Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Senin, 20 Juli 2009

Pisang Ijo Rose Jajanan Jelang Buka Puasa yang Diwaralabakan

JAJANAN TRADISIONAL PILIHAN BERBUKA PUASA
WARALABA PISANG IJO DI BEKASI SEMAKIN MARAK

Bekasi, dobeldobel.com - kelanakuliner.com
Menjelang bulan puasa, maka bisa dipastikan muncul dan menjamurnya usaha jajanan pembuka yang kian digemari dan dicari. Wilayah Bekasi baik kota maupun kabupaten, khususnya komplek perumahan pastinya akan diramaikan oleh lapak-lapak atau gerai sederhana yang menjajakan penganan jajanan manis dan murah meriah serta cepat untuk berbuka.

Biasanya jajanan yang memang menjamur di bulan puasa itu akan berlanjut menjadi usaha kuliner jajanan yang menjanjikan dan kian banyak digeluti oleh banyak orang, karena modal usahanya yang relatif murah dan proses produksinya yang tidak njelimet.

Melihat peluang pasar inilah, pasangan suami istri, Noko dan Veronica, pengusaha roti dan kue Rose yang membuka tokonya di bilangan ruko Taman Galaxi, mulai membangun usaha bermodal minim dengan sistem waralaba. Pilihan jenis produk makanan Pisang Ijo, dikarenakan momentumnya yang menjelang bualan puasa dan produksi yang bisa dilakukan secara massal dan bersamaan dengan usaha yang sudah berjalan.

Menurut Veronica sendiri, mereka mampu menyediakan seberapa banyak Pisang Ijo yang akan dibutuhkan para pemegang waralaba (franchisee). Tinggal masalahnya adalah di pendistribusian dan pelayanan saat usaha ini dimulai. Bila kualitas produk sudah teruji dan memang memempunyai rasa yang sesuai dengan selera pasar menjadi syarat utama, namun jangan dilupakan pula pelayanan kepada pelanggan agar produknya bisa sampai ke pelanggan dalam keadaan kualitas terjaga.

Noko, sang suami juga menambahkan bahwa usaha jajanan Pisang Ijo ini pada mulanya hanya mempunyai satu jenis produk dasar andalan, yakni Es Pisang Ijo dan bubur sumsum. Karena umumnya pembeli dan pelanggan yang menkonsumsinya untuk penganan berbuka puasa. Adapun derivasi dan kombinasi yang sesuai dengan permintaaan pelanggan, maka dicoba pula Es Pisang Ijo dengan Vla. Tidak seperti kebanyakan Es Pisang Ijo yang ada di daerah lain, taruhlah di bandung ada tempat Es Pisang Ijo yang menawarkan Pisang Ijo dengan bahan pembungkus yang dibuat dari tepung beras. Pisang Ijo olahan mereka itu sangat mudah basi di samping rasanya yang jauh bila dibandingkan Pisang Ijo buatan Rose, karena dibuat dari kulit pembungkus tepung beras ketan. Jadi rasanya tentu lebih gurih dan legit, ujar sang lelaki pengusaha ini meyakinkan.

Pisang Ijo Rose adalah jajanan tradisional siap saji yang dikreasikan dengan kualitas dan cita rasa tinggi oleh Rose bakery dan dikhususkan untuk waralaba. Es Pisang Ijo adalaha jajanan minuman dingin campuran es batu dan Pisang Ijo yang dicampur dengan bubur sumsum atau vla dan bisa ditambah topping sesuai selera. Pisang Ijo Rose dibuat dari pisang pilihan dan dibungkus dengan tepung ketan yang diberiwarna hijau daun pandan.

Es Pisang Ijo Rose disajikan dalam beberapa variasi seperti vla, sirup dan susu kental manis dan bisa diberi topping seperti messis atau parutan keju. Kemudian variasi lainnya es Pisang Ijo dengan bubur sumsum, sirup dan susu kental manis. Variasi Es Pisang Ijo yang terakhir dan mulai digemari para penikmat jajanan manis dingin ini adalah Es Pisang Ijo dengan bubur sumsum, kacang merah, sirup dan susu kental manis.

Namun karena kacang merah yang lebih cepat basi, akhirnya variasi ini diganti dengan ketan hitam. Dan ternyata para pelanggan menerima. Dan tentunya kesemua sajian itu akan terasa segar dengan es parut.

Waralaba Pisang Ijo Rose
Usaha makanan khususnya jajanan tradisional adalah jenis usaha yang hanya membutuhkan modal usaha relatif kecil, resiko minimal tapi dengan hasil cukup menjanjikan dan pasti serta tahan terhadap krisis ekonomi.

Waralaba Pisang Ijo Rose bisa jadi pilihan tepat bagi Anda untuk usaha wiraswasta dengan modal terjangkau.

Lalu apa yang menarik dan berbeda dari warlaba (franchise) PISANG IJO Rose?
- Jajanan dengan cita rasa dan kualitas tinggi
- Dapat dinikmati oleh semua kalangan konsumen tanpa batas usia.
- Harga jual yang terjangkau, hanya Rp. 5.000,- per porsi
- Mudah penyajiannya tanpa peru prose pengolahan rumit
- Jajanan setiap waktu dan tanpa mengenal musim
- Didukung oleh nama dagang Rose, sebuah usaha bakery yang didukung program promosi berkesinambungan.

Peluang dan keuntungan dari waralaba (franchise) PISANG IJO Rose adalah:
- Modal terjangkau dan cepat kembali dengan hasil yang menjanjikan dan pasti.
- Usaha dan keuntungan 100% milik sendiri
- Tanpa dikenakan biaya royalty
- Biaya waralaba sudah termasuk gerai (gerobak modern) dan peralatan yang menjadi milik pribadi
- Hanya memerlukan tempat usaha yang kecil di tempat strategis
- Pasar terbuka yang sangat luas.
- Usaha sepanjang waktu serta supplai produk dijamin lancar.
- Bila dijalankan sendiri atau cukup oleh 1 (satu) orang karyawan.

