Cari data di web ini

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Iklan Hubungi (021)27101381


Informasi berita tentang wisata kuliner di seluruh Indonesia - Kontak Redaksi: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Tampilkan postingan dengan label Sate Kambing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sate Kambing. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2011

Sate Kuah Bang Uya

Sensasi 2 Rasa Bakaran Sate + Kuah Gule
"Gak Ada Banding & Bener-Bener Kuya"

Sate Kambing + Kuah Santan...hmmm! Siiip
Perumnas I Bekasi - kulinerkuliner.com
Cuma satu yang ada di Bekasi yang bisa ditemui para penggemar sate sekaligus gulai dengan menu khas Solo. Di bilangan Perumnas I ada satu tempat yang menawarkan menu unik berupa sate kuah, yang konon bisa bikin pelanggannya jadi lelaki sejati (ya kalau untuk perempuan, ya bisa jadi perempuan penuh energi kale yah?).

Gampang nyarinya kan?Cuma 1 yang kayak gini
Tempat sederhana yang cukup dikenal bagi kalangan pelajar ini bernama Sate Kuah Bang Uya. Mungkin karena murahnya harga seporsi sate kuah, sehingga banyak kalangan pelajar yang jadi pelanggannya.


Mas Bayu yg akrab dipanggil Bang Uya
Rasa penasaran kulinerkuliner.com memang terusik sudah sejak lama, tapi saat mencari di internet, ternyata menu sate kuah tidak hanya ada di Kota Bekasi saja. Ada beberapa tempat seperti Tangerang, Jakarta Utara dan juga Medan yang menjual sate kuah meski dengan cara penyajian yang berbeda.

Sate Kuah ala Bang Uya yang dimiliki oleh Mas Bayu ini sebenarnya timbul dari ide ayah dari dua anak ini ketika seringnya orang menikmati sate dan sop kambing secara bersamaan atau gule kambing secara bersamaan.

Ide brilian pun terbit, ketika dirinya ingin mengkombinasi gurihnya bakaran daging sate yang cenderung hangus dan wangi itu dengan kelezatan kuah santan mirip gule. Sensasi baru dari perpaduan dua rasa inilah yang akhirnya menjadi keunikan dagangan mas Bayu.


Uniknya campuran tekstur bakaran sate kambing dihantam lezatnya kuah gule
Biasanya harumnya sate sudah menggugah selera para pengunjung warung sate, namun kini dengan guyuran kuah santan, maka rasa gurih hangusnya sate di tempat ini tak hilang sama sekali. Nah di sinilah keunikan yang ditawarkan.

Salah satu rahasianya ternyata adalah dari rendaman khusus bumbu rempah sebelum daging sate dibakar. Rendaman bumbu rempah yang salah satunya adalah dari buah nanas plus bumbu rahasia membuat wangi daging sate yang siap untuk dibakar.

Enaknya plus krupuk merah
Belum lagi khasiat aphrozidiac-nya yang memang membuat dada Anda panas seketika plus siap bertempur (halah.... memang mau berangkat perang kale yah!?)

Intinya jika Anda mau menikmati kelezatan gosongnya sate dengan kuah gulai silakan saja berkunjung ke Sate Kuah Bang Uya di jalan depan Grand Mall Bekasi, dijamin Anda bisa ketagihan dan jadi pelanggan maniaknya sate bernuansa beda. Atau Anda tinggal pesan di nomor berikut ini (021)932.74925

Sidik Rizal - webrizal.com

Hanya Rp 10.000,-/porsi Sate Kuah Bang Uya
TAPI kalau kita bicara Sate Kuah, maka kita perlu juga menelusuri di internet tentang sate kuah lainnya yang pernah ada. Dari kira-kira 797,000 hasil pencarian di paman Google dalam waktu 0.17 detik, saya mendapatkan nama Sate Kuah Pak Obay, yang dimuat di Kompas.com edisi 14 Juli 2009. Simak tulisannya berikut ini:
Harumnya Sate Kuah Pak Obai

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernah menyeruput kuah sate? Mungkin sebagian masyarakat masih asing dengan sate yang diberi kuah. Karena biasanya sate yang dikenal menggunakan dua macam bumbu yaitu, bumbu kacang atau kecap.

BERITAJAKARTA.com Sate Kuah Pak Obai
Jika ingin merasakan sate yang berkuah tak ada salahnya sesekali mengunjungi warung Sate Kuah Pak Obai di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat. Dengan bahan rempah pilihan, membuat aroma sate kuah Pak Obai begitu menggoda selera.

Ada satu menu lagi yang tak boleh ditinggalkan, yakni sate tangkar yang berisi tulang dan daging sapi. Di warung makan yang hanya berukuran 4x6 meter, hampir setiap saat selalu dipenuhi penggemar sate kuah. Jika ingin mencicipi rasanya, disarankan datang setelah jam makan siang.Berdagang Sate Kuah di jalani Obai Ahmad Sofyan selama 10 tahun. Pembuatan sate kuah di ilhami menu masakan soto daging dan kuah gulai. Makadicoba menu daging yang ditusuk-tusuk dengan memberikan kuah gulai. Tapi lebih dari itu, tambahan bumbu dapur yang lengkap menjadi masakannya kaya akan rasa dan baunya pun begitu harum.

Rasa dan bentuknya nyaris sama
Obai memiliki resep tersendiri untuk menghilangkan bau daging sapi serta menghilangkan alotnya daging. "Daging sapi kita rebus beberapa jam lamanya sebelum ditusuk. Saat dibakar, daging sapi diolesi bumbu dapur terlebih dahulu dan kemudian dibakar, dan itu dilakukan berulang kali," kata Obai.

Begitu juga dengan kuahnya, pembuatan dilakukan seperti membuat kuah santan pada gulai. Namun khusus kuah sate miliknya, Obai menambahkan bahan rempah untuk menambah kenikmatan serta memberi keharuman pada masakannya. "Rata-rata pengunjung akan memuji kelezatan rasa kuah sate," jelas pria yang bermukim di Grogol Petamburan, Jelambar, Jakarta Barat ini.

Selain Sate Kuah daging sapi, warung milik Obai juga menyediakan menu lain berupa Soto Tangkar, yakni Soto campur yang terdiri dari daging sapi, tulang muda, babat, kikil, dan beberapa bahan lain. Bagi penggemar masakan yang terbuat dari daging sapi, Soto Tangkar tak kalah lezatnya dibanding dengan Sate Kuah.

Untuk Sate Kuah dijual dengan harga 10.000 per porsi plus sepiring nasi. Harga yang sama juga berlaku untuk Soto Tangkar. Selain rasanya yang lezat, harganya juga murah. Dari sinilah, pelanggan yang datang ke warungnya makin hari kian bertambah.

