Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Tampilkan postingan dengan label Aneka Sambal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneka Sambal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Maret 2011

Pondok Ayam Bakar Sambal Kesurupan Cak Met

Sambalnya Bikin Kesurupan, Apalagi Ayam Bakarnya...
 NONJOK HABIS!

Udah Nonjok Habis... Eh bikin kesurupan...!
Harapan Baru Regency - webrizal.com
Well... mungkin bukan sekali dua ketemu dengan makanan bernama unik dan bikin penasaran. Tapi kalau ayam bakar dengan tambahan sambal yang sebutannya saja sudah bikin rasa ingin tahu membuncah. Sambal kesurupan... hah? Sambal macam apa pulak ini? Daripada malu bertanya sesat di lidah, mendingan langsung nyobain aja kali yah?

Gak Rame... Eh Salah Gak Enak Uang Kembali
Ayam Bakar ala Cak Met sih bisa jadi mungkin biasa saja. Tapi jangan salah, Cak Met sang pemilik sekaligus pengelola Pondok Bakar Ayam Sambel Kesurupan ini secara khusus membuat bumbu rempah sebelum ayam maupun ikannya dibakar. Saus rahasia ala Cak Met berbentuk seperti kecap kental manis dengan ramuan rempah masakan yang bukan saja membuat wangi ayam atau ikan yang hendak dibakar, tapi sekaligus juga membuat rasanya semakin gurih dan lezat.


Ada bumbu rahasia olahan tangan Cak Met
Bersama sang istri yang memang ahli membuat racikan bumbu rempah untuk bakaran, Cak Met membuat semuanya siap saji sehingga saat pengunjung tiba di warung makan mereka, Cak Met tinggal mengoleskan ke ayam (yang sudah diungkeb) maupun ikan dengan saus kecap kental rahasianya. Sebagai pelengkapnya, biasanya Cak Met juga menambahkan ulekan sambal cabe rawit mentah plus terasi bakar yang harum. Nah sambel inilah yang disebutnya sebagai sambal kesurupan.


Dijamin mencicipi sedikit saja sambel ulek yang terbuat dari cabe rawit merah yang sangat pedas ini (wajar kalau disebut cabe setan oleh orang Betawi), bisa bikin penikmat minta tambah nasi sebakul (ah nggak juga, sepiring aja juga cukup kok!!!!) demi menghabiskan ayam bakar atau ikan bakarnya.


"Kalo Elo mang punya nyali gede dan lidah anti pedas, cobain aje Ayam Bakar Sambel Kesurupan ala Cak Met!" demikian ujar seorang pelanggan bang Mamat yang biasa nongkrong di Pondok Bakar Cak Met. Lelaki berambut gondrong ini menambahkan, "Bisa tahan pedesnya sambel di warung makan ini, berarti Lu nggak bakalan kesurupan... Kalau nggak tahan pedesnya, ya lu bakalan kayak orang kesurupan," tambahnya sambil ketawa keras. Busyet dah tuh orang, ditraktir makan gratis aja komentarnya galak amat, apalagi kalo beli sendiri.... Hehehehehe...!

Bukan Cuma Ayam Bakar loh ada yg lain
Keistimewaan warung makan sederhana yang punya 12 kursi dan 3 meja ini, adalah kecepatan penyajian ayam bakar ataupun ikan bakar yang bisa dihitung tak lebih dari 10 menit semenjak kita memesan.

Lumrah bila para pelanggannya kebanyakan adalah warga Harapan Baru Regency dan para karyawan kantor yang berkendaraan pulang melewati jalan utama Harapan Baru Regency dari stasiun kereta api Cakung.

Bila tertarik memesan ayam bakar di tempat ini nggak ada salahnya langsung menghubungi Cak Met di telp 0812.8399.4129. Kayaknya sih Cak Met pernah bilang, bila dia juga menerima pesanan nasi kotak dengan ayam bakar sambel kesurupan hingga 500 box. Pesanan antar pesan bisa melalui (021)9346.1965 tentunya dengan harga sangat bersaing antara Rp 15.000,- s/d Rp 45.000,- per box-nya.

Sidik Rizal - bekasi-online.com

Sabtu, 19 Juni 2010

Bebek Kaleyo Buaran Duren Sawit - Baru Buka Sudah Rame Diserbu

BEBEK GORENG BIASA yang punya BUMBU SEANTERO NUSANTARA

Buaran Klender - profilusaha.blogspot.com
Petualangan kali ini kelanakuliner mengajak kolega, salah seorang kru inti dari Bengkel Kuliner. Sebagai sasaran kuliner, kami memilih Bebek Kaleyo Buaran. Pertama kali kami datang, kamis sudah disambut lumayan hangat. Namun  sepertinya penghargaan mereka terhadap wartawan kuliner kurang begitu mewah.
Kenapa kurang mewah? Apa mungkin karena orang sekelas Bondan Winarno sudah pernah berkunjung ke cabang Bebek Kaleyo lainnya? Arggghhhh itu kan yang di Rawamangun. Nggak begitu juga deh kalo Bebek Kaleyo Buaran yang baru buka kurang dari satu tahun ini.

