Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Tampilkan postingan dengan label Ayam Goreng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayam Goreng. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2011

RM Sambal Hijau Jatibening

Ayam Setel (no.1 di Dunia) dan ACH Nonjok Rasanya
Kreasi Rumah Makan Padang Sambal Hijau yang Mbalelo dari Adat Kulinernya

Ayam Setel yang heboh rasanya
Jatibening, Caman - bukankelanakuliner.com
Sudah tak asing lagi bagi bangsa Indonesia tentunya dengan jenis masakan satu ini. Bahkan hampir setiap pelosok perkotaan di seluruh Indonesia bisa dipastikan ada rumah makan Padang, meski terkadang pemilik dan pengelolanya bukan orang Minang asli. Seperti halnya waralaba, maka rumah makan Padang merupakan jaringan rumah makan khas Minang yang tersebar hampir ada di setiap kota di Nusantara.

Bahkan kini juga ada beberapa rumah makan Padang di luar negeri khususnya negeri jiran. Kayaknya perkembangan restoran yang banyak diminati orang Indonesia ini makin marak dari waktu ke waktu. Jadi jangan heran kalau pada satu saat nanti di bulan atau planet Mars bisa jadi sudah ada rumah makan Padang. Hah??? Nggak percaya? Pergi saja ke bulan atau planet Mars naik bus.


Mungkin yang bisa mengalahkan popularitas rumah makan Padang hanyalah Warteg alias warung Tegal. Tapi tentunya beda kelas lah.... yang satu kelas welter, satunya lagi kelas bulu. Jadi nggak matching lah kalau membandingkan keduanya.

Sasmita bermotto: "Rasa Mantap & Tetap"
Meski begitu, kedua jenis tempat makan ini mempunyai pelanggannya sendiri. Kalau untuk penggila kuliner seperti saya, keduanya punya waktu tersendiri. Pas tanggal muda (kantong lagi tebal) mungkin saya pilih rumah makan Padang, tapi pas tanggal tua (kantong juga masih tebal dengan kwitansi kas bon)saya pilih Warteg.

Logo Gadis Minang jaminan mutu sajian khas Minang
Ah sudahlah nggak usah kebanyakan pembukaan, pada petualangan kuliner kali ini saya memang nggak lagi kebanyakan duit, tapi melihat rumah makan Padang yang unik dengan nama seperti rumah makan Sunda ini membuat saya tergoda untuk berkunjung. Apalagi dengan baliho jelas di depannya, yang menawarkan menu Ayam Setel. Hah... menu apaan lagi tuh? Ayam kok bisa setel radio atau TV tuh?

Rumah Makan Padang Sambal Hijau yang terletak di bilangan Jalan Raya Caman Jatibening ini dekat dengan satu komplek pertokoan dan tak jauh dari pintu tol Jatibening. Jadi buat Anda yang baru saja keluar pintu tol Jatibening kira-kira 250 meter menuju Kalimalang, gampang saja mencarinya, di sebelah kiri Anda sudah menunggu rumah makan Padang yang buka dari jam 10.00 pagi sampai dengan 10.00 malam.

Perhatikan rumah makannya yang berlogo unik gadis berpakaian adat Minang dan tulisan RM Sambal HIjau. Logonya saja sudah keluar dari kebiasaan restoran Padang yang pada umumnya bergambar rumah gadang, seolah menjanjikan sesuatu yang berbeda dari biasanya.

Sambal Hijau memang bisa jadi adalah bumbu masakan khas Nusantara dari tanah Jawa dan Sumatera. Jadi nggak bisa kan diklaim ini adalah menu khusus dari Sunda atau Padang semata, kecuali mau dibilang pembajak menu masakan oleh daerah lainnya. Wah ini seh berbau SARA, mending nggak usah komentar ah... Entar diblokir lagi blogs kuliner ini.

Paket promo konvensional yang masih ada
Yang jelas di rumah makan Sambal Hijau benar-benar menawarkan nuansa menu yang lain daripada yang. Jadi wajar saja kalau kulinerkuliner.com merekomendasikan resto yang punya halaman parkir bisa menampung 5 mobil ini. Resto Padang Sambal Hijau menawarkan sajian Ayam Setel dan Ayam Cabe Hijau (ACH). Hmmm.... bikin penasaran neh. Strategi promosi produknya unik banget.

Kalau bicara promosi harga 6000, jadi inget sama satu resto Padang lainnya yang punya strategi unik dengan menu harga Rp 6.000,- Nah lo.... hampir mirip Warteg neh? Nah begitu masuk tuh resto ternyata pake fishing trick. "Yang enam ribu itu, nasi pake telor pedas saja Pak," ujar pelayan resto dengan wajah tanpa dosa. Jadi kalau mau menu lauk lainnya sudah pasti harganya dua rakaat lebih mahal dong. Hehehehe, strategi kayak gini seh bikin kapok pelanggan.

Tapi kayaknya nggak begitu dengan resto Padang Sambel Hijau. Nggak ada promo harga murah, yang ada promo menu unik tadi. Lalu apa seh uniknya Ayam Setel dan ACHnya? Ya kalau mau tahu mau nggak mau harus pesan makanan dulu dong terus bayar kemudian.... (Masak mau gratisan? Emang rumah makan bapak lu?) Kalau wartawan kuliner kayak saya seh memang boleh gratisan... hehehehe! (curang ya!?)

Resto Padang yang Mbalelo dari Adat Minang
Sasmita, pemilik RM Sambal Hijau
Ayam Setel ternyata menu masakan ayam goreng dengan selimut telor (disingkat Setel). Aduh...!? Untung nggak pake selimut kelapa, kan bisa jadi Ayam Sekel (montok banget tuh ayam). Dari penamaan menu unggulannya saja, sudah terlihat bahwa Resto Padang Sambal Hijau memang mau keluar dari kotak stereotipnya rumah makan khas Minang.

