Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Minggu, 13 Juni 2010

Martabak Kubang Kalimalang - Legenda Martabak Telor

Kayaknya memang baru Martabak Kubang yang bisa dibilang kakeknya martabak khas Kubang yang ada di kawasan jakarta. Meski datangnya dari Kubang, sebuah kota di sebelah barat Payakumbuh dan kota Padang, tapi tak banyak orang yang mengenal jenis martabak yang menggunakan isi daging rendang khas ala Kubang ini. Biasanya orang pada tahun 70-an mengenal martabak khas dari India dan Bangka.

Tapi siapa sangka kebanyakan martabak khas Bangka (biasanya martabak manis) berawal dari populernya martabak Kubang di kota yang konon awal terkenalnya sebutan kota martabak. Martabak telor ala Bangka memang ditengarai terpengaruh dengan martabak khas ala Kubang, yang menggunakan isi daging rendang sapi.

Sebagai catatan tersendiri martabak Kubang yang didirikan oleh sepasang kakak beradik H. Yusri Darwis atau dikenal akrab dengan panggilan Hayuda dengan adiknya H. Aswir Darwis pada awal tahun 1970-an.

Mereka memulai merk Martabak Khas Kubang (Adapun nama Hayuda adalah nama yang kemudian diberikan setelah Yusri Darwis berangkat naik haji tentunya dan sesaat setelah adiknya membuka cabang rumah makan lainnya dengan nama Bofet Martabak Kubang) di Jl. Prof M. Yamin SH. No. 138 B Padang.
Dan kemudian memulai buka warung martabak yang pertama di Jakarta tepatnya bilangan daerah Tebet Jl. Raya Dr. Saharjo, Tebet - Jakarta Selatan.
Ketika pelanggan meningkat setiap tahunnya, maka pada awal 80-an Martabak Kubang Hayuda membuka cabang berikut di Jl. Raya Kalimalang No. 14B Jakarta Timur. Justru resto Martabak Kubang Kalimalang inilah yang memicu dibukanya banyak usaha rumah makan dan terbentuknya kawasan wisata kuliner sepanjang jalur jalan Kalimalang. Tak berapa lama cabang Bandung, tepatnya Cimahi pun dibuka.
Di cabang Kalimalang inilah Hayuda mengangkat seorang anak yatim, Yas Febrianda. Bocah kelahiran Kubang 15 Juni 1973 ketika kecil sudah terbiasa berdagang jualan martabak sewaktu usianya mencapai 15 tahun. Dimana sebelumnya Yas yang ikut tinggal dengan mamaknya (sebutan akrab untuk Hayuda) samapi kelas 1 SMP. Yas pun ikut Hayuda ke Jakarta di tahun 1990-an setelah sebelumnya tinggal di Solok tahun 1989.

Setelah setahun di Jakarta barulah Yas mulai aktif bekerja di Resto Martabak Kubang mulai dari jabatan paling rendah. Hingga ia menikah di tahun 1995 dan kini ia memiliki anak serta menjadi tangan kanan kepercayaan Hayuda untuk pengelolaan Resto martabak Kubang Kalimalang. Walaupun ia masih memiliki atasan, Uda Iwan.

"Saya belajar banyak dan mengerti artinya bagaimana mengelola usaha resto martabak Kubang," papar lelaki yang tetap akan setia sampai tua di resto yang pemiliknya telah mengangkat harkat martabat dirinya semenjak jadi yatim piatu ini. Yas yang sudah menjadi yatim di usia 5 tahun dan piatu di usia 8 tahun ini setidaknya bertanggung jawab terhadap keseluruhan makanan dan sajian yang ada di Resto Martabak Kubang.

Jadi bila ada yang hendak memesan makanan untuk acara pesta pernikahan atau pesta kantoran dan lainnya bisa menghubungi saya langsung, promosi Yas kepada Kelanakuliner. Uda Yas sendiri bisa dihubungi di nomor HP Simpati yang sudah 14 tahun dimilikinya 0812.93090.72.

Martabak Kubang pun mulai membuka di daerah Depok, tepatnya di Jl. Margonda Raya No. 23 Depok, kemudian terakhir buka di Raya Serpong Km. 8 No. 25 Serpong Tangerang. Kesemua cabang itu diatur di kantor pusatnya di Kalimalang. Meskipun cabang yang kedua, tapi gedungnya merupakan yang terbesar dan representatif untuk kantor pusat Jakarta.