Ramainya pengunjung pun tak jauh beda
Keterampilan mengolah bumbu dapur yang dimiliki Obai, ternyata didapat ketika ia bekerja di katering yang dimiliki neneknya. Lambat laun, Obai makin terampil meramu sejumlah bumbu hingga menemukan rasa yang pas. "Dulu saya sempat ikut nenek usaha ketering atau membantunya memasak di sebuah acara, secara tak langsung saya pun tau bagaimana caranya memasak. Dan berbekal keahlian memasak inilah yang akhirnya mendorong saya mencoba usaha jual soto dan sate," kenang Obai yang sempat bekerja sebagai sopir truk di Jakarta.

Setelah sepuluh tahun berusaha, kini Obai bisa memetik hasilnya. Bahkan, Obai sudah membuka warung makan di Pluit Jakarta Utara. Dari dua tempat ini, Obai mampu meraup omzet hingga Rp 2 juta sepekan. Tidak hanya itu, Obai juga membantu keluarganya yang sedang menganggur dengan mempekerjakan mereka di warung makan miliknya.

Sabtu, 01 Januari 2011

RM Solo Sari: Pelopor Tengkleng Solo Asli Bekasi

Kuliner Khas Keraton Solo Hadir di Bekasi
YANG PAS DI KANTONG RAKYAT


Bekasi, kulinerkuliner.com
Pernah nggak terbayang dalam benak anda bahwa bangsa Indonesia dulu pernah dijajah oleh bangsa asing karena hal sepele, yakni bumbu dapur? Istilah kampungnya The Spices atau bahasa Inggrisnya "Rempah-rempah".


Kalau sekarang bangsa kita sedang dalam proses penjajahan karena alasan harta kekayaan minyak dan tambangnya, dulu (sesuai kemampuan teknologi dan kebutuhan dasar zaman) maka rempah-rempah lah yang jadi alasan bangsa-bangsa Eropa mau menguasai nusantara. Halah... lupakan saja masalah penjajahan, kini kita ingat saja kekayaan budaya dan sumber alam negeri kita dan bagaimana kita bisa menerima berkah dan karunia itu dan menjaganya buat anak cucu kita (buset... ternyata dalem juga yah?)

Sisa-sisa kebesaran nenek moyang kita, yakni berupa kekayaan rempah-rempah adalah satu kebanggaan yang bisa jadi akan hilang ditelan masa. Contoh kekayaan yang akan dan bisa ditelan zaman adalah kuliner nusantara kita dan keanekaragaman rempah-rempah yang sangat terkenal di dunia semenjak masa nenek moyang kita. Sebagai contoh, adalah kelana kuliner di daerah Solo, yang memang sangat terkenal sebagai gudangnya makanan khas Indonesia.

Anda tentu sudah tahu betapa Solo dikenal nusantara sebagai tempatnya makanan-makanan nikmat pembangkit selera, mulai dari Tongseng Solo, Rawon Iga Solo, Bakso Solo, Sop Buntut Solo, Sate Kambing Solo sampai yang paling mutakhir, Nasi Kucing Solo. Tapi mungkin saya termasuk yang baru pertama kali mendengar makanan khas Solo lainnya, yakni Tengkleng.

Apa seh Tengkleng itu? Adalah pengusaha RM Solo Balapan, Tatagna Budi, menjelaskan kepada dobeldobel.com tentang makanan khas dan unik dari Solo ini. "Tengkleng sesuai dengan pakemnya biasanya terbuat dari tulang-tulang kambing, mulai dari kepala, iga, buntut, punggung, sampai dengan tulang kaki. Dan dimasak seperti layaknya sop, namun dengan bumbu-bumbu rempah yang jumlahnya nyaris 28 jenis."

Mendengar penjelasan itu saja bikin saya geleng-geleng kepala. "Wah bener juga bangsa kita ini kaya akan bumbu rempah dan jago makan.... hehehehe!" Lalu saya pun menanyakan apa keunikan bumbu-bumbu masakan khas Solo, Tengkleng ini dibandingkan dengan soto buntut, soto kaki kambing atau sop kambing daerah lainnya. Suami dari Kristiari ini mengungkapkan, "Ada rempah-rempah yang tak bisa diperoleh di daerah lainnya seperti Jakarta atau Bekasi. Salah satunya misalnya kayu Temoyi!"

Dan karena sang pemilik restoran yang sangat doyan makan ini tidak tahu apa bumbu rahasia dan nama rempahnya ia memanggil istrinya, yang juga bertugas sebagai koki utama restoran Solo Balapan ini, Kistiari yang diklaim suaminya sebagai istri yang jago masak menjelaskan, "Kayu temoyi adalah sejenis rempah berbentuk kayu yang oleh orang awam dianggap seperti kayu biasa. Tapi ia mempunyai aroma khas dan mampu menghilangkan bau amisnya daging dan tulang kambing. Tentunya juga harus ada bumbu-bumbu yang lain sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang khas Tengkleng."

Tatagna juga menambahkan, bahwa banyak orang yang membuat Tengkleng serupa tapi rasanya jauh berbeda dengan Tengkleng buatannya, bahkan dengan bercanda ia bilang, "Mungkin yang mereka buat itu ya menu Tengkleng-tengklengan... Dan itu bukan kata saya saja tapi juga beberapa pelanggan yang mencobanya di luar kemudian menceritakannya kepada saya setelah mereka bandingkan dengan Tengkleng di RM Solo Balapan ini."

Jangan heran kalau pengunjung RM Solo Balapan ini adalah memang orang-orang yang sudah tahu apa itu Tengkleng, dan Tatagna, yang kerap dipanggil mas Tatag ini, mengungkapkan bahwa kebanyakan para pengunjungnya adalah orang-orang jauh yang datangnya bukan dari Bekasi saja, bahkan sampai orang Tangerang di ujung Jawa Barat pernah datang dan begitu lewat rumah makan Solo Balapan miliknya mengkhususkan diri untuk mencicipi Tengkleng.

Ada kisah menarik tentang Tengkleng yang kini jadi makanan rakyat ini. Dulunya memang Tengkleng adalah makanan sop khas para bangsawan Keraton Solo, hingga pernah satu ketika, di tahun 1980-an saat itu Mas Tatag masih SMA. Di masa itu Presiden Soeharto masih berkuasa, pernah menjamu tamu-tamu penting dan pejabat negara untuk menikmati Tengkleng di Anyer. Dan secara khusus, Tengkleng dimasak di Solo kemudian diterbangkan dengan pesawat khusus untuk bisa disajikan panas-panas buat para tamu-tamunya pak Harto. Huaduh dari sini saja saya sudah bisa ambil kesimpulan.