Pilih menu beragam sajiannya dan pasti kenyang
Menu Ayam Setelnyapun nggak sendirian, ada lagi menu ayam cabe hijau atau disebut oleh sang penciptanya, pak Sasmita dengan ACH (bukan "ach.... kamu gitu deh!"). Nah kalau mau tahu lebih jauh dengan asal usul menu ini, ya lebih baik ngomong langsung dengan pak Sasmita, sang pemilik resto Padang, Sambal Hijau.

Abis makan jangan lupa bayar di kasir
Tapi biar nggak kelaparan dan penasaran, mendingan lebih dulu mencicipi menu Ayam Selimut Telernya ehh salah Selimut Telornya plus ACH, alias Ayam Cabe Hijau. Hmmmm bonapetite...! Yummy...!

Sambil makan sesuap dua suap, saya mewawancarai langsung pak Sasmita yang memang kebetulan juga suka ngobrol panjang lebar tentang ide gilanya memiliki dan mengelola resto bernuansa beda.

Ketika ditanya kenapa restonya kok sedikit mbalelo dalam konsep dan ngeyel dengan menu uniknya Ayam Setel plus ACH. Pak Sasmita menjawab diplomatis,"Kalau layanan kami nggak ada bedanya dengan yang lain, buat apa buka restoran Padang biasa?".

Jangan kuatir nggak kebagian tempat parkir! Bisa 10 mobil kok!
Lelaki yang sudah berpengalaman jatuh bangun buka beragam usaha ini mengaku bahwa keinginan kuatnya mengangkat budaya kuliner daerahnya semata ingin mengangkat ke level yang lebih tinggi daripada sekadar usaha resto Padang pada umumnya. Itulah sebabnya dia melakukan strategi yang agak keluar dari pakem kebiasaan usaha rumah makan Padang, tanpa meninggalkan prinsip kedaerahannya.

"Mungkin pendekatan gaya manajemen usaha saya lebih modern saja dan gak ada istimewanya dengan yang lain," ujar merendah menjelaskan mengapa ia bukan sekadar tampil beda.

Sasmita: "Kami memang buka waralaba Sambal Hijau"
Demikian pula halnya dengan beberapa menu sajian di rumah makan Padang ini, kebanyakan juga yang disajikan adalah menu umum masakan Minang, namun pak Sasmita dengan cerdik mengangkat Ayam Cabe Hijau dan Ayam Setelnya sebagai sajian unik yang diklaim pertama di Indonesia. Huwaduh....! Heboh kan kedengarannya.

Lebih heboh lagi kalau kita bisa mencoba kelezatan ayam selimut telornya yang bukan cuma maknyusss.... tapi juga nyolotin banget sambelnya, sama pedasnya dengan Ayam Cabe Hijau yang dijamin bisa bikin nangis kepedasan!

Tertarik waralaba usaha RM Sambal Hijau dengan menu Ayam Setel & ACHnya? Hubungi (021)932.74925 atau 08180.777.8482 dengan Bpk Sasmita, atau dengan Rizal (021)9346.1965.

Sidik Rizal - webrizal.com

Selasa, 10 Mei 2011

Ikan Bakar Bamboe Kuning Duren Jaya

UNIKNYA KELEZATAN SINGKONG THAILAND (plus sambal terasi??)
Serbu Gurihnya Ayam Pandan & Sapi Kari Hijau

Banner depan nan sederhana
Bekasi - kulinerkuliner.com
Kalau urusan mencari makanan unik, memang saya selalu suka mengejarnya. Apalagi kalau itu datangnya dari resep masakan luar negeri. Ketika mengunjungi satu tempat makan seafood di kawasan Bekasi Timur, ada satu tempat yang bernama Ikan Bakar Bamboe Kuning yang menawarkan beberapa menu unik dari negeri jiran, Thailand. Wah kedengarannya bakalan menjadi petualangan kuliner baru neh, pikir saya.

Singkong Thailand yang seksi banget
Kota Bekasi memang termasuk kota yang mempunyai wisata kuliner terlengkap yang datang dari banyak daerah dan bahkan juga dari manca negara. Saat di tempat ini saya tahu mempunyai beberapa sajian dari negeri Gajah Putih, Thailand, maka saya pun ingin mencoba menu apa saja yang ada dan masih halal bisa dimakan kaum muslim.


Pernah mencoba Singkong Thailand? Sejatinya sajian ini mirip dengan Kolak Singkong, namun tidak menggunakan santan dan gula merah semata. Singkong Thailand yang dimasak dengan rebusan dan dicampur pewarna pasta kuning, kemudian dituang cairan kental putih yang terbuat dari tepung hungkwe serta santan dan tentunya sedikit wangi vanilla membuat selera bangkit seketika saat mencium aromanya.

Sebagai appetizer, Singkong Thailand memang cukup berhasil menggugah rasa lapar dan menerbitkan rasa gurih di rongga mulut saya. Hmmm.... menu apa yang bisa saya santap di rumah makan serba laut ini. Resto Ikan Bakar Bamboe Kuning (aneh ya, kok dua bunyi huruf "U"nya ditulis dengan dua simbol, satu "oe" dan satu lagi "u"... kira-kira apa yah artinya?) termasuk besar dalam ukuran ruangan. Dengan kapasitas sedikitnya ada 15 meja dengan 60 kursi ini, rumah makan sederhana ini buka dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam.

Chef Tayyen... hehehe gambarnya penyok gara-gara dia gerak mulu
Resto yang dikelola oleh Chef Tayyen ini memang sangat bernuansa masakan serba Thailand. Jelas saja beberapa masakannya adalah menu khas Thailand, karena sang penguasa dapur, Chef Tayyen, pernah bekerja di resto Thailand di bilangan Jakarta selama puluhan tahun.

Meskipun namanya agak unik terdengar, tapi jangan salah, bila pak Tayyen bukanlah orang Thailand, melainkan orang Indonesia asli. Lelaki yang juga aktif di klenteng terbesar di kota Bekasi sebagai pengurus bagian konsumsi ini, sudah lama sekali berkeinginan membuka rumah makan yang bernuansa sajian khas Thailand.