Macam-macam Program Waralaba/Franchise PISANG IJO Rose
- * Program personal perorangan
- * Program "Member Get Member"

Program Personal Perorangan Rp. 5.000.000,- / paket (Lima Juta Rupiah)
Mencakup biaya-biaya:
1. Bebas biaya kemitraan untuk 5 (lima) tahun pertama.
2. 1 counter/gerai penjualan cantik yang menjadi milik franchisee
3. Perlengkapan & peralatan yang menjadi milik franchisee, terdiri dari:
-- 3.1. Tempat Pisang Ijo = 1 pc
-- 3.2. Tempat Vla, bubur Sumsum dan Ketan Hitam = 4 pcs
-- 3.3. Sendok Vla, bubur sumsum dan ketan hitam = 4 pcs
-- 3.4. Tempat Topping Messe & keju = 2 pcs
-- 3.5. Sendok topping messes = 1 pc
-- 3.6. Parutan keju = 1 pc
-- 3.7. Tempat sirup = 1 pc
-- 3.8. Mangkuk = 6 pcs
-- 3.9. Sendok makan = 6 pcs
-- 3.10.Termos es = 1 pc
-- 3.11. Parutan es = 1 pc
-- 3.12. Jepitan Pisang Ijo = 1 pc
-- 3.13. Tempat sendok = 1 pc
-- 3.14. Pisau = 1 pc
-- 3.15. Talenan = 1 pc
-- 3.16. Lap serap air = 1 pc
-- 3.17. Lap kain = 3 pc
-- 3.18. Tempat tissue = 1 pc
-- 3.19. Ember plastik = 2 pcs
-- 3.20. Kursi plastik = 5 pc
-- 3.21. Seragam/T-shirt petugas gerai = 2 pcs
-- 3.22. Tempat sampah = 1 pc
-- 3.23. Standing banner = 1 pc
-- 3.24. Paket Pisang Ijo perdana = 25 pcs + Vla, Bubur Sumsum dan Ketan Hitam

* Minimal order Pisang Ijo 25 pcs termasuk Vla, Bubur Sumsum dan Ketan hitam @ 2.500,- + Ongkos kirim Rp. 2.500,- (dibayar kontan waktu barang diterima)
* Biaya pembaruan kemitraan waralaba Rp. 1.500.000,- per 5 tahun
* Yang disiapkan sendiri oleh franchisee = Sirop Cocopandan, Messes, keju dan Es batu

SIMULASI R.O.I. (return of invesment) Tingkat Pengembalian Modal
Waralaba/Franchise PISANG IJO Rose

A. Penjualan minimal per hari 50 buah Pisang Ijo = 50x@Rp. 5.000,- = Rp. 250.000,-
B. Penghitungan LABA
-- Laba Kotor per hari : 50 buah x Rp. 2.500,- = Rp. 125.000,-
C. Biaya per hari:
----- Honor 1 (satu) karyawan penjaga gerai : Rp. 25.000,-
----- Biaya sewa lokasi/hari : Rp. 10.000,-
----- Biaya tambahan seperti sirop, es batu, gelas plastik, sendok plastik dan tas kresek: Rp. 15.000,-

-- Maka total biaya per hari Rp. 50.000,-

D. LABA BERSIH per hari = (B) - (C) = Rp. (125.000,- - 50.000,-) = Rp. 75.000,-
E. Laba Bersih per bulan (30 hari) = 30 x Rp. 75.000,- = Rp. 2.250.000,-

maka R.O.I. (Return of investment) = Biaya Investasi Waralaba/Franchise : Laba bersih per bulan = Rp. 5.000.000,- : 2.250.000,- = 2,2 bulan atau setidaknya 3 bulan.

*) Biaya tambahan untuk topping keju dan messes tidak dimasukkan dalam perhitungan laba karena sudah termasuk dicover oleh penambahan harga jual + Rp. 1.000,- setiap penambahan topping tersebut.

MAU BUKA USAHA WARALABA PISANG IJO?
Hubungi
Dik Rizal untuk wilayah di luar Bekasi (Jabodeta)
Telp. (021) 9346.1965
Veronica untuk wilayah Bekasi

--------------------------------------------------------------------------------------------
Resep Pisang Ijo Ketan
Bahan-Bahan :

  • 40 gr tepung beras ketan
  • 1/2 sendok teh garam
  • 300 ml air
  • 100 ml air daun suji
  • 3 tetes pewarna hijau atau pasta pandan
  • 175 gr tepung beras ketan
  • 5 buah pisang raja yang tua
  • es serut
  • sirup merah (cocopandan)

Bahan Saus:
  • 650 ml santan
  • 50 gr tepung terigu
  • 75 gr gula pasir
  • 1 lbr daun pandan
  • 1/4 sendok teh garam

Cara Mengolah :
  • Aduk tepung beras ketan, garam, air, air daun suji, pewarna hijau lalu rebus sambil diaduk sampai mendidih, angkat.
  • Tambahkan tepung beras, aduk rata lalu aduk lagi sampai kalis (tidak lengket). Tipiskan adonan, balutkan pada pisang hingga tertutup.
  • Kukus pisang selama 20 menit. Angkat dan sisihkan.
  • Rebus bahan saus sampai mendidih, angkat lalu dinginkan.
  • Potong-potong pisang hijau, tuangkan saus, es serut, dan sirup merah. (disarikan dari beberapa sumber)

