Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Tampilkan postingan dengan label Soto Ayam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soto Ayam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Januari 2011

Ayam Bakar Siram Bumbu Bali VS Soto Ayam Bakar

Seribu Gaya Menikmati Sensasi Baru Ayam Bakar Unik

Bulevar Hijau Bekasi & Perumnas Klender - kulinerkuliner.com
Mungkin jika kita bicara ayam bakar adalah hal biasa dan banyak ditemui dimana tempat. Tapi pernahkan Anda mencoba menu Ayam Bakar dengan kuah siram atau Ayam Bakar berkuah soto? Kali ini bukankelanakuliner mencari dua sajian unik berbahan dasar ayam bakar yang tak bisa ditemui di lain tempat kecuali di sini, di bukankelanakuliner.com

Yang pertama adalah Ayam Bakar Siram Bumbu Bali yang bisa Anda nikmati di kawasan Bulevar Hijau Kota Harapan Indah. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 12.000,- kita bisa menikmati satu porsi. Lalu bagaimana rasanya? Sensasinya seperti Anda makan ayam bakar yang beraroma kuat bakarannya namun dengan kelezatan kuah siram bumbu Bali yang beda dari ayam bakar pada umumnya.


Koh Abun, sang pemilik Mie Keriting Bulevar Hijau ini memang sengaja meracik bumbu siram khas Bali saat seorang pelanggannya menyarankan untuk membuat menu khusus dari Bali ini sebagai salah satu sajian halal yang bisa jadi unggulan resto sederhana yang terletak tepat di samping Pecel Lele Lela Bulevar Hijau Kota Harapan Indah.

Koh Abun mendapat ide setelah sang pelanggan memberinya resep khusus bumbu siram khas Bali yang jadi pelengkap ayam bakarnya. Setelah dibuat sendiri oleh Koh Abun saran menu tersebut, malah sang pelanggan memberikan komentar bahwa rasanya jauh lebih enak dibandingkan dengan yang ada di satu tempat di kawasan Jawa Tengah.

Sedangkan Koh Abun memberikan sentuhan inovasi dengan kuah siram bumbu Bali. "Ayam Bakar Siram nya memang khas dari Jawa Tengah, namun saya memberikan tambahan kuah siram bumbu Bali," ungkap lelaki beranak dua ini kepada kulinerkuliner.com. Justru di sinilah keunikan yang bisa kita dapatkan. Sensasi bumbu bali bercampur ayam bakar siram, pantas Anda coba.

Biar begitu, kulinerkuliner.com mendapat pengalaman sensasi baru menikmati ayam bakar dengan ciri khas rasa kuah bumbu Bali yang pedas dan mantap. Lalu apa bedanya dengan sajian lainnya, yakni Soto Ayam Bakar yang bisa kita pesan di Rumah makan Soto Marmer di kawasan Jl Raya Mawar Merah Perumnas Klender?

Ayam Bakar Siram Bumbu Bali vs Soto Ayam Bakar

Kalau di liputan kulinerkuliner.com sebelumnya adalah ayam bakar dengan sajian kuah siram bumbu Bali, maka Soto Ayam Bakar yang adanya di Soto marmer ini, manawarkan menu lebih unik lagi, yakni Soto (Betawi) berbahan dasar Ayam Bakar. Uniknya dari sajian Soto Ayam Bakar ini adalah daging ayam bakarnya tidak disuir-suir seperti kebiasaan sajian berkuah khas soto. Soto Ayam Bakar justru mencampur potongan besar ayam bakar di kuah soto yang rasanya sangat mirip dengan kuah soto Betawi.

Hmmmmm.... kelezatan kuah soto bersantan ini jadi terasa begitu nendang saat dicampur dengan potongan besar ayam bakar. Lalu bagaimana menikmatinya. Di sinilah uniknya, Anda bisa menggunakan seribu cara dan gaya untuk menikmati ke dua menu unik ayam bakar ini. Biasanya yang namanya menu ayam bakar kita nikmati dengan kedua tangan kita, tapi tidak halnya dengan Ayam Bakar Siram Bumbu Bali dan Soto Ayam Bakar.