Singkong Thailand
Beruntungnya Tayyen yang sudah dari kecil tinggal di Bekasi ini, selalu mendapat kemudahan untuk bekerja di beberapa restoran khas Thailand. Bahkan pernah satu masa saat kerusuhan zaman presiden Suharto berakhir, restonya hanya dijaga olehnya dan ia sempat didatangi oleh bagian keimigrasian, karena diduga dirinya adalah pendatang gelap dari Thailand karena namanya yang mirip nama orang dari negara olahraga Thai Boxing itu. Setelah dia menujukkan KTP asli Bekasi, barulah petugas bagian keimigrasian percaya, bahwa Tayyen adalah WNI.

Daging Sapi Kari Hijau
Selesai bekerja pada perusahaan asing, Tayyen muda memang dulu sangat berkeinginan membuka restoran khas Thailand di kota kelahirannya Bekasi. Setelah mendapatkan tawaran kerja sama dari kakak iparnya (suami dari kakak perempuannya) untuk membuka rumah makan olahan serba seafood, maka bangkitlah kembali semangatnya untuk buka sajian khas Thailand.

"Itulah sebabnya saya mencoba bermain di makanan populer berbahan baku ayam dan daging sapi namun biar unik dan tampil beda, saya mencoba menyajikannya khas resep Thailand," papar Tayyen yang membawahi sedikitnya 5 orang koki dan asisten di Ikan Bakar Bamboe Kuning.

Ayam Pandan yang muantabbbbsss!
"Jadi setiap pengunjung rumah makan kami nggak selalu harus bisa menikmati aneka seafood ataupun ikan bakar saja, tapi mereka bisa juga mencoba menu masakan ayam khas Thailand kami, Ayam Pandan dan masakan daging sapi khas Thailand juga, yakni Sapi Kari Hijau," imbuh Chef Tayyen.

Mendengar nama menu masakan itu disebut oleh Mr Tayyen saja sudah bikin air liur terbit. Ayam Pandan dan Sapi Kari Hijau, hmmmm sebuah nama yang cukup bisa mengundang selera.

Tentunya jika Anda tertarik untuk mencoba menu baru bagi orang Bekasi dari negara Pagoda, silakan saja berkunjung ke resto Ikan Bakar Bamboe Kuning. Hmmm dijamin lidah Anda mendapatkan sensasi masakan khas Thailand yang disesuaikan dengan bumbu-bumbu halal Bekasi. Mau mencobanya?

Sidik Rizal, bekasi-online.com

Blogwalking ke food blogger...kepincut sama resepnya http://dapurnyaarta.blogspot.com, SINGKONG THAILAND...

Saya si biasanya beli ni singkong thailand, rasa singkong yang manis trus empuk dipadu sama gurihnya santan,widihhh enaaaaak banget...palagi dimakan dingin2 abis dari kulkas...Jadilah bertekad habis pulang kerja buat resep ini...
Makasi ya mba da share resepnya...saya copas aja yaa..

Idenya dari Tabloid Saji, ini resepnya :

Singkong Thailand
(Tabloid Saji, edisi 101/th.IV/27 juni – 10 juli 2007)

Bahan :3 kg singkong, dibuang kulit dan dipotong-potong tebal 11/2 cm (jadi kurleb 2 kg)
1 sdm garam5 lbr daun pandan (aku tambahin 5 lbr daun jeruk). 3,5 ltr air
500 gr gula pasir atau sesuai selera

Bahan Saus :1 ltr santan kental dari 2 butir kelapa
2 sdt garam atau sesuai selera
5 lbr daun pandan
30 gr tepung sagu dan 150 ml air, dilarutkan utk pengental
(aku pake tepung beras)50 gr wijen untuk taburan, disangrai. (aku gak pake)
Cara Membuat :1. Rebus singkong, garam, daun pandan dalam 3,5 ltr air sampai matang dan empuk
2. Tambahkan gula pasir. Masak sambil diaduk sampai mengental.
3. Saus : Rebus santan kental, garam, dan daun pandan sambil diaduk sampai mendidih.
4. Kentalkan dengan larutan tepung sagu. Masak sampai meletup-letup
5. Sajikan singkong dengan saus dan taburan wijen sangrai.

Hasil : 30 buah

Tips
Jangan memasukkan gula pasir jika singkong belum empuk karena akan membuat singkong susah untuk empuk.


Notes dari saya :
- Tambahin beberapa lembar lagi daun pandan dan daun jeruk saat merebus singkong (sarannya mba arta bagus 
   banget deh)...wanginya bener2 menggugah selera. Apalagi pakai daun jeruk segar, dipetik langsung dari pohon 
   (saya minta dari tetangga daunnya,hehhe)
- Harap bersabar saat merebus singkong sehingga bisa menjadi matang dan empuk, memang agak lama tapi hasilnya
  gak ngecewain
- Meskipun awalnya kelihatan banyak singkongnya, tapi, setelah menjadi matang dan empuk, jumlahnya menjadi
  semakin menyusut karena ada yang hancur dan ada yang menjadi bubur singkong but it's ok, wong enak kok

Minggu, 12 September 2010

Artani Bebek Goreng Cisalak Cimanggis

Kelezatan Terjangkau Bebek Goreng
di Keramaian Jalur Keluar Kota Jakarta Menuju Bogor

Cisalak - Depok - kulinerkuliner.com
Menyusuri jalur utama jalan menuju Kota Bogor dari Kramatjati hingga melewati jalan di kawasan Depok, pastinya kita tak akan kelewatan dengan RS Ibu dan Anak Tumbuh Kembang. Nah tepat persis di depannya Anda bisa beristirahat sebentar untuk menikmati kelezatan bebek goreng khas Depok yang ada di jalur itu.

Tempat warung makan sederhana itu adalah Artani Bebek Goreng. Warung yang baru buka di awal Juni 2009 tepatnya tanggal 9 ini setidaknya menjadi pilihan beberapa pelanggan yang kebetulan tinggal di kawasan dekat dengan jalur ramai yang tak pernah tidur di Cisalak Cimanggis Depok. Kebetulan sekali di depannya adalah rumah sakit. Sehingga bila siang hari, warung makan bebek goreng Artani selalu diramaikan oleh karyawan dari rumah sakit itu, termasuk pabrik makanan Lassale Food yang ada di sampingnya.