--------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan terkait dengan Waralaba Pisang Ijo (Rahmat Saepulloh/ dtc)
MARAKNYA WARALABA PISANG IJO
Kenalkah anda dengan pisang ijo? Yup, makanan khas Makassar ini kini menjadi pemandangan tak asing karena sepertinya tersebar di setiap sudut Kota Bandung. Entah itu di Jalan Dipatiukur, Jalan Antapani, Jalan Ciumbuleuit, Jalan Ambon, atau di Jalan Ternate.
Jangan heran, roda-roda penjual pisang ijo ini semuanya sama termasuk namnya yaitu Pisang Ijo Ala’din. Menu dan rasapun sudah bisa ditebak pasti tidak akan jauh beda meski pemiliknya berbeda-beda.
Seperti pisang ijo di Jalan Ternate yang dimiliki tiga orang mahasiswa yaitu Galih dan Aulia dari Unpad, serta Nita dari Unisba. Menurut Galih, usaha pisang ijo ini adalah franchise atau usaha waralaba. Sehingga kita tidak akan menemukan di man pusatnya karena memang hanya tersebar di roda-roda.
Galih yang baru menjalani usaha warlaba pisang ijo ini selama empat bulan mengaku kalau dirinya adalah franchise yang ke-44 di Bandung. Itupun tercatat saat September lalu, kalau sekarang mungkin sudah mencapai angka 50.
Gimana ya ceritanya mereka bisa tertarik usaha franchise pisang ijo ini?
“Pisang ijo kan sekarang sedang menjamur di Bandung. Jadi saya dan teman-teman coba-coba buka usaha,” tutur Galih. Sebelumya, mahasiswa semester 8 ini mengenal usaha pisang ijo dari kawannya yang sudah berjualan lebih dulu.
Galih pun tertarik dan bersama teman-temannya menginvestasikan sejumlah uang untuk memulai usaha pisang ijo. Bermodalkan Rp 4,5 juta Galih sudah bisa menjalankan usaha ini dan terima beres dari mulai roda berjualan sampai seluruh menu makanan.
Walaupun diakui Galih omzet yang dihasilkan sampai saat ini belum bisa mengembalikan modal karena Galih pun harus membayar biaya sewa tempat. Tapi Galih optimis, lokasi di Jalan Ternate yang cukup strategis karena dekat dengan kawasan Fo dan distro di Jalan Martadinata akan membuat usahanya berjalan dengan lancar.

Minggu, 19 Juli 2009

LILI DIMSUM: Lezat dan Berkhasiat

Dimsum Kilat Mengkilat Rasanya Melejit Lezat
Hakau, Pokaicau, Maulingkau, Siomay, Hakkau Brokoli,

Bekasi  - kelanakuliner.com
Menanti suasana petang berlalu dan memasuki malam yang indah di jantung kota Bekasi, mungkin hanya di beberpa tempat istimewa yang berdekatan dengan perempatan pintu gerbang Tol Bekasi Barat. Ada Giant, Metropolitan Mall, Bekasi Cyber Park, Ramayana Dept Store dan Bekasi Square. Sepertinya hanya Bekasi Cyber Park yang cukup dikenal sebagai tempat jajanan kuliner dengan failitas hotspot dan live music.

Di lantai dua, saya coba ruang terbuka di sana dulunya ada band live music, namun beberapa perubahan temporer, terkadang pertunjukan diadakan di dalam secara bergiliran. Untuk makanan kelas ringan dan tak perlu repot serta saji cepat, sepertinya dialokasikan di bagian ruang terbuka.

Sedangkan makanan yang masuk kategori dinner dan meal ada di bagian area dalam. Namun begitu keduanya sama-sama memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing. Salah satunya adalah Lili Dimsum, yang berada di luar dan di barisan tengah.

Lili Dimsum yang dimiliki oleh Merry ini, memang hanya menyajikan makanan sehat khas Asia (berasal dari Korea). Rebusan aneka ikan atau udang yang dicacah kemudian dibungkus adonan tepung sagu campur terigu dan dikukus hingga tampak mengkilat dan kelihatan menarik, segar sertamengundang selera. Wangi bahan-bahan sayur dan bumbunya harum dan tak ada amis ikan sama sekali, di samping itu makanan ini sangat direkomendasikan karena proses pemasakannya yang tidak digoreng dengan minyak namun dikukus matang.

Kelezatan dimsum memang sudah dikenal di manca negara dan Dimsum Lili punya kekhasan. Seperti halnya siomay, maka salah satu menu favorit dan andalan Lili Dimsum adalah Hakau Dua Mata dan Hakau Brokoli. Dua jenis Hakau baik yang berisi Udang maupun ikan ini termasuk unik dan tak ada duanya di lain tempat. Dan perlu Anda ketahui, Dimsum Lili sudah menjadi supplier tetap dimsum beberapa hotel berbintang di Bandung, aku Merry yang menjadi wakil pemasaran & distribusi wilayah Bekasi.

Harganya pun relatif terjangkau untuk kelas BCP. Hanya dengan Rp.12.000,- satu porsi dimsum siap tersaji di meja Anda dengan jumlah 4 potong per paketnya. Mau Anda kombinasi dengan makanan lainnya? Tinggal Anda pilih sendiri, rata-ratanya harga serupa.

Rekomendasi saya adalah 3 bintang mengenai bentuk dan rasanya. Plus satu bintang perak untuk kategori makanan yang menyehatkan khususnya Anda yang menderita penyakit asam urat, kolesterol dan tekenan darah tinggi. Cepatlah Anda datang ke outlet Lili Dimsum baik yang di BCP atau yang ada di Taman Galaxy.
Dik Rizal - dobeldobel.com

Tulisan Terkait dengan Dimsum

Hasil Kursus Aneka Dimsum sama Orange Kitchen
Hari Ahad kemarin aku ikutan kursus aneka dimsum di Titan Fatmawati. Kursus ini di selenggarakan komunitas Orange Kitchen. Di komando dengan 3 orang chef dari sebuah hotel di bandung (jauh amat ya import chef-nya, jangan-jangan mau sekalian jalan-jalan “wink” ) suasama kursus dari jam 10 sampai hampir jam 4 sore jadi terasa fully loaded dengan banyak ilmu plus tips dan trik serta ada bonus resep
Sebelum aku lupa, aku buat catatan di blog ini. Semoga dengan begini makin banyak masukan dan aku tetap ingat dengan hasil kursus (dan mesti di praktekkan ya…secara makanan ini eunak).Kursus Aneka Dimsum Orange Kitchen
By chef Rudi dan Andi 9 november 2008. Titan Fatmawati.
Kulit Hakau
Bahan :
1000 gr tepung tangmien
500 gr tepung sagu
500 gr air panas

Cara membuat :

  1. Campur rata tepung tangmien dan tepung sagu. Setelah dicampur bagi menjadi 2 bagian.
  2. Tambahkan air mendidih sambil di uleni sambil ditambah campuran tepung sedikit demi sedikit sampai tercampur rata.
  3. Kalau adonan sudah jadi bungkus dengan plastik supaya adonan tidak cepat kering dan keras.
Kulit Kuotie dan shanghai shiolung pao

Bahan :

600 gr tepung terigu kunci
30 gr tepung sagu
300 gr air panas mendidih
1 sdm minyak

Cara membuat :

  1. Campur terigu dan sagu.
  2. Siram dengan air panas, aduk sampai jadi adonan.
  3. Roll bulat-bulat. Iris/potong. Kemudian giling supaya bentuknya bulat.
Mantau dan kulit shiuolung pao

Bahan :

600 gr terpung terigu kunci
150 gr gula
16 gr ragi instant (mis. Fermipan)
8 gr baking powder
5 sdm santan Kara
250 gr air



Cara membuat :

  1. Masukkan semua bahan kecuali air.
  2. Masukkan air sedikit demi sedikit, aduk adonan sampai kalis.
  3. Roll panjang dan bulat, kemudian potong-potong. Untuk mantau setelah bulat tekan sedikit di bagian atas jadi ntar bentuk adonan yg dikukus tidak bulat tapi agak oval.
  4. Semprot dengan air, diamkan 30 menit, kemudian kukus sampai matang.