Boleh pake sendok atau garpu bahkan dengan pisau daging juga bisa. Demikian pula Soto Ayam Bakar, yang bisa Anda nikmati dengan sendok dan garpu untuk menyeruputezatnya kuah soto dan Anda gunakan tangan ketika menggigit ayam bakarnya. Bagaimana? Anda punya cara sendiri untuk menikmati Ayam Bakar Siram Bumbu Bali atau Soto Ayam Bakar?

Bila Soto Ayam Bakar favorit RM Soto Marmer yang kuahnya dibuat dari santan kental, maka Ayam Bakar Siram Bumbu Bali justru dengan kuah kental yang dibuat dari rempah seperti kemiri campur cabai merah. Rasa kemiri dan cabainya begitu nendang, sehingga wajar saja bila Ayam Bakar Siram Bumbu Bali ini jadi menu pilihan favorit di resto Mie Keriting milik Koh Abun.

Anda tertarik untuk mencoba seribu gaya Anda sendiri dalam menikmati ayam bakar?Mau "digeragot" langsung dengan tangan biasa, atau dipotong-potong terlebih dulu dengan garpu sendok, atau terserah gaya Anda menikmati menu ayam bakar terunik ini.

Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com

Minggu, 02 Mei 2010

SOTO BATOK KALIMALANG

Pertama dan satu-satunya di Indonesia Soto dalam Batok



Pondok Kelapa, Kalimalang - kelanakuliner.co.cc
Mencari jajanan unik khas Indonesia semakin hari semakin banyak saja. Mulai dari Burger Batok hingga Soto Batok. Kalau Burger Batok dalam peluncuran perdana produknya langsung mencuat diliput beberapa stasiun televisi, maka Soto Batok pun langsung mencuat terkenal dan diliput beberapa stasiun televisi dalam waktu kurang dari sebulan. Lebih dari 7 stasiun televisi swasta meliput dalam acara kuliner maupun berita mereka. Fenomena apakah ini? Mengapa makanan Indonesia jadi semakin akrab dengan menggunakan batok sebagai media makan nya?

Sebelum lebih jauh kita membahas dan menelisik apa dan bagaimana Soto Batok, sebaiknya kita mengetahui apa arti Soto dan apa arti Batok itu sendiri?

Pilihlah definisi SOTO yang paling tepat menurut Anda... (hehehe... biar nggak bosen, Cuy!)

Orang Sok Kreatif 1 =
Soto = bahasa premannya orang sok tahu. Sering jadi bahasa gaul antara anak muda kalau meledek temannya yang sok tahu, seperti ini: "Ah Soto luh!" (bukan Sotoy loh!?)

Orang Sok Kreatif 2 =
Soto = bahasa Indonesianya untuk makanan khas barat yang bernama SOUP. Soto juga dipengaruhi budaya makan Oriental yang biasanya berkuah dan dimakan panas-panas. Seperti mie bakso dari China, Tomyam dari Thailand, atau Ramen atau Sukiyaki dari Jepang.

Pilihlah definisi SOTO yang paling tepat menurut Anda... (hehehe... biar nggak bosen, Cuy!)

Orang Sok Kreatif 1 =
Batok = bahasa premannya untuk istilah tampar atau pukul keras ke arah kepala. Sering jadi bahasa gaul antara anak muda kalau meledek temannya yang nyebelin, seperti ini: "Ah Gue batok juga loe!" (bukan TABOK ya? Lebih mirip artinya "gue bacok loe")

Orang Sok Kreatif 2 =
Batok = bahasa Indonesianya untuk tempurung kelapa yang telah dibakar dan diperhalus untuk dijadikan wadah makanan atau air.

Jadi istilah Soto Batok berarti (Lu Sotoy, Gue Batok!) Soto yang dimasak dan disajikan dalam Batok. Sajian Soto yang unik dan satu-satunya di Indonesia ini bahkan yang pertama ini ternyata menarik banyak penggemar makanan berkuah.