Pemilik Bebek Goreng Artani adalah ibu Siti Hartati yang kebetulan suka sekali masak dan menggemari bebek goreng. Kesukaannya menjelajahi dunia kuliner mendorong dirinya untuk membuka warung makan khusus sajian bebek goreng. Hal ini disebabkan seringnya dia berkunjung ke resto khusus bebek goreng yang sudah terkenal. Setelah mencoba membuat bumbu khusus, akhirnya dia membuka warung makan. Dan ajaibnya, ternyata laku serta diminati banyak pengunjung yang akhirnya menjadi pelanggan tetap.

Bahkan beberapa artis terkenal pun sudah pernah mampir menikmati bebek goreng Artani. Sebut saja Teuku Zakki, Paramitha Rusady, Rio Febrian, Raffi Ahmad bahkan si Peppi (the explorer) dan beberapa kru ST-12.  Jadi wajar saja bila Jak-TV hingga majalah Trubus dan Flora Fauna memasukkan warung ini sebagai liputan khusus mereka.

Lalu apa istimewanya Bebek Goreng Artani? Hmmmm, setelah mencoba beberapa porsi yang disajikan di tempat yang kini punya 3 cabang lain ini ternyata ada di bum bu sambelnya yang mantap dan lezat punya. Cobalah Bebek Goreng Cabe Ijo yang refreshing banget (tahu kan, biasanya bebek dalam asosiasi otak kita adalah penyumbang kolesterol terbesar, tapi tidak di warung ini).

Di samping harganya juga lumayan terjangkau, Anda bisa pula memilih aneka bumbu sambal lainnya yang tak kalah lezat dan nikmat. Buat keluarga yang kebetulan bersama Anda dan tak menyukai bebek, bisa mendapat pilihan Ayam Goreng dengan pilihan bumbu sambal yang sama.

Lalu apa saja yang tersaji di warung yang bernuansa hijau dan oranye ini? Pilihan utamanya adalah Bebek Kremes (bisa paha ya bisa pula dada), kemudian ada bebek bakar (sekali agi bisa paha dan bisa juga dada) dan tentunya jagoan dari semua sajian bebek, yakni bebek goreng Cabe Ijo (hmmm pasti pilihannya PAHA dan DADA... seneng banget sih dua organ seksi ini dijadikan pilihan menu?)

Di warung Bebek Goreng Artani ternyata kita bisa pula mendapat menu spesial, seperti Leher Bebek Goreng, kemudian Ati Ampela Goreng dan tentunya Tahu Tempe Goreng. Pokoknya tak kalahlah dengan menu bebek terkenal seperti bebek Kaleyo atau Bebek Ginyo. Kebetulan di kawasan warung Bebek Goreng Artani tidak ada pesaing masakan bebek seperti mereka. Keuntungan strategis nih!

Mau mencoba Artani bebek goreng silakan kunjungi Jl. Raya Bogor Cisalak - Cimanggis Depok (depan RSIA Tumbuh Kembang) atau Jl. H. Ir. Juanda No 14 (Jalan Baru) Depok, atau di Kota Wisata (Fresh Market Resto). Untuk pemesanan dan booking tempat silakan menghubungi (021) 9199.7213 atau 0812.9344.298 atau (021) 9346.1965

sidikRizal - kulinerkuliner.com

Sabtu, 26 Juni 2010

KPK Bakar Madu Komsen Jatiasih Bekasi

Setelah diliput Trans-7, Rubah Slogan Jadi
"Jangan Takut Masuk KPK"
Bakar Madu
Jl. Raya Wiabawa Mukti No. 19
Komsen Jatiasih, Bekasi

Reservasi & Delivery Service (021) 9346.1965

Jangan Takut Masuk KPK... Apalagi KPK Bakar Madu Pasti Keringetan
Jatiasih - www.kelanakuliner.co.cc
Tahukah Anda apa yang khas dari daerah Pekalongan? Pasti terbayang langsung di benak kita Batik Pekalongan. Tapi bagaimana dengan kulinernya? Tahukah Anda makanan khas dari Pekalongan? Ada yang spesial gak seh? Tapi siapa sangka satu warung pojok dari kota Batik ini mengundang rasa ingin tahu banyak orang untuk mencoba sajian uniknya berupa Bebek Bakar Madu. Hmmm seperti apa seh rasanya sampe TransTV mau meliputnya? Beberapa waktu lalu di bulan puasa lewat.

Ratusan ayam & bebek bakar laku per hari
Tahukah Anda apa makanan khas dari Pekalongan? Kalau belum, mungkin Anda perlu tahu yang namanya sayur Megono. (Itu pun gak juga termasuk yang unik ada di daerah ini....) Sayur Megono adalah sayur yang dibuat dari buah nangka muda kemudian dicacah-cacah dan dimasak dengan gula aren bercampur bumbu rempah pokoknya tak beda dengan sayur Gori dari beberapa daerah Jawa Tengah lainnya.

Tapi kini kelanakuliner tidak sedang meliput tentang keunikan khas kuliner  yang  dibuat oleh putra daerah Pekalongan. Tapi meliput tentang sebuah warung makan yang menggunakan nama KPK Bakar Madu di bilangan jalan Wibawa Mukti Jatiasih Bekasi. Membaca spanduk besar bertuliskan KPK besar saja sudah mengundang rasa penasaran para pengguna jalan raya Komsen Jatiasih yang melewatinya. Bahkan sempat di antara mereka mampir berkunjung hanya untuk mengambil foto spanduk warung makan, yang bertulisan besar KPK.