    Kaki ayam.

    Bahan :
    600 gr kaki ayam
    4 gr garam
    15 gr chicken powder (misal royco, knorr)
    15 gr gula
    25 gr tepung sagu
    1 sdm saus tiram
    2 sdm saus sambal
    150 saus merah (resep ada di bawah)
    2 sdm tausi
    20 gr bawang putih goreng
    Minyak wijen secukupnya
    2-3 buah bunga lawang/star anise

    Bawang adun, bawang
    bombay, jahe, diiris.

    Cara membuat :
    1. Potong kaki ayam jadi 2 bagian.
    2. Rebus kaki ayam kemudian goreng (sebaiknya dengan minyak goreng bekas supaya hasilnya kaki ayam lebih coklat).
    3. Setelah di goreng angkat, letakkan di wadah campur dengan bawang daun, bawang bombay, jahe dan bunga lawang. Campuran ini bisa direbus selama 45 menit atau cara lain tambahkan air kemudian kukus selama kurang lebih 1 jam.
    4. setelah itu tiriskan. Campur dengan sagu.
    5. Di tempat lain campur chicken powder, garam, gula, saus merah, tausi, minyak wijen, saos sambal. Aduk sampai kalis.
    6. Setelah tercampur rata dan kalis masukkan kaki ayam.

    Saus Merah
    Bahan :
    350 gr gula
    50 gr chicken powder
    35 gr kecap asin
    70 gr saus tiram
    35 gr mushroom soy sauce
    Campur semua bahan di atas (A)
    160 gr tepung sagu
    70 gr tepung maizena
    200 gr air (kalau air kurang ambil dari 1000 gr air yg sudah ditulis di bawah)
    Campur rata jadi seperti pasta (B)
    1000 gr air
    Pewarna merah secukupnya

    Bumbu :
    ½ butir bawang bombay
    1 buah jahe
    4 tangkai bawang daun
    3 buah bawang merah
    3 buah bawang putih
    Cincang halus bahan bumbu

    Cara membuat :
    1. Tumis bumbu cincang sampai harum.
    2. Tambahkan bahan A yg sudah tercampur rata tadi. Tambah air, masak sampai mendidih. Setelah itu saring.
    3. Masukkan bahan B, aduk sampai kental dan mendidih, beri sedikit minyak supaya tidak gosong/lengket.
    4. Masukkan ke kulkas, inapkan selama semalam. Hasilnya seperti lem kanji warna merah.
    5. Saus merah siap digunakan sebagai bumbu untuk kaki ayam atau untuk campuran ayam sebagai isian bakpau.

    Isi Siomay
    Bahan :
    400 gr paha ayam filet, potong kotak
    200 gr udah, kupas, potong kotak
    20 gr tepung sagu
    5 gr garam
    10 gr chicken powder
    15 gr gula
    20 gr jamur shitake, potong kotak
    Minyak wijen sesuai selera

    Cara membuat :
    1. Campur ayam, udang, dan jamur yg suddah dicuci bersih dan di potong kotak.
    2. Masukkan potongan ayam ke dalam campuran garam, lada, sagu, aduk hingga campur rata. Kemarin pas kursus di aduk pakai mikser pakai padle atau K beater. Di aduk sampai ”benyek”.
    3. Kemudian tambahkan gula, chicken powder, dan udang. Aduk lagi sampai udang agak ”tercabik-cabik” pokoknya kondisi udang sudah tidak ”firm” seperti udang segar.
    4. kemudian masukkan jamur shitake, aduk rata lagi.
    5. Terakhir tambahkan minyak wijen sesuai selera.
    6. Setelah adonan isian siomay jadi masukkan ke dalam kulkas minimal 1 jam, supaya adonan gampang di bentuk dan tidak terlalu lembek.

    Isi Hakau
    Bahan :
    600 gr udang peci, kupas, potong kotak
    10 gr chicken powder
    5 gr garam
    15 gr gula
    15 gr sagu
    Minyak wijen sesuai selera
    Minyak bawang untuk olesan.

    Cara membuat :
    1. Aduk udang. Garam, sagu hingga ½ hancur. Kalau di kursus ya itu tadi, di aduk pakai mikser dengan pengaduk padle (bagi pemakai kitchen aid) atau K beater (bagi pengguna kenwood).
    2. Tambahkan chicken powder, gula, minyak wijen. Aduk lagi sampai rata.

Jumat, 17 Juli 2009

RM mAmink Daeng Tata: Iga Bakar, Sop Konro dan Es Pisang Ijo + Pallu Butung

Penderita Sakit Sekalipun Bisa Menikmati
TATA RiBs Daging Iga Bakar Empuk dan Lezat

Jakarta, dobeldobel.com - kelanakuliner.com
Seharian dari pagi di bilangan Mega Kuningan meliput peristiwa ledakan kedua di hotel yang sama JW Marriot dan Ritz Carlton memang membuat saya lelah serta sedikit lapar. Seperti biasa mas Dian rekan saya mengingatkan bahwa saya ada janji dengan klien-klien untuk diliput dan ditemui tentunya untuk sebuah penulisan. Namun karena saya menganggap berita peristiwa ledakan bom di Mega Kuningan jauh lebih penting untuk dilaporkan, saya menundanya dan akan menindaklanjuti setelah sholat Jum'at.

