Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Tampilkan postingan dengan label Khas Bekasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khas Bekasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Januari 2011

Fitri Seafood Mekarsari Bekasi

Ramai, Cepat Saji, Harga Murah, Pelanggan Puas
Sedikitnya 750 pengunjung per hari - Wow!

Mekarsari Bekasi - webrizal.com
Orang lapar biasanya gampang emosi alias mudah sekali marah. Sehingga apapun yang bisa dijumpai untuk dimakan, maka itulah yang jadi solusi penghilang rasa laparnya. Artinya orang susah (baca: tak punya banyak uang) yang lapar saja, berusaha untuk melakukan apa saja agar bisa makan mau yang gak enak sampai yang lezat.

Apalagi bagi mereka yang tak punya masalah dengan uang. Jika saat mereka lapar dan datang ke sebuah rumah makan kemudian pelayanan sajiannya tidak segera membuatnya bisa makan kenyang maka bisa dibayangkan seperti apa marahnya, karena mereka merasa punya uang. Nah, yang jadi masalah, adakah rumah makan yang mendahulukan kepentingan mereka yang sudah lapar dan mau makan enak tanpa harus menunggu waktu lama hingga berpuluh-puluh menit?


Kenyataannya ada sebuah restoran unik yang selalu ramai setiap harinya, sehingga bukanlah pemandangan yang aneh bisa setiap harinya bisa hingga ratusan pengunjung yang makan di resto seafood serba instant yang benar-benar sangat cepat dalam penyajian ini. Anda akan terkejut melihat bagaimana semua pelayan berteriak menyebutkan menu pesanan para pelanggan termasuk Anda dengan kerasnya sehingga terdengar sampai ke dapur koki. Otomatis sang koki yang sedang memasak menu tertentu maka dengan mudahnya menambahkan porsi pesanan seketika saat bersamaan pesanan terdengar diteriakkan.

"Kerang dara asam manis 5 porsi!" demikian terdengar seorang pelayan meneriakkan menu pesanan, dan sejurus kemudian terdengar lagi, "Bawal Bakar 7 porsi!". Semuanya dikerjakan oleh 7 orang koki secara simultan. Sehingga tak jarang, baru dipesan, sajian sudah datang di meja pengunjung.

Wow benar-benar sebuah layanan super cepat yang bisa Anda dapatkan. Tapi biar begitu tak sedikit ada saja pelanggan yang memesan sajian makanan berbeda dari sekian puluh pengunjung, dan hal inilah yang terkadang saat ke semua koki sedang memasak menu-menu pesanan tertentu, tak bisa melayani dengan cepat. Untungnya setelah lebih dari 25 tahun pengalaman buka warung makan makanan laut khas Lamongan ini, mebuat pelayanan semakin ringkas dalam menyajikan menu pesanan setiap pelanggan dalam hitungan waktu tak lebih dari 10 menit.

Karena banyaknya pengunjung, Fitri Seafood yang berkapasitas 19 meja dengan jumlah kursi penuh sekitar 250an pengunjung ini maka perputaran pengunjung (okupansi) adalah satu jam maksimal datang 250 orang. Karena resto sederhana yang buka dari jam 5.00 sore dan tutup jam 12.00 malam ini mempunyai jam ramai antara jam 6.00 sampai dengan jam 09.00 malam. Jadi pada saat 3 jam tersebut, semua meja dan kursi penuh ditempati oleh pengunjung. BisaAnda bayangkan bukan?

Kulinerkuliner mendapat informasi dari sumber terpercaya bahwa sedikitnya per malam Fitri Seafood mendapat omzet belasan juta. Weleh-weleh dengan omzet sebesar itu pasti ada yang luar biasa. Ini menandakan ramainya warung makan makanan laut sederhana ini memang sudah kondang karena cepat layanannya. (Kalau Anda mau pengunjungnya tak terlalu ramai, datang saja pada saat setelah jam 21.00 hingga jam 24.00, biasanya sudah mulai berkurang).

Suatu angka yang fantastis bukan. Padahal tak jarang yang memesan satu keluarga yang sedikitnya berempat memesan lebih dari seratus ribu rupiah. Artinya setiap pengunjung bisa memesan Rp 25.000,- Dan ini terjadi setiap harinya, tak mengenal hari libur maupun hari biasa. Karena Fitri Seafood hanya buka pada petang hingga malam hari.

Memang yang datang kebanyakan adalah keluarga dan rombongan untuk makan malam yang praktis dan cepat dengan sajian makanan laut panas-panas. Mungkin karena sajian laut dikenal luas menyehatkan dan jarang orang yang berpantang, kemudian harganya pun relatif sangat terjangkau pas dengan kantong siapapun.

Bagi mereka yang berkendaraan roda empat pun tak sungkan untuk datang ke Fitri Seafood yang memang berkesan kumuh. Para pengunjung bermobil itu memarkir kendaraannya di rumah sakit (system secure parking) atau kantor kelurahan Mekarsari. Sedangkan mereka yang bermotor, cukup memarkirkan kendaraan roda duanya di lahan parkir depan resto yang mampu menampung hingga 30-an motor lebih.

Seperti yang pernah kulinerkuliner sampaikan dalam beberapa liputan, omzet parkir dari kendaraan roda dua saja per harinya bisa menembus ratusan ribu rupiah. Hal ini menunjukkan betapa ramainya rumah makan seafood ini saat beroperasi.

Mas Uda yang kerap dipanggil Kokoh oleh beberapa pelanggannya yang juga kebanyakan adalah etnis Cina ini, pun tak menampik ketika ditanya apa rahasia ramainya rumah makan berluas tak kurang dari 150 meter per segi ini. "Setiap pengunjung yang datang ke rumah makan adalah orang yang lapar dan ingin makan sesuatu. Biasanya orang lapar akan merasa nikmat jika makan apa saja. Dan sering sekali orang lapar itu mudah emosi. Jadi rahasianya mudah sekali buat kami, mereka datang, mereka makan dan mereka kenyang, baru mereka bayar." ungkap mas Uda, eh salah Koh Uda. Nama yang aneh bukan. Uda kan panggilan untuk orang Minang, sementara Koh adalah sebutan untuk orang Cina. Tapi begitulah, saya sendiri lebih sreg memanggilnya Mas Uda, meski melihat penampilannya yang bermata sipit oriental.

