Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Tampilkan postingan dengan label Aneka Sambel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneka Sambel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Januari 2011

Bebek Peny Durenjaya Bekasi Bebek Super Hot

Rasanya Membakar Lidah Tak Membakar Dompet
Tak Terpengaruh Selangitnya Harga Cabe

Durenjaya Bekasi - webrizal.com
Nama pendeknya cukup memancing perhatian saya. Tidak seperti kebanyakan merk warung dan rumah makan bebek lainnya yang biasanya terlalu panjang. Namanya pun gampang diingat, cukup Bebek Peny. Nah sekarang apa arti dari nama rumah makan sederhana ini. Apakah Peny singkatan dari Penyet? Atau Bebek Peny adalah nama pemiliknya mbak Peny?

Bebek Peny bisa jadi adalah singkatan dari bebek pedas dan nyamleng. Namun kata pemiliknya mas Gatot, Bebek Peny bisa jadi adalah bebek pedas nikmat. "Yah singkatan aja, bebek pedas nikmat jadi kami beri nama bebek Peny." ujar lelaki yang sudah mempatentkan merk Bebek Peny nya ini. Sediangkan menurut Wawan (termasuk pemilik warung bebek ini), awalnya mau diberi nama bebek "penny" yang artinya dalam bahasa Inggris "recehan". Dengan asumsi bebek seharga berapa penny bakalan populer dengan murahnya. Harganya memang Rp 12.000,-


Bebek Rica-Rica yang super pedas
Loh kok bukan Bebek Peni? Apa mungkin kuatir nanti takut salah tulis atau kepleset salah ucap jadi saru kali ya? Hehehehe... kan gak lucu kalau dinamai Bebek Peni eh gak sengaja ada yang nambahin hurup "S" di belakangnya pake spidol, jadi artinya ngaco.... Hehehehe... bener juga yah, jadi memang jauh lebih tepat disingkat dengan hurup "Y" dibandingkan hurup "I". Jadi kalau ada yang mau plesetin paling jadinya BEBEK PENYet kan?


Apakah bebek goreng ini menyehatkan?

Wawan - pemilik dan pengelola Bebek Peny
Wawan menjelaskan bahwa sehat atau tidaknya kan tergantung yang mengkonsumsi, yang jelas, trend makan unggas yang kini lebih ke ayam akan menjadi peluang besar bergeser ke bebek. Toh nutrisinya sama baiknya dengan ayam, bahkan di beberapa bagian banyk kelebihan daging bebek dibandingkan dengan ayam, demikian papar Wawan kepada kulinerkuliner.com

Lebih Pedas daripada Bebek Kesurupan
Lepas dari masalah merk, warung yang hanya dikawal oleh Mbak Nur, satu orang pelayan saja ini, Bebek Peny memang menawarkan bebek goreng dengan sambal (sayangnya bukan sambel penyet) yang super pedas. Bayangkan saja semua bahan bakunya adalah cabe rawit ijo dan cabe rawit merah (orang BEtawi bilang cabe setan). Meski harga cebe rawit selangit, rasa pedasnya tetap saja luar biasa. "Biar pelanggan kami puas dengan rasa pedasnya, karena kalau makan bebek goreng pastinya orang kebanyakn lebih suka dengan rasa pedas luar biasa." ujar mas Gatot yang tinggal tak jauh dari warung makan sederhananya itu.

Lebih Besar Porsinya daripada Bebek Ella
Biarpun begitu, Bebek Peny disajikan beda dengan resto dan warung makan bebek lainnya yang biasanya masak cabenya bersamaan dengan saat mengungkeb daging bebek. Di RM Bebek Peny anak kecil pun bisa menikmati kelezatan daging bebek sangkeb (bebek usia produktif yang masih aktif bertelur) nan empuk ini tanpa kuatir dengan sambelnya yang dipisah. Bila tak suka, tak usah disentuh sambel ulegnya yang membakar lidah dan tenggorokan ini.
Karena seekor bebek Peny dipotong jadi empat bagian. Sementara di lain tempat bisa disajikan satu ekor dipotong jadi 6 atau 8 bagian sebagaimana ciri khas bebek Madura.