Untuk pengembangan usaha dan kerjasama Martabak Kubang Anda bisa menghubungi Kelana Rizal di SMS no. 081.385.386.583 atau (021) 9346.1965 dan bisa juga dengan Uda Iwan 0811.910.582 atau dengan Elvi Agus 0812.9015.064. Yang terakhir ini adalah putri Hayuda yang kini bekerja di salah satu Kantor Bakrie Group Kuningan Jakarta Selatan.

Lalu apa istimewanya jenis martabak ala kota Kubang ini? Jenis martabak yang dijual di sini ada tiga jenis yakni martabak biasa, spesial atau super. Masing-masing harganya Rp 20 ribu, Rp 28 ribu dan Rp 35 ribu. Untuk rahasia bumbunya setidaknya Yas menceritakan bahwa ada 17 rempah dan 30 an campuran sayuran yang diperlukan untuk sebuah martabak khas Subang. Khusus untuk dagingnya dibuat dari rendang cincang. Rasanya... hmmmm seperti yang jadi komentar para anak-anak... Ini martabak terenak buat anak-anak. (Kayaknya nggak berlebihan kan kalo anak-anak yang berkomentar begicu)

Belum lagi ada sajian lainnya yang tak kalah lezat yakni Roti Cane. Roti Cane khas ala Martabak Kubang ini hanya dipatok Rp 12 ribu per buahnya mempunyai kulit yang mirip pastry roti Perancis. Kok bisa? Ternyata rahasianya adalah cara bantingan adonan roti Canenya. Sewaktu sang koki membanting adonan (dough) harus cepat dalam melipatnya hingga berbentuk lonjong telor.

Roti Cane akan nikmat sekali bila dinikmati dengan saus kecap atau bisa juga dengan kari kambing/ayam, yang dipatok Rp 25 ribu. Untuk Roti Cane dengan topping lainnya seperti Keju dan Duren kita hanya perlu merogoh kocek 30 ribu sampai dengan 40 ribu rupiah.

Saking terkenalnya Martabak Kubang maka banyak pula tokoh yang pernah menikam mati eh menikmati kelezatan martabak khas Kubang, seperti Agung Laksono, Akbar Tanjung. Bahkan presiden SBY dan mantan presiden BJ Habibie pun pernah mengunjungi resto legendaris ini.

Berapa besar sih omzet per hari dari resto Martabak Kubang ini? Sebagai gambaran betapa lakunya makanan ini di kalangan masyarakat kota Jakarta, catat saja omzet seharinya yang mencapai Rp 10 juta per hari untuk cabang Resto Martabak Kubang Tebet dan Rp 7 juta per hari untuk cabang Kalimalang.

Buat pemesanan Martabak Kubang melalui sistem Antar Pesan (Delivery) Anda bisa menghubungi telepon (021) 861.0306 atau 861.1861. Minimal pengiriman? minimal Rp 75.000 jauh 100.000,- se Jabodetabek.

Buat Anda yang hendak berkunjung, waktu bukanya adalah 7 hari kerja mulsi dari jam kerja 11.00 s/d 10.00 malam. Sedangkan kapasitas kursi sedikitnya ada 200-an kursi. Tapi untuk pemesanan tempat minimal 200 porsi datang ke lokasi (biasanya 500 porsi). Biasanya pemesanan (resrasi) untuk acara open house, pernikahan, acara buka puasa bersama, ulang tahun, acara keluarga seperti arisan, kantoran (presentasi MLM) dan lain-lain.

Sedangkan minuman istimewa yang disajikan di Resto Martabak Kubang adalah Es Tebak yang mempunyai aneka rasa seperti cengkeh, jahe serta cendolnya yang berwarna putih. Termasuk di dalamnya ada Es Campur khas ala Martabak Kubang yang terdiri dari kolangkaling, cincau, cendol tepung beras, roti, tape plus alpukat, nangka. Hmmm gimana ngebayanginnya ? Enak kan?

Wajar saja baik minuman maupun makanan kadang sengaja dibawa take away pelanggannya ke luar negeri seperti Australi, Inggris, China, dan juga Malaysia. Karena para pelanggan yang biasanya menggunakan pesawat terbang bisa menyimpan martabak Kubang hingga 2 hari awet tanpa berubah rasa dan tidak basi (apalagi busuk).