"Bila orang lapar datang dan mereka puas karena kenyang dengan sajian kami, maka mereka bukan saja bayar dengan puas tapi juga akan menceritakan kepada orang lain." ujar seorang pelanggan, mas Gatot saat merekomendasikan RM Fitri Seafood kepada kulinerkuliner.com untuk bisa diliput kami. Nah kecepatan pelayanan inilah yang membuat pelanggannya datang kembali dan merasa puas. Meskipun begitu, masalah rasa bukan dilupakan, seperti pengakuan mas Uda, sang keponakan pemilik dari Fitri Seafood yang telah ikut mengelola resto lebih dari 10 tahun ini.

"Masalah rasa kami standarnya menu sajian seafood ala Lamongan atau tepatnya seperti kebanyakan masakan cepat saji di restoran Chinese Food," paparnya terbuka, "Namun yang lebih penting dari itu adalah kecepatan pelayanan pemesanan mulai dari mereka duduk dan memesan sehingga tak jarang, mereka baru memesan, sajian sudah didatangkan ke meja mereka. Ini saja kuncinya Mas," tambahnya.

Jadi bila Anda sedang lapar dan Anda sekeluarga ingin menikmati sajian nikmat cepat sekejap di tempat yang selalu ramai, seperti Fitri Seafood sebagai pilihan. Menu makanan lautkhas Lamongan yang paling laku dan selalu ramai ini akan membuat Anda terkagumkagum dengan teriakan banyak menu pesanan di samping Anda.

Rasakan sensasi hiruk pikuk khas ala Fitri Seafood dan nikmati kejutan lezatnya makanan laut yang tak lebih dari sepuluh menit tersaji di meja Anda seketika. Mau coba? Hubungi telpon berikut ini (021)932.74925 atau datang langsung untuk membuktikan tanpa reservasi ke Jalan Mekarsari Bekasi, tepatnya di samping RS Mekarsari Kota Bekasi. Selamat menikmati hebohnya kelezatan seafood Lamongan khas Bekasi

Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Jumat, 01 Oktober 2010

Pondok Gabus H. Lukman berdiri sejak 1960

Legenda kuliner Bekasi nyang kondang beud!

Sayur Gabus Pucung H. Lukman
Kagak salah dah! bila Anda melewati GOR menuju ke arah Pulogadung di jalan Jend. Sudirman, maka tak jauh setelah Anda melewati pertigaan GOR, di sebelah kanan Anda berdiri warung legendaris yang kini menjadi ciri khas Bekasi yang paling kondang.


Betapa tidak, konon bila orang berkunjung ke Bekasi dan belum merasakan makanan khas milik H. Lukman ini, maka dia belum benar-benar berada di Bekasi. Belum lagi harga menunya yang benar-benar relatif terjangkau mulai dari Rp 5.000,- hingga yang termahal Rp 25.000,-

H. Lukman dan istri saat diwawancara
Menurut pengakuan H. Lukman, pemilik Pondok Gabus Pucung sendiri kepada kulinerkuliner.com, saat pertama kali buka di awal tahun 1960-an adalah orang tua mereka yang berdagang sayur pucung. "Tapi dulu orang tua belum menggunakan nama Pondok Gabus Pucung seperti sekarang ini." ungkap lelaki murah senyum ini. "Dulu warung orang tua cuma disebut warung nasi Ibu Sabi'ih. Yang dijual pun macam-macam. Tapi sayur gubus pucung ternyata yang paling laku. Makanya akhirnya menu satu itu jadi andalan kami sekarang ini." beber H. Lukman yang kini telah mempunyai anak 4 orang ini.

Istri H Lukman sang koki sesungguhnya
Berangkat dengan modal 4 juta rupiah H. Lukman memulai usaha Pondok Gabus Pucungnya. Setelah beberapa tahun ternyat lumayan berhasil. Warga Bekasi menyukai makanan khas Bekasi ini. Jangan salah bila saking populernya makanan sayur Gabus Pucung milik H. Lukman ini, maka hampir semua pimpinan kepala daerah Bekasi pernah makan di tempat yang dulu berupa warung sederhana ini. "Mulai dari pak Bupati Bekasi Nonon Sonthanie, Ahmad Zurfaih hingga Mochtar Mohamad sekarang ini pernah makan di tempat kami, bahkan Gubernur Jawa Barat mulai dari Danny Setiawan hingga Ahmad Heriawan. Mereka datang langsung bukannya pesan antar." ujar lelaki berusia 50-an ini bangga karena rumah makannya dijadikan aikon ciri khas makanan khas Bekasi. Karena hal itu pulalah pelanggannya datang dari Tangerang, Bogor hingga kota lainnya.

Semua sajiannya merupakan menu asli warisan orang tua sang istri sejak tahun 1960-an. Kemudian sejak tahun 1980-an H. Lukman mendirikan Pondok Gabus Pucung, segala resep rahasia ada di sang istri yang membuat racikan bumbu sayur pucungnya. Bumbunya sendiri terdiri dari 12 macam seperti bawang merah, bawang putih, daun salam, sereh dan rempah lainnya serta tentunya kluwak (pucung) sebagai bumbu dasar.

Kombinasi Menu Komplit yang mantap dah!
Kemudian saat mengolah masakan ikan gabus dibuang dulu sisiknya baru setelah itu dibersihkan bau amisnya dengan abu gosok hingga warnanya tidak terlalu hitam. Itulah sebabnya penampilan gabus pucung H. Lukman lebih terang dibandingkan dengan sayur gabus pucung di lain tempat. Hal ini menambah selera  makan para penikmatnya dan juga menjadi ciri khas olahan masakan Sayur Gabus Pucungnya.