Ya, bahwa Tengkleng memang ternyata adalah makanan para bangsawan dan pejabat tinggi yang hanya bisa dibuat dengan bumbu rempah-rempah yang adanya di Solo saja. Jadi jelas berbeda dan tak akan sama masalah rasanya dibandingkan dengan sop kambing, soto kaki ataupun masakan sop tulang dari daerah lain. Campuran rasanya yang khas antara, gurih, asam, sedikit manis, bau amis yang hilang dan tenggelam dalam wanginya rempah serta butiran-butiran cabe rawit pastinya akan membuat anda berkeringat dan berdecak nikmat karena begitu lezat dan empuknya daging kambing yang berasal dari tulang-tulang itu.

Ada istilah makan yang aneh dari menu Tengkleng ini adalah "menggeragoti" daging-daging yang ada di tulang-tulang kambing ini. Di Solo sendiri dobeldobel.com mendapati bahwa makanan khas Solo ini bisa jadi rebutan di dagangan kaki lima daerah wisata Solo. Tulang-tulangnya pun mulai dari tulang tengkorak kambing, iga, tulang punggung, tulang buntut, tulang kaki. Huffff, pastinya anda akan ketagihan. Karena begitu saya menikmati bersama anak saya, Lulu Ammantsura, kami sampai berkeringat dan mengeluarkan nafas berat karena saking pedas dan lezatnya masakan ini. Jangan kuatir kalo daging-daging di sela-sela tulang ini keras atau alot, karena sebelum disajikan, mas Tatag ceritakan bahwa potongan-potongan tulang daging ini dipresto dulu, sehingga sudah bisa diketahui betapa empuknya saat dikunyahnya.

Walaupun Tengkleng dikenal sebagai makanan untuk kalangan atas, tapi masalah harga per porsinya yang bisa dinikmati untuk dua orang ini bisa didapat dengan harga relatif tidak mahal, hanya Rp. 18.000,- Dan anda tidak saja bisa menikmati Tengkleng Solo ini, ada makanan khas lainnya seperti, Tongseng, Rawon Iga, Sate Kambing dan Sup Buntut. Dan luarbiasanya di depan restoran ini ada penganan ringan Nasi Kucing Solo, walaupun bukan miliknya, namun menambah khazanah keanekaragaman makanan khas dari Solo. Satu strategi marketing yang cukup efektif.

Bila anda mau dan timbul selera untuk menikmati makanan khas Solo, Tengkleng yang tak akan anda jumpai di Jabodetabek, kecuali di Bekasi ini, anda bisa:

reservasi di no. 021.9664.3471 atau 0811136395

Atau datang langsung ke alamat ini, RM Solo Sari Jl. Bintara Raya No. 1 K, Bekasi Barat.

Sidik Kelana Rizal

Rabu, 22 Desember 2010

Sate Virgin : Sate Kambing Muda Tegal

Sate Kambing Muda Tanpa Urat - Makanan berenergi
Memang Gak Perlu Ngotot Berurat Menikmati Sate Kambing Mudanya
Dijamin Empuk dan tidak berbau prengus, Kalau tidak uang kembali




Satu-satunya menu sate sehat di Bekasi
Bekasi Jl. M. Hasibuan - kulinerkuliner.com
Dimulai dari pemilihan kambing yang masih muda,dibawah lima bulan sehingga empuk dan dipercayadapat meningkatkan vitalitas dan energi. Kambingnya kereman di kandang, bukan kambing liar sehingga empuk.


Dengan kambing dijadikan hewan qurban dapat dipastikan daging kambing aman dan baik untuk di konsumsi. Nutrisi daging kambing lebih baik dibanding dengan daging lain pada umumnya. Lihat hasil penelitian bulan November http://ilmupangan.blogspot.com/www.elkusa.com/goat_meat_nutrition.html

Sate kambing tanpa saos bumbu tetap lezat
Untuk menjamin daging fresh atau segar dan higienis (bersih), kami melakukan pemotongan sendiri. Kami tidak beli daging kiloan dari pasar. Pemotongan sendiri juga untuk menjamin sate tidak bau prengus.

Tanpa urat yang membedakan kami dengan sate lainnya, sehingga sate mudah dikunyah dan dicerna lambung. Sate yang ada uratnya membuat sulit dikunyah dan seringnya ditelan saja atau dibuang/dimuntahkan.

Interior asri menggugah selera makan Anda
Dengan dibakar sate lebih baik ketimbang digoreng. Kami menggunakan arang kayu asam yang aromanya harum.

Bumbu kami tambahkan sedikit, agar tidak menghilangkan kelezatan daging kambing. Maka sate virgin bisa dibilang sebagai sate dengan cita rasa sejati atau orisinil.


Untuk pemesanan hubungi:
Sate Virgin : Sate Kambing Muda Tegal
Telp: (021)3388.0480
Senin-Minggu 10.00 - 22.00 WIB
( Terima Pesanan: Pesta, Pernikahan, Ulang Tahun, Rapat, Aqiqah, dll)
Alamat: Jln. Hasibuan Bekasi

Sehatnya Kelezatan Daging Kambing Hanya di Sini

Koma Untoro - the owner Sate Virgin
Berbicara dengan sang pemilik rumah makan Sate Virigin terasa menyenangkan buat kulinerkuliner.com karena saya seperti kembali ke bangku kuliah dulu. Wajar saja saya merasa seperti itu, karena Koma Oentoro memang pemegang S2 untuk bidang finansial. Bahkan untuk S1 saja lelaki lajang ini setidaknya memegang 3 gelar khusus untuk jurusan investasi bursa efek. Wow lumayan dapat ilmu gratis.

Logo cantik Sate Virgin lambang menu gaul
Ironisnya lelaki yang baru mulai mencintai dunia usaha kuliner ini justru adalah salah satu instruktur di Entrepreuner University, kampus gudangnya pencetak para pengusaha muda di Jabodetabek. "Saya mengalami titik balik luar biasa, saat saya pulang kampung dan menemui teman kecil saya yang berhasil jadi orang padahal hanya lulusan SD saja," beber Koma Untoro ketika ditanya apa definisi sukses menurut dirinya.

(bersambung... nunggu lanjutannya aja ya!?) Sidik Rizal


Berikut tulisan dari media lainnya tentang Sate Virgin

Tawarkan Menu Unik Sate Spesial Pertama di Bekasi



Lokasi strategis jl. M. Hasibuan
BARU HADIR : Rumah makan Sate Virgin yang menawarkan menu spesial, kini hadir di Kota Bekasi. MIFTAH/RADAR BEKASI
BEKASI - Mungkin belum banyak warga Bekasi yang mengetahui jika rumah makan Sate Virgin sudah hadir di Jalan M. Hasibuan, Bekasi Selatan ini dengan berbagai keunikannya. Kenapa dibilang unik?