Mas Ekki: Saat diwawancarai Trans7
Lalu apa seh artinya KPK itu? Apa Komisi Pemberantasan Korupsi atau Kelipatan Persekutuan ter-Kecil? Menurut sang pemilik tempat ini, Rekki Roberto, KPK adalah singkatan dari Keluarga PeKalongan. "Sengaja saya memberi nama warung makan keluarga ini dengan istilah KPK, karena saya mengajak semua adik kandung dan adik sepupu dari keluarga saya bekerja di warung,' ujar Rekki Roberto yang akrab dipanggil mas Ekki ini.

 KPK asli, yang juga bikin keringetan
Yang jelas dari namanya saja sudah SANGAT mengundang perhatian siapapun yang lewat dan lalu lalang di jalan Wibawa Mukti Jatiasih itu. Tak usah menunggu lama untuk ditengok atau membuat orang mau berkunjung mencoba yang disajikan di warung makan sederhana yang mempunyai lahan parkir.

KPK itu ternyata Keluarga PeKalongan
Hanya dalam waktu kurang dari dua minggu. "Bahkan saat masih baru buka, saya tak memasang spanduk yang bertulisan sajian makanan yang kami jual. Cuma tulisan KPK saja!" papar mas Ekki. Namun dampaknya begitu lumayan, setidaknya beberapa orang lewat yang membacanya ada yang berhenti sejenak dan bahkan ada yang masuk mampir sekaligus akhirnya mencoba sajian di warung itu.

Bos KPK, ayah dari Mas Ekki
Lalu apa sih sajian yang ada di warung milik mas Ekki, sang seniman kontemporer ini?. Ternyata KPK Bakar Madu menyajikan beraneka masakan Ayam kampung, Ayam Negeri, Bebek dan Burung Puyuh.  Mas Ekki, lelaki kelahiran 9 Juni 1978 ini menyewa tanah kosong di bilangan Jl. Wibawa Mukti No. 19 Komsen Jatiasih, memang sengaja berniat membuka usaha warung makan ayam bakar, bebek bakar dan puyuh goreng. Padahal ia masih menjadi karyawan di sebuah perusahaan swasta di daerah Lubang Buaya yang bergerak di bidang peralatan kesehatan. Karena jiwa seniman dan keinginannya untuk berwirausaha itulah, maka ayah dari 3 anak ini meluangkan waktu dengan membuka warung bersama keluarganya dari Pekalongan.

Sajian utama yang ada di warung KPK sebenarnya adalah menu sajian bakaran dengan bumbu madu dan kecap. Seperti ayam kampung dan ayam negeri yang disajikan dengan menu bakar madu. "Meski menggunakan madu sebagai saus utamanya, tapi sebenarnya dicampur pula dengan kecap manis," ungkap mas Ekki. Sehingga sajian yang kian populer ini memang mempunyai rasa cukup unik dibandingkan dengan menu bakaran madu di lain tempat.

"Biarpun kami menyajikan ayam kampung dan negeri, kami juga menyajikan bebek bakar madu dan bebek goreng serta burung puyuh goreng," jelas mas Ekki yang juga seniman pelukis kontemporer ini. Semua sajian baik itu bakaran madu maupun gorengannya diberi dua jenis sambal, yakni Sambal Ijo dan Sambal Bajak. Sambal Ijo yang pedasnya luar biasa ini dibuat dari cabe rawit yang ditumis dengan bawang putih dan sedikit minyak kelapa. Sedangkan Sambal Bajak yang tak terlalu pedas itu dibuat dari cabe merah yang digerus kemudian ditumis dengan bawang merah dan bawang putih plus terasi.

Ternyata kombinasi menu masakan bebek bakar madu yang cenderung manis hingga ke dalam daging bebeknya. Umumnya bebek digoreng garing dan gurih asin di lain tempat namun di warung KPK, bebeknya lebih terasa empuk dan manis. Sedangkan sajian gorengan unggulan di warung KPK adalah Burung Puyuh Gorengnya yang empuk gurih asin. Ukuran daging burung puyuh yang kecil sering membuat penasaran para pelanggannya saat menikmatinya, sehingga terkadang mereka memesan lebih dari satu.

"Justru saat pembukaan banyak sekali para pengunjung yang tidak tahu seperti apa burung puyuh itu. Jadi saya biasanya menjelaskan lebih dulu kepada mereka dan mempersilahkan mereka untuk mencobanya," imbuh mas Ekki. Malah setelah mereka mencobanya, kebanyakan dari mereka jadi pelanggan dan pencinta burung puyuh goreng di warung KPK.

Khusus ayam kampungnya di warung KPK disajikan dengan menu goreng. Memang sangat tak lazim, sedangkan ayam negerinya disajikan dalam menu bakaran madu seperti halnya bebek. "Warung KPK hanya mencoba untuk tampil beda agar gampang diingat oleh para pelanggannya. Jadi setiap sajian masakannya tak perlu harus sama dengan tempat makan lain," pungkas mas Ekki yang mempunyai anak dengan nama-nama unik seperti, anak pertamanya Lentero Suminaring Jagad, anak keduanya Bunga Cinta dan anak ketiganya Sekar Langit.

Kelana kuliner hanya bisa merekomendasikan sajian di warung KPK Bakar Madu yang berkapasitas 24 kursi ini dengan dua jempol, rasanya mantabbbsss buanget terutama pedasnya Sambal Ijo. "Wah pedas sambelnya parah banget!" ujar seorang pelanggan yang tengah menikmati hidangan aneka bakaran dan gorengan unggas bersama keluarganya. Kelana kuliner setuju, siapapun yang masuk warung KPK pasti keringetan. Bukan karena takut masuk KPK nya tapi, karena pedasnya sambel ijo yang luar biasa bisa bikin para penikmatnya keringatan kepedasan.