Kemudian saya pun sholat Jum'at di kawasan Mega Kuningan, kawasan yang mendadak jadi ramai oleh orang serta para pedagang jajanan kaki lima, tentunya membuat suasana tersendiri semenjak pihak aparat keamanan membuka blokade sejak siang setelah pukul 10.30 wib. Dan saya pun setelah mendapatkan beberapa gambar, kemudian langsung meluncur ke bilangan Tebet, untuk menemui Daeng Tata, sang pemilik rumah makan Sop Konro dan Iga bakar yang terkenal mAmink Daeng Tata®.

Sesuai dengan janjinya, saya bisa menemuinya di pintu masuk tanpa kesulitan, karena kebetulan ia sedang bertemu dengan salah satu kenalannya di meja makan dekat pintu masuk. Wah, tak seperti biasanya, Warung masakan Makassar ini sepi, hanya 5 meja saja yang saya perhatikan terisi oleh pengunjung. "Yah mungkin karena peristiwa ledakan bom di Mega Kuningan berimbas ke para pengunjung kami yang memang umumnya adalah orang kantoran," jelas Daeng sambil tersenyum kepada kelanakuliner.com

Siang itu, saya melihat anak dan istrinya duduk di meja pemesanan. Sang anak tampak dengan busana muslim karena habis sholat Jum'at, dan istrinya yang mengenakan jilbab terlihat masih cantik duduk di dekat sang anak. Daeng Tata sendiri mengenakan baju koko dan menyambut saya dengan ramah sambil menwarakan saya untuk menikmati Sop Konro sekaligus Iga Bakarnya yang dipatenkan. Wah pucuk dicinta ulampun tiba. (Sebenarnya saya enggan menerima tawarannya untuk makan daging, berhubung sakit gigi saya sedang kumat, maklum sebagai penikmat makanan dan jajanan saya memang tak pandai merawat kesehatan gigi saya. Anda bisa banyangkan sendiri, bila sedang berkelana kuliner, sehari saya bisa makan sedikitnya 3 tempat dan jarang bersikat gigi. Bisa Anda bayangkan repotnya kan?). Namun karena keramahan dan biar ada waktu saya mempersiapkan peralatan wawancara, saya biarkan dia dan mengangguk saja.

Menurut beberapa teman saya di jaringan FB, Sop Konro buatan Daeng Tata bukan saja terkenal lezat, namun juga sangat membantu para penderita kolesterol. Lho kok bisa? Karena racikan rempath-rempah dan sopnya yang dibuat mampu menetralisir bukan saja kolesterol yang ada di dalam daging iga yang disajikan, tapi juga secara tak langsung bisa mengurangi kolesterol jahat di dalam tubuh orang yang menikmatinya. "Seperti air tajin beras yang dijadikan kuah sop konronya, diyakini banyak orang bisa menurunkan kolesterol," jelas sang penggemar motor unik Skuter ini.

Saya pun awalnya tak begitu percaya, maklum sebagai penikmat kuliner saya selalu mengetahui bahwa penyumbang terbesar dari penyakit degeneratif adalah dari makanan. Terutama makanan yang masuk kategori junk food. Perlu Anda ingat, makanan sampah yang maksudkan bukan saja makanan import dari luar negeri, tapi di Indonesia juga ada. Cirinya adalah, penggunaan bahan pengawet, vitsin (atau micin dan bahasa ilmiahnya MSG), kemudian penggunaan bahan berkolesterol tinggi seperti santan kelapa yang jenuh seperti masakan daerah-daerah tertentu dan makanan atau minuman yang menggunakan zat pewarna.

Begitu datang di meja saya nasi bertabur bawang goreng dan sambal yang akhirnya saya tahu itu adalah saos bumbu tauco serta kecap, baru kemudian sop konro yang legendaris dari tanah Makassar itu hanya dalam waktu kurang dari 3 menit (cepet juga neh time service-nya). Tak lupa saya memesan es jeruk, kerana saya lupa memesan minuman istimewa sajian Daeng Tata. Ah masa bodo... Melihat sop konronya saja saya sudah terbit selera menggila dan sesaat lupa pula sakit gigi yang mendera semenjak pagi. Saya tahu saya bakalan menghadapi suwiran daging penyelip gigi nan menyiksa dari tulang iga sapi yang akan saya nikmati ini. Tapi gak peduli, karena bau harum Sop Konro mengalihkan dunia saya (iklan banget gak sih?)

Mulanya saya menikmati daging dengan garpu dan sendok dan setelah datang Iga Bakar (TATA RiBs™), sayapun menggunakan pisau untuk mengiris daging yang menempel di tulang iga sapi malang itu (maaf yah om sapi... tulang igamu tampaknya terlalu nikmat untuk disia-siakan).

Selagi saya menikmati daging iga yang empuk dan lunak ini, sesekali Daeng Tata, yang bernama asli Muhammad Amin ini, mengingatkan saya agar menikmati sop konronya dengan memegang tulang iganya, karena memang begitulah khas cara memakannya. Hehehe... gak perlu ja'im kalau makan di tempatnya Daeng Tata, karena sudah berapa pejabat presiden yang makan di tempat ini, kecuali bung Karno saja, karena memang bukan masanya beliau. (Saya percaya, semisalnya Daeng buka saat bung Karno berkuasa, pasti dia juga akan menikmati masakan khas Sulawesi Selatan ini, kan bung Karno terkenal sebagai pengelana kuliner sejati juga).

Kunyahan awal saya hanya berani manyuap nasi dan kuah sop konro yang gurih dan aroma bakaran daging yang khas, ditambah rasa bumbu tauco yang gurih dan manisnya kecap serta asamnya perasan jeruk nipis membuat saya mulai beranikan diri untuk mengunyah irisan daging iga. Empuk diirisnya dan hap!!! Sukses potongan daging iga berhasil melewati gigi-gigi lemah saya. Saat dikunyah saya mencoba cari-cari bagian terempuk dan tidak alot. Hmmmmm, juicy dan bau gosong daging yang khas menaikkan air liur saya ke permukaan lidah.

Dan masya Allah....! Ternyata gigi saya nggak ngalamin kesulitan yang berarti mengunyah sang daging.... (rahasia empuknya daging ternyata adalah proses presto yang sedikitnya 4 jam dan daging iga dipindah-pindah dari satu panci besar ke panci besar lainnya hingga beberapa kali... Baru saat hendak di sajikan dipanaskan atau dibakar sesuai pesanan, uangkap Daeng Tata tanpa kuatir).

