Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Tampilkan postingan dengan label Nasi Timbel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasi Timbel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Februari 2010

Warung Niot, Sop Buntutnya Gak Ada Lawan di Tebet

Warung Niot Jajanan Kantor Harga Pelajar - Mahasiswa

Jakarta, kelanakuliner.com
Kalau kita sedang mencari makanan berkelas dengan harga mahasiswa atau bahkan anak pelajar SMP (tapi kelas menengah atas lah), maka Warung Niot bilangan Tebet bisa jadi pilihan kita.
Harganya terjangkau, menunya keren!

Siapa yang nggak kenal menu kelas menengah atas di hampir setiap hotel ada, yakni Sop Buntut (Oxtail Soup). Dan dalam makanan istimewa ini hanya satu yang nggak enak kalau makan di tempat berkelas itu, yakni.... Buntut-buntutnya... bayarnya nggak enak karena biasanya Sop Buntut itu identik dengan MAHAL. Tidak demikian halnya dengan Sop Buntut di Waroeng Niot... cuma Rp.20.000,- kita bisa puas makanan kelas hotel bintang lima ini.


Berkenalan dengan sang pengelola, kang Ismet  yang dipercaya oleh pemiliknya ibu Nia untuk menjalankan usaha mini resto yang menyajikan Sop Buntut dan Ayam Bakar khas Tebet ini sungguh sama enaknya dengan sajian mereka. Kang Ismet, lelaki berusia 26 tahun ini memang menyukai dunia kuliner, apalagi yang namanya makanan khas daerah.

Melihat Waroeng Niot saat siang hari, memang agak berbeda bila dibandingkan mengunjunginya di sore hari. Kebanyakan pengunjung Waroeng Niot saat jam makan siang dan istirahat anak sekolah, maka waroeng pojok yang khusus menyajikan sop buntut dan nasi uduk ini selalu dipenuhi oleh abg dan anak sekolah terutama dari SMP 115 Jaksel.

So pasti masalah harga, ya terjangkau lah buat ukuran anak-anak kelas menengah atas yang memang biasanya berasal dari SMP 115 yang berstatus sekolah internasional ini. Waroeng Niot, terutama sang pemilik melihat, inilah ceruk pasar yang harus dipenuhi.

Waroeng Niot yang terletak di pojokan Jalan Tebet Utara tepat di belakang SMP 115 memang berseberangan dengan C'TU (Corner Tebet Utara) sebuah pujasera yang komplit dalam aneka sajian makanan cepat saji maupun modern. Beda dengan C'TU, Waroeng Niot lebih berorientasi dengan makanan khas daerah yang masih ngetrend dengan selera para pelajar dan mahasiswa di kawasan Tebet ini.

Sesuai dengan namanya waroeng, maka konsep warungan masih diterima oleh berbagai kalangan, tapi kesan modern dan gaulnya tetap ada.

Lihat saja daftar menu yang disajikan di Waroeng Niot, mulai dari Sop Buntut yang dibandrol dengan harga cuma Rp.20.000,- atau Sop Iga Rp.20.000,- Kalau itu masuk kategori kemahalan buat pelajar, cobalah menu favorit anak-anak sekolah ini, yakni Ayam Panggang Pedas, Ayam Panggang Kecap, atau Ikan Goreng Cabe Merah yang dipatok cuma Rp.9.500,-

Sedangkan menu komplit sajian nasi khas tradisional seperti Nasi Kuning Komplit, dan Nasi Uduk Komplit cuma diberi harga Rp.16.500,- Dan jika mau mencoba Nasi Ijo Panggang  atau Nasi Bakar para pelanggan hanya perlu merogoh kocek seharga Rp.14.000,-

Sedangkan buat makanan populer di Waroeng Niot, ada Mie Bakso yang harganya cuma Rp.10.000,- bila ingin tambahan menu bisa meminta Nasi Putih Rp.3.000,- atau Sate Ati Ampela Rp.3.000,- dan juga Tahu atau Tempe Goreng masing-masing Rp.1.500,-

Buat Anda yang mau memesan Lemper, Risoles dan Kue Sues juga bisa diantarkan ke tempat Anda, tentunya dengan jumlah pemesanan tertentu.

Kamu-kamu tertaik mengunjungi Waroeng Niot? Datangi saja Jalan Tebet Utara Dalam No. 29 (belakang SMP 115) Jakarta Selatan dan untuk reservasi hubungi nomor (021) 707.45488 atau langsung dengan sang pemilik mbak Nia di 0819.1055.7755 bila ada yang berminat untuk buka cabang waralaba atau kemitraan di lokasi strategis di luar Tebet Utara. Atau kunjungi saja weblogs nya di warung-niot.com

Tapi gue udah nyobain sop buntutnya yang luar biasa nikmat itu dan ayam bakar khas Warung Niot yang maknyoss banget. Itu pada kali pertama kunjungan ke Waroeng Niot. Pada kunjungan berikutnya kelanakuliner mencoba menu lainnya yang nggak kalah istimewa, seperti Sop Iga Sapi, yang uwenak tenant... dan mantap. Satu porsi gede, sudah bisa mengenyangkan perut... belum lagi rasanya yang lumayan lezat... Top...top banget!
SidikRizal

Jumat, 08 Januari 2010

JAKARTA RESTO: Nasi Timbel plus Ayam Bakarnya Ngetop di Pasar Festival

Perang Jajanan Pasar Festival via Program Paket yang Cerdas


Jakarta, kelanakuliner.com
Bermula mengunjungi Pasar Festival, dan bertemu dengan seorang pengusaha seni Tatto, Andrey yang juga ternyata pengusaha kuliner asli Betawi itulah akhirnya gue nemuin Jakarta Resto, sebagai satu outlet bergaya minimalis kombinasi modern etnis, itu kalo nggak mau dibilang nanggung.