Lebih Empuk daripada Bebek Goreng Ki Slamet
Memang Bebek Peny lebih mirip dengan potongan bebek goreng Ki Slamet. Namun bedanya adalah jika di Bebek Goreng Ki Slamet, menggunakan bebek afkir sehingga digoreng garing, dan wanginya menyeruak ke se antero lingkungan di dekat rumah makannya. Jadi bagi penggemar bebek goreng Ki Slamet, garing dan renyahnya daging bebek menjadi ciri tersendiri. Bebek Peny jauh lebih besar dan gemuk, dan mempunyai daging yang lebih empuk bahkan terkadang terasa seperti daging ayam, namun rasanya jauh lebih gurih, meski tanpa bumbu masak (vetsin).

Lebih mantap daripada Bebek Cabe Ijo
Pilihan sambel berupa sambel uleg cabe rawit ijo dicampur rawit merah memang menjadi ciri khas Bebek Peny. Rasa sambelnya ini memang lebih mantap daripada sambel ijo. Saya pribadi mengatakan sedapnya rasa sambel uleg khas Bebek Peny bukan saja membuat saya berkeringat, tapi pas dengan selera lidah Melayu dan Jawa saya.

Tak heran seorang pelanggan dari Kemang Pratama malah ingin membeli merk Bebek Peny untuk dibuka di kawasan Kalimalang. Mas Gatot belum memberikan kesempatan, "Saya bukannya tak mau memeri, tapi memang mempersiapkan segala sesuatunya terutama suplai bebek yang kini kami baru bisa 20 ekor per harinya. Seandainya pemasok menyanggupi menyediakan lebih, maka saya akan buka cabang di lain tempat dengan sistem BO (business opportunity = peluang usaha).

Bebek Peny tidak sekejam Bebek Bengis
Anda tertarik mencicipi sajian Bebek Peny yang logo merknya nyaris mirip dengan logo "lama" Bebek Bengis dari Pekayon. Bila bebek ungkeb lainnya dimasak dengan bumbu ungkeban dengan menggorengnya sehingga diperoleh kremes yang gurih, maka bebek Peny menyajikan sajian dengan pilihan Bebek Rica-Rica,dimana ungkeb daging bebek langsung digoreng dengan sambal ulegnya, sehingga pedasnya meresap ke dalam daging bebek.

Jadi kalau diperhatikan, proses pemasakannya tidak serumit dengan masakan bebek lainnya. Boleh dibilang tidak sekejam Bebek Bengis, ujar seorang pelanggan yang kini beralih ke Bebek Peny.

Tidak sehitam Bebek Ireng
Karena ungkeban menggunakan bumbu khusus, maka warna daging bebek cenderung coklat dan tidak hitam. Maka Bebek Peny mempunyai penampilan jauh lebih menarik daripada bebek item. Masalah rasanya tentu saja sesuai dengan selera. Tapi lidah memang tak bisa bohong. Orang terkenal seperti Purwatjaraka pernah mencicipi dan suka sehingga pernah memesan beberapa puluh box nasi bebek Peny untuk satu acara di Purwacaraka.

Kenapa berani dibandingkan?
Mbak Nur, sang penjaga warung Bebek Peny yang juga juru masak bumbu khusus ungkeban menyatakan bila pengunjungnya memang sementara waktu ini adalah pegawai pemda baik dari kelurahan Durenjaya, atau PemdaKota Bekasi. Hanya sesekali saja, sang pemilik mas Gatot mengunjungi warung. Biarpun begitu, dirinya mengakui selalu mengawasi kegiatan di warung, karena itu lelaki jangkung ini selalu belanja sendiri di pagi harinya dan menambah belanja sesuai permintaan pelanggan bila ada permintaan khusus. Misalnya menu bebek rica-rica dibuat setelah ada pelanggan yang meminta dibuatkan sajian khas Sulawesi itu dalam bagian menunya.

