Kayaknya memang baru Martabak Kubang yang bisa dibilang kakeknya martabak khas Kubang yang ada di kawasan jakarta. Meski datangnya dari Kubang, sebuah kota di sebelah barat Payakumbuh dan kota Padang, tapi tak banyak orang yang mengenal jenis martabak yang menggunakan isi daging rendang khas ala Kubang ini. Biasanya orang pada tahun 70-an mengenal martabak khas dari India dan Bangka.
Tapi siapa sangka kebanyakan martabak khas Bangka (biasanya martabak manis) berawal dari populernya martabak Kubang di kota yang konon awal terkenalnya sebutan kota martabak. Martabak telor ala Bangka memang ditengarai terpengaruh dengan martabak khas ala Kubang, yang menggunakan isi daging rendang sapi.Sebagai catatan tersendiri martabak Kubang yang didirikan oleh sepasang kakak beradik H. Yusri Darwis atau dikenal akrab dengan panggilan Hayuda dengan adiknya H. Aswir Darwis pada awal tahun 1970-an.
Mereka memulai merk Martabak Khas Kubang (Adapun nama Hayuda adalah nama yang kemudian diberikan setelah Yusri Darwis berangkat naik haji tentunya dan sesaat setelah adiknya membuka cabang rumah makan lainnya dengan nama Bofet Martabak Kubang) di Jl. Prof M. Yamin SH. No. 138 B Padang.
Mereka memulai merk Martabak Khas Kubang (Adapun nama Hayuda adalah nama yang kemudian diberikan setelah Yusri Darwis berangkat naik haji tentunya dan sesaat setelah adiknya membuka cabang rumah makan lainnya dengan nama Bofet Martabak Kubang) di Jl. Prof M. Yamin SH. No. 138 B Padang.Dan kemudian memulai buka warung martabak yang pertama di Jakarta tepatnya bilangan daerah Tebet Jl. Raya Dr. Saharjo, Tebet - Jakarta Selatan.
Ketika pelanggan meningkat setiap tahunnya, maka pada awal 80-an Martabak Kubang Hayuda membuka cabang berikut di Jl. Raya Kalimalang No. 14B Jakarta Timur. Justru resto Martabak Kubang Kalimalang inilah yang memicu dibukanya banyak usaha rumah makan dan terbentuknya kawasan wisata kuliner sepanjang jalur jalan Kalimalang. Tak berapa lama cabang Bandung, tepatnya Cimahi pun dibuka.
Di cabang Kalimalang inilah Hayuda mengangkat seorang anak yatim, Yas Febrianda. Bocah kelahiran Kubang 15 Juni 1973 ketika kecil sudah terbiasa berdagang jualan martabak sewaktu usianya mencapai 15 tahun. Dimana sebelumnya Yas yang ikut tinggal dengan mamaknya (sebutan akrab untuk Hayuda) samapi kelas 1 SMP. Yas pun ikut Hayuda ke Jakarta di tahun 1990-an setelah sebelumnya tinggal di Solok tahun 1989.Setelah setahun di Jakarta barulah Yas mulai aktif bekerja di Resto Martabak Kubang mulai dari jabatan paling rendah. Hingga ia menikah di tahun 1995 dan kini ia memiliki anak serta menjadi tangan kanan kepercayaan Hayuda untuk pengelolaan Resto martabak Kubang Kalimalang. Walaupun ia masih memiliki atasan, Uda Iwan.
"Saya belajar banyak dan mengerti artinya bagaimana mengelola usaha resto martabak Kubang," papar lelaki yang tetap akan setia sampai tua di resto yang pemiliknya telah mengangkat harkat martabat dirinya semenjak jadi yatim piatu ini. Yas yang sudah menjadi yatim di usia 5 tahun dan piatu di usia 8 tahun ini setidaknya bertanggung jawab terhadap keseluruhan makanan dan sajian yang ada di Resto Martabak Kubang.Jadi bila ada yang hendak memesan makanan untuk acara pesta pernikahan atau pesta kantoran dan lainnya bisa menghubungi saya langsung, promosi Yas kepada Kelanakuliner. Uda Yas sendiri bisa dihubungi di nomor HP Simpati yang sudah 14 tahun dimilikinya 0812.93090.72.
Untuk pengembangan usaha dan kerjasama Martabak Kubang Anda bisa menghubungi Kelana Rizal di SMS no. 081.385.386.583 atau (021) 9346.1965 dan bisa juga dengan Uda Iwan 0811.910.
Lalu apa istimewanya jenis martabak ala kota Kubang ini? Jenis martabak yang dijual di sini ada tiga jenis yakni martabak biasa, spesial atau super. Masing-masing harganya Rp 20 ribu, Rp 28 ribu dan Rp 35 ribu. Untuk rahasia bumbunya setidaknya Yas menceritakan bahwa ada 17 rempah dan 30 an campuran sayuran yang diperlukan untuk sebuah martabak khas Subang. Khusus untuk dagingnya dibuat dari rendang cincang. Rasanya... hmmmm seperti yang jadi komentar para anak-anak... Ini martabak terenak buat anak-anak. (Kayaknya nggak berlebihan kan kalo anak-anak yang berkomentar begicu)Belum lagi ada sajian lainnya yang tak kalah lezat yakni Roti Cane. Roti Cane khas ala Martabak Kubang ini hanya dipatok Rp 12 ribu per buahnya mempunyai kulit yang mirip pastry roti Perancis. Kok bisa? Ternyata rahasianya adalah cara bantingan adonan roti Canenya. Sewaktu sang koki membanting adonan (dough) harus cepat dalam melipatnya hingga berbentuk lonjong telor.
Roti Cane akan nikmat sekali bila dinikmati dengan saus kecap atau bisa juga dengan kari kambing/ayam, yang dipatok Rp 25 ribu. Untuk Roti Cane dengan topping lainnya seperti Keju dan Duren kita hanya perlu merogoh kocek 30 ribu sampai dengan 40 ribu rupiah.Saking terkenalnya Martabak Kubang maka banyak pula tokoh yang pernah
Berapa besar sih omzet per hari dari resto Martabak Kubang ini? Sebagai gambaran betapa lakunya makanan ini di kalangan masyarakat kota Jakarta, catat saja omzet seharinya yang mencapai Rp 10 juta per hari untuk cabang Resto Martabak Kubang Tebet dan Rp 7 juta per hari untuk cabang Kalimalang.Buat pemesanan Martabak Kubang melalui sistem Antar Pesan (Delivery) Anda bisa menghubungi telepon (021) 861.0
Wajar saja baik minuman maupun makanan kadang sengaja dibawa take away pelanggannya ke luar negeri seperti Australi, Inggris, China, dan juga Malaysia. Karena para pelanggan yang biasanya menggunakan pesawat terbang bisa menyimpan martabak Kubang hingga 2 hari awet tanpa berubah rasa dan tidak basi (
Sajian baku yang dijajakan adalah Martabak , Es Tebak, Soto Padang dan Sate Padang dan Roti cane. Anda akan dilayani oleh kru Resto Martabak Kubang yang sedikit ada 17 orang (dari 90 orang di semua cabang) kasir 2 orang. Tak usah kuatir tentang pelayanan karena semua karyawan all round bisa jadi koki sekaligus waiter, cuci piring.Sidik Rizal - kelanakuliner.co.cc
