Karena, Sate Virgin ini tidak sekadar namanya saja yang unik, tapi pembuatan sampai bahan bakunya-pun terbilang unik. Selain daging yang digunakan untuk pembuatan sate disajikan tanpa ada urat, resep yang digunakan dalam pebuatannya juga tidak sama dengan sate pada umumnya.
Koma: "Resep kami tak ada di tempat lain

“Resep yang kami gunakan untuk pembuatan sate ini, tidak dimiliki oleh pedagang lainnya di Bekasi maupun di Jakarta,” kata pemilik rumah makan Sate Virgin, Koma Untoro kepada Radar Bekasi, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, bahan baku yang digunakan untuk pembuatan Sate Virgin ini, merupakan daging kambing muda sekaligus tanpa ada urat, sehingga saat dikunyah dagingnya lebih mudah hancur. “Dari bahan baku dan resep yang kami miliki, menjadikan Sate Virgin berbeda dengan sate yang sudah banyak dijual diberbagai tempat,” ujarnya.

Menurut Koma, dalam satu hari pihaknya mampu menghabiskan dua ekor kambing muda untuk pembuatan Sate Virgin yang dijual per porsi mulai Rp11 ribu hingga Rp22 ribu.
Kelezatan Sate Kambing Muda Tanpa Urat

“Untuk jenis kambing, kami sengaja memilih berumur dibawah lima bulan, sehingga daging yang dihasilkan lebih terasa empuk sekaligus menambah vitalitas konsumen,” terangnya seraya menambahkan, saat melakukan pemotongan hewan tersebut harus lebih hati-hati. Bahkan, lanjut Koma, hanya yang sudah berpengalaman baru bisa memotong daging tanpa ada uratnya ini.
Komplit menu paket hingga menu utama

Koma menuturkan, dalam penyajian bumbu satenya juga berbeda, karena tidak mendominasi rasa sate. “Sebenarnya kami menawarkan kepada konsumen adalah sate, bukan bumbu. Pasalnya, tanpa bumbu-pun, saat memakan Sate Virgin rasanya sudah enak, apalagi ditambah lagi bumbu, akan semakin sedap,” tandas Koma.

Pria lulusan S2 Universitas Indonesia (UI) ini menambahkan, menjelang Natal dan tahun Baru, pihaknya siap melayani masyarakat untuk pesan antar. (sam radarbekasi)

Kamis, 07 Oktober 2010

Sate Pojok Pekayon

Hidupkan Lagi Legenda Kelezatan Yang Pernah Hilang
Sate Pojok Rawamangun Warung Pak Aca

Sate Pojok dengan bumbu rahasianya
Pekayon Bekasi - webrizal.com
Sudahlah jadi kebiasaan orang, bila mengenal kelezatan satu sajian di tempat makan tertentu, maka dia tak akan berpindah ke lain tempat. Sekalipun kemudian tempat makan itu hilang (dari peredaran... entah kemana), maka memori yang terekam dalam syaraf ujung lidah mereka akan selalu menanti kehadirannya kembali entah kapan dan dimana.

Jadi ongkrongankomunitas Hrley Davidson
Kalau sudah begitu maka liputan kali ini mencoba mencari kelezatan legendaris yang hilang dan muncul kembali. Hmmm bukan tugas yang mudah tapi juga tidak terlalu sulit. Buktinya, saat saya menyusuri jalan Pekayon hendak menuju kawasan Kemang Pratama, tak sengaja mata saya menangkap satu tempat makan yang tulisannya terbaca biasa saja pada awalnya.

mudah dicarinya kok

Sebenarnya sih nggak juga, karena sudah beberapa kali saya melewati jalan Pekayon antara Kemang Pratama dan Perum Galaxy mata saya sering tak sengaja menangkap nama Sate Pojok Pekayon dengan tulisan putih terang berlatar belakang merah indigo yang enak dilihat.

Eits... tadi apa namanya? Oh iya... SATE POJOK PEKAYON. Nah nama yang unik untuk kita ngulik, bukan? Ya... kenapa Sate Pojok? Apa karena lokasinya di pojok atau... satenya cuma ada di pojokan tusuk satenya aja... tengahnya nggak ada sate? Hehehehe.... ngarang aja!

Sate Pojok yang legendaris itu
Sate Pojok Pekayon ternyata adalah satu merk yang hendak dihidupkan kembali dari sebuah nama resto sederhana "sate pojok" yang terkenal di bilangan terminal Rawamangun. Sate Pojok dekat terminal  bus Rawamangun itu adalah milik pegawai Depdikbud (pada masa itu), Pak Aca, yang kini sudah almarhum.

Saat itu di tahun 70-an hingga 80-an, Sate Pak Aca yang ada di Sate Pojok begitu terkenal, bahkan mungkin termasuk salah satu tempat makan pertama yang paling rame sebelum lintasan kuliner di jalur menuju terminal Rawamangun ada di awal tahun 1990-an.

Feny - the manager
Keluarga dari keturunan langsung dari pak Aca, yakni generasi kedua dan ketiganya, ingin menaikkan kembali merk sate pojok yang pernah terkenal itu dan membawanya ke Pekayon. "Maka nama Sate Pojok Pekayon pun kami pilih karena kami ingin mengunggulkan menu sate kambing serta sate marangi sebagai unggulan," ungkap Feny sang menantu yang juga pengelola dan penanggungjawab Sate Pojok Pekayon kepada kulinerkuliner.com

"Untuk resep bumbunya tetap mama yang bikin, karena mama ikut "mbah kakung" (pak Aca) dari kecil dan selalu membantu mbah hingga masa remaja. Jadi beliau hapal betul resep bumbu rahasia Sate Pojok," papar Feny, wanita yang bersuamikan Aji ini menambahkan tentang menu unggulan warisan pak Aca yang masih dipertahankan dalam sajian di Sate Pojok Pekayon.

Kelezatan Legendaris Resep Turun Temurun?
Kalau saya sendiri sih gak mau ambil pusing. Mau itu resep warisan nenek moyang kek, atau warisan leluhur kek, yang penting bagi saya... cicipin, rasakan dan kunyah serta telan. Kalau enak ya rekomendasi... kasih skor.. satu jempol, dua jempol apa empat jempol atau malah bisa jadi cuma kasih satu kelingking saja kalau memang perlu.

Pada kunjungan pertama kulinerkuliner.com kali ini, sajian sop iga ala Sate Pojok dan Sate Kambing ala Sate Pojok sebagian menu pembuka. Hmmmm, harus diingat, gigi lemah dan ompong saya nggak mau berkompromi dengan daging kambing atau sapi yang alot dan keras. Apalagi seratnya susah dikunyah... wah udah nggak zaman deh! Pokoknya kalau gigi ompong saya yang rapuh ini bisa kompromi dan lidah mau menari, maka Sate Pojok memang pantas untuk direkomendasi.