Lalu apa yang gratis di Resto Martabak Kubang? Kayaknya pelanggan perlu tahu bahwa teh tawarnya free, sewa tempat free, listrik free, (minimal 50 orang bebas pilih menu alacarte non prasmanan), sound system free, kecuali OHP maupun Infocus di samping fasilitas mushola bila ada yang ingin sholat pada waktunya. Yang jelas jangan berharap bisa mendapatkan tempat kosong di hari Sabtu atau Minggu terutama saat liburan.

Sajian baku yang dijajakan adalah Martabak , Es Tebak, Soto Padang dan Sate Padang dan Roti cane. Anda akan dilayani oleh kru Resto Martabak Kubang yang sedikit ada 17 orang (dari 90 orang di semua cabang) kasir 2 orang. Tak usah kuatir tentang pelayanan karena semua karyawan all round bisa jadi koki sekaligus waiter, cuci piring.

Sidik Rizal - kelanakuliner.co.cc

6 komentar:

  1. Menu Andalan: Martabak Kubang
    Range Harga: Rp 2000 - 32.000
    Lokasi: Jl. Dr. Saharjo (Dari arah Pancoran sebelah kiri jalan)
    Jam buka: 11.30 - 24.00
    Halal?: Ya
    Deskripsi:

    Tentu semua sudah tahu Martabak Kubang? martabak yang memiliki rasa khas ini bisa anda cicipi di kedai Martabak Kubang yang berada di Jl. Dr. Saharjo Jakarta Selatan. Di kedai ini tidak hanya menyediakan Martabak sebagai menu andalan tapi ada juga Roti Canai, Soto Padang dan semua menu makanan dan minuman khas padang. Dengan harga Rp 16.000 (martabak kubang biasa) s/d Rp 32.000 (martabak Super). Hidangan ini sangat terasa sekali rempahnya. Silahkan coba

    BalasHapus
  2. Bahan-bahan:
    Bahan Kulit

    250 gr tepung terigu
    135 ml air
    50 ml minyak goreng
    garam
    semua diuleni sampai tidak lengket di tangan, lalu rendam dalam minyak selama dua jam

    Bahan Isi:
    200 gr daging giling
    2 siung bwg putih cincang
    1/2 bwg bombay cincang
    garam-merica-gula secukupnya

    Bahan isi ini ditumis semua

    Lalu dicampur dengan bahan mentahan: (kira2) 100 gr bwg bombay cincang, (kira2) 100 gr daun bawang iris, dua butir telur, garam, dan merica secukupnya

    Petunjuk
    CARA MEMBUAT :

    1. adonan kulit di bagi 7 atau 8 bulatan kecil, lalu digiling dengan gilingan kayu sampai sepipih mungkin asal jgn sampai robek (kalo ketebelan gak enak hasilnya)
    2. isi dengan adonan isi, lipat serapi mungkin
    3. goreng dgn minyak sedikit saja di wajan datar sampai kuning kecoklatan
    4. disajikan dengan kuah dan timun yang diiris kecil2
    (Kuah dibuat dari campuran air, cuka, gula merah/gula putih, kecap, dan cabe rawit, tambahkan juga irisan bawang bombay dan tomat. Takarannya sesuai selera.)

    BalasHapus
  3. Baru hari ini saya kesampaian untuk makan roti cane, kaya orang ngidam aja yak, hahahaha. Semenjak saya di Jogja, sudah terbersit keinginan untuk makanan roti cane ini. Hehehe, entahlah saya semakin suka dengan makanan khas Sumatera selain roti cane, mie aceh juga favorit saya. Sudah aghhh lanjut saja dengan komentar saya mengenai rumah makan Kubang yang menyediakan roti cane dan makanan lainnya.

    Rumah Makan Kubang terletak di daerah Manggarai, tepatnya di Jl. Dr. Saharjo. Jika sering berkunjung ke Ambassador Plaza atau Tebet, nahhh kira-kira dari lokasi tersebut berjarak kira-kira 15 menit menuju Rumah Makan Kubang ini. Tulisan yang mudah terlihat dari luar adalah “Martabak Kubang” dengan font warna merah menyala dan background kuning. Tampak dari luar, RM Kubang ini gak begitu besar, tapi setelah masuk ke dalam, gak begitu besar juga sih, hehehe. Hanya saja selain di lantai dasar, disediakan juga lantai 2 yang full AC. Lantai dasar tersedia enam meja dimana tiap mejanya terdiri dari 4 bangku, hahahaha, sempet-sempetnya saya nghitung jumlah meja dan bangkunya.