Bila Anda tertarik untuk mengunjungi warung KPK Bakar Madu di bilangan Jl. Raya Wiabawa Mukti No. 19 Komsen Jatiasih, Bekasi silakan memesan tempat atau reservasi terlebih dahulu di Nomor (021) 989.4466.9 atau 0815.7467.2525

Sidik Rizal - kotabekasihotnews.blogspot.com

Jumat, 25 Juni 2010

Ayam Goreng Bakar SAWIT

Menu Sederhana Ayam Kampung Asli Bumbu Kecap
Mampu Bertahan dari Isyu Flu Burung

Kelapa Gading - kulinerkuliner.com
Ayam kampung jauh lebih disukai, karena kadar lemaknya juga jauh lebih sedikit dan kadar obat-obatan kimia jauh lebih sedikit. Itulah sebabnya sang pemilik merk Ayam Goreng dan Bakar Sawit memilihnya sebagai dagangan unggulan. Meski jauh lebih mahal, tapi Om Luki, demikian sang pengelola akrab disapa lebih memilih ayam kampung sebagai bahan dasar olahannya.


Di pasar tradisional mencari ayam broiler atau ayam negeri memang banyak, tapi cari ayam kampung ternyata juga jauh lebih banyak. Tak heran orang-orang kos dan warga sekitar jadi jatuh hati dengan olahan masakan om Luki yang menggunakan ayam kampung.

Om Luki, lelaki berusia 50-an tahun ini adalah jebolan sekolah teknik kelistrikan yang berangkat dari iseng-iseng buka usaha ayam bakar Sawit dan kini dirinya mengaku keterusan berdagang Ayam Goreng Sawit. Sedangkan nama Sawitnya karena saat buka pertama kali di jalan Kelapa Sawit Komplek perumahan Kelapa Gading. Konon sejarahnya Ayam Goreng dan Bakar Sawit adalah yang pertama ada di Kelapa Gading, dan barulah bermunculan usaha serupa setelah om Luki berjalan beberapa tahun kemudian dan Jalan raya Sawit di bilangan Kelapa Gading itu mulai ramai dilalui orang.

Pengalaman Pahit Berdagang
Rupanya proses panjang berdagang om Luki tak semulus waktu dilalui. Ada masa dimana dirinya mengalami kesulitan dan bahkan nyaris ambruk melanjutkan dagang ayam bakar sera ayam gorengnya. "Pada saat flu burung (menimpa), bikin 100 potong aja gak laku," kenang om Luki sedih. Pengalaman pahit yang dialaminya itu dimana banyak orang paranoid untuk mengkonsumsi ayam olahan di resto-resto di sekitar awal tahun 2000-an. Otomatis usahanya nyaris bangkrut.

Usaha dagang buka rumah makan ayam bakar memang tidak gampang. Om Luki lelaki kelahiran Jakarta 28 September 1956 ini mengakui dia sudah melewati waktu 5 tahun untuk mengembangkan usaha ayam goreng dan bakarnya. "Dulu saya mulai dengan menjual 100 potong atau 25 ekor ayam dan bisa habis laku terjual dalam waktu 3 hari," papar lelaki jangkung berkacamata ini.

Di tahun 2008 usahanya mulai merangkak naik. Namun begitu sampai sekarang pun masih ada saja masalah yang dihadapinya. Karena persaingan usaha serupa yang benar-benar tinggi, maka om Luki mulai melakukan sebar brosur baru dengan sosialisasi cara pemotongan, pemasakan dan penyajian. Hal ini dilakukan demi menghilangkan trauma masyarakat terhadap isyu wabah flu burung yang sudah membuat anjlok penjualan usaha sejenis.

Meskipun om Luki mempunyai saudara pengusaha minyak besar dan kaya, dirinya mengaku tidak pernah memanfaatkan dan minta bantuan dalam segi permodalan. Dirinya hanya mau mandiri dan merasa nyaman tak perlu berhutang dan meminta bantuan dari saudaranya, meskipun dia mengaku memang membutuhkan.

"Bagi saya, usaha rumah makan ini rahasianya da pada bumbu," bebernya kepada kulinerkuliner.com. Bumbu khas Jawa dari lelaki dengan 2 anak ini adalah beberapa rempah di antaranya kemiri dan kawan-kawannya, ujarnya tanpa bermaksud melucu. Saya pun tersenyum mendengarnya. Khusus untguk sausnya, om Luki hanya menyajikan sambel kecap saja.

Ayam Goreng dan Bakar Sawit ini biasanya dipesan untuk acara-acara office gathering, arisan keluarga dan pesta ulang tahun oleh orang-orang warga sekitar Kelapa Gading yang pernah dan tahu jalan Kelapa Sawit. Dan tak jarang beberapa pelanggannya dari luar kota khusus hanya mencari menu resep istimewanya yang sederhana. "Pernah beberapa kali orang dari luar kota seperti Bandung yang datang ke sini hanya untuk memesan ayam bakar Sawit kami," pungkas cerita om Luki kepada saya. Anda tertarik dengan kelezatan ayam goreng dan bakar Sawit yang legendaris di Kelapa Gading ini? Silakan meluncur ke jalan Sawit Raya, insya Allah Anda akan bisa menemui resto ayam goreng ini berjejeran dengan Home Made Burger yang kebetulan juga merupakan usaha keponakannya sendiri.

Sidik Rizal

Selasa, 15 Juni 2010

NASI UDUK KEBON KACANG TANAH ABANG ☺ yang PALING RAME DI HARAPAN INDAH BOULEVARD

Nasi Uduk ☺ Mister Smile Banyak Gratisannya


Harapan Indah Boulevard - kelanakuliner.co.cc
Piala Dunia ternyata jadi berkah tersendiri bagi satu tempat kelana kuliner yang berada di kawasan Harapan Indah Boulevard. Tempat sederhana berupa ruko Nasi Uduk Kebon Kacang dengan ciri khas Mr Smile di bannernya dan lampu LED running texk nomor telepon pesan antar ramai oleh pengunjung yang tengah asik menikmati makan malam sambil nonton bareng piala dunia FIFA 2010.


Nggak ada lagi sepanjang ruko Boulevard yang seramai Nasi Uduk kebon Kacang cap Mr Smile ini. Padahal kebanyakan pengunjung dari kalangan keluarga. Mobil pun diparkir di di halaman ruko yang lumayan luas itu. Malam sudah menunjukkan pukul 09.00 namun warung nasi uduk ini tetap yang teramai.