Sialnya..... ternyata Sate Pojok lembut banget di gigi saya... cuma sekali kunyah, maka tekstur daging kambing yang dibakar setengah matang ini dengan mulusnya bergulingan di antara gigi lunak saya. Hmm... lezatnya memang pantas dapat 3 jempol.... (tahu kan kenapa? karena satu jempol lagi kan lagi megang tusuk satenya! Hehehehe...!).

Demikian juga sop iganya... ini yang lebih sensasional.... saking lembutnya itu potongan daging iga yang masih menempel di tulang rusuknya, gampang banget dipotong sama sendok. Bukan pisau daging loh! Dan juga nggak perlu pake garpu. Saking lembut dan lunaknya, daging iga bisa dipotong dan saya suap dengan satu tangan. Wah... entu daging sapi begitu enjusi (juicy)... ditambah aroma dan rasa rempah yang nendang ke seluruh rongga mulut saya. Busyet... ini mah sajian resto hotel berbintang... tapi anehnya kok harganya warung pinggir jalan?

Tempat kumpulnya banyak komunitas
Halah... nanti gue disangka promosiin ini tempat makan lagi. Nggak juga seh... kan nggak ada nomor teleponnya...Jadi biar para pembaca yang nyari sendiri tempatnya dan cari tahu sendiri nomor telepon kontaknya, kalau penasaran mau pesan kirim sate kambing nan lunak atau sate marangi yang (sorry guys,,,, gue belum ngerasain jadi nggak bisa komentar).

Ok deh... liputan kali ini tentang kelezatan sate kambing khas pojok yang empuk dan juicy akan kita bahas pada liputan selanjutnya.Yang jelas kalau para pembaca kepingin berkunjung ke Sate Pojok Pekayon, maka perhatikan saja jam tayangnya, yakni mulai buka dari jam 10.00 pagi hingga jam 11.00 malam. Tapi bila ada pengunjung (seperti yang sudah-sudah seh), ada komunitas motor gede, Harley Davidson Bekasi yang kebanyakan tinggal di Kemang Pratama dan Galaxy, yang mesen tempat di Sate Pojok Pekayon sebagai meeting point.

Biasanya komunitas moge ini booking tempat sampai jam 2.00 dini hari saat malam mingguan. Wah benar-benar banana... eh maksudnya, benar-benar memberikan kepuasan layanan kepada pelanggan. Pantas bila Sate Pojok dijadikan meeting point rutin (per minggu atau bulannya?). Anda tertarik juga menjadikan Sate Pojok sebagai tempat ketemuan atau rendezvous? Hubungi saja (021) 9346.1965

Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Video Sate Pojok Pekayon

Nikmatnya Menyruput Sop Kambing di Pekayon 







Rabu, 23 Juni 2010

Sate dan Sop Kambing Bang Boim Jatiwaringin Samping Bengkel Kuliner

Murahnya Kelezatan Soto Kepala/Jeroan

Jatiwaringin - dobeldobel.blogspot.com
Kelana Kuliner memang sedang buat janiji dengan seorang teman di RM Desa Sangkuriang. Tapi sebelum sang teman datang, kelankuliner melihat di seberang jalan ada warung Sate dan Soto Betawi (atau Sop Kambing seh? Kadang susah juga mbedainnya, di samping santannya yang khas Betawi banget)  yang begitu menyita perhatian.


Warung kaki lima yang berada di sepan halaman bengkel mobil ini memang cuma menyajikan sate dan sop kambing. Tapi banner nama yang terpampang di depannya begitu mengusik rasa ingin tahu. Cabang Pondok Gede, demikian terbaca di bawah tulisan Sate dan Sop Kambingnya. Berarti termasuk pengembangan warung kan? Berarti bisa dipastikan sang pemilik masuk kategori sukses dong?

Nggak usah berlama-lama deh. Sang pemilik yang bernama asli Abdurahim atau akraba dipanggil Bo'im ini (busyet nggak nyambung neh?) dulunya bekerja pada pedagang Soto Betawi yang kebetulan Cina Betawi asli di kawasan Pondok Gede. Kemudian dirinya memutuskan untuk mandiri dan berdagang sendiri.

Dengan bermodalkan uang 15 juta rupiah, O'im (nah yang ini panggilan sebenarnya, tapi para planggannya memanggil dirinya Bo'im) dia menyewa tempat di depan sebuah Bengkel Mobil tepat di dekat Bengkel Kuliner, sebuah pujaser terbesar yang ada di kawasan jalur Jalan Jatiwaringin. Niat berdagang soto Betawi Bo'im begitu kuat apalagi kawasan jalan Jatiwaringin sebagai area wisata kuliner begitu mendukung. Maka jadilah dia mengontrak di satu bengkel yang memang pas tepat di samping Dobel Coklat Cake & Bakery (sebelum Bengkel Kuliner).

Masalah harga, Bo'im tidak mematok terlalu tinggi, meskipun para pelanggannya sebenarnya tidak merasa keberatan karena rasanya yang lezat dan pantas dibayar mahal. Namun Bo'im justru merendah ketika ditanya mengapa harganya hanya Rp 13.000,- per porsi. "Kebetulan isi Soto Betawi yang kami sajikan, kan sebnarnya adalah daging kepala serta organ-organnya seperti mata, lidah dan juga jeroan kambing," ungkap Bo'im.
Karena ternyata organ kambing dari kepala dan jeroannya itu relatif harganya lebih murah dibandingkan dengan dagingnya, Bo'im membandrol seporsi Soto Betawinya Rp 13.000,- plus nasi jadi Rp 15.000,- Padahal untuk sajian sejenis di pujasera di dekat warungnya, harga Soto betawinya bisa mencapai Rp 35.000,- (Lumayan jauh ya perbandingan harganya? Tapi di situlah letak uniknya).

Bo'im juga mengaku buka dari pagi jam 10.00 hingga malam bahkan kalau perlu sampai jam 02.00 dini hari. "Yah tergantung lakunya saja, Mas" papar Bo'im, bahkan bisa sampai pagi Bo'im bersama istrinya berdagang Soto Betawi dan Sate Kambingnya.

Anda mau coba Soto betawi Bo'im yang lezat dan berkhasiat meningkatkan gairah muda ini? Silakan hubungi no telepon Bo'im (021) 9346.1965 untuk bisa memesan tempat. Karena biasanya kita bisa nggak kebagian tempat duduk pada hari-hari tertentu terutama hari libur. Maklum hanya ada sekitar 16 kursi dari empat meja yang tersedia. Jadi harus sabar antri menun ggu giliran makan di tempat ini. Padahal warung baru buka 3 bulan berjalan loh!