Selesai mengunyah, saya pun mencoba periksa geligi saya dengan lidah apa ada sisa terselip suwiran daging di gigi. Bebas... dan itu saya lakukan hingga sop konro dan iga bakar yang tak kalah lezatnya itu tuntas habis tak bersisa, kecuali nasi. bahkan nasinya yang pulen itupun saya rasa tidak lebih empuk dari dagingnya... Luar biasa, dan pantas saja para pelanggannya mau kembali lagi menikmati masakan sang putra pengusaha minyak terkenal dari Sulawesi ini.

Tak habis sampai di situ, Daeng menganjurkan saya untuk mencuci mulut dengan Es Daeng Tata™ (sebenarnya ini adalah kombinasi es pisang hijau, es pallu butung, bubur sumsum, dan sepotong besar daging durian yang gurih dan lezat... (hmmmm jangan ngiri yah... hehehehe, emang begitulah enaknya kalau jadi pengelana kuliner... makan terus, walau sakit gigi!)

Dan kekuatiran saya sirna begitu menyeruput Es Daeng Tata™ yang tidak membuat ngilu gigi saya, karena di samping saya tidak terlalu terburu-buru menikmatinya, rasa durian (yang oleh ahli gizi dan kesehatan memang diketahui mempunyai antibiotik buat mikroba berbahaya tertentu... nggak percaya? Coba aja kamu minum tablet ampicillin dan makan duren pasti sekejap di lidah terasa sama).

Maka lengkap sudah, petualangan kuliner saya hari Jum'at ini. Gurih dan lezatnya daging iga bakar empuk serta sopnya yang membakar jiwa (huawalah berlebihan banget seh... paling menghangatkan tubuh aja kale!!!?). Memang rasanya lumayan pedas, karena beberapa kali Daeng menuangkan lada bubuk ke daging iga bakar di meja saya, sepertinya dia tahu selera saya yang suka dengan pedas-pedas. Cuma kali ini bukan pedasnya cabai, tapi saya suka itu... berbeda!

Mendengar betapa banyak sudah sapi-sapi yang dijadikan korban santapan lezat Daeng Tata Ribs, anda jangan terkejut kalau dari 5 cabang warung, demikian Daeng menyebut rumah makannya, sedikitnya 500kg iga sapi sehari. memang bukan sapi utuh, hanya iganya saja. Kalau dulu Dorce pernah bilang kepada Daeng Tata, bahwa Sop Konro khas Makassar itu terkadang menggunakan tulang punggung sapi, maka semenjak itu, Daeng hanya menggunakan Iga Sapi, dan 1 iga sapi utuh itu bisa menghasilkan sedikitnya 6 porsi. Jadi kalau 500 iga sapi, artinya ada 3000 porsi dalam sehari habis laku terjual. Harganya pun relatif terjangkau per porsinya, mulai dari harga termurah Rp. 10.000,-. Hitung sendiri berapa omzet yang dihasilkan rumah makan berlabel mAmink Daeng Tata yang mempunyai 300 karyawan ini.

Untuk rekomendasi buat para penikmat makanan daerah, maka saya sangat menyarankan makanan sehat dan bisa membantu Anda untuk menurunkan kolesterol serta beberapa penyakit degeneratif, karena kandungan rempah-rempahnya seperti bawang putih, sereh, lada hitam dan bumbu-bumbu lainnya tak ada yang dirahasiakan. Apalagi proses pembakaran yang menghilangkan lemak-lemaknya membuat masakan ini mejadi lebih nikmat untuk disantap bersama kolega atau keluarga Anda. Dan terakhir tentunya yang tak kalah penting adalah, sekalipun banyak kalangan artis dan pejabat negara serta beberapa kali Bondan Winarno maupun krew televisi wisata kuliner dan jajanan mendatangi serta memberitakan kelezatan makanan milik Daeng Tata ini, harganya tidak pernah melambung tinggi alias terlalu mahal untuk dinikmati semua kalangan. Justru Sop Konro dan Iga bakar (atau Daeng Tata Ribs) jadi terlalu nikmat untuk dilewati.

Sidik Rizal
--------------------------------------------------------------------

Riwayat Usaha Kuliner
DARI KAKI LIMA HINGGA LIMA CABANG RUMAH MAKAN
DAENG TATA GO FRANCHISE 2010

Berdiri semenjak tahun 1993, Daeng Tata memulai karirnya dengan berdagang kaki lima yang dinamainya Tenda Biru. Nama ini dibuat jauh sebelum Dessy Ratnasari ngetop menyanyikan lagu hitnya yang terkenal "Tenda Biru" (dan ternyata akhirnya Dessy Ratnasari menjadi pelanggan tetap). Daeng Tata yang sebenarnya mempunyai orang tua pengusaha perminyakan tersohor di Sulawesi Selatan dan kini pun masih memiliki Pompa Bensin di daerah Mampang dekat Kantor Republika, benar-benar tak ada keinginan untuk melanjutkan usaha ayahnya. Bahkan sang penggemar masak ini nekad berdagang kaki lima masakan khas daerahnya, kala itu Coto Makassar.

Muhammad Amin, yang sering diberi julukan Maming ini (atau mAmink, yang berarti singkatan namanya M. Amin) sudah sejak kecil suka memasak semenjak ikut kepanduan (pramuka, ia masih sebagai Penggalang) dan kakak kelasnya yang sudah jadi Pendega, Bondan Winarno sering membimbingnya. Wajar saja bila kini ia memanggil Kak Bondan, dan mereka jadi sering bertemu di televisi maupun acara jajanan kulinernya Bondan Winarno.

Perjuangannya membuat usaha warung makan kecil-kecilan semula tidak direstui oleh orang tuanya, apalagi sang ayah, H. Abdurrahim merasa bahwa usaha bidang perminyakan jauh lebih memberikan keuntungan yang menjamin daripada usaha rumah makan. Tapi Daeng Tata bersikeras hendak mandiri dan lepas dari adat dan kebiasaan keluarga. Anak ke 7 dari 11 bersaudara ini percaya bahwa ia harus memilik usahanya sendiri yang sesuai dengan minat dan keahliannya.