"Karena bebek kami adalah bebek yang berusia sedang bukannya bebek afkir ataupun bebek perawan (bebek muda yang belum bertelur atau bebek cocod dalam istilah Betawinya) sehingga dagingnya gemuk dan tidak terlalu alot seperti bebek afkir dan juga tidak terlalu sedikit seperti bebek Cocod," bebernya sehingga dirinya yakin bila Bebek Peny berani diadu rasa dan teksturnya dengan sajian rumah makan bebek lain seperti yang telah disebutkan di atas.

Hmmm, promosi yang aneh bukan. Bagi Anda penggemar bebek yang ingin menikmati Bebek Peny beserta anak-anak kecil yang tidak suka sambel, tak usah kuatir datang saja dijamin semuanya akan suka sesuai dengan selera. Sayang sekali bila usaha bebek goreng Peny ini tidak dikembangkan ke banyak tempat di daerah lain. Manajemen masih membatasi diri untuk buka satu warung saja di Durenjaya.... Anda tertarik bermitra buka cabang bebek Peny di tempat Anda? Hubungi saja bagian kemitraan usaha (021)9346.1965

Sidik Rizal - bukankelanakuliner.com

Sabtu, 19 Juni 2010

Bebek Kaleyo Buaran Duren Sawit - Baru Buka Sudah Rame Diserbu

BEBEK GORENG BIASA yang punya BUMBU SEANTERO NUSANTARA

Buaran Klender - profilusaha.blogspot.com
Petualangan kali ini kelanakuliner mengajak kolega, salah seorang kru inti dari Bengkel Kuliner. Sebagai sasaran kuliner, kami memilih Bebek Kaleyo Buaran. Pertama kali kami datang, kamis sudah disambut lumayan hangat. Namun  sepertinya penghargaan mereka terhadap wartawan kuliner kurang begitu mewah.
Kenapa kurang mewah? Apa mungkin karena orang sekelas Bondan Winarno sudah pernah berkunjung ke cabang Bebek Kaleyo lainnya? Arggghhhh itu kan yang di Rawamangun. Nggak begitu juga deh kalo Bebek Kaleyo Buaran yang baru buka kurang dari satu tahun ini.

Memang masalah kualitas rasa bebek goreng yang saya pesan nggak perlu diragukan lagi. Seperti sebagian besar orang yang pernah mencobanya. Bebek Kaleyo memang maknyosssss! Malah ada yang meng-klaim Bebek Kaleyo Bukan Bebek Biasa (Hwalah? Hihihihihi...mosok seh??) Intinya keinginan saya untuk bertemu dengan sang pemilik yang biasanya meliburkan diri di hari Minggu ini karena waktunya ibadah, membuat saya harus mengatur ulang janji ketemu agar bisa mewawancarai mereka (kok mereka? Yah mungkin aja bisa wawancarai pasangan suami istri pemilik Bebek Kaleyo)

Sebagai gantinya dan nggak bikin gigit jari karena paling enggak itu buat bahan tulisan, saya mewawancarai sang supervisor Bebek Kaleyo Buaran. (Mestinya dia saya sebut manajer kale yah?) Paling nggak, dia menceritakan kenapa namanya Bebek Kaleyo. Kaleyo dimungkinkan adalah istilah dalam bahasa Jawa yang berarti LagiYah? (Atau Dua Yah... biasanya para pedagang makanan di Jawa tengah atau Jogja kalo menawarkan makanan selalu menggunakan kata ini untuk memancing pelanggan agar datang kembali. Kaleyo bisa juga berarti Kaleh yo? Dua kali ya? Atau Dua yah?)

