bakmi Tempo Doeloe "POPULAIR" Pak Karso

Khas Solo Jadul belakang RS Mitra Internasional JakTim

Rawabunga, kelanakuliner.co.cc
Kehebatan para ahli kuliner jaman dulu memang perlu diberi acungan dua jempol. Karena dengan bermodalkan peralatan dan teknologi masak yang sederhana mereka mampu menyajikan makanan berkelas dengan rasa khusus hidangan para bangsawan. Setidaknya kepiawaian orang dulu itu diteruskan oleh beberapa pengusaha yang ingin melestarikan budaya kuliner ini tanpa melupakan resep rahasia warisan para leluhur.

Adalah ibu Widji Lestari, anak dari pengusaha kuliner pak Karso, seorang pribumi yang telah mengikuti pengusaha kuliner China Totok (sebutan untuk keturunan China asli di Jawa), di daerah Solo, tepat di belakang pabrik kertas Populair, Jalan Geladak dekat Jl. Nonongan, Desa Soyudan yang kini bernama Jl. Slamet Riyadi. Saat itu di tahun 50-an pak Karso sudah bekerja di bakmi Populair. Karena ketekunannya pak Karso telah menguasai ratusan menu masakan China (Cina) tradisional, yang kemudian dibakukan menjadi 44 menu masakan ketika pak Karso membuka usaha rumah makannya sendiri.

Pak Karso pun akhirnya mewariskan kepada anaknya, Ibu Widji Lestari. Di antara sekian banyak anaknya, Widji Lestari lah yang lumayan banyak menguasai beberapa menu unggulan pak Karso. Setidaknya ada 44 resep menu masakan oriental, namun ibu Widji mengakui yang kini dia hapal tak lebih dari 12 menu saja. Wanita kelahiran Solo, tanggal 24 Februari tahun 1956 ini merasa perlu menemukan seorang pamannya yang dulu pernah bekerjasama dengan ayahnya. Dia merasa yakin bila pamannya itu juga menguasai beberapa menu rahasia unggulan Warung Bakmi asli Populair.

Di antara sekian banyak menu (sedikitnya 44 menu) yang masih diingat oleh ibu Widji hanya ada beberapa menu di antaranya adalah: Kamarbola, Singapura, Ngokitjin, Puyunghai, Jijakei, Ayam Tja, Ayam Manis Asam, Kolokye, Angshio He, Paklay, Capcay dan Kikyan.

Masalah rasa Bakmi Tempo Doeloe, yang di daerah Solo dikenal dengan nama Bakmi Godhog ini, sepertinya memang memiliki kelezatan khas tradisional Cina. Karena tanpa menggunakan bumbu instan modern, bahkan cara masaknya pun benar-benar tak menggunakan peralatan masak modern. Mulai dari menumis cabai merah yang telah dibuang bijinya, kemudian digiling halus dan menghasilkan sambal merah yang pedas dan lezat hingga membuat kuah bakmi yang muantabbbs abis. Nggak percaya?

Bila Anda penasaran seperti apa seh rasanya bakmi jadul ini, silakan kunjungi Warung Bakmi Tempo Doeloe "Populair" Pak Karso, Jl. Jatinegara Timur IV Kober Kecil, RT.001/08 No.2 Belakang RS Mitra Internasional (samping kelurahan Rawabunga) Telp. (021) 859.13334 atau HP : 0817.042.1956 / 0811.175.0499

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc

Sabtu, 03 Oktober 2009

Ayam Penyet Solo, Mie Djawa Pak Mantep, Mie Kocok Bandung

Tiga Sajian Andalan dalam Satu Atap


Bekasi, kelanakuliner.com
Menelusuri jalan utama Jatibening dari pertigaan Caman Kalimalang Bekasi, maka tak sampai 200 meter Anda bisa menemui satu-satunya resto dengan tiga merk sekaligus. Bukan hal yang unik buat orang lain, tapi jadi sangat unik buat saya. Betapa tidak, saat saya menemui sang manajer pengelola dan penanggung jawab rumah makan bergaya semi saung dan modern ini dia mau mengungkapkan kenapa harus tiga merk dalam satu atap rumah makan.