Belum dibranding Kecap Bango
Kesulitan usaha buka rumah makan dengan menu sayur Gabus Pucung ternyata bukan di ikan gabusnya yang memang susah untuk diternak. Karena kebetulan sekali Pondok Gabus Pucung milik H. Lukman telah berlangganan dengan peternak ikan gabus dari banyak pemasok. Tidak heran, ikan yang dalam bahasa asingnya ini disebut iklan kepala ular (snake head fish) konon termasuk kanibal, alias suka memakan ikan lainnya sesama. Bahkan terkadang bila terpaksa sesama ikan gabus bisa memakan anak-anaknya.

Biar nggak penasaran, saya pun diiznkan untuk melihat dapurnya yang kebetulan sedang mengolah beberapa ekor ikan gabus dengan masing-masing berat 1 kilogram. Kebetulan sekali ada salah satu ikan gabusnya yang mengandung telur ikan gabus. Wow, besar juga ukuran telurnya.

Menu Favorit Komplit Tahu Tempe Bakwan Goreng + Sambal Bajak
"Telur ikan gabus ini juga kadang dipesan oleh beberapa pelanggan sebagai obat kuat," papar sang koki yang sedang mengolah ikan sambil menunjukan telurnya kepada kulinerkuliner.com. "Saya sendiri nggak sanggup makan telurnya, karena bisa bikin saya kleyengan agak pusing," ungkapnya tentang betapa kuatnya efek telur ikan gabus buat mereka yang belum punya pasangan menikah.

Wah hebat dong, seporsi ikan gabus plus telurnya ternyata bisa bikin lelaki dewasa untuk siap tempur... hehehehe aphrozidiac juga ternyata menu sayur gabus pucung ini. Pantas hampir semua pejabat dan tokoh masyarakat  di Bekasi suka mengkonsumsinya. Efeknya pasti sungguh dahsyat! (hihihi...kebayang deh apa yang ada di benak mereka).



Yanto - Tukang Parkir PGP
Kalau mau dibayangkan berapa banyaknya omzet banyaknya porsi yang dihabiskan dalam sehari di Pondok gabus Pucung milik H. Lukman ini, sebaiknya tanya langsung kepada tukang parkir di resto sederhana ini. Dalam sehari tidak kurang dari Rp 80.000,- dia dapatkan dari memparkir mobil dan motor yang datang berkunjung. Belum lagi pengujung kantoran dan pegawai pemdakota Bekasi yang biasanya datang berjalan kaki. Kebetulan lokasinya dekat dengan kantor walikota Bekasi.

Urap Kencur
Cobalah menu andalan dan ciri khas makanan asli orang Bekasi yang juga menurut banyak orang adalah makanan para jawara serta orang gedongan di jaman Belanda dulu, yakni Sayur Gabus Pucung. Di samping gurihnya ikan gabus yang dimasak dengan pucung (kluwak) masakan mirip rawon khas Jawa Timur ini ( tapi nggak pake daging sapi, melainkan ikan gabus sebagai gantinya).

Pecak Lele
Anda juga bisa menikmati sehatnya kelezatan Urap Kencur yang dibandrol sangat terjangkau, hanya Rp 5.000,-

Menu lainnya silakan coba Pecak Lele seharga Rp 10.000,- dan Bakwan Udang plus sayur asem yang masing-masing Rp 5.000,- Wah pasti Anda benar-benar berasa di kampung Bekasi jaman tahun 1960-an dah. Pokoknya danta pisan! (red.: jelas banget!) kalo mau makan nyang asli orang Bekasi, ya di Pondok Gabusnya H. Lukman. Rasanya? Masya Allooooh, muanteb Bang!



Menu Andalan
Sayur Gabus Pucung Komplit
  • Sayur gabus Pucung Rp 25.000,-
  • Urap Kencur Rp 5.000,-
  • Sop Sapi Rp 15.000,-
  • Bakwan Udang Rp 5.000,-
  • Sayur Asem Rp 5.000,-
  • Pecak Lele Rp 10.000,-

Rumah Makan Pondok Gabus Pucung
Alamat:
Jl Jendral Sudirman Km 32 Bekasi
Buaran Bong, Rt 01/08, Kelurahan Mulya
Bekasi Selatan

Telp: (021)889.0007

Jam Buka: Setiap hari Jam 11.00 - 19.00



Apa sebenarnya sayur gabus pucung itu?
Sayur Gabus Pucung
Sayur gabus pucung, sayur ikan gabus yang berwarna hitam pekat dari pucung (kluwak) dan menggunakan ikan gabus. disajikan dalam potongan-potongan ikan pada umumnya, seperti kepala, badan, atau ekor. Ikan gabus yang sudah digoreng, lalu dicemplungkan ke dalam kuah hitam akibat dari pucung.

Sajian unik dari dapur Betawi ini memang bisa bikin ketagihan. Daging ikan gabus yang tebal kenyal diselimuti kuah kehitaman yang gurih enak. Saat diaduk dengan nasi putih hangat plus sedikit sambal hmm... dahsyat enaknya!

RM Pondok Gabus Pucung semakin cantik
Kalau ingin sedikit berbeda, siang ini Anda bisa sedikit berpetualang menyantap hidangan khas Betawi. Salah satu hidangan Betawi yang akhir-akhir ini mulai dikenal adalah si gabus pucung.

Seusai dengan namanya sajian ini berupa ikan gabus yang digoreng kering kemudian diberi kuah pucung alias keluak. Sekilas tampilannya mirip kuah rawon. Ada potongan wortel dan daun bawang yang terselip dalam kuahnya.