Sang pemilik, Andrey lelaki kelahiran Jakarta, yang pernah berpengalaman sebagai DJ di Halilai Ancol ini menuturkan pengalamannya kepada kelanakuliner.com bahwa semenjak kecil dirinya dibiasakan hidup mandiri dan berwirausaha dan itulah sebabnya dirinya siap untuk membuka usaha  selain bisnis utamanya sanggar seni tatto, yakni bidang kuliner di Pasar Festival. Mengenai nama usahanya yang diberi nama Jakarta Resto, karena semua masakannya memang bergaya Betawi dan Sunda, kebetulan sekali untuk menu utama semua diolah masak oleh sang mamanya sendiri. Untuk menu pendukung, kini ia sudah mulai mempercayakan kepada seorang karywannya yang telah setia mengikuti keluarganya selama bertahun-tahun.


Saat bertemu dengan Andrey, lelaki yang mempunyai hiasan tatto full color dan artisitic di lengan kirinya ini,  kebetulan ia sedang berada di gerai seni tattonya yang berlokasi sama Pasar Festival,  di lantai dasar. Setelah berbincang panjang lebar tentang usaha sanggar seni tattonya yang dikelola bersama sobat dekatnya, Venus, Andrey mengajak saya untuk mengunjungi gerai food courtnya yang terletak di lantai atasnya.

Jakarta Resto menyajikan dua menu unggulan, yang pertama dan menjadi favorit saya adalah Nasi Timbel paket komplit dengan es teh manis gelas yang harganya bikin gue nyaris jantungan, "Cuman Ceban!" Hah? Kok bisa? Paket Nasi Timbelnya yang dibandrol cuma ceban inilah yang akhirnya menghantam selera pelanggannya. Kebetulan ada pesaingnya langsung yang menyajikan menu yang sama, namun setelah Andreyas sajikan menu paket sebagai strategi merebut pasar, maka nyaris serempak semua outlet di food court Pasar Festival ini melakukan gebrakan serupa. Kini tinggal bermain di rasa (memang lidah gak bisa bo'ong lay!), apakah kualitas dengan harga paket yang disajikan betul-betul sesuai?

Di samping menu unggulan Nasi Timbel, ada menu unggulan kedua yakni Ayam Bakar. Untuk yang kedua ini, saya setuju dengan semua orang yang mengatakan bahwa ayam bakarnya sungguh luar biasa. Tapi sayang bumbu sambel koreknya kurang begitu mantap. Usut punya usut, ternyata bumbu sambalnya bukanlah buatan sang koki, alias bukan sang mama. Namun begitu, sambal pedasnya tidak lah mengurangi rasa nikmat dan gurihnya ayam bakarnya yang memang mempunyai rasa lebih gurih dan lebih yummy dibandingkan dengan ayam bakar lainnya yang ada di lantai food court itu. Untuk sambalnya, dapat point 5, tapi masih bisa dikoreksi asal berani ambil tindakan ekstrim, "Bunuh saja sang pembuat sambelnya, atau sekolahkan sang pembuat sambelnya ke sebuah rumah makan terkenal, dan kembali pekerjakan dia setelah ahli membuat bumbu sambel!" komentar seorang pelanggan yang juga teman dekat Andrey, Ramon Tommy Bens.

Terlepas dari masalah rasa, maka kayaknya cuma di Jakarta Resto yang paling sering dikunjungi oleh komunitas cewek-cewek cantik bertattoo. Jangan heran, ANdrey (sori gak sengaja nulis, dan ini gak ada hubungannya sama ANteve ataupun Bakrie Group) sendiri kerap ditemui oleh kolega dan klien seni tattoonya. Gue sendiri jumpai sedikitnya ada dua cewek cantik berpakaian casual (minimalis) yang menampakkan tattoo di pingganya, hmmmm seksi abis. Pantas saja kalau kursi-kursi di depan gerai Jakarta Resto bakalan dipenuhi para eksmud ataupun cowok paruh baya untuk makan di tempat itu. Berdasarkan survey kelanakuliner.com sepertinya Pasar Festival, khususnya food courtnya, memang bukan saja dipenuhi oleh karyawan yang bekerja di segitiga emas Kuningan, tapi juga kalangan selebritis dan kaum muda gaul yang memang sengaja "mencari" atau "mengundang" sesuatu. (Hehehehe swear ini hasil pantauan gue semata).

Gue sendiri setelah merasakan kedua sajian utamanya itu, mengangguk setuju kalau ayam bakarnya memang lumayan OK dan lezatnya pas (minus sambelnya yah!), sedangkan Nasi Timbelnya masuk kategori yang patut untuk direkomendasikan buat Anda coba. Anda tertarik ingin mencicipi Nasi Timbel dan Ayam Bakar khas Jakarta Resto? Hubungi saja   (021) 9969.1709  untuk reservasi langsung dengan Andrey. Jakarta Resto juga menerima Pesan Antar ke apartemen atau area di sekitar Pasar Festival Kuningan itu.
dikRizal - dobeldobel.com