Lalu bagaimana dengan Kedai Soto Batok yang ada di belakang Saung Blessing (susah banget nama pujasera kuliner ini di lidah gue) tepat persis di bagian belakang Pecel Lele Lela ini? lebih jauhnya kelanakuliner menemui sang pemilik pak Yanto. Ternyata dari penuturannya, Soto Batok yang dikelola oleh Benny ini sudah eksis semenjak beberapa tahun lewat. Pertama ketika pujasera Apel Gede (yang kini berubah jadi Dapoer Jamboen) dikelola manajemen arahan Pak Chandra (kini pengelola Taman Kuliner). Soto Batok merupakan salah satu tenant di pujasera tersebut.

Kepiawaian Benny sebenarnya bermula dari pujasera Apel Gede, dan berlanjut dengan kerjasama baru dengan Yanto. Kini Soto Batok buka sendiri di Saung Blessing, dengan manajemen dan administrasi keuangan sendiri.

Tertarik untuk menikmati Soto Batok? Sila hubungi (021) 9346.1965

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc

Berita Terkait:

NIKMATNYA BABY PREDATOR LAUT DI TANGAN AHLI

Pasar Minggu, Jakarta Selatan - kelanakuliner.co.cc
Hmmm... mendengar nama ikan buas yang satu ini sebagian orang mungkin sudah bergidik ngeri. Bukan saja karena takut melihat atau membayangkan gigi tajam si pemangsa buas laut ini, tapi sebagian besar orang juga sudah terlanjur kenal dengan keganasan ikan hiu seperti yang populer digambarkan dalam film JAWS.

Bentuk mahluk laut satu ini sebenarnya tidaklah seseram saat setelah jadi olahan makanan laut yang tersaji di atas piring. Tapi ada saja imajinasi misterius bila kita membayangkannya bertemu sang ikan berpenampilan sangar ini kala dia hidup. Beranikah kelanakuliner menikmati sajian ikan hiu yang terkenal mendirikan bulu roma ini.

Hahahaha.... ternyata tak sebesar yang saya bayangkan. Lebih tepatnya Raja Hiu menyajikan olahan masakan ikan hiu berukuran kecil. Biarpun namanya Raja Hiu, kita tak akan bisa memesan masakan atau olahn ikan sebesar badan anak kecil apalagi memesan daging ikan hiu sebesar badan kita. Yah susah dan repot bawanya lah, ujar beberapa orang kru Raja Hiu.

Demi menikmati kuliner ekstrim khas makanan laut ini, kelanakuliner mau berpagi-pagi menemui sang pemilik sekaligus pengelola Raja Hiu, yakni pak Benny di Rumah Makan Raja Hiu yang berdampingan dengan Istana Es Puter & Soto Batok.

Kelanakuliner pun tiba di rumah makan tiga merk ini di kawasan Jl. Raya Tanjung Barat. Tepatnya beberapa meter sebelum Halte Bis Poltangan setelah melewati Terminal dan Stasiun KA Pasar Minggu. Rumah Makan yang telah diliput oleh Trans7, MNC, Global TV dan ANtv ini mulai buka dari jam 10.00 pagi, namun kesibukan para krunya sudah dimulai sejak jam 08.00 pagi. Tampaknya akan ada syuting dari acara TransTV, entah untuk program apa. Tapi kedatangan saya pun disambut oleh sang Chef, mas Johan, lelaki inilah yang bertanggung jawab atas semua masakan yang ada di 3 nama resto ini.

Sebuah konsep resto yang menyerupai pujasera, namun masing-masing nama merknya dikelola oleh satu manajemen. Istana Es Puter, Soto Batok (pertama di Indonesia) dan tentunya Raja Hiu. Jadi setiap hari kita tak akan bosan dengan menu-menu di tempat ini karena kita bisa punya banyak pilihan yang berbeda dalam setiap kunjungannya. Bayangkan saja, dari desain interior rumah makan kita sudah melihat beberpa merk

Khusus untuk sajian olahan ikan Hiu, kita diberi pilihan Hiu Bakar, Hiu Rica-Rica dan Hiu Asam Balado. 

Hmmmm.... mendengarnya saja sudah terbit air liur. Seperti yang telah dijelaskan semula, bahwa penampilan semua menu ini sungguh berbeda jauh dari nama seram si ikan predator laut ini. Masalah rasanya? Coba saja Anda datang langsung ke tempat ini. Jangan lupa untuk memesan minuman khas Soto Batok, yakni Es Sop Buah atau Es Teler maupun Es Semaput. Untuk pelanggan dari kalangan anak-anak bisa menikmati Es Puter maupun Es Doger khas Istana Es Puter.