Memang masalah kualitas rasa bebek goreng yang saya pesan nggak perlu diragukan lagi. Seperti sebagian besar orang yang pernah mencobanya. Bebek Kaleyo memang maknyosssss! Malah ada yang meng-klaim Bebek Kaleyo Bukan Bebek Biasa (Hwalah? Hihihihihi...mosok seh??) Intinya keinginan saya untuk bertemu dengan sang pemilik yang biasanya meliburkan diri di hari Minggu ini karena waktunya ibadah, membuat saya harus mengatur ulang janji ketemu agar bisa mewawancarai mereka (kok mereka? Yah mungkin aja bisa wawancarai pasangan suami istri pemilik Bebek Kaleyo)

Sebagai gantinya dan nggak bikin gigit jari karena paling enggak itu buat bahan tulisan, saya mewawancarai sang supervisor Bebek Kaleyo Buaran. (Mestinya dia saya sebut manajer kale yah?) Paling nggak, dia menceritakan kenapa namanya Bebek Kaleyo. Kaleyo dimungkinkan adalah istilah dalam bahasa Jawa yang berarti LagiYah? (Atau Dua Yah... biasanya para pedagang makanan di Jawa tengah atau Jogja kalo menawarkan makanan selalu menggunakan kata ini untuk memancing pelanggan agar datang kembali. Kaleyo bisa juga berarti Kaleh yo? Dua kali ya? Atau Dua yah?)

Terlepas dari masalah namanya yang memang sudah begitu populer. Kelanakuliner melihat bahwa menu sajian bebek goreng di Kaleyo memang sangat komplit. Mungkin bumbu dari Sabang sampai Merauke ada kale? Kenapa gitu? Lihat saja sambelnya mulai dari sambel Tanah Abang sampai Sambel Rawa Bangke ada di Resto Bebek Kaleyo.

Pak Bondan sendiri bilang inilah rahasia suksesnya Bebek Kaleyo, yakni Produk, Produk dan Produk. Yang berarti kualitas rasa Bebek kaleyo memang belum ada duanya dibandingkan dengan sajian menu resto bebek sejenis. Termasuk masalah ramainya. RM Bebek Kaleyo yang baru buka di Buaran saja, sudah diserbu pengunjung dari kali pertama buka. (Gue seh kalo mau bikin Bebek Kaleyo ini gak rame juga bisa, entah kalo bikin rame... Kayaknya gak semua orang bisa seberuntung pengusaha RM Bebek Kaleyo).

Tapi yang bikin kelanakuliner kecewa adalah pelayanannya. Karena saat saya bayar di kasir, pesanan bebek goreng bumbu sambel dan gorengan isi jeroan pesanan saya (Rempela, Hati dan Usus) lupa nggak dimasukkan ke dalam bungkusan take away. Padahal sewaktu pemesanan untuk dibawa pulang sang supervisor sudah menanyakan, apa mau ditambah sate jeroan. Sepertinya karena kelalaian bagian dapur dan kasir untuk mencatat, pesanan yang saya bawa hanya bebek goreng bumbu aneka sambel minus jeroan goreng kesukaan kelanakuliner. Ah forget it.....! Belum rezeki gue kale!
Terlepas dari pelayanan Bebek Kaleyo Buaran (bon transaksinya masih gue simpen... heheheh itu kalo nggak ilang dari dompet), kualitas rasa sambel dan bebek gorengnya memang luar biasa. Serasa makan langsung di makanan khas Kartosuro Solo atau khas Jawa Timur (termasuk sensasi serasa kita melayang dan terbang ke Jogja saat makan bebek gorengnya... hihihi lebay banget gak seh bahasa gue? Hiperbolis aja kale?)

By the way, kolega gue, Bunga Lily mengomentari bahwa bebek gorengnya pas banget rasanya dengan sambel korek khas Kartosuro. Jadi inget sama bebek goreng dari Solo itu deh... hmmmmm bener juga, ketika saya menyuir potongan daging dan menyuapkannya ke dalam mulut lapar ini.... hmmmm ajiiiib rasantya memang ajaib! (Tapi nggak terlalu ajaib banget seperti yang lo kira lah). Kayaknya perlu diadu sama Bebek Bentu, yang ada di Cempaka Putih neh? Atau Bebek Ginyo yang ada di Tebet. Atau perlu nggak yah gue adu sama Bebek Midio sekaligus Bebek Ireng Cak Baz? Wah.... Kayaknya kelengkapan Bebek Kaleyo bisa sebanding dengan kesemua resto bebek itu dijadikan satu. Tapi masalah rasa, yah relatif sama lah! (Lah kalo nggak ada perbedaannya dan sama aja, lalu apa istimewanya ditulis di kelanakuliner? Pertanyaan yang nggak bisa gue jawab)