Ikan gabus atau ikan air tawar yang bernama keren snakehead fish ini merupakan ikan yang tebal dagingnya dan bentuk kepala dan badannya mirip ular, agak lonjong dan berkulit licin. Ikan inilah yang biasa diperlihara di empang orang Betawi.

Setelah digoreng kering, ikan disiram kuah pucung yang gurih-gurih sedikit asam dan enak. Rasa gurih daging ikan beradu dengan kuah yang kental enak ini. Jika ingin pedas, tinggal ditambahkan sambal dadak yang pedas. Dijamin si gabus terasa makin enak. jadi, jangan kaget kalau sepiring nasi terasa kurang.

Bisa dijumpai dimana saja?

Warung Besan
Jl. Kali Malang No. 37
Pondok Kelapa, Jakarta Timur
Dengan harga per porsi sebesar Rp. 19.500.

Disesaki pengunjung saat belum direnovasi
Pondok Gabus H. Lukman
Jl. Raya Jend. Sudirman Km 32 Bekasi
Buaran Bong, RT 01/08, Kelurahan Mulya
Bekasi Selatan
Telp: (021)889.0007

RM Khas Betawi H. Udin Kombo
Jl. Raya Jend Sudirman KM 28
Perumahan Harapan Indah, Pondok Ungu
(belakang Alfa Mart/sport center)
Telp: 0856.936.500.75
Jam Buka: 11.00 - 17.00

Saung Serpong
Jalan Raya Serpong Km.4 No.2 E-F
Tangerang
Telpon:021-53127102/53127204

RM Betawi Hj. Amih - Gabus Pucung Pak Misan
Jl. Raya Lapangan Tembak No.21 Cibubur
Jakarta Timur
Telp: 021-8728054

Warung Haji Nasun
Jl. Kanfi II No.21, Sawah Jagakarsa
Telp: 021-7870016
Jam Buka: 09.30 - makanan habi

Sabtu, 28 Agustus 2010

Nasi Uduk Ijo (Bayam) Khas Bogor Teh Dede

Kelezatan Nasi Uduk Malam Hari yang Diantri Pelanggan

Galaxi, Bekasi - kulinerkuliner.com
Berawal dari coba-coba sendiri dan ide orang tua (nenek) yang sering sekali menyajikan makan pagi dengan nasi uduk berwarna hijau. Seringnya melihat nenek menyediakan nasi uduk yang diwarnai dengan hijaunya sayur bayam ini membuat, Dede Hartini, akrab dipanggil Teh Dede terinspirasi untuk memulai usaha berdagang nasi uduk ijo ala khas Bogor.

Apa benar nasi uduk ijo adalah asli khas Bogor? "Sebenarnya tidak juga," tangkis Teh Dede, dan menambahkan "Tapi dalam keluarga kami yang kebetulan tinggal di Bogor, menu sarapan asli buatan nenek kami ini sering kami nikmati setiap hari, dan kami pun pernah mencoba menjualnya di rumah." Sedangkan nasi uduk ijo sendiri sudah dinikmati keluarganya lebih dari 15 tahun yang lalu.

Proses pembuatan nasi uduk ijo sendiri tak terlalu rumit, seperti umumnya nasi uduk yang dibuat dengan santan dan beras, namun sedikit dicampur dengan blenderan sayur bahan saat mencampur santannya ke dalam beras. Jangan kuatir proses ini akan gagal, karena Teh Dede telah mempunyai pengalaman bertahun-tahun membuat nasi uduk berwarna hijau ini. Waw... keren banget! Tapi menurut pengakuannya baru 4 tahun saja dia memulai usaha ini secara serius seperti sekarang ini.

Meski kini Teh Dede telah membuka beberapa cabang warung Nasi Uduk Ijo, dia masih belum terpikir untuk membuka jaringan kerjasama dengan investor dari luar. "Kami belum kepikiran untuk membuka kemitraan dengan orang lain, Mas!" papar perempuan beranak 4 ini. Sekarang ini saja dengan dua warung Nasi Uduk Ijo, dirinya merasa agak kewalahan. Terutama yang di Galaxi, meski sudah dibantu 4 orang tenaga kerja sementara di Jatibening hanya 2 orang saja. Kayaknya sibuk terus deh mereka melayani pelanggan, berdasarkan pengamatan kulinerkuliner.com saat berkunjung di malam bulan puasa lalu.

Kelezatan dan kegurihan nasi uduk ijo bisa digambarkan dari omzet penjualannya per hari. Bila saat pertama kali buka warung, Teh Dede, wanita kelahiran Bogor, 22 Oktober 1963 mengungkapkan, "Dulu sih kami mulai berjualan dari 2 liter beras per hari atau sekitar 9 porsi." Sekarang saking ramainya tak kurang dari 12 liter beras di saat sepi. Sepertinya banyak pelanggannya yang ketagihan nasi uduk ijo rasa bayam yang memang mantap itu. Jangan heran artis sekelas Della Pustpita sampai Lulu Tobing sering makan di warung Nasi Uduk Ijo ini.

Dan memang setelah jalan lebih dari empat tahun berjalan kini saat ramai pengunjung Teh Dede bisa menghabiskan 15 liter beras per hari dan ayamnya hingga 35 ekor per hari sedangkan bebek mencapai 10 ekor per harinya. Hmmmm... kayaknya OK juga neh. "Yah tapi kalau lagi hari sepinya, kami cuma bisa menghabiskan beras 12 liter saja," tuturnya sambil tersenyum. (Wah kayaknya semakin ramai saja neh! bagi-bagi dong?)

Asal Anda tahu saja, Nasi Uduk Ijonya termasuk yang paling ramai di kawasan ruko Galaxi dekat Patung Kuda 1 ini. Dengan harga per porsi nasi uduk ijo Rp 4.000,- setiap pelanggan bisa puas dan kenyang dengan pilihan lauk berupa ayam goreng atau bebek goreng seharga masing-masing Nasi Uduk Ijo + Ayam Goreng Rp 15.000,- dan Nasi Uduk Ijo + Bebek Goreng Rp 19.000,-

Jam bukanya pun relatif sama dengan warung makan lainnya yang ada di kawasan Bekasi. Terkadang Teh Dede buka hingga malam hari sampai jam 12.00 malam. Pastinya para pelanggan gak perlu kuatir kehabisan lezatnya nasi uduk ijo Teh Dede.