Terlepas dari masalah namanya yang memang sudah begitu populer. Kelanakuliner melihat bahwa menu sajian bebek goreng di Kaleyo memang sangat komplit. Mungkin bumbu dari Sabang sampai Merauke ada kale? Kenapa gitu? Lihat saja sambelnya mulai dari sambel Tanah Abang sampai Sambel Rawa Bangke ada di Resto Bebek Kaleyo.

Pak Bondan sendiri bilang inilah rahasia suksesnya Bebek Kaleyo, yakni Produk, Produk dan Produk. Yang berarti kualitas rasa Bebek kaleyo memang belum ada duanya dibandingkan dengan sajian menu resto bebek sejenis. Termasuk masalah ramainya. RM Bebek Kaleyo yang baru buka di Buaran saja, sudah diserbu pengunjung dari kali pertama buka. (Gue seh kalo mau bikin Bebek Kaleyo ini gak rame juga bisa, entah kalo bikin rame... Kayaknya gak semua orang bisa seberuntung pengusaha RM Bebek Kaleyo).

Tapi yang bikin kelanakuliner kecewa adalah pelayanannya. Karena saat saya bayar di kasir, pesanan bebek goreng bumbu sambel dan gorengan isi jeroan pesanan saya (Rempela, Hati dan Usus) lupa nggak dimasukkan ke dalam bungkusan take away. Padahal sewaktu pemesanan untuk dibawa pulang sang supervisor sudah menanyakan, apa mau ditambah sate jeroan. Sepertinya karena kelalaian bagian dapur dan kasir untuk mencatat, pesanan yang saya bawa hanya bebek goreng bumbu aneka sambel minus jeroan goreng kesukaan kelanakuliner. Ah forget it.....! Belum rezeki gue kale!
Terlepas dari pelayanan Bebek Kaleyo Buaran (bon transaksinya masih gue simpen... heheheh itu kalo nggak ilang dari dompet), kualitas rasa sambel dan bebek gorengnya memang luar biasa. Serasa makan langsung di makanan khas Kartosuro Solo atau khas Jawa Timur (termasuk sensasi serasa kita melayang dan terbang ke Jogja saat makan bebek gorengnya... hihihi lebay banget gak seh bahasa gue? Hiperbolis aja kale?)

By the way, kolega gue, Bunga Lily mengomentari bahwa bebek gorengnya pas banget rasanya dengan sambel korek khas Kartosuro. Jadi inget sama bebek goreng dari Solo itu deh... hmmmmm bener juga, ketika saya menyuir potongan daging dan menyuapkannya ke dalam mulut lapar ini.... hmmmm ajiiiib rasantya memang ajaib! (Tapi nggak terlalu ajaib banget seperti yang lo kira lah). Kayaknya perlu diadu sama Bebek Bentu, yang ada di Cempaka Putih neh? Atau Bebek Ginyo yang ada di Tebet. Atau perlu nggak yah gue adu sama Bebek Midio sekaligus Bebek Ireng Cak Baz? Wah.... Kayaknya kelengkapan Bebek Kaleyo bisa sebanding dengan kesemua resto bebek itu dijadikan satu. Tapi masalah rasa, yah relatif sama lah! (Lah kalo nggak ada perbedaannya dan sama aja, lalu apa istimewanya ditulis di kelanakuliner? Pertanyaan yang nggak bisa gue jawab)

Intinya, masalah rasa oke lah sama dan nggak beda jauh dengan yang ada di resto-resto bebek lainnya, namun masalah kelengkapan bumbu sambel, mungkin sementara waktu ini Bebek Kaleyo yang berasal dari Jogja ini masih teratas. Nggak percaya... Periksa aja sendiri. Atau baca tulisan kelanakuliner tentang Bebek Bentu (bukan bebek Bentuman loh! Jelas beda). Untuk reservasi tempat silakan menghubungi (021)9346.1965

Rekomendasi bintang? Yah paling cuma 3 bintang (***) nggak lebih dan gak kurang dari skala 5 bintang. Tapi memang patut dikunjungi serta dicoba!