Intinya, masalah rasa oke lah sama dan nggak beda jauh dengan yang ada di resto-resto bebek lainnya, namun masalah kelengkapan bumbu sambel, mungkin sementara waktu ini Bebek Kaleyo yang berasal dari Jogja ini masih teratas. Nggak percaya... Periksa aja sendiri. Atau baca tulisan kelanakuliner tentang Bebek Bentu (bukan bebek Bentuman loh! Jelas beda). Untuk reservasi tempat silakan menghubungi (021)9346.1965

Rekomendasi bintang? Yah paling cuma 3 bintang (***) nggak lebih dan gak kurang dari skala 5 bintang. Tapi memang patut dikunjungi serta dicoba!

Sidik Rizal - kelanakulinerbekasi.blogspot.com

Tulisan terkait

BEBEK KALEYO MAKNYUSSS
Sumber AatBlogs

Pernah merasakan makan bebek ?.. ya,.. makanan ini memang sekarang lagi booming banget. Sampai sampai hampir di pelosok tempat makan dan restoran menyajikan menu bebek. Apa sih yang membuat kamu tertarik sama bebek ?.. bumbunya ?… rasa bebeknya ?… Tapi kalau kamu mau merasakan betapa bumbu (sambel) dan perpaduan daging bebek yang wuuueeenak banget,.. kamu HARUS coba bebek kaleyo.

Banyak masakan bebek yang dagingnya terasa masih agak keras dan berbau sedikit amis. Tapi jangan harap hal itu kamu temukan di bebek kaleyo. Rasa bebeknya benar benar gurih dan daginya sama sekali tidak amis. Tidak heran tempat makan yang buka dari senin – sabtu ini selalu dipadati pengunjung. Jadi kalau kamu berniat untuk makan siang disini, datanglah minimal setengah jam lebih awal karena dijamin paling tidak selama setengah jam tersebut kamu tidak akan mendapatkan tempat duduk.

Bebek kaleyo memiliki tiga pilihan menu bebek. Yaitu bebek Bakar, bebek Cabe Ijo dan bebek Goreng Crispy. Ketiga tiganya sama enak. Tapi secara pribadi gw lebih suka bebek Goreng Crispy atau Bebek Cabe Ijo. Belakangan, kaleyo juga menyediakan menu yang sama namun dengan pilihan daging ayam. Untuk yang satu ini, gw memang belum pernah merasakannya, jadi blum bisa diberi rekomendasi.

Cara memesan sama dengan kebanyakan restoran. Setelah kita duduk, petugas pemesanan akan datang dan mencatat segala pesanan kita. Untuk nasi, bisa dipilih apakah ingin nasi uduk atau nasi biasa. Jangan lupa juga untuk memesan tahu dan tempenya agar pesanan kita benar benar lengkap. Sekitar 15 menit kemudian barulah pesanan bebek yang kita inginkan datang.

Bebek yang datang disajikan dalam piring rotan dengan diberi alas kertas coklat lengkap dengan pesanan plus bonus lalapan. Di meja juga dihidangkan sambal tambahan untuk cocolan tahu tempe dan bebek krispi. Begitu suapan pertama masuk dengan lauk komplit bebek + lalapan + tahu dan sambel,.. sangat,… sangat,… berasa enaknya. Belum lagi ukuran bebeknya yang terbilang lumayan besar. Jadi kalau makan bebek disini, gw nggak pernah tuh mesen dada, cukup paha aja karena memang porsi paha sudah cukup untuk menghabiskan seporsi nasi.

Bebek Kaleyo merupakan solusi paten buat kamu yang ingin mencoba menu bebek untuk makan siang. Dengan harga tidak lebih dari Rp. 20.000,- per porsi (sudah termasuk Nasi Uduk, bebek, Tahu + Tempe, dan es teh manis). Termasuk murah untuk ukuran bebek yang enak.

Bebek Kaleyo ternyata juga punya cabang loh, yaitu di daerah Pulomas. Tepatnya di jalan samping Plaza Dwima, sekitar 200 meter masuk ke dalam. Tapi yang satu ini khusus hanya buka diatas jam 17:30. Gw doain aja deh semoga bebek ini ke depannya terus berkembang dan akhirnya bisa buka di daerah Pamulang. He.. he.. he…

Jadi jangan lupa kalau kamu ada didaerah rawamangun dan sekitarnya, jangan lupa untuk mampir kesini. Tapi gw saranin sih kalau mau makan di bebek kaleyo, jangan menggunakan mobil pribadi karena tempat parkirnya termasuk susah (pasti sudah penuh). Nah untuk bebek seenak ini rasanya nggak berlebihan donk kalau aatblog memberikan nilai 9/10 6/10 yang berarti Very High Recommended.