Namun ada yang tak kalah serunya. Rupanya Teh Dede mempersiapkan menu baru keluaran asli Nasi Uduk Ijo Teh Dede, yakni Nasi Uduk Merah yang akan dijualnya Rp 5.000,- per porsinya. Pastinya nasi uduk merah ini jauh lebih sehat dan penuh vitamin B serta gizi lainnya. Waduh... nggak boleh ketinggalan neh...!
Anda tertarik ingin menikmati Nasi Uduk Ijo ala Teh Dede? Silakan datang ke kawasan Galaxi Patung Kuda Satu, lebih kurang 100 meter, cari di jajaran Ruko sebelah kanan bila Anda datang dari arah Kalimalang. Pastikan Anda tak kehabisan nasi uduk ijonya dengan memesan melalui telepon (021) 9346.1965 atau (021) 93.137.137 atau (021) 820.6016.

Atau Anda bisa berkunjung keJl. Galaxi Raya Blok H. No. 20 dan cabangnya di Jl. Caman Raya No. 1 Jatibening. Bila Anda ingin mengetahui bagaimana membuat nasi uduk unik ini silakan berkunjung ke rumah teh Dede di Jl. Pulo Sirih Utara Dalam IX Blok DA No 182 Taman Galaxi. Pokoknya kalau Anda tak buru-buru datang di sore hari mungkin bisa kehabisan nasi uduk yang super laris ini. Sebagai rujukan saja, Nasi Uduk Ijo pernah masuk di acara TransTV Jelang Siang loh, juga beberapa media online dari UI Depok. Gimana tertarik?

Sidik Rizal - kotabekasi-news.com

Kamis, 15 Juli 2010

Hati-hati...! BEBEK KESURUPAN Bumbu CABE SETAN yang Bisa Bikin Orang Ketagihan!!!

BUKAN Makanan JEPANG ataupun AMERIKA
RM Betawi Khas Bekasi
SPESIAL BEBEK KESURUPAN


Bekasi, bukankelanakuliner.com
Saat saya baru saja ada acara untuk mewawancarai salah satu pejabat di lingkungan Pemda Kota Bekasi, saya sempat bertanya-tanya dengan beberapa pegawai pemda untuk tahu dimana saya bisa makan siang enak murah khas ala Bekasi.

Pada mulanya mereka hanya tertawa, "Mana ada makanan khas Bekasi?" tapi entah bagaimana saat saya ambil keputusan untuk langsung saja keluar gedung pemdakot Bekasi untuk menyusuri jalan Ir. H. Juanda menuju terminal Kota Bekasi, eh seorang ibu sedang membicarakan ada restoran baru yang dibuka di bilangan jalan yang akan saya lalui. Mereka menyebut-nyebut nama unik, bebek kesurupan.

Yang saya dengar adalah bahwa mereka dengan bercanda-canda bilang, bahwa banyak orang kesurupan setelah makan bebek (panggang atau goreng?) di restoran tersebut. Insting saya sebagai wartawan tentunya bekerja cepat, wah aroma berita neh! (hahaha... dasar mata beritaan!)

--------------------------------------------
Saya pun bergegas mencari restoran tersebut. Karena lokasinya yang startegis (terletak di antara beberapa perkantoran, yang umumnya bank-bank pemerintah serta BUMN) dan gampang dicari (gimana enggak, pas persis di depan kantor KPUD Kota Bekasi atau kantor Telkom Kota Bekasi).

Sesampai di sana maka yang saya perhatikan pertama kali adalah banner yang dipampang di depan restoran sederhana tersebut. Unik memang ternyata... karena tulisan yang paling besar dari Rumah Makan Sederhana Betawi, Masakan Khas Bekasi adalah "Bebek Kesurupan". (Busyet deh, kreatif dan memorable
buanget).

Saya jadi ingat tulisan di belakang satu mobil yang sedang berjalan di depan saya sebelum saya ke rumah makan ini, "When Brands Talk, Customers Act!" (Saat merk "ngomong" atau "berbunyi", maka pelanggan "bertindak"). Pemeo yang tepat.

Sang pemilik, Andri Muslimin, tak susah untuk dihubungi. Kurang dari belasan menit, pengusaha muda yang berwawasan merk ini ternyata belajar banyak dari pelanggan dan kliennya. Padahal ia adalah karyawan satu BUMN besar di Bekasi.

Bagi Andri, sang penggemar bebek panggang ini, merk bebek panggang sangat umum di Bekasi. Jadi bukan karena dia penggemar bebek lalu dia suka "membebek" dalam hal membuat merk. Baginya merk Bebek Panggang Rica-Rica sudah sangat umum. Maka dia harus mencari satu merk yang gampang diingat dan harus jadi ciri khas masakannya. Untuk itu diapun melakukan proses pencarian nama dan merk.

Karena seringnya ia menikmati makanan bebek Rica-rica saat pulang kerja dari kantor atau jalan-jalan dengan keluarga, ia kerap pula mampir di restoran Bebek Pedas Ela di wilayah Pekayon.

Bila Bebek Rica-Rica yang terkenal karena khas Sulawesi dengan pedas dan manisnya, maka Andri pun ingin menciptakan masakan Bebek panggang/goreng baru yang juga sama pedas namun khas gayanya ala Bekasi.