Karena semangatnya yang tinggi itulah, beberapa temannya terinspirasi untuk membuka usaha yang serupa. Tak kurang seperti Wahyu Saidi, sang Doktor Bakmi, mantan pegawai kontraktor konstruksi perusahaan besar beralih usaha menjadi pemilik rumah makan bakmi terkenal. Dan Daeng Tata tak merasa besar kepala justru dia merasa telah memberikan manfaat terhadap sesama saudara dan teman.

Lelaki kelahiran Makassar, 6 Juni 1956 ini memang berniat akan membuka waralaba rumah makannya. Persiapan teknis dan standardisasi telah ia persiapkan selama beberapa tahun terakhir untuk memenuhi persyaratan teknis waralaba. Daeng Tata yang selalu berpenampilan necis dan bersih ini mentargetkan paling lambat 2010 dia akan membuka waralaba dengan proyek percontohan 5 cabang usaha warungnya yang kini menyebar beberapa tempat. Dua di bilangan Tebet, Jl. Abdullah Syafi'i dan Cassablanca, satu di Kebayoran Lama, Simprug, Permata Hijau, satu di Pasar Minggu, Ruko Pejaten Raya, dan terakhir di Bandung.

Perjuangannya dari usaha kaki lima hingga kini mempunyai rumah makan besar dan ramai pengunjung dari semua kalangan ini memang mempunyai kiat yang perlu untuk dijadikan pelajaran. Strategi harga yang segmentasinya dalam piramida tingkatan strata sosial konsumennya adalah bagai piramida dimana segmen menengah ke bawah pasarnya jauh lebih besar. Dengan cara sederhana ia mencontohkan, bahwa dulu ketika ia meulai usahanya ia mempromosikan Coto Makassar melalui supir taksi yang biasa mangkal di depan warungnya di bilangan pancoran Jakarta Selatan. Sering dia mempromosikan kepada para supir taksi itu untuk mengajak penumpangnya untuk menjadi tamu di warungnya.

Walau terkadang dia diakali oleh para supirnya, yang applause (aplusan) dengan mengajak rekannya sesama supir untuk makan di tempatnya, sehingga mereka bisa makan 2 porsi dengan harga 1 porsi. Tapi justru di lain waktu para sopir itu dari mulut ke mulut mempromosikan Coto Makassarnya dan kemudian dari mereka membawa para penumpangnya untuk makan di warungnya. Proses promosi dari mulut ke mulut dan strategi harganya ini berlangsung sekian tahun, kini mAmink Daeng Tata menikmati hasil usahanya. Seperti tak kurang hampir semua presiden RI pernah mencoba masakannya Tata Ribs dan Sop Konronya, kecuali bung Karno. Dan banyak artis seperti Dorce, Dessy Ratnasari, Indro Warkop, Leroy Usmani dan artis ngetop lainnya yang menjadi pelanggan tetap mingguan atau bulanan.

Dan sudah sewajarnya Daeng akan go franchise (mewaralabakan) merk dagang Tata Ribs dan Sop Konronya yang mulai populer dan akrab di lidah orang Indonesia ini. Berkat perjuangan kerasnyalah makanan khas Sulawesi Selatan ini menjadi makanan yang dikenal nusantara. Sehingga makin menjamur saja rumah makan Sop Konro atau minuman yang khas Makassar ini di seluruh wilayah Indonesia. Dan menyikapi hal itu, Daeng pun akan mewaralabakan usahanya di tahun 2010, sebagai bukti ingin memenuhi permintaan pasar dan pelanggan.

Perjuangannya ternyata belum berakhir, dia masih punya keinginan untuk mewaralabakan usahanya setelah mempatenkan merk Tata Ribs-nya. Semua itu tidak pernah sedikitpun mengurangi keramahan pelayanannya, dengan selalu menyebutkan "Terima Kasih, tak ada yang ketinggalan?" Ciri khas pelayanan sang daeng dan ini sebuah pelajaran yang patut ditiru.

So, bagi Anda tinggal di luar Jakarta ingin menjadi pewaralaba merk dagang Sop Konro, Coto Makassar dan Iga Bakarnya Daeng Tata, segera saja hubungi nomoro telepon langsung ke mAming Daeng Tata di (021) 689.00.637 atau (021) 998.1111 atau rumahnya (021) 830.4455 "And please be franchisee, you will get much more benefit besides you promote Indonesia cuisine! Are you interested?"
(Sidik Rizal)