Sidik Rizal  kelanakuliner.co.cc

Rabu, 19 Mei 2010

SATE BATIBUL BANG FIRMAN - PONDOK KELAPA

SATE KAMBING MUDA-NYA DI MADU dengan TEH POCI
Nggak Empuk Jangan Bayar, Nggak Enak Boleh Tambah Lagi

SATE BATIBUL BANG FIRMAN - PONDOK KELAPA
Jl. Pondok Kelapa Kav. DKI Blok F1/2A Jakarta Timur
(depan Apotik Pondok Kelapa)
Telp (021) 8690.4711 - 0813.9194.0047

Pondok Kelapa - www.kelanakuliner.co.cc
Memburu makanan yang dibuat dari daging hewan memang banyak seninya. Biasanya masyarakat kita sangat menyukai daging sapi, daging ayam atau daging kambing di samping ikan-ikanan.
Daging kambing sangat terkenal baik untuk panggang, bakaran, sop maupun sate dan tongseng. Bicara masalah sate kambing maka yang terbayang adalah Sate Blora, Sate Solo atau Sate Madura juga Sate Tegal. Namun yang paling membedakan dengan sate kambing dari Tegal bila dibandingkan sate kambing daerah lainnya adalah karena umumnya usia kambing yang dipakainya. Sate Kambing khas Tegal kerap menggunakan kambing muda yang berusia bulanan.

Sate Kambing Muda Batibul Bang Firman adalah sate kambing muda asli khas Tegal. Sang pemilik, bang Firman mengungkapkan bahwa di Tegal sendiri nama sate kambing muda sudah demikian populer. Makanan sate kambing muda ini sudah begitu merakyat dan tak mengenal kelas. Mulai dari tukang becak, pegawai pemda, kantoran hingga pejabat terbiasa menikmati sate kambing sebagai makanan dan jajanan favorit mereka sehari-hari.

"Bahkan ada satu rumah makan sate kambing muda milik uwak (paman) saya di Tegal yang selalu ramai pada hari-hari libur dan juga hari raya," papar lelaki yang akan beranak 2 ini. "Jangan heran bila di tempatnya itu juga penuh dengan mobil-mobil dengan plat nomor luar kota, termasuk Jakarta. Dan biasanya mobil-mobil kelas menengah atas" imbuh lelaki bernama lengkap Firman Hakim tentang usaha Uwaknya yang telah berdiri sejak tahun 1994 saat dimana ia masih duduk di bangku SMA.

Karena usaha berdagang sate sudah menjadi usaha keluarga yang turun temurun, akhirnya Firman mulai bekerja ikut Uwak semenjak tahun 2003. Setelah bekerja beberapa tahun dengan pamannya di Tegal, dia mulai beranikan diri untuk membuka usaha sendiri dengan menyewa sebuah ruko tak jauh dari tempat pamannya itu. Sementara pamannya jatuh bangun membangun usaha resto sate kambing mudanya di beberapa kota seperti Semarang, Cilacap. Tapi kesuksesan baru di dapat saat buka ruko di Jakarta, tepatnya Kelapa Gading. Semenjak 2007, Sate Batibul Bang Awi berdiri hingga kini. Semenjak itu pulalah beberapa stasiun televisi swasta meliput usaha rumah makannya.

Kesuksesan pamannya memberi inspirasi Firman untuk membuka sendiri RM Sate Kambing Muda Batibul. Pilihan lokasi jatuh ke Pondok Kelapa (Gak tahu satu kebetulan sama-sama tempatnya menggunakan nama kelapa, hokinya kali yah?). Di samping ada beberapa resto sate kambing lainnya yang sudah ada, tapi sate Tegal khusus menyajikan kambing muda, Firman melihat belum ada yang buka. Maka pada awal Januari 2010 dia mulai meluncurkan RM Sate Kambing Muda Batibul Bang Firman Pondok Kelapa.

Lalu darimana nama Sate Batibul sendiri berasal? Lelaki kelahiran Tegal, 30 Mei 1975 ini menceritakan bila sebelumnya, sang paman memiliki nama yang mirip dengan nama restoran sate Balibul yang telah buka lebih dahulu di Tegal. Maka setelah mengalami klaim dari sang pemilik merk Balibul, bergantilah namanya menjadi RM Sate Kambing Batibul. Bila Sate Kambing Balibul berarti kambingnya berusia di bawah lima bulan (Red: bukan balita! emangnya sapi?), maka nama Sate Kambing Batibul jadi pilihan yang artinya sate kambing umur BAwah TIga BULan.

Karena kambing yang masih berusia bawah tiga bulan ini, maka satenya sangat empuk. Wajar saja bila Bang Firman berani memasang klaim, "Kalau gak empuk, jangan bayar!" Dan yang lebih unik lagi adalah rasa sate kambingnya yang sangat gurih serta masih terasa susunya. "Maklum saja, karena kambingnya masih berusia di bawah tiga bulan, Mas!" jelas lelaki berjenggot ini.  "Jadi umumnya kambing muda ini masih menyusu pada induknya," imbuhnya lagi. Tampaknya bukan saja daging empuk, tapi rasanya begitu lembut sekaligus sangat "juicy" bersensasi susu.

Yang lebih istimewa lagi dibandingkan dengan RM Sate Batibul Bang Awi Kelapa Gading adalah, Sate Kambing Muda Batibul Bang Firman ini menggunakan madu hutan Kalimantan. Jadilah Sate Kambing Muda Madu (Jangan salah baca jadi Kambing Mudanya Dimadu ya!) Semakin mantap dan nendang rasa daging kambing mudanya. Untuk kecapnya khusus pula didatangkan dari Tegal, yakni Kecap Cap Tomat Lombok. "Kecap ini yang pas buat sate Tegal, sedang kecap merk lain rasanya nggak pas di lidah kebanyakan penggemar sate Tegal," jelas Firman berpromosi.

Melihat campuran madu dan kecap di bakaran sate-satenya, terbayang bagaimana sensasi rasanya. Jadi setiap bakaran tusuk sate kambing muda, diolesi dengan madu hutan Kalimantan. Rasa gurih, empuk dan manisnya madu bercampur dengan pedasnya saus kecap, cabe rawit dan potongan bawang merah plus tomat. Tak perlu kuatir dengan kolesterol jahatnya, karena sate kambing muda khas Tegal terkenal tidak membuat tensi bertambah. Apalagi dengan tambahan madu. Anda juga bisa meminta agar sate kambing muda bercampur lemak, karena rasa susunya jauh semakin lezat.

Untuk menjaga kualitas daging kambing mudanya, Firman mengaku terpaksa sementara waktu ini mensuplai dari Tegal langsung. "Saya belum berani mengambil daging kambing dari peternak di Jakarta," ungkapnya tentang bagaimana usahanya menjaga kualitas dan ketersediaan stok daging kambing muda. Itulah sebabnya ia bisa pulang ke Tegal sebulan dua kali untuk mengambil dan mencoba sendiri daging kambing mudanya. "Bila saya coba sayat daging kambing yang telah dipotong kemudian saya bakar sebentar dan saya coba makan. Bila empuk, maka langsung saya bawa ke Jakarta dalam kondisi beku," rincinya kepada kelanakuliner.