Saat pertama kali dibuka, ia diajak salah seorang temannya yang jadi caleg dari partai Golkar (tapi menurutnya ini bukanlah rumah makan yang berafiliasi atau mendukung partai manapun... hanya kebetulan saja ia kenal dengan Sugeng Wijaya, dan ia ingin promosi masakannya berbarengan dengan kampanye sang caleg... hahahaha siapa yang enak neh? Sang Caleg? atau Tim Sukse? atau Calon Pendukungnya Sugeng Wijaya atau malah Pemilik Resto sendiri... Yah mutualisme tentunya!)

Dari pelanggan pertama itulah dia mencoba menaikkan merk BEBEK KESURUPAN (Kenapa bukan bebek panggang KESURUPAN atau bebek goreng KESURUPAN. Alah namanya juga bebek kesurupan, mana tahu dan peduli si bebek itu dipanggang atau digoreng? Hohoho....!)

Asal muasal nama KESURUPAN itu sendiri justru datang dari para pelanggannya. Bagaimana tidak, jika anda menikmati Bebek Panggang racikan bumbu Andri Muslimin ini, jangan kaget bila anda akan terengah-engah bagai terbakar api seluruh rongga mulut anda... dan anda akan "haaaaahh...haaahhh...haaahh..!! kepedasan.

Salah satu bumbu rahasianya adalah setengah kilogram cabe "setan" (sebutan orang Bekasi untuk cabe rawit yang terkenal pedasnya yang luar biasa ) Gila aja.... setengah kilo men? Apa nggak berkobar tuh mulut ama perut ente? Kemudian dimasak bersama "sang" bebek (entog besar) yang jadi korban penderitanya. Pasti tuh bebek bener-bener gak sadar kalo dagingnya jadi begitu LUAR BIASA PEDAS.... Terbakar bak dalam neraka... Huuuhh, bebek yang malang!)

Jadi waspada saja buat anda yang bukan penggemar masakan pedas. Namun buat mereka yang menyukai tantangan "beradrenalin" tinggi (huwalah... saking menakutkannya apa?), maka anda harus mencoba masakan unik ini. Dijamin anda akan menggelepar kepedasan seperti orang kesurupan!!!!!

(Sayangnya Andri belum memasang promosi... "Tidak Kesurupan, Uang Kembali...!!!" -- hehehehe, pasti seru tuh resto dikunjungi para penggemar tantangan wisata kuliner)

Rupanya Andri, sang karyawan yang masih bekerja di Jasa Marga ini memang ingin membangun citra masakan khas Bekasi. Jadi saat orang berkunjung ke Bekasi, maka BEBEK KESURUPAN lah yang jadi pilihan.

(Huwaduh kalo saja si pengusahan muda ini mau menambahkan Hotspot -- fasilitas browsing internet gratis dari Telkom -- mungkin akan banyak para turis kuliner yang akan datang dan berselancar di dunia maya sambil mulutnya kepedasan menikmati masakan unik ini).

Masalah harga, jangan heran bila sangat terjangkau kantong, untuk Paket Nasi Rames plus dipatok Rp. 8.000,-, dan Paket Spesial (Nasi Rames plus lauk pauk spesial) pun hanya Rp. 10.000,- per porsi. Barulah bila anda ingin merasakan paket Bebek Kesurupan Istimewa cukup anda merogoh kocek Rp.12.000,- atau Bebek Kesurupan Special, hanya Rp. 15.000,- maka dijamin anda akan melayang bak di dalam neraka (hahahaha segitunya kah... pasti puwedes buanget tuh!?).

Untuk Delivery Order di wilayah Jabotabek 1 paket Bebek Kesurupan Spesial, terdiri dari Nasi, Timun, Krupuk Udang dan Bebek Kesurupan @ Rp. 20.000,-
biaya pengiriman 10% dari pesanan. Minimal Pesanan 5 paket.

Tapi untuk meredakan rasa pedas di lidah anda, bisa dipilih minuman aneka jus seharga Rp. 5.000,- (menurut saya mungkin nantinya nama jusnya adalah jus "Bidadari" karena bentuknya yang cantik dan sangat sejuk serta nyaman di tenggorokan yang terdiri dari campuran beberapa buah-buahan segar selepas menyantap Bebek dari Neraka itu... hihihi!)

Bila anda merasa tertantang untuk menikmati kuliner baru yang aneh dari Kota Bekasi, kunjungi saja di Sepanjang Jl. Ir. H. Juanda Kota Bekasi, yang bisa anda temui saat anda masuk pintu tol Bekasi Barat kemudian menuju Gedung Pemdakot Bekasi Baru (GOR Kota bekasi) kemudian ambil jalan (one way traffic dari jam 06.00 - 21.00 wib) ke terminal Kota Bekasi. Carilah di sebelah kiri jalan setelah Gedung KPUD Kota.

BEBEK KESURUPAN
Jl. Ir. H. Juanda No.109, Bekasi
Pesan Antar :
021.9346.1965 - 021.9318.7263 - 021.9822.7311 - 021.9619.7260 -



Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Jumat, 11 Desember 2009

RM Hj. YAYAH: Prasmanan Terlengkap Sesuai Kantong Pelanggan

Mulai Usaha Bermodalkan 50ribu Rupiah
Hingga Bisa Berangkatkan Haji Ibunda

Bekasi, kelanakuliner.com
Selera umumnya orang Indonesia adalah makan sepuasnya dan bayar semampunya namun mendapatkan suasana. Alasan inilah yang membuat warga asli Bekasi, Hj. Yayah membuka usaha warung makan yang bergaya prasmanan. Kebiasaan gaya prasmanan ini memang biasanya ada di sepanjang jalan Kalimalang Bekasi hingga ke arah Cikarang Kota.

Sementara Warung Makan Hj. Yayah yang berlokasi di awal ujung pintu air Kalimalang belakang Islamic Center ini, bisa sebagai tempat awal menikmati wisata kuliner yang khas asli masakan orang Bekasi asli (bisa jadi Hj. Yayah bisa disebut orang Betawi asli).