Meski bukan seorang pelaut, H Mamink Daeng Tata mewarisi tekad yang sama. Sekali mengin-jakkan kakinya di Jakarta, ia pantang pulang sebelum sukses sebagai seorang pengusaha.
Tahun 1993, Mamink membuka warung kaki lima di Jl Prof Supomo, Jakarta Selatan. Di situ ia menjajakan makanan khas Makassar, sop konro. Menurut pengakuannya, ide membuka warung ini karena tergelitik oleh maraknya restoran asing cepat saji di Jakarta. "Dengan resep dari luar, mereka bisa sukses di sini. Padahal, kita banyak mempunyai resep makanan dari berbagai daerah yang kaya rasa. Karena itulah saya mencoba menjajakan sop konro untuk lidah orang Jakarta," kata Mamink kepada Majalah Gontor.
Untuk itu Mamink meninggalkan usaha lamanya sebagai agen penjualan rumah di Jakarta yang ia rintis sejak tahun 1989. Bermodal Rp 5 juta, ia membuka warung kaki lima di areal seluas 5x8 meter persegi. Mamink, yang lulusan Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) Makassar, itu memang bertekad sukses di Jakarta dan tak berniat kembali ke Makassar. Bersama sang istri, Hj Hermina, dan tiga anaknya --Molice G Amin, Kristin Putri Amin, dan Haris Amin-- ia bertekad menaklukkan Jakarta dengan sop konro.
Tekadnya bukan omong kosong. Ia gigih bertahan dengan bisnis sop konro di pinggir jalan, meski ayahnya tak setuju --sang ayah ingin Mamink meneruskan bisnis bahan bakar minyak (BBM) milik keluarga. Sebagai seorang anak, dia tidak pernah memiliki keinginan melawan keinginan orangtua yang tidak setuju dengan pilihan bisnisnya itu. Mamink berprinsip, apapun usaha akan ia jalankan asalkan halal. "Ketika itu ayah mengancam akan membakar warung yang saya bangun. Namun, saya bertekad untuk bertahan di Jakarta. Bisnis SPBU itu saya minta untuk dikelola adik-adik saja," ujarnya.
Dalam diri Mamink memang mengalir darah pebisnis. Karena itu insting bisnis Mamink cukup tajam. Warung kaki limanya banyak disapa pembeli. Bahkan, kini warung Mamink sangat favorit di kalangan eksekutif dan selebritis. Meski para penikmat warungnya itu tak semuanya orang Makassar. "Orang Makassar yang makan di sini 15 sampai 20 persen saja. Sisanya ya orang Jakarta yang beragam ini," kata pria kelahiran Makassar, 6 Juni 1956.
Jumlah pelanggan warung Mamink kian bertambah sehingga pada tahun 1996, ia mengubah warung kaki limanya menjadi rumah makan di Jl KH Abdullah Syafiie. Bahkan untuk mewujudkan impiannya itu, Mamink merelakan mobilnya dijual sebagai modal membangun warung. Keputusan yang diambilnya tak salah, restorannya terus berkembang sehingga mendorong lelaki ini untuk melakukan ekspansi lebih luas lagi. Pada tahun 1998 dibukalah cabang kedua di Jl Tebet Utara I, dan tahun 2001 dibuka cabang ketiga di Casablanca. Dan yang paling baru adalah cabang keempat di Jl Panjang.
Menurutnya, selain mempertahankan rasa yang khas rempah-rempah, kunci sukses Mamink dalam bisnis adalah silaturahmi. Karena itulah Mamink selalu menjalin silaturahmi dengan para pelanggannya. "Silaturahmi harus terjaga dengan baik," paparnya.
Rasulullah sendiri, kata Mamink, telah mengajarkan kepada umatnya untuk memperbanyak hubungan silaturahmi. Karena bisnis ini pada dasarnya menjalin komunikasi antara penjual dengan pembeli, "Hubungan silaturahmi ini harus tetap dipertahankan guna melanggengkan usaha ini," lanjutnya.
Mamink biasanya menjalin silaturahmi dengan para pelanggannya melalui pesan layanan singkat (SMS). Ia biasa mengirim SMS kepada para pelanggan yang lama tak berkunjung ke rumah makannya. Isi SMS sekadar menanyakan kabar sang pelanggan serta doa semoga sehat dan sukses dalam bekerja.
Kesederhanaan, begitulah ciri dan gaya pelayanan di warung Mamink. Keramahan gaya Makassar terus mengalir ketika ia menyambut para pelanggannya. Mamink tak segan-segan mengantar para pelanggannya hingga ke pintu mobil.
Keramahan Mamink bukan hanya kepada pelanggan, tetapi juga kepada pegawai yang berjumlah 185 orang. Bentuknya adalah insentif yang relatif besar bagi pegawai, terutama jika warung yang dibukanya sukses mendatangkan pelanggan. "Untuk kesejahteraan pegawai, saya mencontoh warung Padang. Keuntungan warung juga milik pegawai yang harus dibagi secara adil," ujarnya.
Selain itu, Mamink mencoba menerapkan dalam dirinya sendiri untuk berbisnis dengan dasar ketulusan, keikhlasan dan khalas. "Khalas artinya selesai atau yang sudah ya sudah, sebab rezeki itu yang mengatur Allah SWT," paparnya.
"Apa yang telah diajarkan oleh Islam, saya coba lakukan. Misalnya mengeluarkan zakat minimal 2.5 persen dari penghasilan," sambungnya. Zakat, kata Mamink, jika tidak dikeluarkan, sama saja dengan merampas hak mereka yang membutuhkan.
500 kilogram iga sapi
Latar belakang Mamink menciptakan resep "Tata Ribs" adalah kekhawatirannya atas bahan baku sop konro yang semakin sulit didapat. Seekor sapi hanya cukup untuk 16 porsi. Karena itu, untuk memenuhi bahan baku rusuk atau iga sapi untuk sop konro di empat warungnya, ia membutuhkan 500 kilogram iga sapi setiap hari. Menurutnya, setiap rusuk sebenarnya bisa dipotong menjadi dua bagian. Namun, tindakan itu menuai protes para pelanggan. Pasalnya, konro yang asli harus memiliki pangkal rusuk atau tulang punggung. Akhirnya, dia meramu bumbu untuk memanggang ujung rusuk yang ditolak oleh para penikmat sop konro dan mendaftarkan hak paten resepnya dengan nama "Tata Ribs". "Mungkin orang mengibaratkan 'Tata Ribs' seperti makan steak di restoran Amerika atau Eropa. Bedanya adalah rasa "Tata Ribs" ini lebih cocok dengan lidah kita dan terasa lebih sehat dengan bumbu tradisional yang segar," ujarnya.
Ancaman Sang Ayah
Awal berbisnis, Mamink ditentang sang ayah, H Abdul Rahim. Pasalnya, ia membuka warung tenda sop konro di pinggiran jalan. Sang ayah yang memiliki empat stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Makassar, tak rela jika anaknya berjualan di warung tenda di pinggir jalan.
Saking jengkelnya, sang ayah pernah mengancam akan membakar tenda tempat Mamink berjualan sop konro. Tapi, ancaman ini tak menyurutkan langkah Mamink untuk tetap menjajakan sop konro, makanan khas Makassar. Berkat kesabaran dan keuletannya, Mamink meraih sukses. "Tantangan terberat datang dari ayah yang awalnya tidak setuju dengan bisnis yang saya rintis," ujarnya. [] roji

mAmink
Daeng Tata®
Taste Innovator

Tata Rib's - coTo - konRo - SaTEsapi - mie mAmink - Nasi Mix/box
Tebet 1:
- Cassablanca 33, Jl. KH. Moh Abd. Syafi'i - Telp. (021) 831.7777
Tebet 2:
- Jl. KH. Moh. Abd. Syafi'i 33 - Telp. (021) 8379.3333
Simprug, Kebayoran Lama:
- Soepono, Permata Hijau 25 - Telp. (021) 70 170 000
Pasar Minggu:
- Ruko Pejaten Raya, Pasar Minggu - Telp. (021) 799.11.33
Bandung:
- Dr. Setia Budhi 153, Bandung - Telp. (022) 916.11.111