Mau dibilang apalagi? Benar sajalah kalau para warga Harapan Indah bila hendak mencari makanan malam yang paling rame dan laku cuma di tempat ini. Nggak percaya kunjungi saja setiap hari mulai dari petang hingga malam hari. Kalau Anda bisa kebagian nasi uduk beserta lauknya, berarti Anda termasuk yang beruntung.

Berikut ini tulisan kunjungan pertama kelanakuliner di tempat makan keluarga ini pada bulan April lalu:


NASI UDUK KEBON KACANG PALING RAME DI HARAPAN INDAH BOULEVARD

Sore selepas Isya di bilangan Harapan Indah Boulevard sedang mengalami kemacetan luar biasa karena pengalihan kendaraan dari ramainya acara pentas Music Award dari SCTV yang diselenggarakan di Sentra Bisnis Harapan Indah pada malam itu, 24 April 2010. Luar biasa ramai dan konsekwensinya adalah pengalihan kemacetan ke segala arah jalan yang memang jalurnya berdesain seperti labirin sentrifugal (pasti gak ngerti kan loh?) Hahahaha, lupain istilah aneh itu Bro and Sis!

Daripada meliput acara super ramai yang banyak dihadiri artis papan atas ibukota itu, mendingan mencari liputan tentang kuliner yang ada di wilayah sekitar, salah satunya Harapan Indah Boulevard dan Komplek Ruko Harapan Baru. Pilihan kelanakuliner.co.cc adalah RM Nasi Uduk Kebon Kacang Tanah Abang Mr. Smile. Sebenarnya merknya nggak jelas, karena ada beberapa Nasi Uduk Kebon Kacang di wilayah Harapan Indah Boulevard. Sedikitinya ada 3 rumah makan Nasi Uduk yang sama-sama menggunakan merk dagang Kebon Kacang. Tapi pilihan jatuh pada si Mister Smile. Kenapa disebut Mister Smile, karena logo utamanya adalah icon mister smile ☺yang terkenal itu di antara tulisan besar Nasi Uduk Kebon Kacang Tanah Abangnya, tahu kan?

Gak butuh waktu sampai hari berikutnya untuk bertemu dengan sang pemilik yang biasanya pada malam-malam tertentu ada di rumah makannya yang berupa ruko berlantai 3 1/2 itu di bilangan Boulevard Harapan Indah. Andi, lelaki kelahiran Kalimantan, 14 Juli 1969 ini tak keberatan untuk bisa diwawancarai mengenai usahanya yang selalu ramai dikunjungi pelanggannya dan membuka sedikit rahasianya kepada kelanakuliner.co.cc

"Saya sendiri memang bukan orang Betawi asli, tapi istri saya yang asli kelahiran Jakarta dan kebetulan ada dari keluarganya tinggal di Tanah Abang dan buka usaha nasi uduk. Dari menu rahasia dan yang paling umum tentang sajian nasi uduk khas Kebon Kacang yang  diberikan keluarganya itu, maka jadilah kami membuka usaha ini," ungkap Andi, lelaki beranak 2 putra ini. Dirinya juga mengaku masih belum mernggunakan merk tertentu untuk rumah makannya. Nama Nasi Uduk Kebon Kacang sendiri begitu terkenal di Jakarta, sehingga banyak orang yang menggunakannya dan untuk merk, Andi hanya menggunakan sebuha icon gambar orang tersenyum.

Ketika ditanya apa filosofinya mengunakan logo icon mister smile, Andi menjelaskan bahwa harapan diri dan keluarganya bahwa setiap karyawan dan keluarganya selalu menggunakan senyum dalam melayani para pelanggannya, kalau nggak bisa mengucapkan kata-kata lembut dan sopan. Cukup dengan senyum sudah membuat para pelanggannya menjadi senang dan akan datang kembali dengan pelayanan penuh senyum, paparnya sambil tersenyum tentunya.

Mengamati adanya beberapa rumah makan yang ada di Boulevard Harapan Indah yang menggunakan merk dagang yang sama, Nasi Uduk Kebon Kacang, sepertinya memang di tempatnya Andi si Mister Senyum yang paling ramai, sekalipun di peak off day maupun peak off hour (red= terjemah bebasnya, masa paling sepi dan hari paling sepi).

Supaya nggak penasaran sambil ngobrol enaknya memang langsung mencoba menu populer Nasi Uduk asli dari kebon Kacang Tanah Abang ini. Lebih enak (dan pastinya lebih repot buat si pedangan), pesanlah minuman Es Cendol asli dari Betawi. Hmmm, gurih dan lezatnya nasi uduk bercampur ayam goreng atau bebek goreng akan terasa mantap bila ditemani minuman es cendol yang dibuat dari santan dan cendol tepung beras yang dicampur dengan gula aren manis. Manteb banget, Jali! gitu kale yah kata orang Betawi jaman dulu kalo lagi keenakan!

Untungnya walau selalu ramai setiap harinya di jam 12.00 s/d 14.00 saat siang dan malam di jam 18.00 s/d jam 21 malam, RM Nasi Uduk Kebon Kacang Tanah Abang Mister Smile☻mempunyai dua lantai ruko yang bisa dipakai untuk acara Arisan atau office gathering (Apaan tuh artinya mpok? Yah elah, manah gue tauk! kate mpok Midun kebingungan). Dengan kapasitas daya tampung hingga 50 kursi. Jadi pas sekali bila ada reservasi acara dengan menu sajian utama berupa nasi uduk nostalgik from tanah Betawi, Kebon Kacang.