Bermodalkan uang limapuluh ribu, kira-kira tahun 80-an, Hj. Yayah yang bernama asli Aliyah ini membuka warung. "Pada saat itu daging sekilo saja masih Rp.15.000,- sekarang kan sudah Rp 45.000,-" bongkar Hj. Yayah saat saya menikmati Nasi dengan Semur Daging Empal dan Sate Udang plus Pete Bakar serta Sambel Uleg Khas Betawi yang lumayan pedas. Hj. Yayah wanita yang bersuamikan H.Yusuf ini mengaku semenjak remaja ia sudah dinikahkan oleh orangtuanya dengan pemuda Yusuf berumur 25 pada saat ia masih berusia 15 tahun, dimana saat itu ia tidak menaruh hati apalagi mengenal cinta kepada calon suaminya dan akhirnya setelah menikah, yang ada hanyalah rasa sayang dan kini perkawinannya telah menghasilkan 4 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan.


Semenjak itu, ia hanya mempunyai satu keinginan yakni berdagang makanan. Setelah orang tuanya memberi modal 50 ribu rupiah dan diberi sepetak warung berukuran tak lebih dari 3 x 3 meter persegi di samping usaha bengkel bapaknya. Setelah perjuangannya yang begitu gigih dan tak kenal putus asa, sambil merajut tali kasih sayang bersama sang suami, Hj. Yayah secara bertahap mulai bertambah besar usahanya. Setelah sang orang tua memberikan tanah bekas usaha bengkelnya sebagai usaha rumah makan, akhirnya dia mulai memperluas warungnya dan kini tak kurang sedikitnya 50 menu masakan yang disajikan setiap hari dengan omzet tak kurang dari 3 juta per harinya.


Rupanya usia sang suami tak bisa lebih lama, setelah suaminya H. Yusuf meninggal dunia, usahanya justru semakin besar. Wanita berusia 50 tahun ini kini telah berhasil memberangkatkan haji ibundanya dan haji ba'dal (memberangkatkan haji setelah almarhum) bapaknya dan kedua mertuanya, dan tak kurang dari 16 orang karyawan yang diambil dari keluarganya serta tetangga. Wanita yang suka bercanda dengan gaya khas logat betawi ini, kini tinggal duduk di eja kasir (bukan di kursinya) dan menanti para pelanggan selesai makan dan dalam hitungan detik dia bisa mengkalkulasi harga makanan yang disantap para pelanggannya. Taruhlah pelanggan sepasang remaja yang makan dua potong daging empal masing-masing dan sayur asam serta minuman air mineral, dalam waktu kurang dari 5 detik Hj. Yayah menyebut angka 50 ribu rupiah. Hebat sekali wanita ini dalam menghitungnya.

Saya sendiri bisa diperkirakan sekitar 20 ribuan, makan lengkap dengan es jeruknya. Tapi seperti biasa, gratis. (Hehehehe memang enak jadi wartawan kuliner ya?) Melihat dan memperhatikan para pelanggannya yang bebas memilih sendiri dan menyendok sendiri nasi yang diambil sesuai selera ukuran mereka. Wajar saja bila warung makan sederhana Hj. Yayah ini semakin hari semakin banyak pelanggan yang datang, dan tak kurang mulai dari pejabat pemda Kota Bekasi hingga Kabupaten Bekasi lalu banyak juga pegawai pemda serta orang kantoran di sekitar Kota Bekasi. Banyak pula wartawan media cetak wilayah Bekasi dan wartawan televisi yang datang untuk sekadar meliput rumah makan sederhana bergaya prasmanan terjangkau.


Bila Anda ingin mencoba menu masakan khas Betawi atau khas Bekasi ala Hj. Yayah, seperti Gabus Pucung termasuk makanan Betawi yang nyaris hilang, kemudian ada juga pepesan aneka ikan dan daging sampai dengan menu sayur lodeh atau sayur asam maupun sayur nangka. Jangan kaget harganya hanya 2000 rupiah per porsi sayuran yang Anda pilih untuk dicampurkan ke nasi Anda, mau banyak ataupun sedikit sayurnya harganya tetap untuk setiap sayur pilihan. Pepesannya pun cuma dipatok 3000 perak per bungkus. Khusus untuk daging seperti empal dan ikan goreng bumbu pedas, sate ati ampela atau sate udang dan yang sejenisnya bisa dipatok 5000 per potongnya. Sedangkan sepotong tempe atau tahu goreng cuma 1500 perak. Untuk minumannya bervariasi mulai dari yang 1000 rupiah hingga yang termahal 5000 perak.

Pokoknya bila Anda mau makan enak dan bebas memilih menunya dengan uang yang terbatas, Anda bisa langsung datang ke Warung Makan Hj. Yayah di pertigaan jalan raya Irigasi Kalimalang belakang Islamic Center Bekasi atau bisa menghubungi nomor (021)9905.0162 - 9989.0477 untuk reservasi.

Sidik Rizal - dobeldobel.com

Selasa, 13 Oktober 2009

PONDOK SERABI HIJAU khas Bekasi sejak 2001

Banyak Yang Ajaib dengan Serabi Hijaunya

Bekasi, kelanakuliner.com
Perjalanan kali ini menemui seorang pengusaha kelahiran Bekasi asli, yang bernama Toto Subiakto karena kecintaannya di bidang kuliner dan pencariannya terhadap jenis usaha apa yang cocok dengan dirinya dan keluarganya yang suka dengan makanan serabi, maka bersama sang istri, Melani dan keluarganya tentukan pilihan jatuh kepada serabi, yang kebetulan pada awal tahun 2000-an di Bekasi belum ada yang berdagang penganan ringan ini secara khusus dan besar.