"Sebenarnya masih ada satu merk lagi, yakni Pecel Lele Mr. Lele, tapi karena belum ada ruang display untuk neon box dan bannernya, ya kami coba sajian andalan kami ini dulu", ungkap Amik, sang manajer kepada kelanakuliner.com. Permintaan para pelanggan sementara waktu ini yang masih tinggi adalah Ayam Bakar dan Ayam Penyetnya, kemudian untuk mereka yang menggemari masakan mie pastinya kami sediakan masakan bakmie atau Bakmie ala Jawa dan tentunya Mie Kocok Bandung. Bagi mereka yang pernah ke Jogja atau sekitarnya pasti kenal dengan masakan khas Jogja ini, teristimewa lagi mie godhognya yang khas. Sedangkan untuk bakmie khas pasundan, kami pun menyajikan Mie Kocok Bandung.


Intinya adalah, bila kebiasaan pelanggan kami adalah makan nasi dan ayam, baik itu ayam bakar, panggang maupun goreng, maka yang kami Andalkan adalah ayam penyet khas Solo yang sedemikian populer di kalangan p[enikmat ayam bakar, ayam goreng maupun ayam penyet, termasuk ayam kremes. Sedangkan bagi penggemar masakan yang kebetulan suka sekali dengan masakan mie, maka sajian dari Jawa Tengah (Jogja) dan Bandung lah yang menjadi andalan kami untuk keluarga yang punya beragam selera. Di samping itu kami juga menyediakan beragam lauk mulai dari tahu dan tempe penyet yang memang sangat digemari dan diminta oleh pelanggan kami, pungkas sang manajer yang telah lebih dari 7 tahun bekerja di usaha rumah makan ini.

Lalu apa dan berapa sih harganya semua menu yang disajikan di tempat makan keluarga ini?
Berikut daftar harga menu sajian utamanya.


Ayam Penyet Solo, Mie Djawa & Mie Kocok Bandung

Ayam Penyet Solo Cabang Jatibening berdiri 6 bulan yang lalu, tepatnya Januari 2009. Menempati areal 450m2, dengan luas bangunan 400 m2, terdiri atas bangunan pendopo (utama) ruang bergaya saung dan meja makan. Selebihnya adalah area parkir yang bisa menampung setidaknya 10 kendaraan roda empat. Ayam Penyet Solo menyajikan aneka menu spesial dari ayam kampung, daging sapi, ikan tawar, sea food dan aneka sayur yang dipadu dengan sajian khas Jawa dengan rasa Indonesia (nusantara) selain menu-menu China yang dimodifikasi ala Mie Djawa dan Mie Kocok Bandung.


Jam Buka Ayam Penyet Solo, Mie Djawa, Mie Kocok Bandung

09.00 s/d 22.30 WIB
Anda, keluarga, kerabat dan mitra bisnis dapat menikmati menu istimewa dengan berbagai menu dan tempat pilihan.

Harga Ayam Penyet Solo, Mie Djawa, Mie Kocok Bandung
  • Makanan: Rp. 3.000 - Rp. 44.000
  • Minuman: Rp. 1.000 - Rp. 9.500
  • Paket komplit makan siang/malam dalam
    box: Rp. 13.500 - Rp. 21.500

Paket Menu Ayam Penyet Solo, Mie Djawa, Mie Kocok Bandung
  • Paket hemat
  • Paket keluarga
  • Paket seminar
  • Paket tour wisata
  • Paket nasi boks
Pilihan Tempat Ayam Penyet Solo, Mie Djawa, Mie Kocok Bandung
Kapasitas 10 s/d 150 orang
  • Ruang ber-AC gaya Saung
  • Parkir Luas
  • Pemesanan via telepon (021) 9760.3747 
Sidik Rizal - dobeldobel.com