Selain bisa buat dine in (Makan di Tempat, bukan Makan Tempat, Coy!), para pelanggan juga bisa membawa pulang alias take away. Nasi Uduknya sendiri dikemas dalam bungkusan daun picang kecil ukuran klasik seharga Rp.1.500,- per bungkus. Murah meriah dan mengenyangkan kalau dimakan lebih dari 9 bungkus (hahahaha... coba aja 99 bungkus!  pasti mleduk tuh perut!)
Untuk delivery, sayangnya baru bisa menerima pengiriman ke area terbatas, seperti kawasan Harapan indah, Harapan Baru, Harapan Jaya, Pondok Ungu Permai atau Taman Harapan Baru dengan tambahan Rp 2.000,- sebagai ongkos kirimnya dan minimal pesanan Rp 50.000,-

Oh ya satu lagi... bila Anda mencoba mengajak keluarga Anda untuk Dine In di tempat ini, ada hal yang mengagetkan namun membuat Anda senang. Saat Anda makan berempat, yakni bersama pasangan dan kedua anak Anda, siapkan uang seratus ribuan, maka ternyata biaya total belanja maan Anda sekeluarga hanya Rp 50.000,- saja! Kaget yang menyenangkan bukan?

Kalau sudah begini pasti Anda mau coba kan? Cbalah menu unggulan nasi uduk dengan lauk pauknya yang berupa gorengan jeroan ayam dan sila hubungi, Andi di (021) 8853.4208 atau
0818.155.730 atau kunjungi (Ingat, jangan salah tempat...!) Jl. Bulevar Hijau, Blok B8, No. 9 Kota Harapan Indah Bekasi, Telp. (021) 4489.1929 atau di Grand Cakung, Jakarta Timur, Telp. (021) 6853.4208

NASI UDUK KEBON KACANG TANAH ABANG Mister Smile
Daftar Menu
MAKANAN-. Nasi Uduk
-. Nasi Putih
-. Ayam Goreng
-. Ayam Bakar
-. Ati & Ampela Goreng
-. Babat Goreng
-. Bebek Cabe Ijo
-. Cumi Goreng
-. Empal Goreng
-. Iso Goreng
-. Jantung Goreng
-. Paru Goreng
-. Pete
-. Sayur Asem
-. Semur Jengkol
-. Tahu Goreng
-. Tempe Goreng
-. Udang Goreng
-. Usus Goreng
-. Kerupuk

MINUMAN-. Teh Hangat
-. Es Teh
-. Es Teh Manis
-. Teh Manis Hangat
-. Es Teh Manis
-. Jeruk Hangat
-. Es Jeruk
-. Prim-a
-. Teh Botol
-. Estee
-. FruiTea
-. Es Cendol

Sidik Rizal - si penggemar nasi uduk kebon kacang - dobeldobel.co.cc

Sabtu, 24 April 2010

Resto ABI - AYAM BEBEK IDAMAN Margajaya Bekasi Selatan

Gurih Empuk dengan Sambal yang Menggoda



SELAMA MASA PROMOSI HINGGA AKHIR Mei 2010, Resto ABI Margajaya Bekasi memberikan diskon 25% mulai dari jam 17.00 s/d pukul 21.00 wib. Untuk setiap pemesanan hingga mencapai Rp 500.000,- dapatkan diskon pembayaran di kasir hingga 50%, Cukup Anda bayar setengahnya, maka Anda bisa menikmati semua menu. (Jangan lupa membawa print-out blogs ini saat berkunjung. Fotokopian tidak berlaku, hanya printout berwarna.)

Bekasi - kelanakuliner.co.cc
Di dekat Radio Elgangga sepanjang jalan Kemakmuran banyak sekali berderet resto dan rumah makan besar. Salah satu warung sederhana yang menawarkan menu khusus masakan olahan dari ayam dan bebek adalah resto ABI. Semula saat melihat tulisan ABI, terbersit kepanjangannya Ayam Bebek dan Ikan. Namun setelah melihat lebih jelas, ABI berarti Ayam Bebek Idaman.

Lalu menu apa saja yang ada di resto yang buka dari jam 10.00 pagi s/d jam 10.00 malam tepat di samping Warung BM 28 dan Radio Elgangga ini? Mulai dari menu unggulan masakan ayam goreng dan bakar bumbu sambal terasi serta sambal korek. Hmmmm... melihat sambalnya saja sudah bisa dibayangkan bagaimana rasanya walau belum sempat mencoba sama sekali. Ada tiga jenis sambel unggulan di resto yang mempunyai kapasitas daya tampung 24 orang pengunjung ini, yakni Sambel Terasi, Sambel Korek dan Sambel Cabe Ijo.

Untuk menu ayam kampung yang ada adalah ayam bakar dan ayam goreng. Sedangkan menu bebek yang disajikan di resto ABI adalah bebek goreng dengan sambel terasi dan sambal cabe ijo. Range harga dari yang termurah adalah Bebek Bakar Kompo (mungkin maksudnya "Combo" atau "Kombo" kale yah?) senilai Rp 9.000,- hingga yang termahal seharga Rp 37.500,- untuk menu Ikan Gurame Asam Manis. (Mungkin ABI memang lebih pantas singkatan dari Ayam, Bebek dan Ikan).

Selain menerima pelanggan untuk dine in (makan di tempat), sang Manajer Operasional, Pitrah Yana mengatakan bahwa Resto ABI juga menerima pesanan untuk acara pesta, resepsi kantor atau paket ulang tahun dan pernikahan. Lelaki kelahiran Jakarta tanggal 10 Juli 1982 ini menjelaskan, "Memang untuk paket acara pesta apapun minimal pemesanan adalah 100 box dengan paket Ayam Kompo seporsinya Rp 14.000,- dan Ayam Kampung Rp 20.000,- per porsinya." Yang dimaksud dengan ayam kompo di sini adalah ayam negeri dengan menu digoreng ataupun dibakar, papar Pitra lebih rinci. Untuk catering, setidaknya paling lambat pemesanan 2 atau 3 hari sebelum pengiriman paket ke lokasi acara, imbuh lelaki yang kini sedang bersama calon istrinya itu.

Paket deliveri (antar pesan), Resto ABI siap kirim minimal 3 box, sayang nya untuk area terbatas di kawasan Bekasi Selatan saja, pungkas Pitra kepada kelanakuliner. Untuk pemesanan hubungi (021) 9346.1965 atau (021) 9760.3287 atau kunjungi resto ABI di Jl. Kemakmuran No. 99 Margajaya Bekasi Selatan.

Sidik Rizal - dobeldobel.co.cc