Lelaki kelahiran Bekasi 22 Mei 1967 yang akrab dipanggil pak Toto ini akhirnya membulatkan tekat untuk penuh berdagang serabi, khususnya serabi hijau yang dibuat dengan daun suji dan pandan. Belajar dari proses mencoba-coba mengolah serabi dengan alat masak anglo tanah dan berbahan bakar kayu demi menjaga kualitas rasa yang lebih baik bila dibandingkan bila dimasak dengan kompor minyak atau gas. Justru dengan alat masak tungku tanah dan wajan tanah ukuran mini pas untuk serabi ciptaannya, yang lebih berongga dan lebih lembut di lidah.
Serabi Hijau Kinca Nangka
Perlu Anda ketahui, bahan dasar serabinya Toto perbandingan antara tepung beras dan terigu nyaris sama, sehingga tekstur serabinya lebih kenyal dan lembut serta berongga seperti kue bika ambon. Karena menggunakan pembakaran dengan tungku tanah bahan bakar kayu, maka hasilnya tidaklah terlalu gosong dan jauh lebih nikmat. Silakan Anda periksa sendiri di Pondok Serabi Hijau yang tepat di pinggir jalan raya Baru Perjuangan, Teluk Buyung, Bekasi ini.

Serabi Hijau Strawberry
Sang pengusaha lulusan S1 Manajemen Unkris tahun 1992 ini juga tak mempunyai resep khusus dalam manajemen usahanya sehari-hari. Namun ia sangat antusias dengan keajaiban yang sering dia dapatkan selama berdagang serabi hijau. Pernah satu ketika ada seorang suami yang mencari serabinya, ujarnya mengenang, "Tolong saya Pak, istri saya ngidam minta dibelikan serabi hijau. Saya sudah berkeliling kemana-mana, hanya di sini tempatnya yang menjual serabi hijau." cerita Toto, padahal saat itu sudah menunjukkan pukul 10 malam menjelang tutup warung serabinya. Demi pelanggannya itu ia terpaksa membuatkan dengan kalem dia berkomentar, "Anggap saja ini permintaan khusus dari pelanggan khusus juga...!"

Serabi Hijau Kinca Duren
Pengalaman lainnya yang menarik, adalah saat satu keluarga berkendaraan mobil memesan serabi hijaunya atas pesanan nenek mereka yang sedang sakit. Itupun datangnya menjelang tutup warung serabi kami, ujarnya tersenyum menyikapi keanehan dan keajaiban yang sering terjadi. Semenjak dia memenuhi permintaan pelanggannya pada saat-saat tak tepat, ia pun mendapatkan balasan setimpal yang juga aneh. Sering sekali terjadi dimana saat dia kehabisan bahan kayu bakar, ada saja yang menawarkan kayu bakar tepat di saat persediaan nyaris habis.

Serabi Hijau Coklat

Melihat bisnis sederhana ini, jangan salah bila ternyata pasar pelanggannya lumayan banyak terutama saat pagi hari dan sore hari saat jam pulang kantor, maka wajarlah bila omzet per hari saat ramai bisa seratus kotak (isi 5 tangkup = 10 potong). Sedikitnya 1000 potong serabi laku terjual dan itu membutuhkan 3 karung lebih tepung terigu dan tepung beras.
Dengan konsep "back to nature" Toto berkeinginan agar serabi hijaunya ini mempunyai tekstur unik dibandingkan serabi pada umumnya. Proses pembakarannya pun hanya 1 menit saja, namun anehnya serabi olahan pak Toto ini seperti punya jiwa, dimana saat ditunggu proses pembuatannya, sepertinya matangnya jauh lebih lama. "Giliran gak gitunggu, kayaknya cepet aja bikinnnya," ungkap Toto dengan logat Bekasi yang begitu kental.


Serabi Hijau Keju
Anda tertarik mau mencoba?
Silakan berkunjung ke Pondok Serabi Hijau di Jl. Baru Perjuangan, Teluk Buyung, Bekasi Telepon
HP:
- 0812.872.4076
- 0813.1103.1022
atau esia:
- (021) 9357.0048
- (021) 9800.2001
(021).9346.1965

Sajian utama Pondok Serabi Hijau
- Paket kinca (5 tangkup - 10 potong)
- dan Serabi Hijau Variasi dengan Topping (5 tangkup - 10 potong)


Serabi Hijau Kinca Pandan
Untuk kincanya (kuah manis) adalah:
- Kinca Gula Pandan
- Kinca Gula Durian
- Kinca Gula Nangka

Sedangkan variasi topping di atas serabinya adalah:
- Serabi Coklat
- Serabi Pisang
- Serabi Nanas
- Serabi Keju
- Serabi Nangka
- Serabi Pisang Keju
- Serabi Pisang Coklat
- Serabi Strawberry

Pada saat bulan puasa lalu, banyak sekali orang yang membeli serabinya untuk dibawa pulang sebagai penganan berbuka puasa. Itulah sebabnya Toto menuturkan bahwa pada saat bulan puasa lalu, dia mendapatkan untung yang lumayan dibandingkan hari-hari biasanya.

Saat mewawancarai Toto, saya melihat seorang pelanggan dengan motor besar yang membeli sedikitnya 3 kotak serabi hijau. Saya pun mengejarnya sebelum dia pergi meninggalkan Pondok Serabi Hijau, dan menanyakan sudah berapa lama ia menjadi pelanggan. Lelaki yang berperawakan tinggi besar bernama Chandra itu menjawab, "Kira-kira saya sudah satu tahun berlangganan serabi hijau di sini," katanya sambil merapihkan oleh-oleh yang dibelinya untuk keluarganya di rumah.

"Ya seminggu 2 kali saya beli buat ibu dan bapak saya dan biasanya saat saya pulang dari kerja saja." tutupnya. Rupanya karyawan itu sudah cocok selera dengan serabi hijaunya pak Toto, terutama keluarganya yang akan kecewa bila ia tidak membawa oleh-oleh penganan lembut dan manis ini. Bagaimana dengan Anda? Mau mencari oleh-oleh buat keluarga yang sehat dan murah?
SidikRizal - dobeldobel.com