    BalasHapus
  4. Warga Kota Pariaman, Rabu (09/06/2010) sekitar pukul 09.00 WIB pagi sempat dikejutkan peristiwa kebakaran menghanguskan satu unit kedai martabak kubang di Jalan Sudirman nomor 46 Kelurahan Jawi-jawi Pariaman Tengah Kota Pariaman.

    Beruntung, berkat kesigapan petugas dari pemadam kebakaran Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman dibantu warga sekitar, kobaran api akhirnya bisa dikendalikan satu jam kemudian, sehingga tidak menjalar ke pemukiman warga di sekitar TKP.

    Namun demikian, kebakaran yang diperkirakan menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah itu tak urung mendapat perhatian luas dari warga kota, termasuk para PNS di lingkungan Pemko Pariaman. Juga tak ketinggalan sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemko Pariaman juga langsung meluncur ke lokasi kejadian, termasuk Wakil Wali Kota Pariaman Helmi Darlis sembari memberikan arahan seperlunya. Akibatnya beberapa saat lamanya, kawasan jalan Sudirman biasanya padat dilalui kendaraan itu sempat mengalami macet total.

    BalasHapus
  5. Jakarta - Sore hari biasanya saya lewatkan dengan 'ngemil' martabak telur yang banyak dijual di gerobak dorong di pinggir jalan. Kali ini saya mendapat tantangan buat mencicipi martabak khas Sumatera Barat. Maka sore itu kami menuju daerah Tebet, Jakarta Selatan. Ternyata martabak Sumbar ini tidak dijual di gerobak tetapi di sebuah rumah makan 'Martabak Kubang'. Di depan pintu sudah tercium aroma harum kari bercampur gurih lemak yang berasal dari wajan martabak dan roti cane. Hmm... mirip-mirip aroma rumah makan India! Ya, tidak salah lagi, kuliner Sumbar memang mengadaptasi kuliner kaum pedagang dari India di masa lampau. Tak tanggung-tanggung kami segera memesan Martabak Kubang Spesial yang terbuat dari 3 telur, seporsi roti cane plus kari kambing. Tak sampai 10 menit sepiring martabak Kubang tersaji hangat mengepul di meja. Bentuknya persis seperti martabak yang lain, segi empat dan dipotong-potong berikut sausnya dalam mangkuk kecil. Martabak berwarna semburat kemerahan bercampur gosong kecokelatan segera menebarkan aroma harum sekali! Saat mencicipi saus cokelat yang encer terasa dominan rasa kecap, ditambah irisan tipis tomat merah, bawang Bombay dan cabai rawit. Rasanya? Manis, asin, pedas dan segar. Konon racikan saus inilah yang bikin orang ketagihan. Teman saya dengan cekatan menunjukkan cara menyantapnya. Sepotong martabak yang masih hangat itu ditaruh piring dan diguyur 2-3 sendok makan saus. Setelah dibiarkan sesaat rasa saus akan meresap dan martabak jadi agak lembek. Saat sampai di mulut, wouw...pedas, gurih, sedikit manis. Isinya pedas dan kulitnya 'krenyes-krenyes'. Enak pisan! Kalau martabak telur biasa diisi daging cincang plus irisan daun bawang maka martabak Kubang ini diisi rendang daging yang diiris halus berikut bumbunya lalu dikocok bersama campuran telur bebek dan telur ayam. Rasa kulit yang gurih renyah dengan isi yang pedas harum inilah yang memikat. Tak terasa saya sudah menelan 4 potong martabak! Untung ada jus mentimun yang dingin adem, sedikit meredam rasa pedas menggigit di lidah. Rasa pedas tak membuat orang kapok tetapi justru ketagihan. Buktinya omset penjualannya mencapai 500 martabak dalam sehari. Selain itu, Martabak Kubang ini menerima pesan antar dengan limit Rp 50.000,00. Babak kedua, kami mengalihkan sasaran ke roti cane dan kari kambing. Roti cane ini merupakan jenis 'flat bread' alias roti tanpa ragi. Jadi tak bakalan 'mentul-mentul' empuk seperti roti manis atau roti tawar yang beragi. Roti pipih gaya India ini terbuat dari tepung terigu, mentega dan air. Setelah adonan dibentuk pipih, dimasak di atas wajan datar hingga berwarna kuning kecokelatan. Lapisan lemak mentega membentuk guratan-guratan adonan yang berlapis-lapis.