Tertarik menikmati sajian lengkap di tempat beraneka sajian ini? Sebaiknya Anda booking tempat untuk reservasi lebih dahulu atau jika Anda mau layanan Pesan Antar di nomor (021) 9191.7480 atau (021) 9680.5908 langsung dengan Johan.



Dan jika Anda memiliki tempat atau lahan usaha kuliner serta tertarik untuk melakukan kerjasama dengan pengelola merk Raja Hiu, Istana Es Puter & Soto Batok, Anda bisa menghubungi Benny di telepon (021) 781.3088 atau 0878.7734.6275 atau 0818.78.0099.

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc & globalhotnews.blogspot.com

Kamis, 18 Maret 2010

SOTO BETAWI X-ML - Taman Kuliner Kalimalang

Rasanya Benar-Benar Extra....!

Taman Kuliner Kalimalang - kelanakuliner.com
Pertama kali melihat merk Soto Betawi ini, yang terbaca adalah Soto Betawi ML.... hmmmm ini saja sudah mengusik rasa keingintahuan kelanakuliner. Kok ya ada Soto Betawi yang ML? Rupanya tulisan X yang berbentuk Sendok Garpu tak terbaca oleh saya karena tenggelam dalam gampar piring berwarna putih yang tampak seperti gambar logo utama. Hahahahaha.... di situlah lucunya... ternyata itu adalah huruf X tersembunyi....  yang seharusnya dibaca Soto betawi X-ML.

Karena rasa ingin tahu dan geli dalam hati yang besar, maka saya pun menanyakan kepada pengelola gerai Soto Betawi ML eh maksud saya X-ML yang pada kali pertama dia sedang sibuk melayani pelanggan yang begitu membludack (hehehehe saking banyaknya, bukan membludak lagi!). Baru pada pertemuan yang ke dua saya bisa mewawancarai langsung sang pengelola yang bernama ibu Yanti.

Ibu Yanti, wanita kelahiran Bogor 11 Januari 1966 ini memang baru 3 bulan menjalankan tugas selaku pengelola gerai Soto Betawi X-ML di Taman Kuliner, namun biar begitu sang pemilik modal Soto Betawi X-ML ibu Anita adalah pengusaha makanan yang telah berpengalaman selama bertahun-tahun. Itulah sebabnya, Soto Betawi khas buatannya begitu digemari para pelanggannya. Soto Betawi X-ML memang dibuat dengan santan, potongan daging, babat, paru dan urat. Tidak seperti soto betawi pada umumnya yang menggunakan susu. Soto Betawi X-ML memang sengaja dibuat tanpa menambahkan susu, kecuali santan murni. "Kami sengaja tak menggunakan susu, karena kebanyakan pelanggan kami memang tidak mau menggunakan susu dengan alasan mereka sendiri", ujar Yanti menjelaskan rahasia menunya.

Selain Soto Betawi X-ML ada juga disediakan Soto Ayam khas Jawa Tengah, Rawon khas Jawa Timur. Di gerai Soto Betawi X-ML ini pada hari Jum'at, Sabtu, Minggu mampu mencapai lebih dari 30 porsi, padahal harga seporsi Soto Betawinya mencapai Rp 23.000,- Nah bisa anda hitung sendiri berapa total omzetnya pada akhir pekan?

Bila Anda tertarik untuk menikmati Soto Betawi X-ML, kunjungi saja Taman Kuliner di Jl. Raya Kalimalang no. 22 dekat Polsek Duren Sawit Jakarta Timur. Di gerai Soto Betawi X-ML Anda bisa memesan makanan yang dijamin halal ini dengan harga tak terlalu mahal bagi kalangan tertentu, hanya dengan merogoh kocek Rp 17.500,- bisa menikmati Soto Betawi yang ekstra enak! Sedangkan sajian lainnya seperti Soto Ayam dan Rawon, masing-masing Anda hanya merogoh kocek Rp 20.000,- saja.

Sidik Rizal - dobeldobel.com