Sidik Rizal - kelanakulinerbekasi.blogspot.com

Tulisan terkait

BEBEK KALEYO MAKNYUSSS
Sumber AatBlogs

Pernah merasakan makan bebek ?.. ya,.. makanan ini memang sekarang lagi booming banget. Sampai sampai hampir di pelosok tempat makan dan restoran menyajikan menu bebek. Apa sih yang membuat kamu tertarik sama bebek ?.. bumbunya ?… rasa bebeknya ?… Tapi kalau kamu mau merasakan betapa bumbu (sambel) dan perpaduan daging bebek yang wuuueeenak banget,.. kamu HARUS coba bebek kaleyo.

Banyak masakan bebek yang dagingnya terasa masih agak keras dan berbau sedikit amis. Tapi jangan harap hal itu kamu temukan di bebek kaleyo. Rasa bebeknya benar benar gurih dan daginya sama sekali tidak amis. Tidak heran tempat makan yang buka dari senin – sabtu ini selalu dipadati pengunjung. Jadi kalau kamu berniat untuk makan siang disini, datanglah minimal setengah jam lebih awal karena dijamin paling tidak selama setengah jam tersebut kamu tidak akan mendapatkan tempat duduk.

Bebek kaleyo memiliki tiga pilihan menu bebek. Yaitu bebek Bakar, bebek Cabe Ijo dan bebek Goreng Crispy. Ketiga tiganya sama enak. Tapi secara pribadi gw lebih suka bebek Goreng Crispy atau Bebek Cabe Ijo. Belakangan, kaleyo juga menyediakan menu yang sama namun dengan pilihan daging ayam. Untuk yang satu ini, gw memang belum pernah merasakannya, jadi blum bisa diberi rekomendasi.

Cara memesan sama dengan kebanyakan restoran. Setelah kita duduk, petugas pemesanan akan datang dan mencatat segala pesanan kita. Untuk nasi, bisa dipilih apakah ingin nasi uduk atau nasi biasa. Jangan lupa juga untuk memesan tahu dan tempenya agar pesanan kita benar benar lengkap. Sekitar 15 menit kemudian barulah pesanan bebek yang kita inginkan datang.

Bebek yang datang disajikan dalam piring rotan dengan diberi alas kertas coklat lengkap dengan pesanan plus bonus lalapan. Di meja juga dihidangkan sambal tambahan untuk cocolan tahu tempe dan bebek krispi. Begitu suapan pertama masuk dengan lauk komplit bebek + lalapan + tahu dan sambel,.. sangat,… sangat,… berasa enaknya. Belum lagi ukuran bebeknya yang terbilang lumayan besar. Jadi kalau makan bebek disini, gw nggak pernah tuh mesen dada, cukup paha aja karena memang porsi paha sudah cukup untuk menghabiskan seporsi nasi.

Bebek Kaleyo merupakan solusi paten buat kamu yang ingin mencoba menu bebek untuk makan siang. Dengan harga tidak lebih dari Rp. 20.000,- per porsi (sudah termasuk Nasi Uduk, bebek, Tahu + Tempe, dan es teh manis). Termasuk murah untuk ukuran bebek yang enak.

Bebek Kaleyo ternyata juga punya cabang loh, yaitu di daerah Pulomas. Tepatnya di jalan samping Plaza Dwima, sekitar 200 meter masuk ke dalam. Tapi yang satu ini khusus hanya buka diatas jam 17:30. Gw doain aja deh semoga bebek ini ke depannya terus berkembang dan akhirnya bisa buka di daerah Pamulang. He.. he.. he…

Jadi jangan lupa kalau kamu ada didaerah rawamangun dan sekitarnya, jangan lupa untuk mampir kesini. Tapi gw saranin sih kalau mau makan di bebek kaleyo, jangan menggunakan mobil pribadi karena tempat parkirnya termasuk susah (pasti sudah penuh). Nah untuk bebek seenak ini rasanya nggak berlebihan donk kalau aatblog memberikan nilai 9/10 6/10 yang berarti Very High Recommended.