    BalasHapus
  6. Saat menyajikan, roti cane diurai hingga serpihan lemak dan aromanya sangat gurih menggelitik hidung. Cara makannya, persis seperti makan kari India, cuil sedikit demi sedikit Roti Cane lalu celupkan ke dalam kari kambing. Rasa gurih roti cane sangat pas dengan rasa pekat pedas kari kambing yang berkuah kental. Supaya lebih asyik, sayapun menyapukan sepihan roti pada kuah pekat kari di keliling piring hingga bersih tandas...hmm..sedap sekali! Rasa pedas kari kambing sedikit terhapus dengan rasa gurih roti cane. Kalau sedang musuhan dengan kambing, rumah makan yang berdiri sejak tahun 1988 ini juga menyediakan Kari Ayam. Dulunya saya menyangka kalau nama 'Kubang' itu karena martabak direndam kuah seperti dalam kubangan. Tetapi setelah bertanya pada pak Elvi Agus pengelolanya, barulah saya tahu. Nama Kubang diambil dari sebuah nama desa di daerah Payakumbuh, Sumatera Barat, tempat kelahiran Bapak Hayuda Yusri Darwis si empunya resep asli. Semua bumbu dari menu yang tersedia merupakan hasil karya Bapak Hayuda. Di Padang sendiri, rumah makan Martabak Kubang yang berdiri sejak tahun 1971 berada di Jln. Prof Yamin SH No. 138 B, Padang-Sumbar. Dan untuk menciptakan cita rasa yang sama dan menampilkan ciri khas daerah Kubang, semua bumbunya dikirim langsung dari Kubang. Pantas saja racikan bumbunya sangat 'berani' dan mantap. Untuk menemani martabak dan kari yang hot ada berbagai minuman yang manis. Seperti es Tebak alias es cendol Sumbar, yang terbuat terbuat dari tepung beras. Atau Teh Telor, yang merupakan campuran teh, gula dengan telur ayam mentah yang diaduk dalam satu gelas. Karena dikocok dengan teh dengan panas dan kepekatan yang pas, tidak terlacak lagi aroma anyir telur tetapi justru gurih dan manis! "Pernah saya ajak teman-teman dari Australia untuk mencicipi teh telor ini, dan mereka menyebut teh telor ini sebagai The Real Cappucino", ujar Pak Elvi Agus, keponakan Bapak Hayuda. Kalau bosan dengan martabak, Rumah Makan Martabak Kubang dengan kapasitas sekitar 35 orang ini juga menyajikan masakan lain, seperti Sate Padang, Nasi Goreng, Mie Goreng, Otak-Otak, Kuah Kari Kambing Atau Ayam yang terjual terpisah dengan Roti Cane, Es Jus Ketimun, serta aneka macam minuman soda yang dicampur dengan susu atau dengan telur. Mengenai harga jangan khawatir, seakan tak terpengaruh dengan kenaikan BBM, harga di rumah makan ini relatif terjangkau oleh siapapun. Untuk Martabak Super 3 telur hanya Rp 24.000,00 Martabak Spesial 2 telur Rp 19.000,00 dan Martabak Biasa 1 telur Rp 12.000,00. Untuk Roti Cane Kari Kambing Rp 20.000,00 sedangkan Roti Cane Kari Saus Kecap Rp 10.000,00. Teh Telor Spesial Rp 9000,00 dan Es Tebak Rp 7000,00. Buka dari pukul 11.30-24.00, Martabak Kubang ini membuka cabangnya di Jln. Raya Kalimalang No. 14B-Jaktim, Jln. Biak Roxy-Jakpus dan Jln. Raya Margonda-Depok. Martabak Kubang Jalan Dr. Saharjo no. 98 Jakarta Selatan Telp. (021) 8295328

    BalasHapus