Petualangan kelana kuliner kali ini juga bukan tanpa masalah. Karena selama menikmati sate kambing muda yang berusia di bawah tiga bulan ini, jadi timbul pertanyaan di hati. Bagaimana sih hukumnya dalam ajaran agama Islam bila kita mengkonsumsi sate kambing yang berusia kurang dari tiga bulan? Apakah boleh menyembelih kambing yang masih masuk kategori bayi kambing ini? Sepanjang yang diketahui, sate kambing adalah halal. "Wah, kalau untuk hal itu saya tidak tahu Mas?" jelas Bang Firman.

Lepas dari pertanyaan di atas, Sate Kambing Muda Batibul bang Firman memang lumayan terkenal dan lezatnya bisa diadu. Bisa dibilang, kalau nggak enak silakan tambah! Hahaha...! Sebaiknya Anda segera saja berkunjung ke rumah makan sederhana sate kambing muda pake madu ini di daerah Lampu Merah Pertigaan Caman Kalimalang, masuk sedikit ke arah Pondok Kelapa. Kira-kira 100 meter sebelah kanan seberang Apotik Pondok Kelapa, Anda bisa melihat merk plang Sate Kambing Muda Batibul Bang Firman. Jangan kuatir masalah harganya, satu porsi sate kambing muda (10 tusuk) cuma dibandrol Rp 23.000,- dan bila ingin tambahan nasi Anda hanya membayar Rp 3.000,-/piring. Untuk Gule Kambing seporsi hanya Rp 10.000,- demikian pula Sop Kambing hanya dipatok Rp 10.000,- Dan sebagai ciri khas asli dari Sate Kambing Muda Batibul Bang Firman adalah Krupuk Mie seharga Rp 2.500,- atau Kerupuk Kulit seharga Rp 2.000,-

Untuk minuman unggulan di RM Sate Batibul Bang Firman di samping minuman ringan yang biasa disajikan di rumah makan manapun, Anda bisa mencoba Teh Poci khas Tegal. Lidah dan tenggorokan Anda akan dimanja dengan keset dan segarnya kehangatan Teh Poci asli dari Tegal ini. Sangat pas bila dinikmati dengan kelezatan khas sate kambing muda.

Buat anak-anak Anda bila mengajak keluarga berkunjung ke RM Sate Kambing Muda Batibul Bang Firman, Anda bisa memesan Paket Hemat 1, yakni Sate + Nasi hanya Rp 16.000,- atau Paket Hemat 2, yakni Sate + Nasi + Sop seharga Rp 23.000,-

Jadi kini bagi para penggemar sate Tegal tak perlu lagi harus jauh-jauh mencari apalagi sampai pergi ke Tegal. Sate khas Tegal dengan kambing muda bisa Anda dapatkan dan nikmati di kawasan Jakarta Timur bilangan Pondok Kelapa.

Nikmati kelezatan rasa susu dalam sate kambing muda Batibul Bang Firman dengan saus bumbu madu sekarang juga. Buruan pesan tempat, karena sering pelanggan kehabisan tempat atau stok daging kambingnya. Untuk pesanan dalam jumlah porsi besar, pesanan via telepon paling lambat 2 jam sebelum kunjungan di:
No Telp (021) 9346.1965 - 081.385.386.583 (021) 8690.4711 - 0813.9194.0047

RM Sate Kambing Muda Batibul Bang Firman juga membuka peluang kerjasama. Namun arah kerjasama lebih kepada menjual resep dan merk Batibul Bang Firman dengan sistem jual putus. Bila Anda tertarik untuk menjalin kerjasama dengan Firman, Anda akan mendapatkan pelatihan karyawan selama 3 bulan sedangkan suplai daging kambing muda langsung didatangkan dari Tegal. Jadi Anda tak perlu kuatir dengan stok daging, semuanya terjamin ketersediaannya. "Dengan membeli merk Sate Batibul Bang Firman, maka bukan saja tenaga kerja terlatih yang investor dapatkan, tapi juga suplai dagingnya kami jamin," pungkas Firman.

Sidik Rizal - kotabekasihotnews.blogspot.com

Soto Betawi Bang Yadi Jatiasih Hidangan Khas Jakarta

Villa Nusa Indah - Bekasi, www.kotabekasihotnews.blogspot.com
Soto Betawi Hidangan Khas Jakarta Bang Yadi ini termasuk warung yang dimiliki oleh orang Betawi asli. Soto Betawinya justru menggunakan susu dan santan. Tentunya mempunyai rasa yang luar biasa. Pantas mendapat acungan dua jempol. Kenapa begitu? Karena Soto Betawinya yang dibuat dengan susu dan santan serta Sate Kambing Hidangan Khas Jakarta yang terdiri dari jeroan kambing dan tulang kaki serta kepala kambing.
Tanpa keahlian khas yang turun temurun dari keluarga maka akan sulit sekali membuat soto Betawi isi organ kepala kambing dan jeroannya yang lezat dan nikmat. Nggak percaya? Kunjungi saja warung khas hidangan Jakarta bang Yadi Kumis (ternyata bang Yadi sendiri kini tak berkumis)


Anda ingin mencobanya?
Kunjungi saja pertigaan Villa Nusa Indah, tepat di samping Rumah Obor Resto, ada warung kaki lima yang dipasang tenda permanen milik Bang Yadi. Rasa dijamin mantap. Tempatnya yang lumayan besar kira-kira bisa menampung 20 orang ini bersandingan dengan warung Es Buah.

Anda bisa menghubungi Bang Yadi di nomor ini (021) 9346.1965 atau 0812.8303.4035

Jumat, 07 Mei 2010

SATE KHAS BLORA JATIWARINGIN

NIKMAT ASLINYA SATE DOMBA BLORA

Jatiwaringin, - kelanakuliner.co.cc
Menuju arah Pondok Gede dari Pangkalan Jati melalui jalur Jatiwaringin yang terkenal dengan wisata kuliner terpanjang se Jakarta Timur ini, pasti Anda akan menemui satu-satunya sate asli khas Blora di sisi sebelah kanan jalan raya. Tepatnya depan komplek perumahan AURI atau Apotek Kimia Farma Jatiwaringin.

Resto yang telah berdiri dari tahun 2008 ini dikelola oleh seorang manajer muda, Nana Trisna. Lelaki kelahiran 5 Maret 1980 ini ternyata sudah lama bergelut di usaha makanan sate khas Blora. Semenjak dia bekerja di Sate Blora Rawamangun tahun 1999, dia mulai dari pekerjaan sebagai waiter. Ketekunan dan keuletannya membuat salah seorang pelanggannya mengajaknya membuka usaha serupa di bilangan Jatiwaringin. Beruntung bagi lelaki lajang ini, karena keinginannya untuk mengelola sendiri usaha rumah makan sate khas blora bisa terwujud, karena sang pemilik modal kebetulan juga mempunyai tempat yang belum terpakai untuk bisa dimanfaatkan sebagai raumah makan.

Sate Khas Blora memang dikenal sebagai sate domba asli dari Blora, berdektana dengan Cirebon. Biasanya Sate Blora memiliki kuah kaldu, namun Nana dan sang pemilik modal bersepakat untuk menyajikan Sate Blora seperti yang sudah populer di kawasan Rawamangun itu. Sate Khas Blora tanpa kuah, hanya sate daging domba dan bumbu kecap maupun kacang sesuai pilihan selera para penikmatnya.

Untuk menu lainnya adalah yang menjadi unggulan adalah:
SATE
- Sate Kambing
- Sate Has Kambing (daging tanpa lemak)
- Sate Hati Kambing
- Sate Sapi
- Sate Ayam

TONGSENG- Tongseng Kambing
- Tongseng Hati Kambing
- Tongseng Ayam

SOP
- Sop Buntut Kambing
- Sop Buntut Sapi
- Sop Kambing
- Sop Buntut Goreng
- Sop Ayam

Sidik Rizal - dobeldobel.com

Minggu, 17 Januari 2010

SATE AFRIKA ASLI Jatiwaringin, Nikmati Masakan di Tempat Tersangka Teroris Makan

Pernah Dikunjungi Tersangka Teroris?
Ramai dikunjungi Pelanggan karena Tak Seseram yang Dikira


Bekasi, kelanakuliner.com
Pernah mencoba bagaimana dan dimana seh para tersangka teroris biasa makan? Kayaknya cuma ada di Sate Afrika asli sajalah kita bisa merasakan menu masakan khas ala Osama bin Laden. Saya bahkan berani memastikan, menu Sate Afrika bukan saja jadi menu favorit di benua hitam Afrika saja, tapi sepertinya orang-orang di semenanjung Timur Tengah juga sangat menggemari masakan olahan kambing dengan gaya sate Afrika ini.


Anehnya buat orang-orang yang selalu diidentikkan dengan teroris oleh sebagian orang barat terutama pemerintah Amrik sana, makanan ini tidak menaikkan tekanan darah tinggi bagi mereka. Sebut saja ada berapa banyak seh orang yang sakit jantung di benua hitam dan Timur Tengah bila dibandingkan dengan sebagaian besar orang Indonesia yang tinggal di Sumatera Barat? Perbandingan yang rancu? (Masa bodo... yang penting dipas-pasin aja!)


Intinya adalah Sate Afrika asli Jatiwaringin yang merupakan cabang dari Sate Afrika Tenabang dan dimiliki oleh Haji dari Afrika ini tidak menimbulkan penyakit berbahaya seperti tekanan darah tinggi atau jantung karena kadar kolesterol nyaris tidak ada sama sekali. Jadi wajar begitu banyak selebriti yang langsung naksir dan mau berkunjung ke tempat ini. Hal ini bisa kita lihat dengan banyaknya foto dan tanda tangan para selebritas di bingkai hiasan pada dinding. Mulai dari Irfan Hakim (bukan hakim gadungan), Ria Irawan, Dina Mariana dan banyak lagi lainnya.


Lalu dimana rahasianya Sate Afrika ini sangat direkomendasikan buat para teroris bom bunuh diri Anda? Ternyata ada di proses pembuatan sate yang tidak menggunakan tusuk bambu ini. Setidaknya yang kelanakuliner ketahui ada 4 proses pemasakan, pertama, daging kambing yang mentah dibakar dengan bara api (bukan Bara Pattiradjawani, karena dia bukan teroris juga... hehe) kemudian setelah itu daging setengah matang hasil bakaran direbus hingga kaldu dari lemaknya keluar semua. Kaldu dibuang, kemudian daging kambing dibakar kembali. Barulah proses ke empat atau yang terakhir, daging kambing yang telah masak itu di panggang dengan sistem oven (masukkan ke dalam panci dan panaskan dengan api sedang, bukan api neraka ya!?)


Sayangnya suasana Timur Tengah tidak bisa dihadirkan dalam desain interiornya, bahkan di sana-sini (ini khusus untuk cabang Sate Afrika Jatiwaringin saja) di dindingnya dihiasi foto dan tanda tangan artis (padahal saya berharap ada tanda tangan Noordin M. Top, Dr. Azhari atau Hambali. Lebih hebat lagi kalau di foto itu ada tanda tangan para calon "pengantin" bom bunuh diri yang mau menunaikan tugas jahat  jihad  terorisme.  Kan pasti orang-orang khususnya para pelanggan mau berebutan makan di Warung Sate Afrika dan merasakan getar energi aura para teroris sebelum mati meledak karena bomnya.

Yang jelas, Anda pasti akan "meledakkan" diri karena saking nikmatnya menghabiskan potongan daging kambing sate Afrika yang begitu lezat. Anda tertarik mau merasakan sensasinya? Hubungi saja sang pemilik Ibu Ade di (021) 9430.1849 atau langsung meluncur ke sana (pastikan tubuh Anda dan kendaraan Anda tidak membawa bom atau kelengkapannya) RM Sate Afrika Jatiwaringin.


Buat Anda yang menggemari masakan Aceh (ingat Anda bisa juga bertemu dengan mantan anggota GAM, para separatis Aceh Darrussalam yang telah bertobat di rumah makan ini. Tapi jangan sekali-kali Anda menegur dan menyapa mereka sambil menyapa "Halo Teroris Aceh!" karena dijamin Anda nggak akan bisa menikmati masakan Aceh sama sekali, tapi malah digiring ke Kantor Polisi karena pelecehan) Maka tersedia beragam menu masakan Aceh yang luar biasa beda rasanya. Mulai dari segala olahan mie goreng, mie rebus khas Aceh hingga nasi goreng khas Aceh. Hmmm serasa kita sedang terbang ke negeri Serambi Mekkah itu.


Anda bisa memesan Nasi Goreng Spesial Aceh atau Mie Goreng Aceh. Dijamin Anda ketagihan dan pasti Anda lebih memilih memisahkan diri dari NKRI daripada makan nasi goreng yang lain. Intinya masalah rasa warung makan ini memang nggak ada duanya. Mereka benar-benar menyajikan rasa yang SANGAT BERBEDA. Jadi di samping Sate Afrikanya yang sehat dan luar biasa AJIIIBBB lezatnya, maka menu masakan lainnya saya hanya bisa mengatakan "Cobalah...!!"

Sidik Rizal - dobeldobel.com